Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Posesif Nya Dayyan


__ADS_3

"Nama yang bagus. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh, taat dengan agama dan patuh sama kedua orang tua kamu iya Keen" ucap Breena sambil mengelus pipi Keenan yang sangat mulus itu.


"Amin. Makasih Umi" jawab Ani menirukan suara anak kecil.


Satu jam berada di rumah sakit, Breena pun segera pamit pada semua nya. Karena ia sudah sangat lama meninggal kan ketiga anak nya.


Setelah kepergian Breena dan Anggi, pintu ruangan Ani pun kembali di ketuk dari luar.


Tok


Tok


Tok


Brian pun berjalan dan membuka pintu, ternyata yang datang adalah keluarga Paman Aska, beserta anak dan istri nya.


"Assalamualaikum Brian" ucap Paman Aska.


"Wa'alaikum salam. Silah kan masuk Paman, Bibi" ucap Brian setelah ia menyalami Paman dan Bibi Ani.


"Lia" panggil Bi Mayang.


"Bibi"


Ani yang baru saja selesai menyusui anak nya pun, menyalami dan mencium tangan Bibi dan Paman nya.


"Bagaimana sayang, apa masih lemas?" tanya Bi Mayang.


"Sudah lumayan Bi. Tidak selemas tadi"


"Apa ini cucu Bibi?" tanya Bi Mayang ketika melihat bayi yang di gendong oleh Ani.


"Iya Bi. Assalamualaikum Nenek Mayang. Aku Keenan, anak nya Bunda Ani" ucap Ani memperkenal kan Keenan menirukan suara anak kecil.


"Kamu tampan sekali sayang. Duuhh mirip banget sama Daddy nya" puji Bi Mayang.


"Iya benar sekali Bi. Aku yang hamil 9 bulan begitu lahir, wajah nya sangat mirip dengan Daddy nya. Aku hanya kebagian bibir nya saja" keluh Ani yang menyetujui ucapan Bibi nya.


"Tak apa Nak. Yang penting dia sehat. Kamu nya juga sehat"

__ADS_1


Tiga puluh menit berbincang dengan Ani, Bi Mayang yang melihat Ani sudah mengantuk pun, meminta Ani untuk istirahat saja.


Ani yang memang sudah merasakan kantuk pun, tanpa penolakan langsung memejam kan mata nya. Ia benar benar sangat mengantuk.


Bi Mayang bergabung dengan para Ibu Ibu, mereka kembali berbincang dan bersenda gurau.


...----------------...


Di rumah Breena dan Dayyan.


Saat ini Breena sedang menyusui anak anak nya satu persatu. Dia tersenyum bahagia melihat anak anak nya yang selalu kuat menghisap sumber makanan nya.


"Pelan pelan deera. Nggak akan ada yang minta kok. Abang dan adik kamu uda tertidur itu" ucap Breena pelan sambil mengelus pipi mulus nya Deera.


"Kamu tau sayang. Keenan sudah lahir. Dia begitu tampan dan sangat mirip dengan Daddy. Bunda lagi dan lagi meminta mu untuk jadi menantu nya. Pada hal kan ya, Keenan aja baru lahir. Apa kau juga ingin berjodoh dengan Keenan sayang?" tanya Breena yang hanya di balas senyum oleh Deera. Seolah olah dia tau maksud dari pertanyaan Umi nya itu.


"Kau tersenyum. Apa kau setuju dengan permintaan Bunda mu yang aneh itu sayang? Bagaimana nanti dengan Abi mu. Apa Abi akan semudah itu memberikan putri nya pada seorang laki laki?" tanya Breena yang kembali memikirkan bagaimana nanti posesif nya seorang Dayyan Pratama kepada anak perempuan nya.


...****************...


Di Jepang.


"Kemana supir nya Dion? Kenapa lama sekali?" omel Dayyan.


"Kata nya uda dekat. Kita tunggu sebentar lagi"


"Aku akan memecat nya kalau sampai dalam 10 menit dia tak juga datang"


Dayyan saat ini memang dalam mode marah. Dia sangat sangat marah. Bagaimana tidak, orang yang di percayai nya telah berkhianat di perusahaan nya.


