Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Hadiah Untuk Ani 2


__ADS_3

Ani masih menatap tak percaya dengan isi dari map yang di beri kan oleh Papa Doni. Dengan ragu Ani menatap Papa Doni dan Mama Ratih secara bergantian.


"Pah, apa ini tidak berlebihan?"


"Tidak nak. Itu memang uda sepantas nya untuk mu. Itu hadiah dari Mama dan Papa. Papa harap kamu mau menerima nya. Karena Papa tidak menerima penolakan. Hahahahha" jawab Papa Doni di sertai tawa nya.


"Terima kasih banyak Pah" ucap Ani tulus yang sudah berkaca kaca.


Isi dari Map yang di berikan oleh Papa Doni adalah berupa saham di rumah sakit Abraham sebesar 10%.


"Ini dari Daddy dan Mommy nak" ucap Mommy Rianti menyodorkan sebuab map dan satu buah totebag ke hadapan Ani.


"Ini apa Mom?"


"Kamu lihat aja apa isi nya"


Lagi lagi Ani menatap ke arah suami nya terlebih dahulu sebelum membuka apa yang di beri kan oleh Mommy Rianti.


Yang pertama Ani buka adalah map yang berwarna merah. Ani mengeluar kan isi nya dan ia membaca semua tulisan yang ada di atas kertas itu. Dan lagi dan lagi mata Ani melotot tak percaya.


Isi dari Map itu pun sama dengan isi dari map yang di berikan oleh Papa Doni. Yaitu saham sebesar 7% di DN GRUP. Mata Ani kembali berkaca kaca. Ia berusaha menahan air mata nya.


Lalu Ani kembali membuka totebag yang di berikan oleh Mommy Rianti. Dari dalam totebag itu Ani mengeluarkan sebuah kotak seperti kotak perhiasan. Ani pun langsung membuka nya. Dan betapa terkejut nya dia di dalam kotak itu adalah satu set perhiasan lengkap. Perhiasan yang di design langsung oleh Mommy Rianti.


"Terima kasih Mom, Dad. Terima kasih hadiah nya." ucap Ani yang sudah terisak. Ia tak mampu membendung air mata nya lagi.


"Ini dari Mommy dan Daddy sayang" ucap Mommy Gantari menyodorkan satu buah map kearah Ani.


Kali ini Ani sudah tak menatap suami nya lagi. Ia langsung mengambil dan membuka map itu. Ani semakin terisak setelah membaca isi map itu.


"Terima kasih untuk butik nya Mom. Terima kasih. Ini impian Ani dulu nya memiliki butik pakaian muslimah. Terima kasih banyak Mom"

__ADS_1


"Sama sama sayang. Besok kamu bisa langsung datang ke butik nya. Untuk perkenalan dengan karyawan kamu disana" ucap Mommy Gantari dengan senyum lembut nya.


"Iya Mom. Sekali lagi terima kasih"


Ani kembali menyimpan map itu. Dia menumpuk map yang di berikan mereka menjadi satu.


"Ini dari Abah dan Umma sayang. Semoga kamu suka iya" ucap Umma Hanum.


"Terima kasih Umma Abah"


Ani langsung membuka nya. Dan isi dari map itu adalah sertifikat kepimilikan sebuah rumah yang letak nya tak jauh dari pondok pesantren Al-Hidayah.


Ani tau dimana letak rumah itu. Rumah itu adalah rumah minimalis berlantai dua. Rumah yang dulu kata nya adalah rumah impian nya Ani juga. Rumah yang sangat asri dan sejuk. Terdapat banyak tanaman di rumah itu.


"Itu rumah yang dekat Pondok Nduk. Rumah yang selalu kamu bilang rumah impian mu dari dulu. Kebetulan rumah itu di jual oleh pemilik nya. Jadi Umma bilang sama Abah untuk membeli nya dan memberi kan nya untuk mu Nduk" jelas Umma Hanum.


Ani langsung berdiri dan berhambur ke pelukan Umma Hanum. Ia menangis di pelukan Ibu yang sudah merawat nya. Menjaga nya. Dan mendidik nya seperti anak sendiri. Pada hal Ani tau kalau mereka tidak memiliki hubungan darah sedikit pun. Namun kasih sayang yang di berikan untuk nya, sama dengan kasih sayang yang di curahkan nya untuk putra tunggal nya.


