Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pacaran Halal Brian Ani


__ADS_3

Berbeda dengan Dayyan dan Breena yang sedang berkumpul di dengan keluarga nya di rumah minimalis namun terlihat mewah dan elegan. Brian dan Ani sedang menikmati suasana dingin nya di puncak Bogor.


Brian membawa Ani ke puncak. Bukan tanpa sebab, ia sebenar nya ingin berbulan madu menghabiskan banyak waktu dengan sang istri yang baru di nikahi. Namun karena banyak acara jadi ia menunda bulan madu nya setelah acara resepsi nya nanti.


Saat ini ia ingin merasakan bagaimana pacaran halal yang semesti nya.


Brian baru saja keluar dari kamar mandi. Ia menggunakan pakaian santai nya sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil. Ketika ia keluar, ia tak mendapati sang istri di dalam kamar nya. Namun ia melihat pintu balkon kamar mereka terbuka.


Brian meletak kan handuk kecil itu di keranjang pakaian kotor. Ia pun berjalan menghampiri sang istri yang sedang berdiri di pinggir balkon, menikmati udara dingin nya puncak Bogor.


Ani terlonjak kaget ketika sepasang tangan kekar memeluk nya dari belakang. Ani yang sedang melamun melihat ke belakang tubuh nya. Ia tersenyum melihat suami nya. Kemudian tatapan nya kembali ke arah depan.


"Lagi mikiran apa Bunda?" tanya Brian yang sudah menaruh dagu nya di bahu sang istri.


"Nggak lagi mikirin apa apa Dad. Hanya sedang teringat aja sama Ayah dan Ibu. Bunda dulu sering di bawa ke puncak bogor sebelum di masuk kan ke pesantren" lirih Ani sedih.


Brian semakin mengerat kan pelukan nya. Ia dapat merasakan kesedihan istri nya itu. Ia pun mengerti bagaimana hidup yang harus di jalani istri nya. Di tinggal kedua orang tua nya di umur yang masih anak anak dan membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Harus masuk ke pondok pesantren untuk dalih bersembunyi kejaran paman tiri nya. Tetapi ia bersyukur, keluarga Abah Arsya sangat menyayangi nya. Sehingga ia tidak ke kurangan kasih sayang.


"Apa Bunda ingin ke makam Ayah dan Ibu?" tanya Brian sambil mendusel dusel leher sang istri yang di balut hijab.


"Jujur Dad, sebenar nya Bunda sangat ingin ke makam Ayah dan Ibu. Tapi Bunda tidak berani. Bunda takut ketahuan oleh anak buah Paman Arsenal"


"Maaf karena Daddy pun belum berani membawa Bunda ke sana. Tapi Daddy janji Daddy akan berusaha agar bisa membawa Bunda ke makan Ayah dan Ibu"


Mendengar janji suami nya Ani membalik tubuh nya dan membalas pelukan sang suami. Ia menyandar kan kepala nya di dada bidang Brian.


"Terima kasih Dad. Bunda bahagia di nikahi Daddy" ucap Ani dengan senyum manis nya.


"Daddy lebih bahagia lagi Bunda sayang. Terima kasih sudah mau menerima Daddy menjadi Imam kamu. Terima kasih sudah mau menerima Quin dan menyayangi Quin Bunda. Bunda dan Quin harta yang paling berharga di hidup Daddy. Tolong apa pun yang terjadi. Jangan pernah meninggal kan Daddy dan Quin iya Bunda"


"Insya Allah Dad. Bunda tidak akan pernah meninggal kan Daddy dan Quin"

__ADS_1


Brian pun mencium dalam puncak kepala Ani. Mereka menikmati udara dingin nya puncak Bogot sambil berpelukan.


"Besok Bunda mau kemana?"


"Bunda ingin ke Little Venice Dad. Boleh?" tanya Abi ragu.


Brian yang dapat melihat keraguan istri nya pun justru tersenyum. Bagaimana bisa istri nya ragu meminta kesana. Bahkan ketika istri nya meminta ke Venecia yang sebenar nya di Itali pun akan ia turuti.


