
Saat ini Ani dan Anggi sedang mengganti baju mereka dengan baju yang sudah mereka pesan. Mereka dibantu oleh beberapa karyawan butik itu untuk menggunakan baju mereka.
"Mbak Ani pesan baju berapa?" tanya Anggi disela sela mereka merampungkan feeting nya.
"Ani pesan 2 baju saja Mbak. Untuk akad sama resepsi aja. Kalau Mbak Anggi pesan berapa?" ucap Ani sambil menatap kearah Anggi.
"Hhhuuufftt Mommy maksa harus pesan banyak Mbak. Masa Mommy nyuruh pesan 5 baju. Gimana makai nya coba Mbak? Masa sehari aku sama Mas Dion harus ganti baju 5 kali. Iya capek lah Mbak. Mommy memang ada ada aja" omel Anggi.
Iya Mommy Rianti memang menyuruh Anggi untuk memesan baju untuk pernikahan nya sebanyak 5 baju. Kata nya pernikahan Anggi harus mewah dan meriah. Karena hanya ini yang bisa Mommy Rianti dan Daddy Steven berikan untuk Anggi.
"Jadi Mbak milih berapa?" tanya Ani lagi.
"Mbak tolong yang bagian dada sedikit dibesarkan bisa? Ini agak sesak Mbak" ucap Ani lembut ketika ditanya karyawan butik apakah baju nya untuk akad sudah pas atau belum.
"Iya Mbak nanti kita betulin lagi. Jadi hanya dibagian dada aja Mbak yang masih kurang nyaman?" tanya pegawai butik itu.
"Iya Mbak. Saya tidak suka baju yang ngepas dibagian dada Mbak. Kurang nyaman kalau dipakai" Jelas Ani dengan lembut.
"Anggi jadi pilih pesan 3 baju Mbak Ani. Itu pun uda terlalu banyak. Lagian akad nya kan sekitar jam 10 pagi. Dilanjut resepsi nya dari jam 4 sore sampe malam. Jadi Anggi milih 3 aja. Jadi waktu magrib nanti ganti baju yang ketiga nya" jelas Anggi sambil menatap dirinya di cermin untuk menyesuaikan dengan bentuk badan nya.
Selesai masalah baju, sekarang Anggi dan Ani pun juga di make up serta dipasangkan hijab untuk Ani.
"Wwaahhh Masyaallah Mbak Ani cantik banget" ucap Anggi terkejut melihat Ani di make up.
Ani pun tersenyum malu ketika mendengar apa yang di ucapkan Anggi. Sebab baru kali ini iya di make up seperti ini.
"Mbak Anggi juga cantik. Apa lagi ditambah wajah bule dan bola mata Mbak yang berwarna biru, jadi semakin cantik" puji Ani juga.
"Ini kalau Mas Brian lihat pasti dia langsung terpesona ini. Cantik banget Mbak" puji Anggi lagi.
Ani hanya bisa tersenyum mendapatkan pujian dari Anggi. Ia juga tak menyangka akan secantik ini.
"Oke ayo kita keluar. Kita buat dua lelaki diluar itu terpesona sama kecantikan kita" ajak Anggi antusias.
Anggi dan Ani pun keluar secara bergantian. Anggi memlih keluar terlebih dahulu. Sedangkan Ani memilih keluar 5 menit setelah Anggi.
"Mas" panggil Anggi.
Dion yang sedang berbincang dengan Brian pun langsung menatap kearah Anggi.
Ia terdiam melihat kecantikan calon istrinya itu. Bahkan Dion sampai tak berkedip melihat nya.
Bagaimana tidak. Anggi yang keluar menggunakan kebaya untuk akad nikah nya. Dengam jarik batik yang sangat cantik. Dan kebaya brukat modren yang panjang nya sampai sebatas betis nya, yang berwarna putih, dihiasi dengan berlian blue diamon menambah kecantikan Anggi selama ini.
Dion masih tak berkedip.
__ADS_1
Tak lama berselang Ani pun keluar dengan menundukkan kepala nya. Brian yang melihat Ani pun langsung berdiri. Ia menatap lekat calon Ibu sambung untuk putrinya Quin.
Sama seperti Dion tadi, Brian juga dibuat terpesona oleh kecantikan Ani.
Ani lebih memilih baju model gamis dari pada kebaya. Sebab gamis bisa disesuaikan dengan tubuhnya agar tak terlalu ngepas dibagian dada. Sedangkan kebaya harus ngepas ke tubuh agar terlihat cantik ketika dipakai. Karena Ani hidup nya selama ini di lingkungan pesantren, jadi ia merasa kurang nyaman ketika menggunakan kebaya.
Gamis yang dipilih oleh Ani pun tak kalah cantik nya dari kebaya punya Anggi. Walau pun tak berlapiskan berlian, hanya berlapiskan payet saja. Gamis sederhana yang dipilih Ani pun tampak elegan di pakai nya. Dengan hijab yang menutupi bagian dada nya. Membuat Ani semakin cantik.
Dion dan Brian sama sama terdiam melihat 2 bidadari dihadapan mereka.
Dari sisi Breena, ia melihat keempat orang itu. Ani yang terus tertunduk malu dan menjaga pandangan mata nya. Anggi yang terus tersenyum. Dion dan Brian yang terdiam karena terpesona oleh kedua gadis cantik itu.
