Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Semoga Istiqomah


__ADS_3

Mereka semua masih merasa tak percaya dengan wanita yang menyebut kan diri nya Mommy sama Quin. Tapi melihat interaksi Quin yang langsung memeluk Nova pun mereka baru peecaya.


"Nova?" ucap Breena tak percaya.


Kedua mata Breena berkaca kaca melihat perubahan Nova. Dia yang sedari dulu sudah mengajak Nova berhijab pun merasa bahagia. Akhir nya setelah banyak nya penolakan yang di lakukan Nova dulu nya, akhir nya terjawab sekarang.


Sahabat nya yang dulu tega merebut calon suami nya. Akhir nya mau memperbaiki diri nya.


"Iya Bree, ini aku. Nova sahabat mu dan Mommy nya Quin" jawab Nova dengan suara bergetar nya.


"Alhamdulillah ya Allah. Akhir nya kamu mau berhijab juga" ucap Breena senang.


"Alhamdulillah Bree. Akhir nya hati ku tergerak untuk menutup semua aurat ku" ucap Nova dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Breena dan Nova saling memeluk. Ada perasaan senang dan bangga dihati Breena atas keputusan Nova.


"Coba cerita sama aku, gimana bisa kamu memutuskan berhijab?" tanya Breena yang penasaran.


"Aku juga nggak tau Bree. Kemarin itu setelah kita kumpul di resto aku. Mas Angga cerita kalau Mas Dayyan ngajakin kita semua ke Bandung ke rumah orang tua nya, lalu abis tu ke villa nya Bang Juan. Disitu aku berpikir, di antara kita semua hanya aku yang tidak memakai hijab. Nggak mungkin kan aku ke pondok pesantren memakai rok span. Jadi aku bilang sama Mas Angga temani aku cari baju muslim. Jadi kemarin Mas Angga bawa aku ke butik untuk beli semua baju muslim yang berhijab" jelas Nova malu malu.


"Alhamdulillah kalau kamu sekarang sudah memutus kan untuk berhijab Nova. Semoga kamu istiqomah dan tidak melepas hijab mu lagi setelah pulang dari Bandung. Jangan jadi kan alasan kamu menggunakan hijab karena mau ke pondok pesantren nya Abah. Tapi niat kan dari hati mu kalau kamu memang ingin berhijab. Insya Allah kalau kamu niat kan dari hati, kamu tidak akan merasakan panas seperti yang orang orang bilang. Kalau pakai baju gamis panjang dan berhijab itu bawaan nya panas. Itu karena mereka tidak dari hati menggunakan nya" jelas Dayyan tiba tiba yang memberikan sedikit nasehat kepada Nova.


"Iya Mas. Insya Allah aku istiqomah berhijab nya" ucap Nova mantap.


"Alhamdulillah" jawab semua orang.


Dayyan pun menatap jam di pergelangan tangan nya. Sudah jam 10:00 pagi.


"Apa sudah berkumpul semua nya?" tanya Dayyan.


"Uda kan. Bang Juan sama Mbak Selvi kan kata nya besok baru nyusul. Berarti hari ini kita aja kan yang berangkat" ucap Brian.


"Iya uda ayok kita berangkat kalau begitu. Ini sudah jam 10:00. Takut nya di jalanan macet" ajak Dayyan.


"Eeehhh tunggu dulu. Anita sama Syeril mana?" tanya Anggi tiba tiba.

__ADS_1


Breena yang mendengar nama sahabat nya di sebut pun menatap ke arah Anggi.


"Anita sama Syeril mau ikut Mbak? Mbak tau dari mana?" tanya Breena tak percaya. Karena Breena tidak ada mengajak sahabat nya itu.


"Semalam Mbak kan cek kandungan sama Mama Ratih. Jadi mereka berdua kebetulan masuk di shift yang sama. Karena tau Mbak mau ke Bandung. Jadi mereka pun bilang mau ikut juga. Terus Mama pun kata nya mau nyusul juga sama Papa." jelas Anggi.


"Kok mereka nggak bilang sih kalau mau ikut" omel Breena.


