
Malam semakin larut. Tapi keempat pria beda usia itu masih saja terus bercerita semua hal. Juan sendiri juga nyaman berada di antara keluarga Selvi. Walau oun mereka keluarga sederhana. Tapi kehangatan dalam keluarga mereka dapat dirasakan oleh Juan. Hal itu membuat nya nyaman berada di antara keluarga Selvi yang sama hangat nya dengan keluarga Anderson dan yang lain nya.
Mereka sangat sangat menerima Juan dengan tangan terbuka. Mereka juga memberikan kasih sayang yang sama besar nya kepada Juan.
Hmm Juan jadi merindukan Mommy Aletha yang sangat sangat menyayangi nya itu.
Jam sudah menunjuk kan pukul 12:30 dini hari. Keempat Pria beda usia itu akhir nya membubar kan diri mereka. Ayah Galih dan Juan menuju ke kamar mereka masing masing. Sedang kan Devan dan Ayah mertua nya berjalan pulang ke rumah mereka yang hanya berbeda blok saja. Iya walau pun sebenar nya Devano tidak tinggal di rumah mertua nya. Namun untuk malam ini ia dan istri beserta anak nya akan menginap di rumah mertua nya.
Juan memasuki kamar Selvi pelan pelan. Bisa Juan lihat kalau Selvi sudah tertidur di atas tempat tidur nya itu dengan kaki yang menjuntai ke lantai. Bisa di pastikan oleh Juan kalau Selvi tadi menunggu nya. Tapi karena keasyikan mengobrol dengan yang lain nya, jadi Juan lama masuk ke kamar nya. Dan Selvi pun ketiduran.
Juan membenahi tidur nya Selvi. Ia mengangkat kaki Selvi dan meletak kan nya di atas tempat tidur. Juan memandangi wajah cantik Selvi yang tanpa noda.
Karena ia merasa juga sangat lelah, Juan pun akhir nya merebah kan tubuh nya di samping Selvi. Juan juga membawa Selvi kedalam pelukan nya. Ia masih setia memandangi wajah cantik istri yang baru saja di nikahi nya pagi tadi.
"Selamat tidur sayang. Maaf kalau Abang lama masuk nya. Mimpi indah princess nya Abang" ucap Juan pelan lalu mencium kening Selvi.
Tak lama Juan pun menyusul Selvi menuju kealam mimpi nya.
...****************...
Selvi terbangun dari tidur nya. Ia merasakan sesak dan merasakan ada beban berat yang menimpah perut nya. Selvi pun menatap kearah perut nya. Ia tersenyum ketika menyadari kalau itu adalah tangan suami mya yang sedang memeluk nya.
Selvi pun membalik kan tubuh nya menghadap kearah Juan. Selvi memandangi wajah tampan Juan yang terpahat sempurna.
Dengan usil nya tangan Selvi mengelus rahang tegas Juan. Sehingga membuat Juan menggeliat karena merasa terganggu dengan tidur nya. Walau pun Juan merasa terganggu tapi Juan justru mengeratkan pelukan nya.
Selvi pun semakin bersemangat mengganggu tidur nya Juan. Bahkan sekarang tangan usil nya sudah berada di atas dada Juan. Selvi mengelus nya lembut membuat Juan membuka mata nya separuh.
"Menggoda Abang hemm?" tanya Juan dengan suara serak nya.
"Hehehehe Abang makin tampan kalau lagi tidur" ucap Selvi malu malu mengakui ketampanan Juan.
"Baru tau kalau abang tampan hemm?" goda Juan membuat pipi Selvi semakin merona.
Juan mendekat kan wajah nya ke wajah Selvi. Dengan lembut ia mencium puncak kepala Selvi, lalu turun ke kening, ke mata, hidung, pipi kanan kiri, dagu dan terakhir ke bibir. Juan mencium Selvi dengan lembut.
__ADS_1
"Boleh Abang minta hak Abang sayang?" tanya Juan yang sudah menatap Selvi sayu.
Selvi dengan malu dan pipi yang merona seperti udang rebus pun mengangguk kan kepala nya.
Selvi sadar kalau tadi malam dia ketiduran ketika menunggu Juan. Maka nya dia belum memberikan hak suami nya. Tapi pagi ini ia akan menyerahkan nya. Menyerahkan hak suami nya atas diri nya seutuh nya.
Tak menunggu lama, Juan langsung melancar kan aksi nya. Dan terjadi lah ibadah halal mereka di pagi hari sebelum subuh.
