
Ansel terus melajukan mobil nya menuju ke mansion orang tua nya. Ia yang memang masih memikir kan nasib nya Windy pun jadi khawatir.
Selama tujuh bulan ia sudah tak pernah menghubungi Windy lagi. Sejak ia tau kalau Windy menerima perjodohan yang di lakukan oleh orang tua nya Windy.
Tapi kabar yang baru saja ia dapat kan dati Anita membuat nya merasa bersalah. Karena telah membiarkan Windy bersama lelaki itu. Ansel menyesal kenapa dia tak memperjuang kan cinta nya dulu. Tidak, bukan dulu tapi sekarang pun ia masih sangat mencintai Windy. Susah bagi Ansel menghapus nama Windy di hati nya.
Selama lima bulan di Belanda pun, Ansel masih terus memikir kan Windy. Hati nya tak tenang meninggal kan Windy di Indonesia bersama calon suami nya itu. Dan ketidak tenangan nya pun terjawab, setelah Anita menceritakan nasib Windy setelah mereka wisuda.
Sesampainya di mansion, Ansel langsung mencari Mommy nya.
"Mom" teriak Ansel dari ruang tamu.
Salah satu pelayan menghampiri Ansel.
"Maaf Tuan Muda. Nyonya Muda belum kembali"
"Iya uda Bi. Nanti kalau uda kembali bilang saya ingin bicara" ucap Ansel lalu ia pun berjalan menuju kamar nya di lanyai dua.
Didalam kamar, lagi lagi Ansel memikir kan nasib nya Windy. Kalau memang Windy ada di Jakarta, kenapa Adik nya tidak ada mengatakan apa pun pada nya. Atau memang Windy yang tidak ada mengatakan apa pun sama Breena.
Karena penasaran Ansel langsung menghubungi adik nya.
"Hallo Assalamualaikum Kak. Ada apa?"
"Wa'alaikum salam. Dek, ada yang mau Kakak tanyakan sama kamu"
"Iya, ada apa Kak?"
"Hmm. Apa kamu tau bagaimana kabar Windy sekarang?" tanya Ansel ragu ragu.
"Kenapa Kakak nanyak dia lagi? Apa Kakak masih belum bisa melupakan nya? Atau kakak masih mencintai nya?" goda Breena yang sudah terkekeh.
"Jawab saja"
"Baik lah baik lah. Bree uda nggak pernah lagi berhubungan sama Windy Kak. Semua kontak Breena di blokir sama Windy"
"Iya uda kalau gitu. Kamu istirahat lah. Dan bilang sama Mommy. Kakak tunggu di mansion"
Setelah mengatakan itu Ansel langsung mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari Breena. Ansel langsung menghempaskan tubuh nya di atas kasur king size nya. Pikiran nya masih bercabang cabang.
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit, Breena menatap bingung kearah ponsel nya.
"Siapa sayang?" tanya Dayyan.
"Kak Ansel, Mas"
"Ada masalah?"
"Nggak tau Mas. Kak Ansel nelpon cuma nanyak tentang Windy. Sementara setelah wisuda kemarin Windy langsung blokir semua yang berhubungan dengan Breena. Kira kira ada apa iya Mas?"
"Mas juga nggak tau sayang. Kita tunggu aja berita nya gimana iya. Atau kamu mau Mas cari tau tentang Windy?"
"Boleh Mas?"
"Boleh. Nanti Mas minta tolong sama Dion atau anak buah Daddy Steven untuk mencari tau tentang Windy"
"Terima kasih Mas"
"Oiya Mom. Mommy di suruh pulang sama Kak Ansel. Kaya nya ada yang penting deh Mom" ucap Breena pada Mommy Gantari.
"Ada apa iya Bree?" tanya Mommy Gantari merasa bingung dengan anak nya.
"Nggak tau Mom. Tapi tadi Kak Ansel minta Mommy segera pulang"
...----------------...
Di rumah Anita
Anita yang baru saja selesai membersihkan tubuh nya pun, mengambil ponsel nya. Ia menatap foto mereka bertiga yang selalu bersama.
