
Tak terasa kini usia baby Keenan sudah berumur 40 hari. Itu arti nya pernikahan Juan dan Selvi pun sudah berumur satu bulan.
Selvi dan Juan sendiri sudah pindah ke rumah orang tua Juan. Mereka di antar oleh keluarga Anderson dan kedua orang tua Selvi.
Ayah dan Ibu Selvi sampai tak percaya anak nya akan tinggal di rumah besar nan mewah yang ada di hadapan mereka saat itu.
Mereka tak pernah menyangka kalau ternyata tanpa nama Anderson pun Juan sudah kaya. Apa lagi kalau pakai nama Anderson. Mereka tak tau harus bagaimana.
Ayah dan Ibu Selvi hanya tau kalau Juan mendapat kan warisan berupa rumah dan restaurant saja. Mereka tidak tau kalau Juan mendapat kan villa dan saham di perusahaan Anderson.
Mungkin kalau mereka tau, mereka akan terkena serangan jantung tiba tiba. Karena yang mereka harap kan adalah kebahagiaan putri mereka bukan kekayaan yang Juan miliki. Maka dari itu Juan dan Selvi sepakat hanya mengatakan mewarisi rumah dan restaurant saja.
Begitu pun dengan Selvi. Ketika ia pergi ke sekolah mengendarai mobil porsche mahar dari Juan. Satu sekolah pada heboh. Bagaimana tidak. Di sekolah itu tidak ada yang menggunakan mobil mewah seperti nya. Ada mobil mahal tapi tidak semewah mobil nya.
Bahkan ada guru yang nyinyir melihat Selvi menggunakan mobil itu.
"Duuuhh yang nikah sama pilot. Dapat mobil mewah dan mahal. Kamu tau nggak Bu kalau mobil itu terlalu mahal untuk kalangan kita. Apa lagi Ibu yang masih guru honorer. Hati hati Bu takut di sangka menerima suap" ucap salah seorang guru yang memang dari awal tidak menyukai Selvi.
"Maaf Bu, saya memang tidak tau harga mobil itu. Tapi mobil itu di berikan suami saya sebagai mahar. Apa saya salah menggunakan mobil itu? Lagian saya memang guru honorer, tapi saya tidak pernah menerima suap sama sekali" ucap Selvi sopan.
"Eleh. Bilang aja kamu mau pamer kan sama kita kita yang sudah jadi PNS. Kamu pamer kan bisa punya mobil mewah dan mahal yang harga nya sampai 2,5 M itu. Karena kami yang PNS tidak bisa membeli mobil itu" lanjut Ibu tadi.
__ADS_1
"Astafirullah bukan seperti itu Bu. Saya juga sebenar nya tidak mau membawa mobil itu. Tapi di rumah memang tidak ada yang bisa mengantar saya. Suami saya sedang terbang ke Sulawesi bersama Mas Ibra. Supir juga kami tidak punya"
"Lagian apa salah nya sih Bu kalau Selvi membawa mobil nya. Itu mobil mahar dari suami nya. Itu arti nya mobil itu milik nya seutuh nya. Kenapa jadi Ibu yang keberatan kalau Selvi membawa mobil itu? Atau Ibu yang merasa kalah saing dengan Selvi karena bisa mendapat kan suami yang seorang pilot. Kita semua tau seberapa besar nya seorang pilot. Apa lagi pilot jet pribadi. Jangan lupa kan juga kalau Juan itu bagian dari keluarga Anderson. Walau pun dia hanya anak angkat tapi harta peninggalan orang tua nya juga tak kalah banyak. Ibu tau berapa lama ia di tinggal kan orang tua nya? Lebih dari 20 tahun. Yang saya tau dari anak saya. Juan memiliki saham di Peruaahaan Anderson, dia juga mewarisi restaurant milik orang tua nya. Selama lebih dari 20 tahun uang hasil dari dua usaha itu saja pun sudah bisa membuat nya duduk bersantai di rumah. Jadi kalau untuk membeli mobil seharga 2,5 M itu sangat mudah untuk nya. Bahkan satu ketukan jari nya bisa membuat suami Ibu kehilangan pekerjaan" ucap Bu Aisyah yang sudah jengah dengan semua ucapan dari guru yang nyinyir ke Selvi.
