
Dion membawa Manager HRD itu ke ruangan Dayyan. Kalau ada yang berpikir Dion akan memperlakukan nya dengan baik. Maka jawaban nya adalah tidak.
Dion justru menyeret nya secara paksa ke ruangan Dayyan. Banyak pasang mata para karyawan yang melihat kejadian itu.
Bisik bisik pun mulai terdengar di antara para karyawan. Terlebih karyawan wanita. Sebab banyak yang menyukai Manager HRD yang masig single itu.
"Itu kenapa Pak Haris di seret gitu sama Pak Dion?"
"Entah lah, tapi yang ku tau. Pihak HRD memalsukan gaji dari Pak Zainal"
"Di palsu kan bagaimana maksud nya?"
"Aku dengar tadi saat meeting, ternyata selama 6 bulan ini Pak Zainal hanya menerima gaji 5 juta perbulan. Sedangkan kita kita tau sendiri berapa besar gaji di posisi Pak Zainal saat ini. 25 juga say. Dan Pak Zainal hanya mendapat 5 juta. Kemana coba yang 20 juta nya lagi?"
"Ya ampun kasihan banget Pak Zainal hanya mendapat kan 5 juta perbulan. Aku aja yang karyawan biasa lebih tinggi gaji nya dari itu"
"Maka nya itu Tuan Dayyan meminta Pak Dion menyelidiki nya. Mungkin memang benar kalau Manager HRD yang menggelap kan uang gaji nya"
*"Iya, itu uda pasti. Lihat saja Pak Dion yang menggeret Pak Haris seperti itu." *
"Iya bener, itu pasti mau di bawa ke ruangan nya Tuan Dayyan"
"Aku berdoa semoga Pak Haris di pecat dan di masuk kan ke dalam penjara."
"Benar itu. Aku setuju banget itu"
Sepanjang jalan Pak Haris yang merupana Manager HRD itu hanya bisa menunduk kan kepala nya. Ia sangat malu ketika semua karyawan mengetahui kelakuan nya.
Tok Tok Tok
"Masuk" ucap Dayyan dari dalam ruang kerja nya.
Dion masuk sambil menyeret Pak Haris ke dalam ruangan Dayyan.
Di dalam ruangan itu hanya tersisa Dayyan dan Papa Doni.
Papa Doni mengernyitkan alis nya menatap kelakuan menantu sahabat nya itu. Bagaimana bisa Dion yang di kenal nya orang yang lembut, berubah menjadi kasar dan kejam begitu. Tatapan Papa Doni pun berpindah ke menantu nya. Sama seperti Dion. Dayyan bahkan sudah berdiri dengan tatapan tajam nya.
"Ini orang nya Bos" ucap Dion singkat.
"Kau yakin?"
"Ya. Kami sudah mengintrogaai semua nya. Dan dari hasil nya semua yang terjadi mengarah ke dia"
"Ada apa ini Dayyan?" tanya Papa Doni yang merasa bingung dengan pembahasan Dayyan dan Dion.
Dion pun melirik Dayyan begitu pun dengan Dayyan yang juga melirik Dion. Dayyan menghembuskan nafas nya.
__ADS_1
"Ada salah satu karyawan Dayyan yang juga terlibat dalam kasus penggelapan dana proyek Pah. Setelah kami bahas ternyata ia terpaksa melakukan hal itu untuk membiayai pengobatan Ibu nya yang sakit kanker rahim. Ternyata selama ini gaji nya hanya di bayar 5 juta dari yang seharus nya 25 juta Pah. Maka nya dia menyanggupi perintah Pak Hasan untuk menggelap kan dana proyek" jelas Dayyan.
"Lalu hubungan nya dengan lelaki ini apa?" tanya Papa Doni yang masih kebingungan.
"Dia lah orang yang telah mengambil hak nya Pak Zainal Pah. Setiap bulan dia memotong gaji Pak Zainal sebanyak 20 juta.dan uang itu ia gunakan untuk menghidupi selingkuhan nya" jelas Dion.
"Kenapa kamu bisa memelihara tikus ini di perusahaan mu Ian? Dan kamu baru mengetahui nya sekarang. Pada hal sudah 6 bulan ia melakukan nya" tanya Papa Doni menatap tajam ke arah Pak Haris.
"Maaf Pah. Ian juga baru mengetahui nya saat terungkap nya kasus penggelapan dana ini. Pada hal Ian membuat gaji karyawan Ian tinggi agar hidup keluarga karyawan Ian itu sejahtera Pah. Tapi karena seekor tikus ini membuat karyawan Ian melakukan tindakan kecurangan itu" ucap Dayyan dengan sorot mata tajam nya.
"Jadi Bos. Bagaimana dengan tikus ini?" tanya Dion.
"Panggil Polisi. Biar dia ditahan disana. Itu pilihan terbaik untuk nya" ucap Dayyan tegas.
"Ampun Tuan. Jangan jebloskan saya ke penjara" pinta Pak Haris memohon.
"Papa rasa penjara terlalu baik untuk nya Ian" ucap Papa Doni dengan bibir menyeringai nya.
Dayyan dan Dion saling pandang. Dion mengerti dengan tatapan Papa Doni. Tetapi untuk Dayyan, ia sama sekali bingung. Apa maksud dari Papa mertua nya itu
"Apa kamu sepemikiran sama Papa Dion?" tanya Papa Doni yang terkekeh menatap wajah menantu nya dan menantu sahabat nya itu.
