Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Rezeki si Pemilik Warung


__ADS_3

Hampir satu jam lebih mereka menunggu pesanan Dayyan selesai di bungkus. Semua pesanan di susun rapi di dalam beberapa kardus. Rencana nya Dayyan akan membagi kan bakso bakso itu sama santri santri Abah nya.


"Permisi Tuan. Pesanan Tuan sudah selesai" ucap pemilik warung itu ketika berdiri di samping Dayyan yang sedang bermain dengan Deera.


"Oohh iya Pak. Tolong serah kan sama pria pria yang memakai baju hitam itu Pak. Biar mereka saja yang menyusun di mobil nanti nya" ucap Dayyan sopan.


"Baik Tuan"


Setelah mengatakan itu, pemilik warung pun meminta bantuan karyawan nya untuk mengangkat kardus tersebut dan memberikan nya pada para bodyguard.


"Oke Gue bayar dulu" ucap Dayyan yang berinisiatif membayar semua pesanan mereka tadi.


"No Gue aja yang bayar" ucap Brian yang bersiap mengambil dompet nya.


"Nggak bisa, biar Gue yang bayar" ucap Ansel yang juga bersiap mengambil dompet nya.


"Enak aja Gue yang bayar. Mana mau gue makan gratis. Apa lagi ini yang ngidam kan anak gue" ucap Dion yang juga tak terima kalau apa yang di makan nya dibayarin orang. Karena dia yang ngajak makan di warung bakso ini, sebab istri nya tiba tiba ngidam.


"Nggak bisa. Gue yang bayar. Ya kali gue ngajak Nova makan tapi malah di bayarin orang lain. Malu lah. Nyar di kira Quin, gue Ayah yang pelit lagi" ucap Angga yang juga tak mau di anggap makan gratis.


"Kenapa kalian berdebat. Uda biar aku aja yang bayar" ucap tunangan Anita.


"Nggak ada. Tetap gue yang bayar. Kan gue yang mesan banyak bakso untuk santri nya Abah" ucap Dayyan yang masih kekeh ingin membayar nya.


Para istri pun memijat pangkah hidung mereka. Mereka pusing melihat perdebatan para suami mereka yang tak ada yang mau mengalah.


"Sttooopppp" teriak Breena yang mulai jengah.


"Sini kartu kalian semua" ucap Breena yang sudah menodong kan tangan nya ke arah para lelaki.


Satu persatu mereka mengeluar kan card mereka. Dan semua card yang di serah kan membuat Breena pusing kembali. Bagaimana bisa mereka kompak memberikan Black Card yang bertulis kan American Express itu ke tangan Breena.


"Kita cuma mau bayar bakso bukan beli satu mall, kenapa kalian berenam memberikan kartu ini?" tanya Breena tak percaya.


Hehehehehe


Ke enam lelaki itu hanya menyengir saja. Mereka tak tau mau menjawab apa. Breena geleng geleng kepala melihat keenam nya.


Breena langsung memanggil pemilik warung tersebut.

__ADS_1


"Pak"


"Iya Nona, ada yang bisa di bantu?"


"Pak, disini bisa bayar pakai kartu?" tanya Breena sopan.


"Bisa Nona. Sebentar saya ambil kan dulu mesin nya"


"Tidak usah Pak. Ini Bapak pilih saja mana yang mau Bapak pakai" ucap Breena sambil menyodor kan keenam kartu tadi.


Si pemilik warung pun tampak bingung. Bagaimana bisa dia disodor kan enam kartu sakti itu.


"Ambil salah satu nya untuk membayar semua tagihan kami tadi Pak" ucap Breena yang melihat kebingungan si pemilik warung.


Dengan tangan yang bergetar si pemilik warung pun mengambil kartu yang beradi di barisan ke empat.


"Saya ambil yang ini iya Nona" ucap si pemilik warung ragu.


"Iya Pak. Langsung di selesai kan aja pak pembayaran nya. Biar nggak ada lagi perdebatan di antara mereka berenam." ucap Breena sambil melirik ke arah ke enam lelaki yang memasang raut wajah berbeda beda.


Setelah mendapat perintah dari Breena, pemilik warung itu pun langsung melakukan pembayaran yang di minta Breena.


