Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Cerita Keseruan Para Wanita


__ADS_3

Di perjalanan pulang, di mobil Dayyan. Breena sedang bercerita tentang keseruan nya tadi ketika di Mall. Dapat Dayyan lihat kalau sang istri tengah bahagia karena di berikan izin pergi bersama paraa wanita.


"Mas, tadi tu kan seru banget Mas. Waktu makan di restauran Korea, Breena, Mbak Ani, Mbak Anggi sama Mbak Selvi itu rebutan pas mau bayar makanan kita. Sangking seru nya karena nggak ada yang mau ngalah. Jadi Anita lah yang bayar makanan kita" ucap Breena dengan semangat.


"Kenapa harus berebut sayang? Kamu kan bisa langsung pergi ke kasir untuk membayar nya" tanya Dayyan.


"Hehehhe nggak teringat Mas. Kita itu uda panggil pelayan duluan. Terus pas mau bayar, kami pada menyodor kan kartu kami. Sampai sampai pelayan nya bingung mau terima kartu siapa. Alhasil kartu nya Anita yang di terima nya" jelas Breena.


"Iya uda kapan kapan kamu yang harus bayarin Anita sayang. Terus tadi habis makan kemana lagi sayang?" tanya Dayyan lembut.


"Kami langsung ke butik langganan Breena Mas. Semua pada beli baju. Syeril yang awal mya cuma ngikut dan diam aja. Akhir nya mau juga beli baju. Itu pun karena di paksa Anita Mas"


"Syeril itu asli mana sayang?"


"Asli Semarang Mas"


Cerita Breena pun berlanjut dengan keseruan ketika mereka nongki nongki cantik di cafe nya Nova. Dayyan yang penasaran pun bertanya kenapa bisa mereka sampai kesana.


"Tadi itu waktu kami lagi milih milih baju. Nova menghampiri Mbak Ani dan Quin Mas. Jadi iya uda kami akhir nya memilih Nongki cantik di cafe nya aja"


Dayyan pun tersenyum melihat kebahagiaan sang istri. Ia tau kalau tadi pagi mood istri nya itu uda jelek. Maka nya ia mengizin kan Breen pergi jalan jalan sama teman teman nya.


...----------------...


Di mobil Anggi dan Dion pun juga seperti itu. Anggi yang sangat antusias menceritakan kegiatan nya seharian ini bersama Breena dan yang lain nya selama di Mall dan di cafe nya Nova.


"Kamu senang sayang?" tanya Dion sambil menggenggam tangan Anggi.


"Banget Mas. Makasih iya uda kasih Aku izin ngumpul sama yang lain nya hari ini" ucap Anggi dengan tulus.


"Sama sama sayang. Apa pun akan Mas lakukan untuk membahagia kan kamu" ucap Dion sambil mencium punggung tangan istri nya.


"Mas, kita kerumah Ayah sama Bunda dulu iya. Tadi Anggi ada beli kan mereka baju Mas" ajak Anggi.


"Iya sayang. Makasih iya kamu masih ingat untuk membeli kan Ayah dan Bunda juga."

__ADS_1


"Iya nggak mungkin Anggi lupa Mas. Sedang kan selama ini mereka lah yanh sudah menerima Anggi dengan tangan terbuka. Pada hal mereka tidak tau Anggi ini siapa. Mereka hanya tau nya Anggi dari panti asuhan saja"


"Iya uda kita langsung kesana. Kamu mau nginap nggak?" tanya Dion membuat senyum Anggi merekah. Dengan semangat ia mengangguk kan kepala nya.


Tak berbeda jauh dengan yang ada di dalam mobil nya Juan. Iya yang baru mendarat tadi. Langsung menjemput sang kekasih dari bandara dan masih menggunakan pakaian pilot nya.


Syeril yang melihat ketampanan Juan pun tadi juga sempat terpesona. Membuat Anita tertawa melihat tingkah teman baru nya itu.


"Tadi ngapain aja sayang?" tanya Juan lembut memulai obrolan mereka.


"Makan, terus belanja Mas"


"Terus kenapa bisa sampai ke cafe nya Nova? Cafe nya kan dekat sama perusahaan nya Brian" tanya Juan penasaran.


"Ketemu di butik tadi Mas. Terus ngajak nongki di cafe nya"


"Terus di butik beli apa aja?"


"Selvi beli beberapa baju aja Mas. Sama ada kemeja juga untuk Mas Juan. Tapi...." Selvi ragu untuk mengatakan nya. Takut Juan marah.