"Iya uda aku telepon Anita dulu" ucap Windy yang langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Anita.


Tuuuuttt ttttuuuttt


"Hallo ada apa Win?" tanya Anita.


"Lo dimana? Kata nya mau ikut ke Bandung. Ini kita uda mau jalan, tapi kenapa Lo nggak nongol nonggol juga?" tanya Windy langsung.


"Ini masih di jalan. Bentar lagi sampe. Tunggu bentar napa" jawab Anita sewot.


"Iya uda cepetan"


"Dimana?" tanya Breena.


"Masih di jalan. Bentar lagi nyampe kata nya" jawab Windy.


Mereka pun akhir nya memilih menunggi Anita dan Syeril.


Selang 10 menit akhir nya mobil milik tunangan nya Anita pun sampai di halaman rumah Dayyan yang sudah di penuhi oleh mobil mobil dan juga bodyguard yang berkumpul.


"Selamat datang Nona Anita" sapa para bodyguard begitu melihat Anita turun dari mobil nya.


"Terima kasih. Apa mereka masih di dalam pak?" tanya Anita sopan.


"Masih Nona. Silah kan masuk Nona, Tuan" ucap salah satu bodyguard milik Brian.


Anita , Syeril dan tunangan anita pun masuk ke dalam rumah Dayyan.

__ADS_1


"Assalamualaikum" teriak Anita dari arah pintu masuk.


"Wa'alaikum salam. Nggak usah teriak teriak. Ini bukan hutan Nita" tegur Breena yang hanya di balas cengiran oleh Anita.


Anita pun membawa Syeril ke perkumpulan para wanita. Disana Anita memperkenal kan siapa Syeril.


"Jadi Syeril ini teman KOAS nya aku Mbak. Dia ku ajak ikut. Mama pun juga nyuruh Syeril ikut juga. Kata nya untuk temani kita kita yang masih lajang" ucap Anita sambil terkekeh.


Syeril dengan sopan pun menyalami satu persatu para perempuan.


"Bagaimana kabar nya Dokter Breena?" tanya Syeril.


"Breena, Syeril. Breena. Nggak usah pakai dokter. Kita nggak lagi di rumah sakit." ucap Breena yang memprotes panggilan nya Syeril.


"Iya maaf. Kan uda biasa manggil gitu" ucap Syeril lalu mulai menggoda Adga. Tapi sayang yang di goda justru hanya diam saja.


"Kau jangan menggoda nya Syeril. Sampai kapan pun dia akan tetap diam. Adga itu besar nya nanti bakalan jadi kutub es dan kulkas berjalan. Tapi goda lah si Andra. Dia langsung tersenyum sama mu" ucap Anita yang sudah paham dengan anak nya Breena.


"Biar aja dia jadi lelaki dingin. Biar banyak yang ngejar ngejar dia" ucap tenang menanggapi celotehan nya Anita.


"Terus kenapa kalian lama sampai nya Nit?" tanya Anggi yang sedang menikmati buah potong nya.


"Itu biasa, cewek kan ribet mbak. Uda gitu tadi jemput Syeril juga. Hehehehe"


"Lo aja yang bikin ribet Nita. Kalau Syeril, gue yakin dia nya pasti uda selesai terlebih dahulu. Dan uda nungguin lo jemput dia" sindir Windy.


"Lo tau aja sih Win" ucap Anita merasa tak bersalah.


"Uda yuk kita berangkat. Nanti keburu siang dan jalanan nya macat. Umma juga uda nanyain ini kapan kita berangkat nya" ucap Dayyan.


Mereka semua pun mulai berdiri dan menuju ke luar. Dengan sigap para pengasuh bayi bayi itu menggendong bayi mereka masing masing.


Kali ini Dayyan memilih mobil yang bisa menampung banyak orang. Pasal nya dia membawa tiga bayi nya dan pengasuh anak anak nya juga. Dayyan sendiri yang akan mengemudikan mobil nya.


Sedang kan yang lain masuk ke mobil mereka masing masing. Syeril tetap bersama dengan Anita. Karena hanya Anita lah yang dia kenal.

__ADS_1


__ADS_2