Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Persiapan Pesta Ulang Tahun AD Grup


__ADS_3

Sementara itu Dion tengah duduk menemani Daddy Steven. Banyak pertanyaan pertanyaan yang ditanyakan oleh Daddy Steven mengenai anaknya.


"Tuan Dion" panggil Daddy Steven.


"Panggil Dion saja Tuan. Tidak sopan rasanya kalau orang tua kekasih saya memanggil saya pakai panggilan Tuan juga" pinta Dion.


"Baiklah kalau begitu kamu panggil Daddy juga jangan panggil Tuan lagi" ucap Daddy Steven yang hanya diangguki oleh Dion.


"Apa kamu sudah lama berhubungan dengan anak saya?"


"Sudah Dad. Saya mengenal Anggi 3 tahun yang lalu saat ia baru pertama kali bekerja di Pratama.Corp. Dan kita baru menjalin hubungan setahun belakangan ini Dad" jelas Dion.


"Apa Anggi juga bekerja diperusahaan yang sama denganmu nak?"


"Iya Dad. Anggi sekretaris CEO Pratama.Corp. Kalau saya asistennya. Dari jabatan itu kami dekat dan akhirnya menjalin kasih"


"Apa kamu serius dengan anak saya Dion?"


"Saya serius Dad. Bahkan saya sudah melamarnya, namun dia selalu menolak lamaran saya. Bukan hanya saya, Ayah dan Bunda juga sudah melamarnya juga. Tapi tetap saja selalu ditolak oleh Anggi" ucap Dion tenang.


"Kenapa? Apa alasannya menolak lamaran kamu?" tanya Daddy Steven penasaran.


"Alasannya cuma satu Dad. Anggi hanya ingin dinikahkan oleh orang tua kandungnya. Dia tidak ingin yang menikahkan nya wali hakim. Sebenarnya saya sudah membantu Anggi mencari orang tua kandungnya, namun tetap saja hasilnya nihil. Karena petunjuk kita hanya kalung yang dipakai olehnya" jelas Dion


Daddy Steven terharu mendengarnya. Ia tak menyangka kalau anaknya menunggunya selama ini.


"Sebenarnya saya sudah curiga ketika melihat berita tentang keluarga Daddy yang kembali ke Indonesia" lanjut Dion.


"Curiga?" tanya Daddy Steven tak mengerti.


"Iya saya melihat berita itu. Saya juga tau berita itu dari atasan saya Dad. Dia yang menaruh kecurigaan pertama. Lalu ia menghubungi saya. Kami langsung mencocokkan berita tentang anda yang kehilangan anak anda. Dengan cerita Anggi yang kami tau. Kami juga menerka apakah nama yang ada di jet pribadi anda itu memang nama Anggi. Setelah kami yakin kalau anak yang anda maksud itu adalah Anggi. Saya langsung menuju ke apartemen nya" jeda Dion yang menerawang hari dimana ia melihat Anggi menangis terisak melihat berita itu.


"Saya mendapati Anggi sedang terisak di kamarnya melihat berita tentang keluarga Danuarta. Bahkan dia juga menebak kalau kalian adalah keluarganya. Namun dia tak mau mengambil kesimpulan. Biarlah semua terbongkar dengan sendirinya" lanjut Dion. Ia melihat kearah Daddy Steven yang sudah meneteskan air mata.


"Iya kami dulu mencarinya selama 4 tahun tapi tak ada hasil. Kami tak tau kemana rekan bisnis Daddy membawa Anggi. 4 tahun juga Mommy Rianti terus terusan sakit dan menyalahkan dirinya. Namun di tahun kelima kami mendapatkan kepercayaan lagi dari Allah. Mommy hamil Thomas. Karena Daddy tidak mau kejadian penculikan itu terulang lagi. Jadi Daddy membawa Mommy ke London. Kami menetap disana" jelas Daddy Steven.


"Kehadiran Thomas sedikit membuat pikiran Mommy nya terbagi. Dia sudah jarang memikirkan Anggi lagi. Tapi Daddy tetap menyuruh para pengawal untuk mencarinya. Sampai seminggu yang lalu kami baru mengetahui keberadaan Anggi" lanjut Daddy Steven yang menatap Thomas yang sedang bermain dengan anak anak panti.


"Lalu bagaimana kelanjutan hubungan kalian?"


"Saya belum membicarakannya lagi Dad. Nanti setelah kondisinya sudah tenang, saya akan melamar Anggi lagi. Saya tidak ingin merebut Anggi dari keluarga yang baru saja ia jumpai" ucap Dion dengan senyum tipisnya.


"Terima kasih Dion sudah mau mengerti keadaan kami" ucap Daddy Steven tulus.

__ADS_1


"Oiya apa kalian mendapat undangan dari AD Grup?"


"Iya Dad. Kami akan datang keacara itu. Apa Daddy juga mendapatkan undangan itu?" tanya Dion penasaran.


"Iya. Martin adalah teman kuliah Daddy dulu"


"Berarti Daddy juga berteman dengan Tuan Doni Abraham?"


"Iya kami bertiga berteman dekat dulu walau pun kami berbeda jurusan. Karena setau Daddy, Doni dulu mengambil jurusan kedokteran. Bagaimana kamu kenal dengannya?"


"Doni Abraham mertua atasan saya Dad. Breena menikah dengan Dayyan sebulan yang lalu" jelas Dion.


