Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Rujak Serut


__ADS_3

Tepat pada pukul 07:00 pagi. Semua anggota keluarga Danuarta sudah berkumpul di meja makan.


Anggi yang melihat ada rujak serut di atas meja makan sepagi ini pun merasa heran. Sedang kan Dion sudah berbinar ingin langsung memakan nya.


"Mom, kenapa sepagi ini ada rujak serut? Siapa yang mau serapan dengan itu Mom?" tanya Anggi yang heran.


"Menantu Mommy dong" ucap Mommy Rianti bangga.


"Mas. Kamu yakin sepagi ini minta rujak serut?" tanya Anggi tak percaya.


Pasal nya Anggi tak tau menahu tentang ngidam Dion yang ingin makan rujak serut dari jam 3 pagi tadi.


"Iya sayang. Mas pengen makan rujak serut dari jam 3 tadi. Tapi karena nggak mau ganggu tidur kamu, jadi Mas tahan dulu sampai subuh. Abis subuh tadi Mas lihat ke kulkas rupa nya nggak ada bahan yang bisa di buat rujak serut. Untung ada Bi Darmi yang mau beli kan bahan bahan rujak serut nya. Terus ada Mommy yang mau buat kan untuk Mas" jelas Dion dengan raut wajah yang berubah ubah hingga akhir nya wajah nya berbinar menatap rujak serut milik nya.


"Terus Mas mau langsung sarapan sama rujak serut itu?"


"Emmm aman nggak iya sayang. Kalau Mas pagi pagi sarapan itu?" tanya Dion yang takut kalau perut nya akan bermasalah kalau langsung makan rujak serut.


"Jangan langsung sarapan itu iya Mas. Mas makan nasi dulu biar perut nya nggak sakit nanti nya. Itu pasti rujak nya pedas kan?"


Dion hanya mengangguk kan kepala nya.


"Anggi benar Dion. Kamu sarapan nasi dulu baru nanti makan rujak serut nya. Atau mau di bawa ke kantor sekalian?" ucap Mommy Rianti menawar kan.


"Boleh Mom?"


"Tentu dong. Biar Mommy siap kan dulu" ucap Mommy Rianti yang langsung berdiri dan meminta salah satu pelayan nya untuk membawa kan nya tempat bekal.


Mommy Rianti pun langsung memasuk kan semua rujak serut milik menantu nya ke dalam tempat bekal. Dion yang melihat itu pun mata nya berbinar. Ia sudah tak sabar mau makan itu nanti begitu sampai di kantor.


Setelah selesai sarapan, Daddy Steven, Anggi, dan Dion pun langsung beranjak dan pamit pergi ke kantor. Dengan senyum mengembang nya Dion berjalan menuju ke mobil nya.


Thomas yang jadwal kuliah nya siang. Lebih memilih bermanja dengan sang Mommy. Ia begitu rindu dengan Mommy nya. Karena kesibukan nya yang padat membuat nya jarang sekali bertemu dengan sang Mommy.

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu, akhir nya mobil Dion pun sampai di kantor. Dion dengan bangga nya menggandeng tangan Anggi dan membawa kotak bekal nya memasuki lobby kantor. Banyak karyawan yang menatap nya heran ketika membawa kotak bekal.


Begitu sampai di lantai teratas dimana ruangan nya Dion tak langsung masuk ke dalam ruangan milik nya. Ia lebih memilih duduk di meja kerja istri nya.


Dion langsung membuka kotak bekal nya. Air liur nya serasa ingin tumpah melihat rujak serut buatan Mommy Rianti.


Dengan semangat empat lima Dion langsung memakan rujak nya. Tanpa menawar kan terlebih dahulu pada istri nya. Sedang kan Anggi yang melihat Dion yang begitu lahap memakan rujak serut nya pun hanya bisa menelan ludah nya. Anggi yang melihat saja sudha bisa menebak kalau itu pasti sangat pedas dan sangat asem.


"Enak Mas?"