Dengan jahil nya Breena menghampiri ke empat orang itu. Dengan jarak 2 langkah dibelakang Dion dan Brian.
"Cantik iya Mas calon istri nya. Sampai terpesona gitu lihatnya nggak mau kedip. Awas loh dosa" ucap Breena menjahili kedua lelaki tampan itu.
"Astafirullah kamu ngagetin aja Bree" protes kedua nya kompak.
Breena pun tertawa melihat kedua pria itu terkejut.
"Lagian salah sendiri natap nya seperti itu. Ini kalau ada Mas Dayyan uda pasti kalian akan di kasih tausiyah nya dia" ejek Breena.
"Dduuhhh cantik nya dua calon pengantin ini. Jadi pengen naik pelaminan lagi kan"
"Iya jangan Dek. Nanti Mas Dayyan nya kelimpungan. Lagian kamu juga lagi hamil. Ada ada aja"
Breena pun memfoto Ani lalu mengirim nya ke suami serta Ibu mertua nya.
"Gimana Mas Mas nya, uda cantik belum calon istri nya ini?" tanya si pemilik butik.
"Cantik banget" ucap kedua nya kompak.
"Oke kalau gitu kita lanjut ke baju yang ke dua iya. Ayo ladies kita ganti baju lagi" ajak si pemilik butik.
Tinggal lah Breena, Dion, Brian dan Mbak Dina disana. Breena memilih duduk di sofa yang lain bersama Mbak Dina.
"Loh uda selesai pilih baju nya?" tanya Brian ketika melihat Breen yang justru duduk bersama mereka.
"Belum Mas. Capek milihnya. Semua cantik cantik gamis nya. Jadi bingung mau pilih yang mana" keluh Breena sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa aku pilih semua nya iya Mas?" tanya Breena tiba tiba.
"Astafirullah kok begini banget sih istri CEO Pratama.Corp ini? Tinggal pilih baju aja bingung. Iya uda sana ambil semua yang kamu lihat tadi cantik Bree. Aku juga nggak pernah pelit sama kamu. Uda ambil sana nanti aku yang bayar semua nya" omel Brian melihat tingkah Breena.
"Beneran Mas?" tanya Breena dengan mata berbinar nya.
__ADS_1
"Iya uda sana ambil"
Breena pun langsung menarik tangan Mbak Dina lagi, lalu mengambil semua baju yang dia pegang tadi.
Brian yang iseng pun memilih memvideo kan aksi Breena. Lalu ia mengirimkannya ke Dayyan.
Lihat istrimu itu Gus lagi kalap dia milih gamis untuk nya. Auto bengkak tagihan kartu kredit saya. Hahhaahaha
Dayyan yang dikantor sedang sibuk mengerjakan beberapa dokumen pun, melihat video yang dikirimkan oleh Brian. Ia langsung menelpon Brian dengan panggilan Video.
Brian dan Dion yang melihat nama Dayyan dilayar ponsel Brian pun, dengan semangat mengangkat panggilan itu. Lalu mereka mengarahkan kamera nya ke arah Breena.
"Astafirullah itu istri saya kenapa kalap gitu ngambil baju nya?" tanya Dayyan heran.
"Dia lagi ngidam Bos. Minta di beliin baju sama Mas Brian" adu Dion.
"Lahh ngidam kan satu ini kok bisa sampe banyak gitu?" tanya Dayyan lagi.
"Binggung Gus mau pilih yang mana, jadi saya suruh ambil semua nya aja" jelas Brian.
"Iya Allah sayang. Itu nama nya beneran ngerampok kalau belinya segitu banyak. Nanti uang nya aku ganti deh Mas" ucap Dayyan tak enak hati.
"Nggak usah Mas. Uang aku banyak. Nanti kalau Mas gantiin, uang ku malah nggak abis abis. Hahahahaha" ucap Brian bercanda.
"Tapi itu banyak Mas. Saya ganti aja iya" ucap Dayyan lagi.
"Saya tidak menerima ganti rugi Mas. Hitung hitung itu untuk menyenangkan anak Daddy. Seperti yang dikatakan Breena tadi Dedek minta dibeliin baju sama Daddy. Hahaha" ucap Brian menirukan kata kata Breena tadi.
"Terima kasih Mas. Pasti banyak banget itu yang dibelinya"
"Nggak papa Mas"
"Dimana Adik ku Mas?" tanya Dayyan karena ia tak melihat keberadaan Ani bersama istrinya.
"Lagi ganti baju yang kedua Mas sama Anggi" jawab Brian ia masih mengarahkan kamera Hp nya kearah Breena.
"Oohhh cantik Mas dia tadi pakai baju yang untuk akad. Tidak terlalu pas di badan nya"
"Iya Mas. Bahkan kami berdua sampai terpesona melihat mereka tadi"
"Iya uda. Masih lama kan Mas disana nya?" tanya Dayyan.
"Masih lah Bos. Kan kami belum gantian feeting nya. Masih para ciwi ciwi" ucap Dion.
"Iya uda saya nyusul kesana. Jangan kasih tau Breena iya"
__ADS_1
"Oke hati hati Mas"
Panggilan pun terputus. Dayyan dengan segera pergi ke butik dimana istri, adik, dan asistennya berada.