Selvi menunduk. Ia merasa bersalah karena sudah membawa mobil nya ke sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, di rumah tidak ada yang bisa mengantar kan nya.
Sedangkan guru yang nyinyirin Selvi pergi tanpa berucap sepatah kata pun. Ia takut suami nya di pecat dari pekerjaan nya. Bukan tanpa alasan. Gaji suami nya di perusahaan Anderson sangat besar.
"Terima kasih Bunda uda membela Selvi" ucap Selvi dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Tak apa sayang. Sesekali kita perlu melakukan itu sama orang yang terus nyinyir sama kehidupan kita. Bunda juga uda jengah dengan tingkah nya yang sombong itu. Bunda aja yang anak nya asisten pribadi CEO dan nikah sama anak pengusaha hebat aja nggak pernah menyombong kan diri. Lah dia yang cuma karyawan biasa di AD Grup uda sombong" ucap Bunda Aisyah geram.
"Sabar Bunda" ucap Selvi sambil mengelus punggung tangan Bunda Aisyah.
"Sekitaran seminggu Bunda. Karena disana Mas Ibra juga ngisa acara seminar. Jadi Abang harus stay disana" ucap Selvi lesu.
"Hayoo kenapa lesu begitu. Pasti rindu suami kan" goda Bunda Aisyah.
"Iihhh Bunda maluuu" ucap Selvi sambil memegang kedua pipi nya.
Hahahahhaha
__ADS_1
Tawa beberapa guru yang mendengar pembicaraan mereka berdua.
Dan hari ini tepat usia 40 hari Baby Keen akan diada kan acara aqiqahan nya Baby Keen. Acara di laksanakan di salah satu hotel milik keluarga Anderson.
Keluarga Anderson akan melangsung kan dua hajatan sekaligus. Yang pertama acara aqiqahan nya cucu pertama laki laki mereka. Dan besok di lanjut kan acara resepsi nya Juan dan Selvi.
Khusus hari ini, tak banyak yang mereka undang. Hanya keluarga, beberapa anak yatim piatu dan anak anak dari panti asuhan.
Ada juga beberapa kolega bisnis dari Anderson, Admaja dan Pratama yang datang, karena besok mereka tidak bisa menghadiri acara resepsi Juan dan Selvi.
Bahkan Ani dan Brian meminta untuk menyembelih kambing dan sapi di pondok pesantren milik Abah Arsya. Dan itu di sambut baik oleh pihak pondok.
Acara begitu khusyuk. Abah Arsya dan Dayyan bergantian menyampai kan ceramah nya.
Setelah acara ceramah selesai, Brian menggendong Baby Keenan dan membawa nya keliling untuk memotong rambut Baby Keenan pada Oma dan Opa nya, juga ada beberapa ulama yang datang yang juga ingin ikut serta dalam acara memotong rambut Baby Keenan.
Baby Keenan mendapat kan banyak sekali doa doa yang di amin kan langsung oleh kedua orang tua nya.
Acara terakhir adalah, memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu dan anak anak panti asuhan yang di undang.
Semua keluarga pengusaha itu memberikan sumbangan kepada anak yatim dan anak anak panti asuhan. Tak ketinggalan pasangan yang baru menikah satu bulan itu oun juga ikut memberikan sumbangan nya.
__ADS_1
Juan sudah meminta izin pada Selvi kalau dia mau menyumbang kan sedikit uang nya untuk anak anak panti asuhan dan anak yatim. Niat baik itu disambut baik juga oleh Selvi dan kedua orang tua nya.
Setiap satu buah amplop yang di berikan Juan. Ia menyelip kan satu buah doa. Doa untuk kedua orang tua nya. Dan doa untuk rumah tangga nya agar selalu bahagia, dan mendapat kan momongan secepat nya.