"Baik lah besok kita akan kesana. Tapi ada syarat nya ia Bunda sayang" ucap Brian dengan senyum jahil nya.


"Syarat? Apa Dad?" tanya Ani semangat karena Brian mau kesana.


"Yuk ibadah halal dulu Bunda. Daddy kangen sama Bunda" ajak Brian.


Ani pun malu mendengar ajakan suami nya. Ia hanya bisa mengangguk kan kepala nya yang bersembunyi di dada bidang Brian.


Mendapati anggukan sang istri, Brian pun langsung menggendong tubuh istri nya. Dan meletak kan sang istri di ranjang kamar mereka. Kemudian ia mengunci ointu balkon. Lalu menghampiri istri nya.


......................


Ke esokan hari nya. Brian membawa Ani ke Little Venice. Mereka berangkat sudah jam 10:00 pagi.


Little Venice adalah danau buatan yang di rancang dengan arsitektur yang semirip mungkin layak nya kota Venecia di Italia. Di Little Venice tersedia bebrbagai permainan. Dari sepeda untuk anak anak sampai gondola yang bisa di sewa.


Wahana lain yanh tak kalah memarik pun adalah mississippi boat ride dengan perahu yang bertema kan western.


Di Little Venice juga bisa berburu foto foto yanh istragamable. Spot spot foto yang disedia kan sangat bagus, seperti dari area sungai buatan, danau, bangunan bangunan cantik yang berwarna warni, dan juga ada persewaan kostum kostum yang unik unik untuk berfoto.


Selain spot foto yang istragamable dan wahana air. Little Venice juga menawarna fasilitas lain nya. Seperti kolam renang, kolam pancing, area bermain anak sampai area sewa kuda.


Satu jam dari Villa nya, Brian dan Ani pun sampai di Little Venice. Ani berbinar melihat pemandangan di depan mata nya. Ia seperti berada di Venecia beneran.

__ADS_1


"Kamu suka sayang?" tanya Brian menghampiri istri nya.


"Suka Mas. Ayo masuk Mas. Ani uda nggak sabar mau naik gondola" ajak Ani sambil menarik lengan suami nya.


"Sabar sayang. Mas beli tiket masuk dulu iya. Kamu tunggu di sini aja"


Ani pun mengangguk kan kepala nya. Ia menunggu suami nya antri membeli tiket.


Namun pemandangan di depan mata nya membuat nya geram. Bagaimana bisa suami nya membeli tiket tapi di goda oleh beberala wanita disana. Belum lagi pakaian yang mereka guna kan cukuo seksi untuk di pakai di tempat umum seperti ini.


Ani pun berjalan dan menghampiri suami nya. Ia langsung memeluk lengan sang suami dengan manja. Brian yang sedang mengantri pun kaget lengan nya tiba tiba di peluk oleh wanita. Ketika ia melihat kelakuan istri nya, Brian pun hanya bisa tersenyum dan mencium puncak kepala Ani.


Ani membalik kan kepala nya menatap ke arah wanita wanita yang mengganggu suami nya tadi.


"Mbak jangan asal peluk dong. Berhijab kok asal aja menyentuh pria" ejek wanita yang tepat berada di belakang mereja.


"Loh emang nya kenapa? Ada yang salah?" tanya Ani polos.


"Iya salah dong Mbak. Orang Mbak memeluk lengan pria itu. Itu kan bukan muhrim" ucap Wanita itu dengan suara yang sedikit di keras kan nya.


"Apa salah nya memeluk lengan suami sendiri. Dad, kamu nggak masalah kan aku peluk seperti ini?"


"Nggak kok Bunda. Bunda bebas mau peluk Daddy" ucap Brian dengan tatapan penuh cinta nya.


Wanita tadi pun langsung meninggalkan pasangan pengantin baru itu.


Setelah mendapatkan tiket, Brian dan Ani pun memasuki kawasan Little Venice. Mata Ani kembali berbinar melihat pemandangan di depan mata nya.


"Dad. Mau naik itu" tunjuk Ani ke arah gondola dengan antusias.


"Baik lah ayo kita sewa gondola nya" Brian pun mengabulkan permintaan istri tercinta nya itu

__ADS_1


__ADS_2