Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pewaris Sah Admaja Corporation


__ADS_3

Di sebuah mansion mewah, tepat nya mansion Anderson. Semua nya sedang berkumpul menunggu kepulangan anak bungsu dan menantu nya.


Ya, keluarga Anderson dengan formasi lengkap sedang menunggu Brian dan Ani yang menghadiri rapat pemegang saham di Admaja Corporation. Bukan hanya mereka saja, tetapi keluarga Doni Abraham beserta Abah Arsya pun juga ikut berkumpul di mansion mewah itu.


Mereka tak sabar ingin mengetahui bagaimana akhir dari Arsenal sekeluarga yang telah tega melenyap kan saudara tiri nya itu.


Lama menunggu akhir nya yang di tunggu tunggu pun datang juga. Mobil Brian dan mobil Dayyan berhenti tepat di depan pintu utama mansion Anderson.


Mommy Aletha dan Umma Hanum berjalan ke pintu utama. Begitu melihat Ani yang sudah berdiri di depan pintu, kedua Ibu itu langsung memeluk tubuh mungil Ani yang terlihat sangat rapuh itu.


Terlihat jelas dari tatapan nya yang sangat menyirat kan kerapuhan dan kesedihan yang mendalam. Ani kembali menangis di pelukan kedua Ibu itu.


"Menangis lah Nduk. Umma tau ini terlalu berat untuk mu. Tapi semua nya sudah terjadi. Semua ini adalah takdir yang sudah di tetap kan oleh Yang Maha Kuasa. Ikhlas kan Nduk. Insya Allah, kedua orang tua mu disana pasti juga sudah ikhlas menerima takdir nya" ucap Umma Hanum sambil membelai kepala Ani.


"Iya Umma hiks.. Hikss.. Insya Allah Ani sudah ikhlas Umma. Ani hanya tak menyangka kalau Paman Arsen tega melakukan itu sama Ayah dan Ibu, Umma" ucap Ani di sela tangis nya.


"Semua bisa saja terjadi sayang. Kalau mata dan hati nya sudah tertutupi oleh niat jahat dan iri dengki" ucap Mommy Aletha.


"Mommy benar sayang. Apa lagi kalau Paman Arsen terhasut oleh orang lain. Pasti mereka akan melakukan semua cara untuk mendapat kan apa yang bukan hak mereka" ucap Brian yang berada di belakang ketiga wanita yang disayangi nya itu.


"Uda ayo kita masuk. Semua nya sudah berkumpul dan ingin mengetahui bagaimana hasil nya tadi" ajak Mommy Aletha. Lalu ia menuntun menantu nya masuk ke dalam mansion dan ikut berkumpul di ruang keluarga bersama yang lain nya.


"Bagaimana Brian?" tanya Daddy Martin tanpa basa basi terlebih dahulu. Bahkan Brian pun baru saja menduduk kan pantat nya di sofa yang ada disana.


Brian menghela nafas nya kasar. Ia memperlihat kan raut kekesalan nya kepada sang Daddy. Bagaimana tidak. Ia baru saja duduk dan langsung di beri pertanyaan seperti itu.


"Sabar Dad, Brian baru duduk dan butuh minum. Tunggu Brian lega dulu baru di tanya" protes Brian kesal.

__ADS_1


"Iya kan Daddy ingin tau hasil nya" ucap Daddy Martin santai tanpa merasa bersalah.


Melihat itu yang lain nya hanya bisa menggeleng kan kepala nya.


"Baik lah, akan Brian kasih tau" jeda Brian kemudian ia menyempat kan diri meminum sejenak.


"Ck. Lama" protes Daddy Martin.


"Astafirullah. Sabar Dad. Brian minum dulu" kesal Brian semakin menjadi.


"Paman Arsen dan keluarga nya di tangkap Polisi. Paman Aska ternyata sudah membuat laporan atas kejahatan yang sudah di lakukan oleh Paman Arsen. Dan tadi juga anak nya Paman Arsen sempat mengarah kan pistol ke arah Ani. Dan untung nya Brian menyewa seorang sniper untuk memantau rapat tadi. Sehingga dia lah yang terkena tembakan di punggung nya" jelas Brian, yang hanya menceritakan garis besar nya saja.


"Astafirullah. Sayang kamu nggak papa kan? Nggak ada yang terluka kan? Ratih tolong periksa kan menantu ku." ucap Mommy Aletha yang panik mendengar menantu nya akan di tembak tadi.


"Ani nggak papa kok Mom. Ani juga nggak ada yang luka kok. Mas Brian melindungi Ani tadi Mom" ucap Ani lembut menenangkan mertua nya yang sudah panik.


"Alhamdulillah kalau kaju tidak kenapa kenapa sayang" ucap Mommy Aletha dengan wajah sedih nya.


