
Semua orang terkejut mendengar apa yang diucap kan oleh Mommy Gantari.
"Jadi Lo mau duluanin Gue Win?" tanya Anita heboh.
Windy hanya bisa tersenyum malu. Ia tak menyangka kalau Mommy Gantari akan ikut ke rumah Breena juga.
"Ada apa sih Nit? Suara Lo sampai kedengaran ke atas tau nggak" tanya Breena yang berjalan sambil membawa Kalandra di gendongan nya. Sedangkan dua anak nya lagi di gendong oleh pengasuh mereka masing masing.
"Bree, si Windy mau nikah sama Kak Ansel. Lo nggak tau kan" ucap Anita heboh.
Breena langsung menatap kearah sahabat dan Kakak nya. Ia pun kemudian menggeleng kan kepala nya juga.
"Serius?" tanya Breena tak percaya.
Windy hanya bisa menunduk dan mengangguk kan kepala nya pelan. Ia tak tau harus berbicara apa kepada sahabat nya yang uda sangat berjasa pada nya.
"Mom, beneran? Nggak bohong kan ini?" tanya Breena yang masih belum percaya.
"Beneran sayang. Maka nya Mommy sama GrandMa datang kesini mau membicara kan itu sama Papa dan Mama kamu" jawab Mommy Gantari dengan binar bahagia nya.
"Mama lagi sama Umma, Mom. Kalau Papa kemana iya Mas?"
"Papa sama Abah lagi pergi cari kambing Mom untuk acara Aqiqahan nya baby triplet" jawab Dayyan yang sedari tadi hanya diam.
"Iya uda deh. Mommy sama GrandMa mau ke Mama kalian aja. Nanti aja bahas nya kalau Papa dan Abah kalian uda pulang"
"Ayok Mom kita ke belakang. Disini anak muda semua. Kita mah uda tua iya Mom"
Mommy Gantari dan GrandMa Cloe pun menuju ke halaman belakang rumah Dayyan. Ternyata Mama Ratih dan Umma Hanum sedang memanen buah buahan yang sudah mateng.
Sedangkan di ruang tamu Windy dan Anita pun mengambil alih Kadga dan Kadeera dari tangan pengasuh nya. Breena pun meminta para pengasuh bayi nya untuk beristirahat saja.
...----------------...
Di Mansion Anderson
Saat ini Ani sedang berada di dalam kamar nya. Entah kenapa hari ini ia sangat malas mau ngapa ngapain. Bahkan untuk sekedar beranjak ke kamar mandi pun dia rasa nya sangat malas.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" ucap Ani.
__ADS_1
Ceklek
"Kamu lagi apa sayang?" tanya Mommy Aletha ketika sudah berada di dalam kamar anak bungsu nya itu.
"Ani lagi malas ini Mom. Entah kenapa hari ini dedek nya nggak mau Ani ngapa ngapain" ucap Ani sedih.
"Loh kok sedih gitu?" tanya Mommy Aletha yang panik.
"Hiks,... Hiks..... Ani pengen ke rumah Breena Mom. Pengen lihat baby triplet. Tapi rasa nya Ani malas mau keluar Mom" ucap Ani yang sudah mulai menangis.
"Jadi mau gimana sayang?" tanya Mommy Aletha yang kini sudah memeluk menantu nya itu.
"Nggak tau Mom"
Brian yang baru saja pulang dari kantor karena ingin makan siang di mansion sama istri nya pun, terkejut melihat keadaan istri nya yang menangis di pelukan Mommy nya.
"Mom ada apa ini?" tanya Brian yang berjalan cepat menghampiri kedua wanita kesayangan nya.
Mommy Aletha hanya bisa menggeleng kan kepala nya. Tak mendapat kan jawaban memuaskan dari Mommy nya. Brian pun beralih ke istri nya.
"Sayang. Kenapa? Ada yang sakit?" tanya Brian khawatir.
Ani pun juga menggeleng kan kepala nya. Dia kemudian menghambur ke pelukan suami nya. Dan kembali menangis bahkan lebih kencang dari yang tadi.
"Bilang sama Mas sayang. Sayang kenapa?" tanya Brian selembut mungkin.
Brian lantas melepas pelukan nya dan berjongkok di hadapan sang istri. Ia kemudian mengelus lembut perut buncit istri nya.
