Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kesedihan Juan


__ADS_3

Daddy Martin melihat raut kesedihan di wajah Juan pun semakin penasaran. Apa yang telah terjadi dengan anak angkat nya ini. Tak biasa nya Juan akan meminta pertolongan dengan nya.


"Ada apa Nak? Kenapa kamu sedih seperti ini?" tanya Daddy Martin.


"Dad, apa Juan tak berhak bahagia?" tanya Juan dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Kamu kenapa bertanya seperti itu nak? Ada apa? Semua orang berhak untuk bahagia. Termasuk kamu juga berhak bahagia nak"


Juan pun meneteskan air mata nya. Ia tak tau harus meminta pertolongan dengan siapa lagi. Karena dia tak memiliki sanak saudara satu pun. Hanya keluarga Anderson lah yang dia punya setelah kedua orang tua nya meninggal dunia.


"Kata kan sama Daddy. Kamu kenapa Juan?" tanya Daddy Martin tegas.


"Juan tadi malam ke rumah Selvi Dad. Juan berniat untuk melamar Selvi di depan kedua orang tua nya. Tapi...." Juan tak langsung melanjutkan ucapan nya. Ia teringat apa yang diminta oleh Ayah Selvi membuat nya sedih.


"Tapi apa boy? Kenapa kamu tidak bilang sama Daddy kalau kamu mau melamar kekasih mu?"


"Maafin Juan Dad. Juan pikir cukup hanya Juan saja yang melamar Selvi. Tapi perkataan Ayah Selvi justru membuat Juan sedih Dad" ucap Juan sambil menunduk.


"Apa Ayah nya tak merestui hubungan kalian boy?" tanya Daddy Martin yang di balas gelengan kepala oleh Juan.


"Apa Ayah nya meminta mahar yang besar sama kamu?"


Lagi lagi Juan menggeleng kan kepala nya.


"Kata kan sama Daddy, apa yang di katakan Ayah nya Selvi sama kamu Juan?"


"Ayah Selvi meminta Juan melamar nya bersama kedua orang tua Juan, Dad. Kemana Juan harus mencari kedua orang tua Juan? Sedang kan mereka sudah meninggal Dad" ucap Juan sedih yang sudah meneteskan air mata nya.


Daddy Martin pun akhir nya sadar apa yang membuat anak angkat nya ini bersedih. Daddy Martin membawa Juan kedalam pelukan nya. Ia menepuk nepuk pundak Juan untuk memberinya semangat.


Juan masih terus meneteskan air mata nya. Ia sudah frustasi memikirkan bagaimana cara nya ia bisa melamar Selvi.

__ADS_1


"Walau pun kedua orang tua mu sudah lama meninggal. Tapi kamu masih punya Daddy, Mommy, Mas Ibra dan Brian. Kami ini keluarga mu Juan. Daddy adalah Daddy mu. Sejak kecil kau tumbuh bersama dengan Kami. Kami yang merawat mu. Walau pun kau tidak terlahir dari rahim Mommy Aletha. Tapi kau tetap putra kami. Kau bagian dari keluarga Anderson" ucap Daddy Martin memperjelas status nya Juan di keluarga nya.


Ya Daddy Martin dan Mommy Aletha memang sudah menganggap Juan sebagai anak nya. Bukan karena Juan adalah anak dari tangan kanan Daddy Martin yang sudah meninggal. Tetapi memang karena mereka menyayangi Juan sama seperti menyayangi kedua putra nya.


Juan yang mendengar ucapan Daddy Martin pun semakin pecah tangis nya. Ia tak menyangka kalau Daddy Martin akan berkata seperti itu. Ia sangat bersyukur. Setelah kedua orang tua nya meninggal, Daddy Martin dan Mommy Aletha mau mengangkat nya sebagai anak nya. Dan memasuk kan nya kedalam keluarga Anderson.


Ya, setelah kedua orang tua Juan meninggal. Daddy Martin langsung memasuk kan nya kedalam kartu keluarga nya. Dengan begitu nama Juan pun berubah dari Juanda Arsenal menjadi Juanda Arsenal Anderson. Tetapi Juan sama sekali tak pernah memakai nama Anderson di tempat umum. Ia akan memperkenal kan nama nya sebagai Juanda Arsenal.


"Sudah ayo kita pulang. Kita bicarakan ini sama Mommy mu" ajak Daddy Martin.