Ia menatap sedih kesalah satu teman nya. Nasib nya tidak sebaik nasih Anita dan Breena yang memang berasal dari keluarga kaya. Windy berasal dari keluarga sederhana.
Windy bisa menyelesai kan kuliah nya di kedokteran pun karena mendapatkan beasiswa.
Begitu pun dengan nasib percintaan nya. Dia yang menjalin kasih dengan Ansel harus kandas karena ada nya perjanjian perjodohan yang dilakukan oleh Ayah nya dengan Ayah calon suami nya.
Windy berusaha tegar menerima perjodohan itu. Ia pun harus ikhlas melepaskan cinta nya dengan Ansel. Namun nasib tidak baik kembali menghampiri nya. Calon suami nya ternyata sudah menikah siri dengan seorang wanita yang di ketahui adalah pacar nya yang tidak di restui oleh orang tua calon suami nya.
Andri yang awal nya memang menerima perjodohan itu untuk menutupi status nya yang ternyata seorang suami siri.
__ADS_1
Pernikahan nya batal. Dan Ibu nya harus meninggal dunia karena mendengar kalau calon suami anak nya yang dipilihkan langsung oleh almarhum suami nya, ternyata suami orang lain.
Windy akhirnya menjual rumah nya yang ada di kampung. Ia pun memilih kembali ke Jakarta. Windy hanya bercerita mengenai hidup nya hanya kepada Anita. Ia tak berani untuk bercerita ke pada Breena. Bahkan Windy lebih memilih memblokir semua nya yang bersangkutan dengan Breena.
Anita yang mengingat akan memberikan alamat kost dan tempat Windy KOAS kepada Ansel pun, langsung mengirim kan nya. Anita berdoa semoga kali ini Ansel dan Windy benar benar berjodoh.
...----------------...
Di mansion Daddy Bagaskara.
Ansel yang sedang menunggu Mommy nya pun dibuat terkejut karena suara ponsel nya. Ia melihat ada pesan dari Anita yang mengirim kan alamat nya Windy.
"Ini cukup jauh dari sini. Tapi besok aku harus mencari nya. Sebelum itu, aku harus bercerita dulu dengan Mommy. Kalau Mommy merestui, aku akan langsung menikahi nya" ucap Ansel mantap.
Tak berapa lama, suara mobil Mommy Gantari pun terdengar. Ansel langsung keluar dan mencari keberadaan Mommy nya. Setelah ketemu, Ansel langsung menarik sang Mommy dan membawa nya ke kamar nya.
"El ada apa?" tanya Mommy Gantari bingung. Bahkan Daddy Calvin pun juga mengikuti anak dan istri nya itu.
"El mau cerita sama Mommy. El harap Mommy mau merestui nya" ucap Ansel tegas.
"Ya, ada apa Boy? Cerita sama kami" ucap Daddy Calvin.
"Tadi di perjalanan mengantar Anita pulang, El bertanya tentang Windy Mom"
"Kenapa kamu bertanya tentang nya lagi El?"
"Entah kenapa Mom, sejak El ke Belanda hati El nggak tenang. El selalu kepikiran sama Windy"
Ansel pun kembali menceritakan apa yang di katakan Anita tadi. Mommy Gantari yang mendengar nya pun terkejut. Ia merasa kasihan dan sedih dengan nasib nya Windy. Mommy Gantari yang memang sudah sangat menyayangi Windy pun, akhir nya meminta Ansel untuk menemui nya.
"Apa kamu uda punya alamat nya Windy sekarang?"
"Uda Mom, Anita uda kirim alamat nya Windy. Menurut Mommy gimana?"
"Ayo besok kita jumpai Windy. Mommy akan membawa nya ke mansion kita. Setelah itu Mommy akan memaksa nya menjadi menantu Mommy. Mommy nggak mau kehilangan Windy untuk yang ke dua kali nya. Cukup sekali aja Mommy membuat kesalahan karena sudah melepaskan Windy sama laki laki itu" ucap Mommy Gantari tegas.
Ansel yang mendengar itu pun tersenyum bahagia. Ia langsung memeluk Mommy nya.
"Terima kasih Mom. Terima kasih"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan laki laki itu Dad?"
"Daddy akan menyelidiki nya dulu"