"Assalamualaikum anak Daddy. Apa anak Daddy mau ketemu sama abang ganteng dan kakak cantik?"
Dug
Brian pun mendapati satu tendangan dari anak nya. Ia tersenyum merasakan tendangan di tangan nya.
"Kalau gitu ayo kita ke rumah nya Umi. Apa kamu mau Bunda mu Daddy gendong?" goda Brian seketika membuat pipi Ani memerah.
Dug
Brian kembali merasakan tendangan dari anak nya lagi. Mendapati itu Brian langsung menggendong istri nya.
"Ayo Mom, ikut nggak?" tanya Brian.
"Ikut dong. Masa ia nggak ikut"
Setelah menunggu Mommy Aletha bersiap, Brian pun segera menjalan kan mobil nya menuju ke rumah nya Breena. Di dalam mobil Ani terus tersenyum sambil mengelus perut nya yang buncit.
__ADS_1
...----------------...
Di rumah Breena, Papa Doni dan Abah Arsya sudah kembali dari membeli kambing. Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah aqiqahan nya baby triplet dan rencana pernikahan nya Ansel dan Windy.
Anita dan tunangan nya sudah pulang sedari tadi. Karena Anita yang akan masuk shift siang nanti nya.
"Jadi ada apa Mbak?" tanya Papa Doni.
"Begini Don. Mbak berencana akan menikah kan El dengan Windy. Kira kira kapan iya yang tepat waktu nya?" tanya Mommy Gantari.
Papa Doni tak menjawab. Ia justru menatap dalam ke arah ponakan nya itu.
"El kamu uda siap? Kamu yakin ingin menikah?"
"Iya Pah. El siap dan yakin ingin menikah dengan Windy" jawab Ansel tegas.
Papa Doni pun tersenyum mendapatkan jawaban itu dari keponakan nya.
"Bah, bagaimana? Kapan waktu yang tepat untuk pernikahan mereka?" tanya Papa Doni ke pada Abah Arsya.
"Setiap hari itu hari yang baik. Tapi lebih baik lagi kalau di lakukan nya setelah kedua nya benar benar siap dan yakin. Karena Ansel dan Windy sudah siap dan yakin. Maka segera lah dilakukan pernikahan itu. Jangan di tunda tunda lagi. Takut nya akan ada godaan syaitan yang akhir nya menjerumus kan mereka gagal menikah" nasehat Abah Arsya.
"Rencana GrandMa itu dalam minggu minggu ini Bah. Tapi..." ucap Ansel ragu.
"Tapi kenapa El?" tanya Mommy Gantari yang menangkap keraguan putra nya.
"El ingin menikah di saksikan Breena juga Mom. Tapi karena Breena punya baby yang baru lahir rasa nya itu nggak mungkin" jawab Ansel sedih.
Semua nya tersenyum mendengar jawaban Ansel. Mereka tau seberapa sayang nya Ansek dengan adik sepupu sepersusuan nya itu.
"Pernikahan itu bisa di laksanakan dan di saksikan oleh Breena kok El. Asal kan...." Papa Doni sengaja menggantung kan ucapan nya. Membuat yang lain penasaran.
"Asalkan????"
"Iya asal kan pernikahan nya di lakukan di hotel di acara aqiqahan nya baby triplet" ucap Papa Doni di sertai kekehan nya.
"Papa benar Kak. Kita jadi kan satu aja acara nya" sambung Breena antusias menimpali ide Papa nya.
"Bener. Mommy setuju El. Mom gimana?" tanya Mommy Gantari menatap mertua nya.
"Mom juga setuju. Jadi tetap kan Breena bisa menyaksi kan kamu menikah. Apa lagi setelah menikah kamu harus kembali ke Belanda untuk menyelesai kan pekerjaan kamu yang disana" ucap GrandMa Cloe yang juga setuju dengan ide nya Papa Doni.
"Bagaimana sayang?" tanya Ansel menatap Windy.
"Windy ikut aja Hubby" ucap Windy pelan.
__ADS_1
"Oke kalau gitu kita tinggal hubungi pihak WO nya. Biar mereka datang kesini dulu untuk membahas acara nya nanti" ucap Mama Ratih. Kemudian ia menelpon pihak WO yang sudah di pesan nya.