Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pernikahan Anggi dan Dion


__ADS_3

Setelah kepergian sebagian rombongan, Breena, Dayyan, Dion, Anggi, Ani, Brian dan Ansel pun menikmati liburan mereka di beberapa pulau terdekat dengan pulau pribadi milik Breena.


Ansel bersenang senang selama liburan mereka disana. Ia melupakan segala nya. Melupakan tentang pekerjaan nya. Dan yang utama melupakan tentang masalah percintaan nya yang harus kandas.


Hari ini mereka akan kembali ke Jakarta. Karena Daddy Martin di lagi perjalanan bisnis ke Inggris. Dan Daddy Steven juga perjalanan bisnis ke Inggris. Jadi mereka memutuskan menggunakan pesawat umum.


Breena dengan manja bergelayut mesra di lengan Dayyan. Walau oun sedikit risih tetapi Dayyan tak berani menolak keinginan istri nya.


Saat menunggu di bandara, mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung. Bahkan banyak yang melirik dan mencuri curi pandang pada ke empat pria tampan dan mapan itu.


Karena itu lah Breena bergelut manja di lengan kekar suami nya. Sedangkan Anggi cemberut melihat Dion yang ditatap sepeeti itu oleh wanita lain.


Jangan tanya bagaimana ekspresi Ani. Dia pun sebenarnya cemburu dan kesel. Tapi ia hanya bisa menunduk sambil memangku Quin.


 


Seminggu berlalu hari ini adalah hari pernikahan Anggi dan Dion.


Di sebuah hotel mewah milik keluarga Danuarta. Semua keluarga sudah berkumpul. Bahkan keluarga Daddy Steven yang ada diluar negeri pun datang juga.


Malam sebelum pernikahan, semua keluarga memeluk Anggi. Mereka menangis begitu melihat Anggi berada di tengah tengah keluarga mereka lagi.


Saat ini Anggi sedang di make up oleh MUA terkenal. Didalam kamar hanya ada Breena dan Ani yang menemani Anggi.


"Gimana perasaan nya Mbak?" tanya Breena sambil memainkan ponsel nya.


"Deg degan Bree. Apa seperti ini iya yang kamu rasain dulu?" tanya Anggi menatap Breena dari balik kaca cermin nya.


"Breena nggak merasakan itu kak" jawab Breena menunduk.


"Kenapa?" tanya sang MUA.


"Kan Breena sama Mas Dayyan nikah waktu itu belum punya perasaan Mbak. Jadi iya biasa aja waktu nikah"


"Terus kalau sekarang?" goda Anggi sambil memainkan alis mata nya naik turun.


"Jangan ditanya lagi Kak. Uda bucin akut" jawab Ani.


"Mbak Ani kok gitu sih. Kan Breena jadi malu" rengek Breena sambil memeluk lengan Ani.


"Kan memang bener Bree. Kamu sama Dayyan itu sama sama bucin akut" ucap Anggi terkekeh geli.


Belum sempat menjawab, pintu ruangan Anggi terbuka. Di pintu itu masuk Mommy dan Daddy nya Anggi.


"Sayang" panggil mereka membuat atensi Anggi teralihkan kearah mereka.


"Kamu cantik sekali nak. Dion beruntung mendapatkan kamu" puji Mommy Rianti memuji kecantikan Anggi.


"Anggi cantik juga karena mempunyai Mommy yang cantik" puji Anggi balik sambil memeluk Mommy nya.


"Keluarga Dion uda datang sayang. Apa kamu sudah siap dipersunting Dion?" tanya Daddy Steven.

__ADS_1


"Anggi siap Dad" ucap nya dengan senyum yang mengembang.


"Daddy berharap rumah tangga kalian nanti bahagia selalu. Jangan pernah melawan suami kamu sayang. Maaf kan Daddy karena baru menemukan mu setelah sekian lama ini. Bukan kami yang tak mau mencarimu langsung. Kami hanya takut kejadian punculikan mu terjadi juga dengan Thomas" ucap Daddy Steven dengan mata yang berkaca kaca.


"Jangan di ungkit lagi Dad. Anggi tidak pernah mempermasalah kan itu Dad. Anggi bahagia telah berjumpa dengan keluarga kandung Anggi. Hanya itu yang Anggi ingin kan dari dulu Dad" ucap Anggi tersenyum manis.


Mommy dan Daddy Anggi pun langsung memeluk Anggi. Menyalur kan rasa sayang mereka.


"Apakah kalian melupakan anak kalian yang tampan ini?" tanya Thomas yang sudah berapa di depan pintu kamar Anggi.


"Oohhh ayo sini Boy. Apa kau tak mau memeluk kakak mu yang cantik ini" goda Anggi.


Tanpa menjawab Thomas langsung memeluk tubuh Anggi. Dia memeluk erat tubuh kakak nya.


"Kak setelah menikah nanti, apa kau akan tinggal bersama kami?" tanya Thomas yang masih berada di pelukan Anggi.


"Tidak dek. Kakak akan ikut bersama Mas Dion. Kami uda sepakat akan tinggal di rumah Ayah dan Bunda untuk sementara waktu" jelas Anggi sambil mengelus kepala adik nya.


"Jadi Kakak tidak akan tinggal bersama kami?" tanya Thomas sedih.