Hampir satu jam mereka menikmati ibadah halal mereka yang tertunda. Selvi dan Juan sama sama mengatur nafas mereka yang menderu.
Juan memeluk tubuh lelah Selvi. Ia mencium puncak kepala Selvi sayang.
"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah menjaga nya dan menjadi kan Abang yang pertama menyentuh nya"
Selvi hanya menanggapi nya dengan senyuman. Rasa nya ia sangat lelah melayani stamina suami nya itu.
Tak lama suara azdan subuh pun terdengar. Juan membantu Selvi mengenakan pakaian nya. Pelan pelan Selvi berjalan menahan rasa sakit di daerah inti nya.
"Masih sakit?" tanya Juan yang khawatir ketika melihat wajah Selvi yang meringis kesakitan.
Lalu dengan pelan Selvi kembali berjalan menuju ke kamar mandi.
Di ruang keluarga Selvi melihat Ayah nya sudah duduk dengan memakai baju koko dan sarung, menunggu Juan yang akan menuju ke masjid.
"Loh, nak Juan belum mandi?" tanya Ayah Galih.
"Belum Yah" ucap Juan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Iya uda subuhan di rumah aja. Kalau ke masjid nggak akan keburu. Kalau gitu Ayah ke Masjid dulu iya. Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab Selvi dan Juan bersamaan.
Juan dan Selvi pun menuju ke kamar mandi. Mereka mandi di kamar mandi yang berbeda.
Selesai mandi, Juan dan Selvi pun melaksanakan Sholat Subuh pertama mereka yang langsung di imamin oleh Juan.
__ADS_1
Ada rasa haru di hati Juan ketika ia menjadi seorang imam setelah menikah. Sedangkan Selvi merasa hati nya menghangat setiap mendengar lantunan suara Juan yang membacakan ayat ayat Al-Qu'an. Tanpa mereka berdua sadari setetes air mata membahasih pipi kedua nya.
Selesai sholet, Selvi mencium tangan Juan dan Juan langsung mencium puncak kepala Selvi. Setelah nya mereka melanjut kan dengan mengaji bersama. Sesekali Juan membenahi bacaan Selvi yang salah.
Pagi itu Juan sangat bahagia. Ia seperti memiliki keluarga yang utuh, selain keluarga nya sendiri dan keluarga Anderson.
...****************...
"Ayah , Ibu nanti setelah sarapan kami pamit iya mau ke mansion Anderson. Daddy meminta Juan dan Selvi kesana hari ini" izin Juan ketika mereka akan memulai sarapan.
"Boleh nak Juan. Nanti Ibu titip bingkisan untuk Mommy mu disana ia. Sekalian kado untuk Baby Keen. Maaf kalau Ibu belum sempat kesana lagi" ucap Bu Sisil
"Tidak apa apa Bu. Nanti Juan sampai kan. Mommy pasti ngerti kalau disini sibuk mengurus acara pernikahan Juan dan Selvi"
"Kami berangkat sekarang iya Yah, Bu" pamit Selvi setelah ia selesai membersihkan meja makan dan dapur.
"Iya kalian hati hati di jalan iya. Dan ini jangan lupa kasih kan untuk Baby Keen. Salam juga untuk Mommy dan Daddy mu disana Juan" ucap Bu Sisil sambil memberikan bingkisan untuk baby Keen.
"Iya Bu nanti Juan sampai kan. Makasih untuk bingkisan nya Bu. Kalau gitu kami pergi dulu. Assalamualikum"
"Wa'alaikum salam"
Selvi dan Juan pun keluar dari rumah sederhana Selvi. Di halaman rumah sudah terdapat dua buah mobil mewah disana. Satu nya mobil milik Juan dan satu lagi mobil milik Selvi yang di jadi kan mahar oleh Juan.
Selvi dan kedua orang tua nya pun menganga melihat satu mobil mewah itu. Mobil porshce 718 itu ada di halaman rumah mereka.
"Ini mobil siapa Bang?" tanya Selvi
"Ini mobil kamu Sayang. Mahar dari abang"
Selvi dan kedua orang tua nya tak percaya melihat mobil mewah itu adalah mahar anak nya.
"Kamu mau pakai yang mana sayang? Mobil abang apa mobil kamu?" tanya Juan menaik turun kan alis nya.
"Mobil abang aja" jawab Selvi cepat.
__ADS_1
Alhasil mereka pun pergi dengan mobil lamborgini Adventador milik Juan, yang biasa mereka gunakan.