Brian menggenggam tangan Ani memberikan senyum manis nya dan menghapus air mata istri nya itu.


"Ini dari Mas dan Mbak mu Dek. Semoga kaju suka iya" ucap Dayyan memberikan dua buah map kehadapan Ani.


Ani langsung membuka salah satu map yang berwarna biru. Isi map itu adalah sebuah saham sebesar 15% di Pratama.Corp.


"Wah curang kalian. Seharus nya kalian juga kasih pulau pribadi donk" protes Brian yang melihat isi map yang di berikan Dayyan.


"Cih ngarep banget dapat pulau pribadi" ucap Dion sinis.


"Gk masalah dong. Kan kemarin Gue ngasih pulau pribadi dua sekaligus. Masa iya Gue satu pun nggak dapat" protes Brian tak terima dengan ucapan Dion.


"Berarti Mas nggak ikhlas dong kasih pulau pribadi nya sama twins" ucap Breena membuat Brian terdiam.

__ADS_1


"Maaf Princess" ucap Brian lesu.


"Uda buka yang satu nya lagi Dek" ucap Dayyan meminta Ani membuka map satu nya lagi.


Ani pun menuruti perintah Dayyan. Ia menganga menatap isi dokumen di dalam map itu.


"Ini beneran Mas?"


"Iya untuk kalian. Mbak mu yang nyarik tempat nya. Kata nya sengaja cari yang jauh biar nggak berdekatan kalau liburan nya"


"Terima kasih Mas, Mbak Bree. Terima kasih. Mas, kita punya pulau pribadi sekarang" ucap Ani girang.


"Serius?" tanya Brian tak percaya.


"Serius Mas. Lihat ini isi nya apa" ucap Ani sambil menyodorkan dokumen kepemilikan pulau pribadi.


"Yeehhh alhamdulillah Ya Allah. Akhir nya punya pulau pribadi gratis juga" ucap Brian senang.


"Terima kasih Gus, Ning atas hadiah nya" ucap Brian selembut mungkin membuat Dayyan mendengus melihat tingkah nya.


Dan yang terakhir adalah Dion dan Anggi. Mereka juga menyodor kan sebuah map ke arah Ani.


Ani kembali membuka map itu dan iya tersenyum membaca nya. Yang ternyata isi map itu adalah sebuah apartemen mewah yang berada di kawasan elit milik keluarga Danuarta.


"Terima kasih Mas Dion, Mbak Anggi atas hadiah nya. Terima kasih banyak" ucap Ani tulus.


"Maaf kalau kami hanya bisa ngasih itu. Kami belum bisa kasih saham seperti para pengusaha sukses itu. Tau sendirikan Mas mu ini sama Mbak mu masih kerja sama Mas mu yang nyebelin itu yang sekarang jadi bapak yang bucin" ucap Dion.


"Ini uda lebih dari cukup Mas. Sekali lagi terima kasih Mas Mbak atas hadiah nya"


Ani tak menyangka, kehadiran nya di sambut baik oleh semua keluarga. Bukan hanya di keluarga mertua nya saja. Tetapi di keluarga sahabat mertua nya pun ia di sambut baik juga. Ia merasa memiliki keluarga baru sekarang. Walau pun keluarga itu bukan lah keluarga kandung nya. Sahabat rasa keluarga. Wau pun mereka tidak memiliki ikatan darah, tetapi kekeluargaan yang mereka jalin sedari dulu itu sangat erat. Walau pun dulu nya sempat mengalami yang sesuatu kejadian yang membuat hubungan mereka merenggang. Namun semua itu sudah terselesai kan.

__ADS_1


"Terima kasih Ya Allah. Engkau sudah menjawab semua doa doa ku. Aku bahagia Ya Allah. Selain bertemu dengan keluarga kandung ku. Aku pu. Sekarang juga memiliki keluarga yang lain nya juga. Semoga kekompakan ini akan berlanjut ke anak cucu Ya Allah. Amiiinn" ucap Ani dalam hati.


__ADS_2