Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Ngidam Bumil Yang Meresahkan


__ADS_3

Saat berjalan menuju ke meja Breena dan Dayyan, Selvi yang tangan nya di gandeng Juan pun tiba tiba menghentikan langkah nya dan menarik tangan Juan. Juan yang merasa tangan nya ditarik pun menoleh kearah samping nya.


"Ada apa sayang?" tanya Juan dengan alis terangkat sebelah.


"Mas duluan aja iya ke meja nya Breena. Adek mau ke meja rekan rekan guru dulu, boleh?" bukan nya menjawab pertanyaan Juan. Selvi justru balik bertanya.


"Dimana meja nya?"


"Disitu Mas. Boleh?" tanya Selvi lagi meminta izin dengan wajah polos nya.


Juan pun tersenyum menatap wajah menggemaskan nya Selvi.


"Boleh sayang. Tapi jangan lama lama iya. Atau mau Mas temani?"


Selvi menggelengkan kepala nya. Ia malu kalau ditemani Juan menghampiri rekan rekan sesama guru di sekolah nya.


"Adek sendirian aja iya. Mas tunggu di meja nya Breena. Adek bentar kok" tolak Selvi.


"Iya uda Mas duluan ke sana iya" ucap Juan.


Sebelum meninggal kan Selvi, Juan menyempatkan mencuri ciuman di pipi chubby Selvi.


"Iiihhh malu Mas" rajuk Selvi dengan pipi yang merona.


Juan tak membalas, dia hanya mengacak rambut Selvi. Kemudian melepas tangan nya dan berjalan menuju meja yang ditempati oleh Breena dan yang lain nya.


Sedangkan Selvi dengan wajah yang merona karena malu pun berjalan menuju ke meja rekan rekan nya.


Sementara di meja para rekan nya, gibahan pun terus berlanjut. Masih seputaran menantu dari Bu Aisyah yang ternyata anak dari pengusaha kaya raya. Dan Selvi yang berpacaran dengan seorang pilot keluarga Anderson.


Hingga tiba tiba penggibahan itu pun berhenti ketika mereka mendengar suara Selvi yang menyapa mereka.


"Selamat sore Ibu Ibu" sapa Selvi terlebih dulu.


"Selamat sore juga Bu Selvi" jawab mereka serempak.


"Apa Ibu Ibu sudah dari tadi?"


"Iya Bu Selvi kami sudah dari tadi disini. Apa Ibu baru saja datang?" tanya Bu Yasmin.


"Iya Bu Yasmin. Saya baru datang. Karena menunggu jemputan seseorang dulu" jawab Selvi dengan senyuman ramah nya.


"Siapa itu Bu Selvi? Tadi saya lihat Ibu masuk bersama seorang pria. Apa calon suami Ibu?" tanya Bu Luna mencoba mencari tau.


"Iya do'akan iya Bu, semoga berjodoh" ucap Selvi dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah nya.


"Benarkah Bu? Kami tunggu loh undangan nya Bu Selvi" canda Bu Yasmin.


"Do'akan saja Bu"


Tiba tiba ponsel Selvi pun berbunyi. Dan tertera nama Juan dilayar ponsel nya.

__ADS_1


"Sebentar iya Bu saya angkat telepon dulu" izin Selvi kemudian ia langsung mengangkat telpon dari Juan.


"Sayang uda belum. Ini Breena nyariin kamu" ucap Juan dari seberang telepon nya.


"Iya Mas bentar. Kenapa sama Breena Mas?"


"Abang lama iiihhh" ucap Breena lalu menarik ponsel Juan.


"Kakak dimana?" rengek Breena manja.


Selvi mengulum senyum nya mendengar rengekan Breena.


"Kakak di meja nomor 10 Dek. Kenapa?"


"Tunggu disana" perintah Breena yang langsung memutuskan panggilan nya tanpa mendengarkan jawaban dari Selvi.


Selvi mengkerutkan kening nya menatap ke layar ponsel nya. Ia bingung dengan ucapan Breena. Namun ia tetap menunggu Breena di meja bersama rekan kerja nya.


Tak sampai lima menit, Breena sudah sampai dimeja Selvi dan berdiri disamping Selvi mengerucutkan bibir nya.


"Kak"


"Kenapa Dek? Muka nya kenapa cemberut gitu?" tanya Selvi lembut sambi membawa Breena duduk di kursi sebelah nya.


"Abang jahat Kak" adu Breena.


"Kenapa sama Abang?"


Selvi cukup was was mendengar kata ngidam dari Breena. Karena setau nya Breena ngidam cukup aneh. Ia ngidam sultan. Lalu apa lagi yang di minta nya kali ini.


