
Sesampainya didapur Breena melihat Mbak Ani dan Mbak Dina sedang mencuci piring kotor. Ia pun segera menghampiri Mbak Ani.
"Mbak Ani" panggil Breena pelan.
Mbak Ani yang mendengar namanya dipanggil pun membalikan badannya. Ia pun melihat kalau Ning nya sudah berdiri dibelakangnya.
"Nggih Ning"
Breena langsung memeluk Mbak Ani. Mendapati pelukan dari Ning nya, Mbak Ani pun terkejut. Begitu pun juga dengan Mbak Dina. Tidak ada angin tidak ada hujan, Ning mereka tiba tiba saja memeluk Mbak Ani.
"Terima kasih Mbak" ucap Breena dengan suara yang bergetar.
"Terima kasih untuk apa Ning?" tanya Mbak Ani kebingungan.
"Terima kasih karena barkat bukti dari Mbak Ani, rumah tangga Breena bisa diselamat. Mungkin kalau tidak ada bukti dari Mbak Ani, Breena sudah menyesal. Karena percaya gitu aja dengan yang dikatakan dan dilakukan Ustadzah Hana" ucap Breena dengan wajah yang sangat menyesal.
"Sama sama Ning. Saya melakukan itu karena saya sudah menganggap Ning seperti adik saya sendiri. Ning Breena orang yang sangat baik. Jadi tidak ada salahnya kalau saya membantu Ning Breena" ucap Mbak Ani tersenyum tulus kepada Breena.
"Sekali lagi terima kasih banyak Mbak" ucap Breena tulus.
Mbak Dina yang melihat interaksi temannya dan Ning Breena pun terharu. Tidak disangka orang kaya seperti Ning nya mau berterima kasih dan memeluk orang biasa seperti mereka.
"Sama sama Ning. Oiya ada apa Ning kedapur?"
"Saya mau minta tolong ke Mbak Ani. Tolong Mbak antarkan makan malam saya dan Mas kekamar iya Mbak. Soalnya Mas Dayyan masih lemas badannya"
"Siap Ning. Nanti saya antarkan"
"Terima kasih iya Mbak. Kalau gitu saya keruang tamu dulu, sebelum kekamar" ucap Breena. Kemudian ia kembali keruang tamu menemui orang tua dan mertuanya.
"Papa sama Mama nginapkan disini?" tanya Breena ketika ia sudah duduk diantara orang tuanya.
"Nggak sayang. Mama besok masuk shift pagi. Papa juga besok ada rapat pemegang saham" tolak Papa Doni halus.
"Hmmm padahal besok itu ulang tahunnya Mas Dayyan loh Pah" ucap Breena lesu.
"Iya mau bagaimana lagi sayang. Mama besok shift pagi uda gitu ada operasi juga pagi nya" ucap Mama Ratih lembut sambil mengelus kepala anaknya.
__ADS_1
"Papa juga besok ada rapat pemegang saham di AD Grup. Dan untuk pertama kalinya Papa akan datang kerapat itu. Nggak mungkinkan Papa nggak datang setiap ada rapat pemegang saham disana" jelas Papa Doni.
"Hhmm iya uda deh" ucap Breena sedih.
"Oiya Umma, apa Mas Dayyan tau bahasa Korea?" tanya Breena tiba tiba.
"Tau sayang. Suami kamu pernah sekolah disana beberapa tahun. Memangnya ada apa nak?" tanya Umma Hanum penasaran.
"Ada deh Umma. Kejutan ini Umma untuk Mas Dayyan" ujar Breena antusias.
"Baiklah Umma akan tunggu kejutan kamu itu nak"
"Iya uda kalau gitu Papa sama Mama pulang dulu ia sayang. Keburu larut malam nanti sampai di Jakarta nya" ucap Mama Ratih.
"Iya Mah. Mama sama Papa hati hati iya. Maaf Breena nggak bisa antar keluar. Breena mau keatas soalnya Mas Dayyan belum makan Pah" ucap Breena yang tak enak hati karena tidak bisa mengantar orang tuanya.
"Tidak apa apa sayang. Kamu rawat Dayyan saja" ucap Papa Doni lalu mencium kening anaknya. Bergantian dengan Mama Ratih.
"Saya permisi dulu Pak Kyai, Bu Nyai. Maaf kalau tadi saya sudah membuat kekacauan disini" pamit Papa Doni.