"Terima kasih Dad. Terima kasih sudah hadir di hidup Juan. Terima kasih sudah mau mengurus dan membesarkan Juan" ucap Juan tulus.


"Sama sama nak. Jangan sungkan kalau kau membutuh kan bantuan Daddy. Karena sampai kapan pun kau tetap anak Daddy"


Setelah mengatakan itu Daddy Martin dan Juan pun sama sama keluar dari ruang kerja Daddy Martin. Mereka akan pulang bersama.


Di Mansion Anderson


Saat ini Mommy Aletha sedang berkumpul bersama dengan para menantu nya beserta ketiga cucu nya di halaman belakang.


Ya, Ani sedang ngidam makan rujak buah. Buah yang diminta nya pun buah buah yang asam.


"Permisi Nyonya Besar, Nyonya Muda" ucap salah satu pelayan menghentikan ketiga nya menikmati rujak buah itu.


"Ada apa Bi?" tanya Mommy Aletha.


"Tuan Besar dan Tuan Juan sudah pulang Nyonya Besar. Tuan Besar meminta saya memanggil Nyonya Besar" ucap pelayan itu sopan.


"Iya ud sebentar lagi saya kesana" ucap Mommy Aletha.


Setelah mendapatkan jawaban dari majikan nya, pelayan itu pun segera pergi dari hadapan Nyonya Anderson.

__ADS_1


"Apa kalian berdua mau ikut? Seperti nya ada yang mau Daddy kalian bicara kan sama Mommy" ajak Mommy Aletha.


"Kami ikut deh Mom" ucap kedua menantu nya kompak.


"Hey cucu cucu Oma. Oma, Mommy sama Bunda mau masuk. Uda di tunggu sama Opa. Apa kalian mau ikut masuk atau masih mau main?" tanya Mommy Aletha menghampiri cucu cucu nya.


"Kami disini aja Oma. Kami masih mau main" ucap Zahira anak kembar Ibra, yang juga di angguki oleh Zelin dan Quin.


"Oke kalau gitu kami masuk dulu. Nanti Oma minta pelayan untuk menemani kalian"


Ketiga Nyonya Anderson itu pun masuk ke dalam, dan menuju ke ruang keluarga. Ternyata disana tidak hanya ada Daddy Martin dan Juan saja. Tetapi sudah ada Ibra dan Brian.


Ketiga Nyonya Anderson itu pun menghampiri suami nya masing masing. Lalu mencium tangan suami nya.


Berbeda dengan Brian setelah Ani mencium tangan nya, ia justru mengelus perut Ani yang sudah mulai membuncit.


"Ada apa Dad?" tanya Mommy Aletha.


"Tadi Juan datang ke kantor Daddy. Dia menceritakan keresahan hati nya"


Mendengar itu Mommy Aletha langsung menatap Juan yang sedari tadi menunduk.


"Juan kenapa sayang?" tanya Mommy Aletha menghampiri Juan.


Juan tak mampu menjawab pertanyaan Mommy Aletha. Ia menunduk menahan isak tangis nya, sampai tubuh nya bergetar.


"Dad, ini ada apa?" tanya Mommy Aletha lagi.


"Juan berniat melamar kekasih nya Mom. Tapi Ayah kekasih nya meminta Juan datang melamar bersama orang tua nya. Hal itu lah yang membuat nya sedih. Ia tak tau harus membawa siapa. Dia berpikir kalau dia sudah tak memiliki keluarga lagi. Pada hal dia masih memiliki kita yang bisa di ajak nya untuk melamar kekasih nya" jelas Daddy Martin.


Mommy Aletha langsung membawa Juan kedalam pelukan nya. Ia sedih karena Juan memang sebatang kara setelah kedua orang tua nya meninggal.

__ADS_1


"Dengar nak. Kau masih punya kami, keluarga Anderson. Apa kau lupa kalau kau sekarang uda jadi bagian dari keluarga kami. Apa Mommy harus memperjelas nama mu sekarang yang sudah berubah menjadi Juanda Arsenal Anderson." ucap Mommy Aletha yang mendapati gelengan kepala oleh Juan.


"Selain punya kami. Kamu juga punya keluarga Danuarta, dan Abraham. Kami semua ini keluarga mu nak" ucap Mommy Aletha sedih.


__ADS_2