"Waaahhh ternyata dunia kita sempit sekali. Daddy juga sudah lama tidak bertemu dengan Doni. Tapi bukannya putri nya Doni itu menjalin hubungan dengan anak bungsunya Martin?"


"Apa Daddy tidak mengetahui cerita tentang hubungan mereka yang sudah lama kandas?" tanya Dion yang dijawab langsung dengan gelengan kepala.


"Setau saya Brian berselingkuh dengan sahabat nya Breena. Breena mendapati mereka sedang memadu kasih didalam kamar apartemen Brian. 3 tahun waktu yang digunakan Dayyan untuk menunggu Breena. Dan akhirnya setelah dirasa cukup Dayyan langsung melamar Breena ke Om Doni"


"Bagaimana kamu tahu cerita itu?"


"Karena saya yang menyelidikinya Dad. Jadi saya tau semua nya. Bahkan ketika Breena memutuskan hubungan mereka diacara pertunangan mereka. Keluarga Martin tidak ada memberikan belaan sedikit pun. Mereka diam dan memperhatikan Breena dihujat oleh para tamu"


"Oh Tuhan. Daddy tak menyangka dengan berita ini. Bagaimana bisa Martin melakukan itu. Pada hal Martin banyak berhutang budi dengan keluarga Doni" ucap Daddy Steven tak menyangka dengan kelakuan sahabatnya.


Mereka berdua pun kembali berbincang sampai membahas masalah bisnis.


...----------------...


Sementara itu di perusahaan AD Grup tengah sibuk mengurus persiapan acara ulang tahun perusahaan itu.


Tuan Martin tidak lagi memikirkan ancaman yang dilakukan oleh sahabatnya. Karena sudah beberapa hari setelah ia tidak melakukan apa yang diminta oleh sahabatnya. Tapi tidak ada pergerakan dari sahabatnya yang akan membongkar semuanya.


Karena itulah ia merasa sudah aman. Jadi ia akan fokus dengan acara ulang tahun perusahaannya.


Semua persiapan sudah 95%, dan nanti malam adalah puncak acaranya.


Ia akan memperkenalkan Quin sebagai cucunya. Tetapi ia tidak akan mengatakan siapa Ibu dari Quin.


Sedangkan di butik langganan keluarga Mommy Aletha sedang terjadi huru hara. Semua pegawai butik dibuat kewalahan karena mempersiapkan baju yang akan digunakan oleh keluarga Mommy Aletha.


"Quin tidak suka gaun nya Oma" protes Quin.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Kaunnya terlalu pendek Oma. Daddy tidak suka Quin menggunakan baju yang pendek seperti ini" ucap Quin.


"Baiklah kita ganti yang lain iya. Gaun yang sedikit lebih panjang dari ini" ucap Oma Aletha mengalah karena cucunya sudah dalam mode ngambek.


"Mbak tolong carikan gaun yang warna nya sama dengan saya. Tapi sedikit lebih panjang dari yang ini iya" ucap Mommy Aletha sambil memberikan baju yang tadi dicoba oleh Quin.


"Baik Nyonya. Tunggu sebentar"


Lalu si pegawai butik itu pun mencari gaun yang lain.


"Ini Nyonya. Saya rasa ini cocok untuk Nona kecil" ucap si pegawai sambil menyerahkan gaun yang baru saja ia temukan.


"Kita coba dulu iya sayang" ajak Oma Aletha.


Quin pun mengikuti Oma nya keruang ganti. Setelah mengenakan gaun yang baru saja diberikan. Quin merasa cocok dengan gaun itu.


"Ini aja Oma. Quin suka" ucap Quin senang.


"Baiklah sekarang ayo kita bayar. Terus kita kesalon"


Selesai dengan urusan dibutik. Mommy Aletha dan Quin pun menuju kesalon langganan Mommy Aletha. Disana baik Mommy Aletha mau pun Quin dirias secantik mingkin.


...----------------...


Berbeda dengan keluarga Martin yang sedang mempersiapkan acara pesta ulang tahun perusahaan nya.


Saat ini Doni dan Dayyan sedang melakukan pertemuan rahasia mereka disebuah restauran.


Mertua dan menantu itu kompak untuk membongkar semua fakta yang sebenarnya terjadi dulu antara Breena dan Brian.


"Bagaimana Pah. Apa kita lakukan di acara mereka?"


"Iya. Papa membiarkan mereka beberapa hari ini untuk membuat mereka berpikir kalau Papa tidak mungkin melakukan itu pada keluarga mereka" jawab Papa Doni sambil tersenyum menyeringai.


"Aku juga Pah. Aku akan memberikan hadiah yang tak pernah disangka sangka oleh keluarga mereka"


"Apa kamu punya bukti untuk menjatuhkan keluarga mereka?"


"Iya Pah. Aku akan memutar video anak mereka yang sedang memadu kasih dengan mantan istrinya dulu. Aku juga memiliki bukti yang lainnya juga" jelas Dayyan.


"Iya kita lakukan nanti malam setelah mereka mengenalkan cucu mereka itu" putus Papa Doni.


Setelah mendapati kesepakatan. Mertua dan menantu itu pun akhirnya memilih kembali ke rumah mereka masing masing. Mereka tak ingin membuat istri istri mereka curiga

__ADS_1


__ADS_2