Di mulai dari Brian, Dion, Angga, Tunangan Anita dan Ansel mengambil kartu mereka masing masing. Kemudia. Mereka melihat ke arah Dayyan yang menampil kan senyum kemenangan nya.


"Dari tadi kan ida gue bilang biar gue aja yang bayar, tapi kalian nggak percaya. Kaya gini tetap aja kan gue juga yang bayar" ucap Dayyan dengan bangga nya.


Kelima lelaki yang lain hanya melongoskan wajah nya ke arah lain. Mereka jengah melihat wajah kemenangan nya Dayyan.


Di meja Anita dan Syeril. Terlihat Syeril yang masih sedikit syok melihat apa yang terjadi di depan mata nya.


"Lo kenapa Syer?" tanya Anita yang khawatir dengan raut wajah Syeril.


"Nit, apa setiap orang kaya akan seperti itu kalau lagi makan, mereka akan berebut untuk membayar nya?" tanya Syeril dengan wajah polos nya.


Anita pun tertawa mendapat kan pertanyaan itu. Temen nya yang satu ini begitu polos di mata nya.


"Iya terkadang memang seperti itu Syer. Karena di pertemanan kami siapa pun bisa membayar semua pesanan makanan nya. Tak harus siapa yang ngajak ngumpul dan makan yang harus membayar. Maka nya setiap kumpul pasti ada aja perdebatan siapa yang mau bayar. Apa yang di lakukan Breena memang seperti itu setiap kumpul. Dia selalu mengumpul kan Kartu mereka masing masing. Dan pelayan lah yang akan memilih kartu mana yang akan di gunakan untuk menyelesai kan pembayaran nya" ucap Anita menjelas kan.


Syeril pun mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


"Walau pun yang di bayar mahal Nit. Nggak ada yang protes gitu?" tanya Syeril lagi.


"Iya Syer. Kamu tau sendiri kan mereka para pengusaha. Uang nya banyak. Jadi nggak ada yang mempermasalah kan seberapa banyak yang harus mereka bayar" ucap Anita tenang.


"Kira kira ini habis berapa iya Nit?" tanya Syeril yang penasaran.


"Iya kamu hitung aja deh, satu porsi nya Rp. 20.000 X 1.000 berapa. Belum lagi yang kita semua makan. Kamu kali kan sendiri aja deh"


"Duuhh pusing Nit. Itu banyak banget nol nya" ucap Syeril yang mendapati kekehan dari Anita.


Si pemilik warung itu pun datang dan memberikan struk pembayaran nya, serta kartu yang di ambil nya tadi.


"Terima kasih Tuan" ucap Pemilik warung dengan senyum bahagia nya.


"Sama sama Pak. Kalau begitu kami permisi dulu. Assalamualaikum" ucap Dayyan dan yang lain nya.


"Wa'alaikum salam. Terima kasih Tuan Nona atas rezeki nya hari ini" ucap si pemilik warung senang.


"Sama sama Pak." ucap Brian sambil menepuk bahu pemilik warung.


"Apa sudah selesai?" tanya Brian sama bodyguard nya yang sudah menunggu di samping mobil Brian.


"Sudah Tuan. Sudah kami masuk kan di beberapa bagasi mobil kita semua Tuan"


"Baik lah, ayo kita lanjut kan perjalanan kita" ajak Brian.


Mereka semua pun akhir nya memasuki mobil masing masing. Dan kembali Dayyan memimpin perjalanan mereka di barisan paling depan.


Selepas kepergian mereka. Istri pemilik warung itu menghampiri suami nya.


"Pak, kira kira siapa iya mereka? Kenapa mereka sampai membungkus 1.000 porsi bakso juga iya?" tanya istri pemilik warung.


"Bapak kurang tau siapa mereka semua Bu. Tapi dari yang Bapak tau saat melakukan pembayaran. Kartu yang Bapak pegang itu milik Dayyan Pratama, CEO Pratama.Corp. Berarti mereka perkumpulan pengusaha Bu" jelas si pemilik warung.


"Mungkin Pak. Alhamdulillah iya mereka memborong bakso kita Pak. Rezeki kita hari ini" balas istri nya.


"Iya Bu. Ayo bantu Bapak dan yang lain nya beres beres. Bakso kita uda habis. Nanti Bapak mau kasih bonus sama karyawan kita. Gimana menurut Ibu?"


"Boleh Pak"

__ADS_1


__ADS_2