"Emang Breena minta apa sama Abang?" tanya Selvi hati hati.


"Breen cuma minta Abang belikan Breena ayam taliwang, babulang sapi, serabi laklak tapi beli langsung dari Lombok Kak" jawab Breena dengan tatapan polos nya.


"Cuma itu?" tanya Selvi sambil memijit pangkal hidung nya.


"Nggak Kak. Breena juga minta sie itek, kue bhoi sama pisang saleh dari Aceh langsung"


"Jadi Adek mau Abang terbang ke Lombok terus ke Aceh langsung gitu?" tanya Selvi ragu.


Breena menganggukan kepala nya antusias. Namun jawaban itu membuat Selvi semakin pusing. Pasal nya Juan baru saja leanding 1 jam yang lalu sehabis penerbangan dari Bali.


"Terus yang jadi masalah nya apa Dek?"


"Abang nggak mau Kak. Kata nya dia capek. Tapi Adek kan memang kepingin banget Kak" lirih Breena dengan mata yang sudah berembun.


"Pingin banget iya? Uda coba bujuk Abang?"


"Uda tapi tetap nggak mau" ucap Breena yang sudah mulai meneteskan air mata nya.


Selvi semakin pusing melihat tingkah bumil yang satu ini.

__ADS_1


"Maaf Bu Selvi. Ini siapa nya Ibu iya?" tanya Bu Yasmin penasaran.


"Ini anak nya Doni Abraham Ibu Ibu. Dan istri nya Dayyan Pratama. Dia lagi hamil muda. Mungkin lagi ngidam" jelas Selvi.


"Apa Doni Abraham yang pemilik rumah sakit Abraham Hospital itu?" terka Bu Luna.


"Iya Bu"


"Terus yang suami nya CEO Pratama.Corp bukan?" tanya Bu Siska.


"Iya Bu. Ibu kenal sama suami nya?" tanya Selvi.


"Kenal sih nggak tapi suami saya karyawan di perusahaan itu Bu Selvi" jelas Bu Siska.


Breena tak menanggapi pembicaraan mereka. Ia masih sibuk menangis karena ngidam nya tidak dituruti oleh Abang Juan nya. Sedangkan Selvi sudah berusaha membujuk tapi tetap saja. Bumil yang satu ini tetap ingin makanan yang langsung dibeli dari sana.


Selvi pun mengirim pesan kepada Juan.


To : Mas Juan


Breena nangis ini Mas, nggak kamu turuti permintaan nya. Gimana ini?


Pesan terkirim, Juan langsung membaca pesan itu. Dan memberitahu Dayyan. Dengan langkah yang cepat Dayyan menghampiri istri tercinta nya.


"Sayang" panggil Dayyan khawatir.


Breena tak menjawab, ia hanya mengangkat kepala nya menatap suami nya.


"Kenapa nangis?" tanya Dayyan lembut sambil menghapus air mata Breena.


"Abang jahat Mas. Abang nggak sayang Breena lagi. Abang uda nggak mau nuruti permintaan Breena lagi" ucap Breena disela sela tangis nya.


"Abang bukan jahat sayang. Tapi Abang masih capek. Karena abis nganterin Mas Ibra ke Bali. Abang juga baru nyampe di Jakarta satu jam yang lalu sayang" ucap Dayyan mencoba memberi penjelasan pada istri nya.


"Iya Breena tau. Tapi ini yang minta twins Mas. Terus gimana?"


Dayyan pun bingung mau menjawab apa. Dia terdiam untuk memikirkan cara yang tepat untuk memenuhi permintaan anak nya.


Sedang kan di posisi Papa Doni dan Daddy Martin yang melihat Dayyan berusaha menenangkan Breena yang sedang menangis pun, mendekat kearah Breena.


"Sayang kenapa? Apa perut nya sakit? Tunggu iya biar Papa panggil Mama dulu" ucap Papa Doni khawatir melihat putri nya.


"Breena nggak kenapa kenapa Pah. Cuma lagi ngidam aja" jawab Dayyan yang masih setia memeluk istri nya.


"Ngidam apa princess?" tanya Daddy Martin.


"Dad, Abang jahat dia uda nggak sayang sama Breena lagi. Abang nggak mau penuhi keinginan anak anak Breena" adu Breena yang masih sesenggukan.


"Kamu pingin apa princess?"


"Dedek itu pingin makan ayam taliwang, babulang sapi, serabi laklak yang langsung di beli di Lombok Dad. Sama sie itek, kue bhoi, sama pisang sale yang dibeli langsung dari Aceh"

__ADS_1


Papa Doni dan Daddy Martin pun juga pusing mendengar keinginan anak nya itu. Bagaimana bisa anak nya ngidam seperti itu.


__ADS_2