Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Keterkejutan Bu Sisil.


__ADS_3

"Bu, lagi apa?" tanya Selvi pada Ibu nya yang sedah duduk termenung menantap begitu banyak nya orang yang sedang menghias rumah nya.


"Ibu lagi bingung Sel" lirih Ibu Sisil.


"Bingung kenapa Bu?" tanya Selvi heran.


Bukan nya sebentar lagi dia akan menikah, tapi kenapa Ibu nya justru sedang bingung. Apa lagi yang sedang di pikir kan oleh Ibu nya ini. Benak Selvi dalam hati.


"Ibu bingung. Kita kan minta acara nya sederhana saja, hanya di hadiri keluarga sama tetangga saja. Tapi kenapa malah pakai pihak WO seperti ini juga? Nanti bagaimana kita membayar nya Sel? Tabungan Ibu rasa nya nggak sanggup untuk membayar ini semua" ucap Bu Sisil yang terlihat lesu memikir kan semua nya.


"Bu, bukan nya semua yang bayar Abang iya?"


"Apa benar Juan yang akan bayar semua nya?" tanya Bu Sisil tak percaya.


"Iya Bu, yang bayar semua nya Abang. Abang nggak mau kita ribet ngurusin semua nya. Jadi abang bayar pihak WO, dari tenda, cetring sama pelaminan. Jadi kita tinggal terima bersih aja Bu" jelas Selvi hati hati.


"Bukan nya kalau seperti itu kita yang seperti merepot kan mereka? Pasti ini mahal banget. Ibu nanti coba pinjam sama Bude mu, mana tau Bude mau bantu Ibu meminjam kan uang nya untuk membantu membayar ini semua" lirih Bu Sisil merasa bersalah karena tak mampu membantu membiayai pernikahan putri nya.


"Nggak usah Bu. Ibu tenang aja. Semua nya sudah di bayar sama Abang. Jadi Ibu nggak perlu lagi memikir kan biaya apa pun" ucap Selvi meyakin kan Ibu nya.


"Tapi nak, ini terlalu mewah. Kita kan minta yang sederhana. Tapi kenapa jadi mewah seperti ini?"


"Bu, sederhana sama keluarga mereka iya seperti ini. Bahkan ini yang paling sederhana. Dulu aja waktu Mas Brian nikah sama Mbak Ani di pondok pesantren aja, mewah Bu. Walau pun hanya akad nikah nya aja. Tapi setelah akad keluarga pesantren mengadakan makan bersama dengan semua santri" jelas Selvi yang membuat Bu Sisil meganga tak percaya.


"Ja–jadi ini sama mereka sederhana?"


Selvi hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.


"Terus yang mewah nya bagaimana lagi?"


"Iya yang di gedung, atau di ball room hotel. Yang tamu undangan nya bisa sampai ribuan orang"

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan oleh anak nya Bu Sisil menatap nya tak percaya. Bagaimana bisa ia berdiri berjam jam menyambut tamu undangan yang sampai ribuan orang. Apa kabar sama kaki nya?


"Kamu serius?"


"Iya serius lah Bu. Maka nya ini itu sederhana sama mereka Bu" ucap Selvi sambil terkekeh menatap ekspresi Ibu nya.


"Uda ah lupa kan masalah ini semua Bu. Sekarang Ibu panggil Ayah sama Bude iya, bantu Selvi memilih baju seragam. Sebentar lagi Mas Ibra, Mbak Wilna sama Mommy Gantari datang. Mereka mau menanyakan baju seragaman keluarga kita"


"Baju seragamana? Untuk apa? Biasa nya juga kita pakai baju apa aja yang kita punya. Nggak pernah pake seragaman"


"Iya memang Bu. Tapi Mommy Aletha tadi tanya baju seragaman kita warna apa. Uda Selvi jelasin juga kalau keluarga kita nggak pernah pake seragaman. Jadi Mommy Aletha minta Mommy Gantari kesini untuk bahas baju seragaman."


"Duuuhhh Ibu jadi bingung sama keluarga mereka. Apa mereka nggak sayang iya sama uang, kok untuk acara akad nikahan aja sampai pakai jasa Wo sama seragaman juga"


"Mana Selvi tau Bu. Tapi memang setiap acara mereka selalu pakai baju seragam. Selvi aja juga punya baju seragaman sama seperti mereka, waktu acara aqiqahan Baby Triple K, nikahan nya Mas Brian sama nikahan nya Dion kemarin Bu"


"Aduuhhh kepala Ibu pusing mikirin nya. Jadi ini Ibu harus gimana?" tanya Bu Sisil yang kepala nya sudah cenat cenut memikir kan kelakuan keluarga calon menantu nya.