"Enak banget sayang. Duuhh Mas jadi kurang kaya nya. Nanti Mas mau minta buatin lagi sama Mommy" ucap Dion sambil melahap rujak nya tanpa melihat ke arah Anggi.


Pintu lift terbuka, Dayyan keluar dari ruangan kotak bersegi empat itu. Ia melihat asisten nya duduk di meja kerja sekretaris nya.


"Ngapain disini Dion? Kenapa nggak langsung ke ruangan mu? Bentar lagi jam kerja di mulai" tegur Dayyan yang sukses membuat Dion menghentikan makan nya.


Dion hany menyengir, menunjuk kan gigi nya yang putih.


"Emm. Gue pengen makn ini rujak serut dari jam 3 pagi Ian. Tapi karena masih pagi dan istri serta mertua Gue nggak ngasih Gue makan ini dulu tadi waktu serapan. Jadi baru sekarang Gue makan nya." jelas Dion tanpa melihat kearah Dayyan.


"Iya uda Lo nikmatin aja dulu itu rujak nya. Nanti kalau uda selesai kita langsung keluar ketemu klien"


Dion hanya mengacung kan jari jempol nya. Ia masih menikmati pedas bercampur asem dari rujak serut nya.


Dayyan yang melihat tingkah Dion pun hanya menggeleng kan kepala nya. Lalu ia pun memilih masuk ke dalam ruangan nya.


Sebelum memulai pekerjaan nya. Dayyan menyempat kan menelpon istri nya terlebih dahulu. Seperti biasa sebelum ia bekerja pasti wajah cantik putri nya lah yang menjadi semangat nya.


"Bos yuk berangkat" ajak Dion membuka pintu ruangan Dayyan tanpa di ketuk.


"Kebiasaan, ketuk pintu dulu" omel Dayyan yang hanya di tanggapi dengan cengiran.


Dayyan pun langsung berdiri dan merapikan pakaian nya. Ia kemudian berjalan keluar dan di ikuti oleh Dion di belakang nya.

__ADS_1


"Berkas berkas nya bagaimana?" tanya Dayyan ketika mereka berdua sudah berada di dalam lift.


"Aman. Uda beres semua nya"


"Oke" jawab Dayyan singkat.


"Oiya, gue dengar ada tender besar dari VN Grup. Apa benar?" tanya Dion tiba tiba.


"Iya, Tuan Bayu Vernandes buat tender besar. proyek pembuatan apartemen beserta mall juga. Kenapa?"


"Kita ikut tender itu?" tanya Dion ragu.


"Belum tau. Gue belum baca lengkap berkas nya bagaimana" jawab Dayyan acuh.


"Gue uda baca semua berkas nya. Dan peserta tender itu adalah perusahaan mertua Gue, AD Grup, Admaja Corporation, Bagaskara Grup. Dan ....." jeda Dion.


"Dan?" tanya Dayyan menaik kan satu alis nya.


"Dan perusahaan milik Adinata Sajaya. Kau ingat dia tidak?"


"Adinata Sanjaya" ucap Dayyan mengingat siapa lelaki yang memiliki nama itu.


"Iya Adinata Sanjaya. Anak dari Darren Sanjaya. Kau ingat di siapa kan?" tanya Dion lagi.


"Adinata Sanjaya, salah satu teman kita saat SMA dan Kuliah dulu bukan? Yang selalu cari masalah sama gue. Karena dia pikir pacar nya gue rebut itu kan?" tanya Dayyan memastikan.


"Iya, dia orang nya" jawab Dion sambil mengangguk kan kepala nya.


"Terus masalah nya apa kalau dia ikut jadi peserta tender nanti nya?"


"Lo yakin mau ikut tender itu bareng sama dia. Lo tau sendiri kan bagaimana reputasi nya di dunia bisnis ini kan?"


Dayyan hanya menggeleng kan kepala nya. Ia tak tau menahu tentang perangai seorang Aditama Sanjaya di dunia bisnis. Dayyan juga nggak peduli dengan apa yang di lakukan lawan bisnis nya. Selagi itu tidak membahayakan nasib anak dan istri nya saja.

__ADS_1


__ADS_2