
Saat ini Anggi dan Dion sedang berdiri di atas pelaminan dengan senyum yang mengembang sempurna di bibir mereka.
Sedari tadi ball room hotel milik keluarga Danuarta itu tak henti henti nya tamu berdatangan memadati tempat tersebut.
Para tamu yang hadir pun beragam. Selain dari keluarga, sahabat, karyawan kantor di perusahaan tempat kedua nya bekerja, juga ada karyawan dari perusahaan DN.Grup. Rekan kerja Daddy Steven, kolega kolega Daddy Steven baik dari dalam negeri dan luar negeri. Kebanyakan tamu yang datang adalah tamu dari pihak Daddy Steven.
Sedangkan kedua orang tua Dion hanya mengundang saudara mereka, rekan rekan guru di SMA tempat mereka mengajar, dan tetangga dekat mereka saja.
Sedangkan Anggi mengundang khusus Ibu Ayu. Ibu panti yang telah merawat dan membesarkan nya. Namun sampai saat ini Ibu Ayu masih belum terlihat. Hal itu membuat Anggi gelisah menunggu kehadiran nya.
"Kenapa sayang?" tanya Dion yang melihat kegelisahan istri nya.
"Aku lagi nunggu Ibu Mas. Tapi kenapa Ibu belum datang juga iya. Apa Ibu lupa iya Mas?" terka Anggi yang semakin gusar.
"Mungkin Ibu masih dijalan sayang. Kita tunggu aja iya" ucap Dion berusaha menenangkan Anggi.
"Iya Mas" jawab Anggi lesu.
"Senyum dong. Istri Mas harus tersenyum biar kecantikan nya tidak luntur" goda Dion yang sukses membuat pipi Anggi semakin memerah.
Satu persatu para tamu memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin yang berbahagia.
Tiba lah Breena dan Dayyan yang naik keatas pelaminan. Breena langsung memeluk Anggi.
"Selamat iya Mbak, semoga pernikahan nya sakinah mawaddah warohmah antill jannah" ucap Breena mendo'akan.
"Aminn"
"Semoga cepat diberikan dedek iya mbak. Biar anak kita nanti besar nya sama" bisik Breena pelan agar tak terdengar oleh suami nya.
"Kamu doa'akan iya semoga mbak juga cepat diberi kepercayaan seperti kamu" jawab Anggi yang juga berbisik.
"Amiinn. Mbak nanti malam pakai hadiah dari Breena iya. Waji. Dipakai loh mbak" pinta Breena sedikit memaksa.
"Iya nanti malam mbak pakai" jawab Anggi pasrah. Karena ia tak tau apa isi hadiah dari Breena.
Breena tersenyum sumringah mendapatkan jawaban dari Anggi. Sementara otu Dayyan masih mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu.
Setelah selesai mereka berdua pun turun dari atas pelaminan. Dayyan dengan perhatian nya menggandeng Breena turun dari pelaminan. Ia takut istri nya kenapa kenapa.
Setelah kepergian Breena dan Dayyan. Kini Ani dan Brian beserta Quin pun bergantian mengucapkan selamat kepada Anggi dan Dion.
"Selamat menempuh hidup baru Bro.. Semoga bahagia terus. Dan jangan lupa unboxing nanti malam jangan sampai gagal. Hahahah" ucap Brian membuat Dion menggeleng kan kepala nya.
"Begini lah kalau Pak Duda yang akan menjadi mantan duda jadi pikiran nya kesana terus. Tapi makasih Do'a nya" ucap Dion.
Sedang kan Ani yang masih menggendong Quin pun juga mengucapkan selamat kepada Anggi.
"Selamat iya Mbak Anggi semoga bahagia selalu dan sakinah mawaddah warohmah iya mbak" ucap Ani tulus.
__ADS_1
"Terima kasih iya An. Dan semoga acara kalian nanti lancar iya"
"Amiin iya Mbak"
Setelah nya mereka pun turun dan bergabung bersama dengan Breena dan Dayyan.
Banyak pasang mata yang menatap heran kearah mereka. Bagaimana bisa suami dan mantan kekasih Breena bisa duduk barsama di satu meja.
Mereka yang di lihatin sedari tadi hanya menganggap nya cuek. Dan tak mempermasalahkan kebingungan yang mereka alami.
Sementara itu di meja yang lain nya, beberapa rekan kerja Bu Aisyah dan Pak Hermawan pun berkumpul sambil menikmati hidangan yang tersedia.
"Saya nggak nyangka kalau anak nya Bu Aisyah nikah sama anak pengusaha kaya raya" ucap salah satu rekan kerja Bu Aisyah.
"Iya benar Bu. Kita semua kan pada tau kalau kekasih nya Dion itu anak yang tinggal di panti asuhan" jawab yang lain nya.
"Iya kami bener Bu. Kita semua kan pada kenal sama Anggi. Nggak nyangka aja kalau sebenar nya Anggi anak pengusaha kaya raya yang sempat hilang itu" sambung yang lain.
"Iya bener. Melihat mereka berdua diatas pelaminan kok saya jadi iri iya Bu"
"Iri kenapa?" tanya teman teman nya.
