Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Setelah dari pemakaman, Juan berencana langsung membawa Selvi menuju ke rumah nya dulu. Rumah yang menjadi tempat paling nyaman dan tempat yang banyak akan kenangan nya bersama dengan sang Mama sebelum kecelakaan yang berhasil merenggut nyawa kedua orang tua nya.


Rumah yang juga menjadi rebutan Kakek dan Nenek nya dengan pengacara pihak keluarga Anderson yang di menangkan oleh keluarga Anderson.


"Kamu siap kan kalau kamu Abang bawa ke rumah Papa dulu Sayang?" tanya Juan yang masih fokus dengan jalanan.


"Siap kok Bang. Apa Abang juga uda siap?"


"Siap sayang. Kita lihat dulu iya kondisi rumah nya bagaimana. Kalau masih bagus, apa kamu mau Abang bawa tinggal disana?" tanya Juan ragu.


"Mau bang, mau banget" jawab Selvi antusias.


"Iya uda kita lihat dulu rumah nya iya. Terus nanti malam kita runding kan sama Ayah dan Ibu. Kalau mereka mengizin kan kita tinggal disana iya sayang. Terus Abang juga mau pensiun aja jadi pilot. Abang mau ngurus usaha yang di tinggal kan Papa. Nggak mungkin Abang tidak mengambil tanggung jawab yang memang seharus nya sudah dari dulu Abang ambil. Kasihan Daddy kalau masih ngurusin usaha Papa juga. Pada hal usaha nya Daddy pun juga uda sangat banyak pekerjaan nya"


"Selvi ngikut aja Bang. Tapi memang lebih baik kalau Abang mulai ambil alih usaha nya Papa. Selvi akan mendukung apa pun keputusan Abang" ucap Selvi dengan senyum meyakin kan suami nya untuk mengambil alih usaha Papa nya.


"Terima kasih sayang. Uda mau mendampingi Abang"


"Sama sama Bang"


Tak terasa mobil yang di kendarai Juan pun sampai di rumah yang besar dengan gerbang tinggi menjulang dengan gagah nya. Juan melihat rumah itu dengan mata yang berkaca kaca. Bayangan bayangan saat ia kecil bersama dengan Mama dan Papa nya di rumah itu bermunculan di ingatan nya. Tanpa bisa di cegah air mata nya memetes membasahi pipi nya.


Bisa di lihat Juan, ada sepasang Kakek dan Nenek yang bersitegang dengan beberapa pria yang menggunakan serba hitam dan jas hitam. Juan yang masih mengenali wajah mereka pun mengeras kan rahang nya.


"Mau apa lagi mereka datang kesini? Apa belum cukup apa yang sudah di berikan Papa untuk mereka" ucap Juan marah.


"Siapa Bang?" tanya Selvi yang tak tau apa pun.


"Tuh dua tua bangka yang tamak dan serakah. Mau apa lagi mereka kesini?" ucap Juan sinis.


"Abang kenal dengan mereka?"

__ADS_1


"Iya. Kakek dan Nenek Abang"


"Apa Abang mau turun jumpai mereka?"


"Tidak sayang. Kita langsung masuk saja" ucap Juan.


Kemudian Juan pun mengarahkan mobil nya menuju gerbang rumah tersebut. Dan membunyikan klakson mobil nya.


Tin


Tin


Tin


Salah satu pria yang berseragam hitam hitam itu menghampiri mobil Juan dan mengetuk kaca jendela nya. Juan pun langsung menurun kan kaca mobil nya dan menatao datar pria di depan nya.


"Maaf dengan siapa iya Mas? Dan mau mencari siapa?" tanya pria tersebut.


"Tuan Muda Juanda. Selamat datang" ucap Pria tersebut memberi hormat pada Juan.


"Sebentar Tuan, saya akan membuka gerbng nya terlebih dahulu"


Setelah mengatakan itu, pria tersebut pun berlari menuju ke pos penjagaan dan membuka gerbang nya menggunakan tombol otomatis.