"Tidak. Tapi nanti setiap sabtu minggu kami akan menginap di mansions"


"Benarkah?" tanya Thomas antusias.


"Iya adek kakak yang paling tampan" ucap Anggi gemas melihat adik nya.


"Iya uda Daddy mau keluar dulu. Acara sebentar lagi akan dimulai. Nanti kamu keluar kalau uda ada yang manggil iya sayang" ucap Daddy Steven sambil mencium kening anak nya.


"Iya Dad" jawab Anggi yang kemudian membalas mencium pipi Daddy nya.


"Oke siap laksanakan Kapten" ucap Breena sambil memberi hormat.


Daddy Steven, Mommy Rianti dan Thomas pun keluar menuju ke ball room hotel tempat dilaksanakan nya akad nikah Anggi dan Dion.


Sampai disana Daddy Steven melihat Dion yang sedang gusar dan gugup. Ia pun menghampiri calon menantu nya yang beberapa menit lagi akan menjadi menantu nya.


"Kau gugup Dion?" tanya Daddy Steven dwngan tatapa dingin nya. Membuat Dion semakin gugup.


"I-iya Dad"


"Kenapa? Apa kau tak menghafal nama anak ku?" tanya Daddy Steven dengan sorot mata mengintimidasi Dion.


"Ha - hapal Dad" jawab nya seraya menunduk.


"Baik lah kalau kau hafal, kalau begitu ayo kita mulai" ajak Daddy Steven.


Dengan diarahkan oleh penghulu yang masih muda itu pun, acara segera dilaksanakan. Penghulu itu meminta Dion untuk menjabat tangan Daddy Steven.


Dengan gugup dan gemetar, Dion mengulurkan tangan nya menjabat tangan Daddy Steven.


"Wwaahh seperti nya calon pengantin pria kita terlihat gugup Tuam Steven. Kalau begini apa boleh saya saja yang menggantikan posisi nya Tuan?" canda sang penghulu yang mendapatkan teriakan dari para tamu.

__ADS_1


"Iya jangan dong Pak. Saya menunggu sampai saat ini itu butuh waktu bertahun tahun Pak" protes keras dari Dion.


"Oke kalau begitu kita buktikan apa yang kamu tunggu ini akan menjadi milik mu atau jadi milik saya" ucap Pak Penghulu itu disertai kekehan kecilnya.


"Oke apa kamu sudah siap Pak Dion?" tanya sang Penghulu serius.


"Insya Allah siap" jawab Dion mantap.


"Saudara Dion Wijaya" panggil Daddy Steven.


"Saya" jawab Dion lantang.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Dion Wijaya bin Hermawan Wijaya dengan anak saya yang bernama Anggita Maharani Danuarta dengan mas kawin 10 gram logam mulia dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Daddy Steven sambil menghentakkan genggaman tangan nya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Anggita Maharani Danuarta binti Steven Danuarta dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" jawab Dion dengan suara lantang dan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah" ucap semua orang ketika mendengar kata sah diucapkan oleh saksi dan para tamu.


"Alhamdulillah mulai sekarang Pak Dion sudah sah menjadi suami dari Anggita, dan menantu bagi Tuan Steven" ucap Pak Penghulu.


Didalam kamar Anggi meneteskan air matanya ketika mendengar Dion mengucapkan kabul dengan satu tarikan nafas.


"Selamat Mbak Anggi. Selamat menempuh hidup baru. Semoga sakinnah mawaddah warohmah. Langgeng sampai nenek cucu" ucap Breena dengan tulus.


"Terima kasih Dek" balas Anggi.


"Selamat Mbak. Selamat berbahagia. Semoga sakinnah mawaddah warohmah antill jannah" ucap Ani mendoakan dengan tulus.


"Terima kasih Ani"


Tiba tiba pintu kamar Anggi terbuka, dan muncullah Mommy Rianti dan Bunda Aisyah. Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju kearah Anggi.


"Mommy, Bunda" ucap Anggi yang semakin tak bisa menahan tetesan air mata nya agar tak keluar kembali.


Mommy Rianti dan Bunda Aisyah pun tersenyum hangat.


"Selamat menempuh hidup baru sayang. Semoga kamu bahagia selalu. Dilimpahi kasih sayang oleh suami kamu. Sakinnak mawaddah warohmah. Mommy sangat menyayangimu nak" ucap Mommy Rianti dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Terima kasih Mommy. Terima kasih doa nya. Terima kasih tidak pernah melupakan keberadaan Anggi di hidup Mommy" ucap Anggi tulus.


"Selamat bahagia sayang nya Bunda. Selamat datang dikeluarga sederhana kami. Semoga pernikahan kamu sakinnah mawaddah warohmah. Bunda bahagia kamu sekarang uda jadi anak Bunda" ucap Bunda Aisyah tulus.


"Terima kasih doa doa nya Bunda Mommy" ucap Anggita dengan air mata yang terus berderai membasahi pipi nya.

__ADS_1


"Jangan nangis sayang. Nanti cantik nya berkurang" canda Mommy Rianti.


"Ini tangis bahagia Mom. Bukan tangis kesedihan. Anggi sangat sangat bahagia hari ini Mom" ucap Anggi dengam senyum manis nya.


__ADS_2