
Saat ini Ansel dan Windy sedang melakukan sungkeman. Berhubung kedua orang tua Windy yang sudah tidak ada. Jadi mereka hanya sungkeman kepada kedua orang tua Ansel dan GrandMa serta GrandFa Ansel.
Momen haru terjadi di saat Ansel dan Windy melakukan sungkem kepada kedua Mommy Gantari.
Mommy Gantari yang tidak bisa menahan air mata nya itu saat Windy meminta maaf dan meminta restu nya dalam menjalani rumah tangga mereka nanti nya.
"Mommy sudah memaaf kan mu sayang. Jadi stop untuk meminta maaf nya iya. Mommy juga merestui pernikahan kalian. Kamu sekarang anak Mommy. Jangan lagi kamu berkpikir kalau kamu sudah tidak memiliki siapa siapa lagi. Sekarang keluarga El adalah keluarga kamu juga. Mommy titip anak Mommy iya. Kamu adalah harta berharga nya. Mommy minta jangan lagi meninggal kan nya iya" ucap Mommy Gantari yang di balas anggukan oleh Windy.
Setelah Windy, kini gilaran Ansel yang meminta restu kepada Mommy nya.
"Terima kasih atas semua nya Mom. Terima kasih sudah mau menerima Windy lagi. Terima kasih untuk segala nya Mom" ucap Ansel tulus.
"Apa pun akan Mommy lakukan untuk kebahagiaan putra Mommy satu satu nya ini. Maaf kalau selama ini Mommy kadang kurang perhatian sama kamu El. Maafin kesibukan Mommy yang dulu. Kamu harus membahagia kan nya El. Sekarang hanya kita lah yang dimiliki nya. Tapi beda lagi kalau kalian sudah punya anak. Jadi Mommy minta cepat lah buat kan Mommy cucu yang banyak. Kalau bisa kembar empat biar kita mengalahkan Breena dan Dayyan yang langsung mendapatkan anak tiga" ucap Mommy Gantari.
Semua tamu undangan dan keluarga yang mendengar itu langsung tertawa. Bagaimana bisa Mommy Gantari yang awal nya menangis haru, justru membuat candaan seperti itu.
Ansel pun langsung mencebik kan bibir nya. Aneh melihat tingkah Mommy nya.
Setelah selesai sungkeman, Ansel dan Windy pun berdiri di atas pelaminan. Mereka menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.
Selesai acara akad nikah Ansel dan Windy. Acara pun di lanjut kan dengan acara aqiqahan nya anak anak Breena dan Dayyan.
Saat ini ketiga bayi Breena berada di gendongan Dayyan, Papa Doni dan Abah Arsya. Ketiga pria beda usia itu berkeliling sambil membawa ketiga bayi kembar itu kepada para keluarga untuk menggunting rambut mereka.
Setelah acara menggunting rambut. Kini acara pun di lanjut kan dengan ceramah ssingkat dari Abah Arsya tentang pernikahan dan aqiqah.
para tamu yang memang di undang pada pukul 09:00 - 12:00 sebagian adalah tamu dari pesantren dan anak yatim dan panti asuhan. Karena setelah akad dan aqiqahan akan diadakan memberikan sumbangan untuk anak anak panti asuhan dan anak yatim.
Acara pun berjalan dengan lancar. Saat ini kedua pengantin sudah berada di dalam kamar mereka. Kamar yang sudah di hias sebagus mungkin. Dengan taburan bunga mawar di atas tempat tidur.
"Kamu istirahat dulu apa gimana sayang?" tanya Ansel ketika baru saja keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Makan siang aja dulu Hubby. Nanti baru istirahat. Waktu kita pun nggak banyak, cuma satu jam"
"Iya uda Hubby pesan makan siang dulu biar di antar kesini"
Setelah mengatakan itu, Ansel langsung menghubungi pihak hotel untuk mengantarkan makan siang nya.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Ansel yang kini sudah duduk di samping Windy.