"Iri melihat kemitmen mereka. Iri juga karena saya juga mau berdiri dipelaminan sama suami Bu"
"Maka nya Bu nikah, masa iya pacar nya digantung terus"
"Oiya dimana Ibu Selvi. Saya sedari tadi tidak melihat nya" tanya Ibu yang tadi.
"Saya juga tidak tau Bu. Tadi saya ajak bareng tapi kata nya mau pergi sama kekasih nya"
"Emang kekasihnya di undang juga?" tanya ibu yang lain heran.
"Itu dia yang jadi pertanyaan saya bu. Maka nya saya menunggu Bu Selvi sedari tadi"
Tak berselang lama. Orang yang mereka bicarakan pun datang.
Selvi berjalan memasuki ball room hotel bersa seorang pria tampan dan gagah. Cocok dengan Selvi yang cantik.
Juan langsung mengajak Selvi menuju kearah Daddy Martin dan Mommy Aletha yang sedang berbincang dengan beberapa rekan kerja nya.
Selvi yang baru pertama kali bertemu dengan orang tua angkat kekasih nya pun gugup. Tangan nya berkeringat dingin. Juan yang paham perasaan Selvi pun menggenggam erat tangan nya.
"Dad" panggil Juan ketika mereka sudah dekat dengan Daddy Martin.
"Boy, kau baru datang?" tanya Daddy Martin yang langsung memeluk Juan.
"Iya Dad. Tadi jemput Selvi dulu di rumah nya sekalian minta izin" jelas Juan.
"Siapa dia sayang? Apa dia gadis spesial di hatimu? Kenapa kau tak memperkenalkan nya dengan Mommy?" tanya Mommy Aletha lembut.
__ADS_1
"Iya Mom. Dia Selvi kekasih Juan." ucap Juan memperkenalkan Selvi kepada Mommy dan Daddy nya.
"Sayang ini Mommy Aletha dan Daddy Martin. Mereka orang tua Brian dan orang tua angkat Mas"
Selvi langsung menyalami dan mencium tangan Mommy Aletha dan Daddy Steven.
"Selvi Om, Tante" ucap Selvi.
"Salam kenal sayang. Dan jangan panggil Om dan Tante nya. Panggil aja Mommy dan Daddy" ucap Mommy Aletha lembut lalu memeluk tubuh Selvi.
"Terima kasih sudah mau menerima anak nakal ini. Dan tolong nasehatin dia supaya mau pulang ke mansion Mommy" lanjut Mommy Aletha.
"Mom, mansion dengan apartemen ku terlalu jauh Mom. Apa lagi sama bandara" protes Juan.
Mommy Aletha hanya bisa mencebik menerima protesan dari anak angkat nya yang sudah dianggap nya anak itu.
"Oiya Mom. Dimana calon pengantin yang mau jadi mantan duda itu?" tanya Jaun dengan candaan.
"Apa kau tak melihat mereka lagi makan bersama dengan Breena dan Dayyan?" tanya Mommy Aletha.
"Tidak Mom. Aku tadi langsung mencari keberadaan kalian untuk memperkenalkan calon istri ku Mom" jawab Juan santai.
Sementara Selvi sudah memerah wajah nya. Bahkan ia sangat bahagia Juan menganggap nya calon istri. Itu artinya kalau Juan memang mau serius dengan nya.
"Itu mereka ada di kursi dekat pelaminan. Kesana lah. Mungkin mereka sedang menunggu mu nak"
"Iya uda Juan sama Selvi kesana dulu iya Mom" ucap Juan kemudian mencium pipi Mommy Aletha.
"Dasar anak nakal" ucap nya sambil tersenyum.
Dari kejauhan para ibu ibu rekan kerja Bu Aisyah dan Selvi pun memperhatikan semua yang Selvi lakukan. Mereka tak percaya Selvi yang hanya orang biasa bisa berbincang sedekat itu oleh istri pengusaha kaya raya.
"Apa aku tak salah melihat? Itu beneran Selvi yang lagi berbicara dengan istri tuan Martin?"
"Iya itu memang benar Selvi. Tapi apa hubungan nya sama Pengusaha pemilik AD.Grup itu iya?" tanya salah satu nya penasaran.
"Kau tak tau siapa pria yang bersama Selvi?" tanya ibu ibu yang sedari tadi hanya diam.
Teman teman nya kompak menggelengkan kepala mereka.
"Pria itu adalah Captein Juanda Arsenal. Pilot pribadi keluarga Anderson. Dia yang selalu membawa jet pribadi milik keluarga Anderson kalau mereka bepergian. Dan yang aku tau Capten Juan itu anak dari orang kepercayaan Tuan Martin yang meninggal karena kecelakaan. Dan dia dibesarkan oleh Tuan Martin dan Nyonya Aletha. Karena ia tak memiliki sanak saudara lain nya" jelas ibu itu.
"Oohhh jadi dia seorang pilot"
"iya benar sekali"
Pengibahan mereka pun terus berlanjut.
Sampai tiba tiba.......
__ADS_1