"Saya mengerti Pak Kyai. Kadang kalau sudah dibutakan oleh cinta, apa pun akan dilakukan. Tapi itu bukan cinta namanya tapi obsesi. Jadi biarkan masalah ini menjadi urusan kepolisian saja. Kalau begitu saya pergi dulu Pak Kyai"
Setelah saling bersalaman, Papa Doni dan Mama Ratih keluar rumah diantar oleh Abah Arsya dan Umma Hanum sampai didekat helikopter mereka.
Ketika Tuan nya sudah duduk kursi masing masing. Capten Vincent menghidupkan mesin helikopter. Dan seketika suara deru baling baling pun terdengar. Kemudian Capten Vincent membawa pasangan paruh baya itu kembali ke Jakarta.
...----------------...
Sementara itu Breena yang sudah berada didalam kamar sedang menyuapi suaminya pun berhenti.
"Papa Mama pulang iya sayang?"
"Iya Mas. Mama besok shift pagi dan ada operasi juga pagi nya. Kalau Papa katanya ada rapat pemegang saham besok di AD Grup Mas" jelas Breena.
"Astafirullah. Mas juga ada rapat disana sayang. Besok abis acara disini selesai kita kembali ke Jakarta iya"
"Tapi Mas kan masih kurang sehat. Apa tidak bisa digantikan?"
__ADS_1
"Bisa kalau kamu mau menghadiri rapat itu" jawab Dayyan santai.
"Tapi Breena kan bukan salah satu pemegang saham Mas"
"Tetap saja kami harus datang besok bersama Mas sayang"
"Hmmm terserah Mas aja deh. Ayo makan lagi Mas" ucap Breena pasrah. Lalu menyodorkan sendok kehadapan mulut Dayyan.
Dayyan pun menerima suapan dari istrinya. Breena menyuapi Dayyan sampai nasi yang ada dipiringnya habis.
Selesai makan Breena menyimpan piring kortornya diatas meja sofa dikamar mereka. Kemudian ia naik keatas ranjang mereka dan merebahkan tubuhnya disamping Dayyan. Breena mengajak Dayyan untuk beristirahat. Dayyan pun membawa Breena kedalam pelukannya.
"Terima kasih sayang sudah mau percaya dengan Mas dan bertahan dengan Mas. Mas benar benar takut kehilangan kamu sayang. Mas mohon jangan pernah tinggalkan Mas" pinta Dayyan sebelum ia memejamkan matanya.
Breena yang lebih dulu memejamkan mata pun langsung mengeratkan pelukannya.
...----------------...
Keesokan harinya di aula pesantren sudah mukai ramai dipenuhi oleh santri dan santriwati, serta Ustadz dan Ustadzah. Mereka sedang menunggu kedatangan keluarga Abah Arsya. Karena mereka akan mengadakan acara selamatan atas bertambahnya umur Gus mereka.
Para santri dan santriwati serta Ustadz dan Ustadzah sudah duduk dibangku mereka masing masing.
Didalam aula sudah dibagi menjadi tiga bagian. Khusus perempuan ada dibagian kiri. Dan khusus laki laki ada dibangian kanan. Dan untuk keluarga dibagian depan sebuah panggung.
Keluarga Abah Arsya pun berjalan beriringan memasuki aula. Mereka kompak mengenakan baju berwarna putih. Banyak yang terpesona dengan penampilan Breena.
Kali ini Ning mereka memakai baju Branded nya. Baju rancangan khusus yang dibuat oleh desainer terkenal didunia. Baju yang hanya diprosuksi satu buah. Dan itu hanya Breena yang memakainya. Karena Mama Ratih yang memesannya secara khusus.
Baju gamis berwarna putih yang ditaburi dengan dua jenis berlian dibagian dada dan pinggangnya. Perpaduan antar pink champagne diamond dan blue diamond. Sangat cantik dan serasi ketika digunakan oleh Ning Breena.
Keluarga Abah Arsya sudah sampai dikursi mereka masing masing. Abah Arsya segera membuka acara dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada anaknya.. Serta memberikan nasihat nasihat untuk Dayyan dan Breena ketika menjalai biduk rumah tangga.
Setelah Abah Arsya selesai, Dayyan pun juga menyampaikan rasa syukurnya karena masih diberikan umur yang panjang. Dan juga mengucapkan doa doa terbaik untuk rumah tangganya.
Selesai menyampaikan rasa syukurnya. Dayyan kembali kekursinya. Acara pun dilanjtkan dengan makan bersama dan hiburan dari para pemain hadroh.
Lantunan suara merdu vokalis hadroh membuat suasana syahdu dan menghangat. Ini lah yang biasanya mereka lakukan ketika Gus mereka berulang tahun. Hanya ada acara makan bersama dan hiburan dari para pemain hadroh.
__ADS_1