"Minggir minggir, mobil itu mau masuk" usir pria tersebut sama Kakek dan Nenek Juan yang masih bersitegang dengan pria yang lain nya.


Juan yang melihat Kakek dan Nenek nya tidak mau minggir pun, sengaja mengegas mobil nya agar mereka mau minggir. Dan hal itu pun berhasil.


Juan langsung melajukan mobil lamborgini adventador nya dengan cepat, melewati dua pasangan Kakek dan Nenek itu yang melihat nya sinis.


Juan langsung memarkir kan mobil nya di depan pintu utama. Lalu ia pun keluar dari dalam mobil nya dan membuka kan pintu untuk Selvi turun.

__ADS_1


Setelah nya Juan menghadap ke arah gerbang dan memperhatikan Kakek dan Nenek nya dengan tatapa datar dan dingin nya.


Sedang kan para anak buah Daddy Martin yang di utus untuk menjaga rumah itu pun sudah berbaris sambil menunduk ke arah Juan dan Selvi.


"Selamat datang Tuan Muda Juanda Arsenal" ucap mereka bersamaan.


"Hmm"


Kakek dan Nenek Juan yang mendengar nama itu pun menegang. Mereka tak percaya kalau di depan mereka saat ini yang berdiri adalah cucu nya. Cucu yang selama ini tak pernah di harap kan oleh mereka. Cucu yang tak di anggap oleh mereka.


Bukan karena Juan berasal dari kesalahan, melain kan mereka yang memang tak menyukai Mama nya Juan menikah dengan anak mereka.


"Ayo sayang kita masuk" ajak Juan setelah mendapat kan penyambutan dari anak buah Daddy Martin.


Selvi pun hanya memberikan senyuman manis nya. Lalu mengikuti langkah kaki Juan yang berjalan ke arah pintu utama.


"Dia Juan Pah? Anak nya Arhan? Cucu kita Pah?" tanya Nenek Juan.


"Iya dia Juan Mah" jawab Kakek Juan singkat.


"Dia tumbuh besar Pah. Dia sudah dewasa. Wajah nya begitu mirip dengan Arhan" ucap Nenek Juan yang sudah berkaca kaca melihat wajah tampan Juan.


Kakek Juan hanya diam saja. Tapi di dalam hati nya, dia membenar kan ucapan istri nya itu.


"Silah kan pergi Pak, Tuan kami baru saja datang setelah sekian lama tak pernah datang kesini" ucap pria yang tadi bersitegang dengan Kakek dan Nenek Juan.


Dengan terpaksa Kakek dan Nenek Juan pun pergi meninggal kan rumah peninggalan anak nya. Ada rasa yang berbeda yang di rasa kan oleh mereka masing masing.


Nenek Juan yang merasa bersalah karena tak pernah menganggap Juan sejak dia masih di dalam kandungan dulu. Sedang kan Kakek Juan, dia pun tak tau apa yang di rasa kan nya. Ada sedikit kebanggaan di hati nya, cucu satu satu nya tumbuh dengan baik di keluarga Anderson yang menjadi wali nya setelah anak nya meninggal. Bisa di lihat oleh nya kalau Juan hidup dengan mewah bersama keluarga itu. Terutama dari mobil yang di bawa oleh Juan.


Tapi kembali lagi, di dalam hati nya ada rasa penyesalan. Penyesalan terbesar nya karena tak pernah menerima kehadiran Juan dan Mama nya dulu sampai mereka tiada. Bahkan setelah tiada pun, dia dan istri nya masih tetap tak menerima kehadiran Juan di hidup mereka. Bahkan mereka dengan tamak dan serakah, ingin menguasai dan mengambil alih semua harta kekayaan putra nya dulu.

__ADS_1


Kembali ke Juan dan Selvi. Saat ini Juan dan Selvi sudah berada di dalam rumah besar dan mewah milik Papa Juan, yang sudah berganti kepemilikan menjadi milik Juan setelah ia menikah.


__ADS_2