"Iya Pah. Tempat itu lebih cocok untuk tikus seperti dia"
"Baik lah kalau kamu juga setuju, Papa akan menelpon Aji dulu"
"Beres tinggal menunggu saja" ucap Papa Doni santai dan lalu ia duduk kembali di sofa di ruangan menantu nya itu.
Sedangkan Dion memilih untuk menjaga Pak Haris agar ia tak kabur. Sementara Dayyan masih menatap penuh tanya ke arah mertua nya.
"Pah bisa jelas kan sama Dayyan maksud dari ucapan Papa?"
"Dari pada kamu memasuk kan nya ke penjara. Lebih baik masuk kan dia ke markas nya Daddy Steven. Disana banyak anak buah nya yang bisa menghajar nya. Setelah itu baru dia di masuk kan ke penjara" ucap Papa Doni memberi saran.
"Markas?"
"Iya Markas nya. Kau tak tau kalau Daddy mu itu dulu nya ketua mafia?"
Dayyan yang kaget karena baru mengetahui satu faktu itu hanya bisa menggelengkan kepala nya. Ia begitu syok mendengar kata mafia.
"Hahahahaha" tawa Dion pecah melihat wajah syok sahabat sekalian atasan nya itu.
"Kau tau Bos, markas nya sungguh sungguh megah. Kalau ku bilang itu bukan markas tapi mansion" ucap Dion memberitahu.
"Kau pernah kesana?" tanya Dayyan tak percaya.
"Iya. Satu hari setelah hari pernikahana ku. Tepat nya saat Bunda Ayu kecelakaan. Kami kesana bersama Anggi melihat pelaku penabrakan Bunda" jelasnya.
__ADS_1
Tak berselang lama, pintu ruangan Dayyan terketuk. Lalu setelah di persilah kan masuk. Masuk lah seorang pria paruh baya seusia Papa Doni bersama dengan beberapa anak buah nya di belakang nya.
Pak Aji membungkuk hormat dihadapan Papa Doni dan Dion. Begitu pun dengan beberapa anak buah nya.
"Tuan Doni. Tuan muda"
"Iya Uncle Aji. Bagaimana kabar Uncle?" tanya Dion dengan senyum ramah nya.
"Saya selalu sehat Tuan Muda. Dimana Nona Muda kami?" tanya Aji karena tak menemu kan keberadaan Anggi.
"Apa di luar tidak ada Nona kalian?" tanya Dion mengernyitkan alis nya.
"Tidak ada Tuan Muda"
"Oohh mungkin lagi di kamar mandi. Atau di ruangan saya"
"Aji bawa lelaki itu ke markas. Dan beri dia hadiah yang setimpal untuk nya. Kau tau dia telah menipu karyawan disini. Dia mengambil gaji karyawan itu sebanyak 20 juta perbulan. Jadi hadiah apa yang setimpal untuk nya Aji?" tanya Papa Doni.
"Seperti nya membuat tangan nya patah itu cukup Tuan. Lalu bawa dia ke kantor polisi setelah di siksa anak buah saya" ucap Aji santai.
"Itu bagus. Tapi lebih bagus lagi kalau di tambah kaki nya juga di patah kan dan dia geger otak juga. Jadi di otak nya tidak akan ada lagi ide untuk mengambil hak orang"
"Baik Tuan akan kami laksana kan. Kalau begitu kami permisi Tuan Doni. Tuan Mudan dan Tuan Dayyan" ucap Aji beserta anak buah nya.
Aji dan anak buah nya pun pergi meninggal kan ruangan Dayyan membawa Pak Haris. Di luar ruangan mereka bertemu dengan Anggi.
Aji langsung menghentikan langkah nya dan menunduk memberi hormat kepada Anggi.
"Nona Muda" ucap Aji beserta anak buah nya.
"Uncle Aji ngapain disini? Itu kenapa Pak Haris dibawa?" tanya Anggi heran.
"Kami mendapat perintah dari Tuan Doni untuk membawanya ke markas dan memberikan nya hadiah yang setimpal karena telah mengambil hak karyawan disini Nona Muda" jelas Aji.
"Oohh jadi dia yang telah menipu Pak Zainal. Bagus lah. Bawa dia Uncle. Tikus seperti nya tak pantas harus mengenakan pakaian rapi dan berdasi" ucap Anggi sinis.
"Baik Nona. Maaf Nona Muda. Apa Anda tadi menggunaka pistol Anda?" tanya Aji ragu.
"Iya Uncle. Aku menembak tangan dan kaki seekor tikus juga tadi. Dia menodongkan pisau ke arah perut Breena. Jadi ia sudah aku tembak saja" ucap Anggi santai.
"Tapi bagaimana Uncle bisa tau"
"Maaf Nona, di pistol Anda ada alat pelacak nya. Jadi setiap pistol nya Anda gunakan akan ada pemberitahuan di markas. Pistol itu di buat khusus untuk Anda Nona. Sesuai permintaan Tuan Danuarta" jelas Aji.
"Oohhh tak apa Uncle. Iya sudah Uncle bawa saja tikus itu dari sini"
"Baik Nona. Kalau begitu kami permisi"
__ADS_1
Aji pun membawa Pak Haris. Di sepanjang jalan keluar dari perusahaan itu banyak pasang mata yang menatap sinis dan merendahkan ke arah Pak Haris. Mereka yang telah mengetahui perbuatan Pak Haris langsung membenci nya. Bukan hanya Zainal saja yang mendapatkan perlakuan seperti itu. Tetapi ada juga beberapa karyawan.