"Tapi apa sayang?"


"Sebenar nya sedari tadi di Mall. Makan yang bayar Anita Mas. Terus waktu di butik yang bayar Breena" ucap Selvi sambil menunduk kan kepala nya.


"Oohhh. Iya uda nggak papa sayang. Mas tadi uda di kasih tau sama Dayyan kalau hari ini bumil itu yang mau bayarin kalian semua selama di Mall" ucap Juan membuat Selvi menghela nafas nya lega.


Ia takut Juan marah karena ia tak ada menggunakan uang yang di kasih oleh nya.


...----------------...


Sementara itu di mobil Brian dan Ani, terjadi keheningan karena Quin, putri mereka tertidur di pangkuan Bunda nya.


Quin yang mengaku lelah dan mengantuk pun meminta di pangku oleh Ani.


Brian yang melihat sikap manja putri nya itu keluar ketika bersama Ani pun tersenyum lega.

__ADS_1


"Dek"


"Iya Mas"


"Boleh Mas bertanya?" tanya Brian ragu ragu.


"Ada apa Mas?"


"Emm kenapa kalian tadi ada di cafe nya Nova? Bukan nya tadi kamu izin nya ke Mall?" kamu tau kan cafe nya Nova itu dekat sama kantot Mas?" tanya Brian bertubi tubi.


"Satu satu kalau bertanya Mas. Jangan langsung tiga sekaligus" ucap Ani sambil menggeleng kan kepala nya.


"Hehehhe Mas penasaran sayang"


"Iya uda tadi waktu di Mall pas lagi milih milih baju di butik langganan nya Breena. Tiba tiba ada yang manggil Quin. Otomatis dong Ani sama Quin melihat siapa yang manggil. Ternyata Nova yang manggil Mas. Kami pun sempat berbincang sebelum akhir nya Nova membawa Quin untuk berbelanja. Setelah selesai berbelanja, Dia dan sahabat nya yang nama nya Jesy itu ngajak kami semua ke cafe nya. Kata nya nongki nongki cantik Mas. Karena Breena pun semangat begitu di bilang mau nongki nongki cantik. Iya uda kami ngikut aja kemauan bumil itu" jelas Ani.


Ani mengatakan semua nya kepada snag suami. Ia tak mau menyimpan sesuatu dari suami nya. Sebisa mungkin Ani selalu terbuka kepada sang suami. Itu lah yang selalu Umma Hanum kata kan. Jadi ia oun menerapkan itu di rumah tangga nya. Agar tidak ada kesalah pahaman diantara mereka nanti nya.


"Oohh Mas pikir memang kalian tadi juga janjian mau ketemu di Mall sama dia juga" ucap Brian tak enak hati.


Bagaimana pun Nova adalah mantan istri nya dulu dan ibu dari putri nya. Brian takut Ani tak nyaman berada di dekat Nova dan membahas tentang Nova yang bersangkutan dengan Quin.


"Nggak kok Mas. Bahkan kami juga nggak tau kalau dia juga ada di Mall itu juga" ucap Ani lembut.


Brian pun hanya diam. Ia tengah fokus menyetir mobil nya di jam jam sibuk saat ini.


Ani yang menyadari perubahan suami nya pun menatap ke arah samping. Ia melihat sang suami dengan senyum lembut nya. Lalu Ani mengelus lengan sang suami.


"Jangan berpikir yang tidak tidak Mas. Bagaimana pun Quin tetap membutuhkan kasih sayang dari Nova. Ani nggak papa Mas. Justru Ani senang bisa berteman dengan Nova. Kami bisa berbagi cerita tentang segala hal menyangkut Quin" ucap Ani yang masih menampilkan senyum tulus nya.


Brian pun bisa bernafas dengan tenang mendengar ucapan Ani barusan.


"Terima kasih sudah bersedia menikah dengan Mas yang duda anak satu ini sayang. Sungguh Mas sangat beruntung mendapat kan wanita sesolehah kamu sayang" ucap Brian dengan tatapan penuh cinta.


"Ani juga sangat beruntung di nikahi Mas. Di tambah dengan Quin yang menjadi anak Ani. Bagaimana pun Quin tetap anak Ani Mas. Bukan anak sambung Ani" ucap Ani tak kalah hangat. Ia pun memberikan tatapan penuh cinta kepada suami nya.

__ADS_1


Suasana di mobil itu pun berubah menjadi hangat dan penuh cinta.


__ADS_2