Dion pun yang paham bagaimana dengan keadaan Dayyan yang memang sedang tidak baik baik saja pun, hanya bisa diam. Satu satu nya yang bisa mereda kan amarah Dayyan, hanya pawang nya saja, yaitu hanya Breena dan celotehan anak anak nya.


Tak sampai 10 menit, mobil jemputan mereka berdua pun telah tiba.


"Maaf kan saya Tuan karena saya terlambat menjemput Tuan" ucap Orang tersebut sambil membungkuk.


"Hmm" jawab Dayyan, lalu ia langsung menaiki mobil tersebut.


Sedangkan Dion dan supir pun memasuk kan koper mereka ke bagasi mobil.

__ADS_1


"Kita langsung ke penginapan atau ke perusahaan dulu Tuan?" tanya supir itu sebelum melajukan mobil nya.


"Ke hotel. Saya ingin istirahat terlebih dahulu"


Mendapati jawaban tersebut, sang supir pun langsung melajukan mobil nya menuju hotel yang dekat dengan perusahaan.


Tak sampai dua puluh menit, mobil mereka pun sampai di sebuah hotel mewah, dekat dengan Pratama.Corp yang ada di Jepang.


Dion langsung menuju ke resepsionis untuk mengambil kunci kamar mereka. Setelah dapat Dion mengajak Dayyan ke kamar nya. Kamar mereka saling berdekatan.


Sesampai nya di kamar, Dayyan langsung menghubungi istri nya via video call. Ia sangat merindukan wajah cantik istri nya dan putri satu satu nya serta wajah wajah tampan kedua anak sulung dan bungsu nya.


"Hallo assalamualaikum Abi" sapa Breena sambil melambaikan tangan Adga.


"Wa'alaikum salam Umi, abang Adga. Duuhh ganteng nya Abi kenapa senyum senyum gitu. Rindu sama Abi iya" jawab Dayyan yang juga ikut tersenyum melihat anak ganteng nya.


"Iya Abi, Adga sangat rindu sama Abi" jawab Breena menirukan suara anak kecil.


"Adga apa Umi nya yang rindu sayang?" goda Dayyan.


"Kami semua rindu sama Abi"


"Tunggu Abi iya sayang sayang nya Abi. Secepat nya Abi akan membereskan semua masalah yang ada disini. Biar cepat pulang dan main lagi sama kalian bertiga" ucap Dayyan dengan sorot mata kerinduan nya.


"Siap Abi. Oiya Abi, Dedek Keenan uda lahir. Dia sangat tampan dan sangat mirip sama Daddy Brian" ucap Breena memberitahu suami nya.


"Anak nya Brian uda lahir? Laki laki sayang?" tanya Dayyan memastikan.


"Iya Mas. Laki laki. Mas tau begitu Breena melihat anak nya, Ani langsung bilang kalau besar nanti Keenan akan menikahi Deera. Ani serius sama ucapan nya mau mantu Deera Mas" ucap Breena sengaja memberitahu rencana Ani.


"Mana bisa begitu, Deera masih sangat kecil. Ada ada aja. Anak baru lahir, masih bayi kok uda di jodohkan seperti itu. Abi nggak akan biar kan Deera jadi mantu nya Brian. Enak saja" omel Dayyan yang hanya di balas kekehan oleh Breena.


"Kenapa sih Mas?"


"Iya masa Anak kita jadi mantu nya. Mentang mentang nggak dapat Umi nya. Anak nya pun jadi yang di nikahin. Abi akan menjaga ketat Deera sayang. Nanti Abi masuk kan Deera ke pesantren dan kuliah di Kairo. Biar anak nya nggak bisa gangguin Deera" ucap Dayyan yang sudah menunjuk kan sifat posesif nya.


Breena tertawa puas melihat wajah suami nya yang tak terima kalau gadis kecil nya sudah di lirik sama orang lain.


Bisa bisa nya Dayyan sudah merencanakan akan menjauhkan anak nya dengan anak dari mantan kekasih istri nya dulu.

__ADS_1


__ADS_2