"Banget Hubby. Terima kasih" jawab Windy dengan senyum manis nya.
"Terima kasih juga sudah mau kembali dengan ku sayang. Terima kasih karena sudah mau menjaga cinta kita walau pun kita sempat terpisah"
"Jangan tinggalin Hubby lagi sayang" pinta Ansel dengan suara bergetar nya.
"Nggak akan Hubby. Aku akan tetap bersama Hubby"
...----------------...
"Sayang, Mas panggil kan Mama Ratih dulu iya" tanya Brian yang sudah sangat khawatir dengan kondisi istri nya.
Ani pun hanya bisa mengangguk kan kepala nya. Brian pun segera menelpon Mama Ratih dan meminta nya untuk datang ke kamar nya.
Sepuluh menit berselang, Mama Ratih di temani dengan Umma Hanum dan Mommy Aletha memasuki kamar Brian dan Ani.
Terlihat Ani yang sedang tiduran di ranjang dan Brian yang ada di belakang nya mengelus pinggang Ani yang terasa pegal.
"Ada apa Bri?" tanya Mommy Aletha panik.
"Nggak tau Mom. Ani bilang pinggang nya pegal dan sakit"
"Bisa minggir dulu Bri, biar Mama periksa dulu" pinta Mama Ratih yang langsung di turuti oleh Brian.
__ADS_1
Kini Brian sudah berada di samping Ani di sisi yang lain nya. Ia menggenggam erat tangan istri nya itu.
Mama Ratih langsung memeriksa Ani. Nasib baik untuk Ani dan Brian, karena kemana mana Mama Ratih selalu membawa alat kesehatan nya.
"Gimana Ratih?" tanya Mommy Aletha yang masih terlihat panik.
"Nggak papa Let, mungkin kelelahan saja karena terlalu lama duduk. Jadi setelah ini kamu istirahat saja iya. Nggak usah ikut acara nya lagi. Nanti Mama kasih vitamin iya" jelas Mama Ratih.
"Bri, kamu juga jangan kembali ke acara, kamu temani aja Ani disini. Mungkin anak kalian lagi ingin bermanja dengan Daddy nya. Jadi jangan sekali kali kamu tinggalin Ani di kamar ini. Walau pun dia sedang tidur sekali pun. Paham" ucap Mommy Aletha tegas.
"Paham Mom"
"Istirahat iya Nak. Jangan terlalu lelah lagi." pesan Umma Hanum sambil mengelus kepala Ani yang di jawab anggukan.
Setelah selesai ketiga Mama itu pun keluar dari kamar Ani dan Brian. Di luar kamar mereka mendapati suami mereka.
"Kenapa Mah?" tanya Papa Doni.
"Hanya kelelahan aja kok Pah. Mama uda resep kan vitamin dan meminta Ani istirahat aja" jelas Mama Ratih.
"Syukur lah" ucap ketiga suami itu.
"Yuk kita isi nutrisi dulu, sebelum bertempur lagi di dalam ball room" ajak Daddy Martin dengan candaan nya.
Siang nya acara pun kembali di mulai. Kali ini hanya ada pasangan pengantin baru saja yang hadir di atas pelaminan. Ketiga bayi kembar Breena dan Dayyan sedang tertidur. Begitu pun dengan Umi nya yang juga ikut tidur.
Hanya Dayyan lah yang ikut bergabung di ball room hotel itu, untuk menemui tamu undangan nya juga.
Begitu pun juga saat acara malam hari nya. Hanya pengantin baru yang berada di atas pelaminan. Dayyan dan Breena tidak mengizinkan anak anak nya untuk ikut ke dalam acara tersebut.
Bukan tanpa alasan. Anak anak mereka masih sangat bayi. Tubuh mereka masih rentan terlutar penyakit.
__ADS_1
Ketiga anak nya berada di dalam kamar mereka dan di temani oleh masing masing pengasuh nya. Setiap satu jam sekali Breena dan Dayyan akan ke kamar anak nya. Melihat anak anak mereka yang sedang tertidur.