"Uda kenapa jadi kalian berdua yang berdebat. Brian bawa istri mu ke kamar. Dia butuh istirahat untuk menenang kan pikiran nya" perintah Daddy Martin.


Brian dengan senyum sumringah nya mengajak Ani ke kamar. Semua orang bisa melihat dengan jelas maksud dari senyum Brian itu.


"Ingat Brian. Istirahat! Bukan yang lain nya" ucap tegas Daddy Martin, membuat senyum sumringah Brian pun luntur.


Brian berjalan gontai bersama Ani di samping nya menuju ke kamar mereka yang ada di lantai 3 mansion itu. Sedangkan yang lain nya semakin menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Brian.


...----------------...

__ADS_1


Dua hari kemudian, Ani di temani oleh Brian dan Paman Aska mendatangi kantor Admaja Corporation. Tujuan mereka adalah untuk memperkenal kan Ani sebagai pemilik sah Admaja Corporation.


Seluruh karyawan di suruh untuk berkumpul di aula kantor. Banyak karyawan yang bertanya tanya, kenapa mereka di kumpul kan di aula saat ini.


Paman Aska, Brian dan Ani pun memasuki aula. Dan seketika semua karyawan yang awal nya ribut, sekarang jadi terdiam.


"Selamat pagi semua nya" ucap Bagaskara memulai pembicaraan nya.


"Selamat pagi" jawab semua karyawan.


"Baik lah, mungkin disini sudah ada yang mengenal siapa saya. Terutama untuk para petinggi perusahaan ini. Dan karyawan lama. Untuk karyawan baru, kalian pasti bertanya tanya siapa saya sebenar nya. Perkenal kan saya Bagaskara Admaja. Saya adalah keponakan dari Leo Admaja, pemilik Admaja Corporation yang pertama" jeda Bagaskara, ia pun melihat beberapa karyawan berbisik bisik membicara kan nya. Tetapi ia tak mau ambil pusing.


"Dan kalian pasti sudah tau siapa pria di sebelah saya ini. Ya, dia adalah Brian Anderson. CEO dari AD GRUP. Dan di sebelah nya adalah Ani Yulia Admaja. Istri dari Brian Anderson. Pasti kalian semua berpikiri kenapa nama nya tersemat nama Admaja nya. Ani Yulia Admaja adalah putri satu satu nya Tuan Jonathan Admaja. Yang arti nya cucu dari Tuan Leo Admaja. Dia adalah pewaris sah Admaja Corporation yang baru" jelas Bagaskara memperkenal kan siapa Ani sebenarnya.


Semua nya terkejut. Karena selama ini setau mereka Arsenal lah pewaris dari keturunan Admaja. Lalu hari ini, mereka dibuat bertanya tanya, dimana selama ini Ani berada? Kenapa baru sekarang ia hadir di hadapan mereka semua.


"Kalian pasti bertanya tanya kan kenapa selama ini Ani tidak pernah terlihat di perusahaan ini? Biar saya jelas kan. Selama ini Ani berada di pondok pesantren di daerah Bandung. Jonathan Admaja, Ayah nya memasuk kan nya ke pesantren karena ingin melindungi putri nya dari Paman tiri nya yang tak lain adalah Arsenal. Maka dari itu, Ani baru bisa hadir di perusahaan ini setelah ia menikah dan memiliki perlindungan dari keluarga suami nya"


"Baik lah karena saya sudah selesai menyampai kan apa yang ingin saya kata kan. Ani apa kamu ingin menyampai kan sesuatu?" tanya Bagaskara lembut.


"Iya Paman"


Setelah nya Bagaskara pun memberikan kesempatan kepada Ani untuk menyampai kan apa yang ingin di sampai kan nya.


"Assalamualaikum, selamat pagi semua nya" sapa Ani dengan suara lembut nya.


"Wa'alaikum salam, selamat pagi"

__ADS_1


"Perkenal kan saya Ani Yulia Admaja. Terima kasih untuk semua karyawan di perusahaan peninggalan Kakek saya. Karena kalian semua sudah mau bekerja keras untuk mengembang kan perusahaan ini menjadi perusahaan yang semakin besar dan maju. Disini saya sebagai pewaris sah dari Admaja Corporation ingin mengatakan kalau jabatan CEO akan di ambil alih oleh suami saya, Brian Anderson. Saya sudah mendiskusi kan masalah ini dengan para petinggi dan pengacara keluarga Admaja. Dan mereka pun menyetujui nya. Dengan syarat saya harus kuliah dan akan menempati kedudukan CEO setelah saya lulus. Sekian dari saya. Wassalamualaikum"


Setelah mengatakan itu, semua karyawan pun di minta bubar oleh Bagaskara dan melanjutkan lagi pekerjaan mereka.


__ADS_2