"Iya Ibu panggil Ayah sama Bude aja untuk bantu kita bahas warna baju seragaman nya. Tuh lihat mereka uda datang Bu. Cepat Ibu panggil Ayah sama Bude." pinta Selvi yang sudah melihat dua mobil mewah yang terparkir di bahu jalan rumah nya.


"Assalamualaikum calon adik ipar" sapa Wilna yang melihat Selvi sudah menunggu kedatangan mereka.


"Wa'alaikum salam Mbak. Mbak apa kabar?" tanya Selvi sambil menyalami Wilna.


"Mbak baik. Duuhh cerah iya Mom wajah nya" goda Wilna yang di sambut godaan juga dari Mommy Gantari


"Benar Wil. Cantik banget iya. Aura nya juga keluar. Duuhh pasti Juan nggak mau keluar kamar ini nanti nya. Di sekap dalam kamar terus pasti ini nanti kalau uda halal" ucap Mommy Gantari yang membalas godaan Wilna.


Wajah Selvi merona mendapati godaan dari kedua wanita beda usia itu. Sehingga membuat kedua nya pun tertawa geli. Berbeda dengan Ibra yang menggeleng kan kepala nya.


"Ayo masuk Mom, Dad, Mbak, Mas. Ibu lagi manggil Ayah sama Bude" ajak Selvi.

__ADS_1


Mereka berempat pun segera masuk. Bertepatan dengan kedatangan Ayah Ibu serta Bude nya Selvi.


"Bu Gantari, Pak Calvin. Apa kabar?" sapa Ayah Galih ketika melihat kedatangan Mommy Gantari dan Daddy Calvin.


"Alhamdulillah baik Pak Galih. Bapak sendiri bagaimana?" tanya Daddy Calvin.


"Alhamdulillah baik juga pak. Ibra , Wilna kalian apa kabar? Ayo silah kan duduk. Ada apa ini kalian datang kesini?"


"Kami baik Yah" jawab Ibra dan Wilna berbarengan.


Mereka semua pun akhir nya duduk di ruang keluarga.


"Begini Pak Galih. Kedatangan kami kesini untuk membahas baju seragaman keluarga Bapak" jelas Mommy Gantari sambil mengeluarkan I-pad nya.


"Baju seragam?" tanya Ayah Galih bingung sambil menatap ke arah anak nya.


"Iya Yah. Tadi Mommy Aletha uda nelpon Selvi, nanyak soal baju seragam. Maka nya sekarang Mommy, Daddy, Mas Ibra sama Mbak Wilna datang kesini untuk memastikan warna seragaman keluarga kita"


"Ooohhh gitu. Tapi apa perlu sampai pakai baju seragaman segala Pak, Bu?"


"Iya Pak. Biar tau membeda kan mana yang keluarga dan mana yang tamu" jawab Mommy Gantari.


"Karena acara nya tinggal beberapa hari lagi. Jadi tidak mungkin bisa menjahit baju seragaman. Jadi keluarga kami memutus kan untuk memakai baju yang sudah jadi aja. Jadi tinggal feeting untuk menyesuai kan ukuran nya. Dan kami memilih warna baby blue" ucap Mommy Gantari sambil menunjuk kan model baju yang berwarna baby blue kepada orang tua Selvi.


Mereka pun melihat beberapa model baju yang berwarna baby blue yang ada di I-pad nya Mommy Gantari.


"Bagaimana dengan kalian? Apa ada warna yang di ingin kan?" tanya Mommy Gantari.


"Ibu mau warna apa?" tanya Selvi yang melihat Ibu nya seperti sedang berpikir.


"Ibu bingung mau warna apa. Mbak warna apa iya?" ucap Bu Sisil yang bertanya pada istri kakak suami nya itu.

__ADS_1


"Bagaimana kalau warna Soft Pink?" tanya Bude Lastri.


"Bagus juga itu Bude. Warna nya lembut itu" ucap Selvi yang menyetujui warna pilihan Bude nya.


__ADS_2