
Setelah menempuh waktu hampir 2 jam, Hamza pun sampai di depan rumah sederhana peninggalan kedua orang tua nya. Rumah yang dulu di tempati nya sebelum menikah dengan Bianca.
Hamza pun turun dari mobil, dan mulai berjalan ke depan rumah. Hamza pun masuk ke dalam dan melihat sekeliling rumah sederhana itu.
"Rumah masa kecil ku. Aku kembali" ucap Hamza lirih.
Walau pun rumah ini sudah lama tak di tempati, namun kondisi rumah ini masih bagus dan bersih. Karena Hamza selalu menyuruh orang untuk membersih kan rumah ini setiap minggu nya.
Hamza duduk di sofa ruang tamu, ia memikir kan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Ia sudah tak memiliki pekerjaan. Dan tak mungkin juga ia melamar pekerjaan. Sedangkan semua orang sudah tau tentang video nya yang sedang viral.
Hamza masih melamun memikir kan bagaimana nasib nya kedepan. Tidak mungkin dia hanya bergantung pada tabungan nya saja. Memang isi tabungan nya tidak sedikit, tetapi kalau setiap hari di pakai dan tidak ada pemasukan, sama saja tabungan nya akan habis juga.
Lelah berpikir, Hamza pun memilih untuk beristirahat sejenak.
...----------------...
Berbeda dengan Hamza, saat ini Hana sudah sudah berada di rumah nya.
Terlihat rumah nya sudah ramai oleh para pelayat. Namun Hana tak mempedulikan itu. Ia tetap berjalan menuju ke kamar nya. Ia malas berada di ruangan yang sama dengan Mama dan Almarhum Papa nya.
Para tetangga yang melihat kelakuan Hana hanya bisa mengelus dada nya. Mereka tak percaya, Hana yang terkenal sebagai Ustadzah dulu akan berubah 180 derajat. Hana yang terkenal baij justru sekarang terlihat sombong.
Bisik bisik pun terjadi di tengah tengah kesedihan yang mendera Bu Risty.
'Lihat lah kelakuan nya si Hana. Dia sudah berubah banget. Setelah pergi berbulan bulan, ketika kembali ia sudah seperti itu'
"Iya kamu benar. Pakaian nya saja sekarang sudah yang terbuka semua. Seperti pakaian yang belum jadi karena kekurangan bahan'
'kalian sudah pada tau belum sih kalau si Hana itu sedang viral' ucap salah satu ibu ibu yang sedari tadi mendengarkan ucapan teman teman nya.
__ADS_1
'iya aku uda tau. Gila si Hana melakukan nya sama pria tua yang sepantas nya di panggil Ayah'
'yang aku dengar juga gitu. Dia bahkan menjebak pengusaha yang sudah beristri untuk bertanggung jawab dengan janin nya. Pada hal pengusaha itu tidak pernah menyentuh nya'
'kalian pasti tidak akan menyangka, kalau yang di jebak oleh Hana itu adalah putra Kyai Arsya. Kalian tau kan Gus Dayyan itu seperti apa. Mana mungkin dia mau masuk ke perangkap nya si Hana. Sementara istri nya aja seeprti bidadari.'
'Kalau aku jadi istri nya Gus Dayyan, uda aku jambak jambak itu si Hana. Nggak tau malu banget dia nya'
Bisik bisik itu pun terus berlanjut. Mereka menggosip kan Hana tepat di depan Bu Risty. Sementara Bu Risty yang mendengar itu hanya bisa menunduk kan kepala nya. Ia malu kepada masyarakat yang ada di sekitar rumah nya. Karena perbuatan putri nya itu.
...----------------...
Di Jakarta keluarga pengusaha itu kembali berkumpul untuk melanjut kan rencana mereka. Mereka memilih berkumpul di rumah mewah Doni Abraham.
Kali ini hanya para suami yang berdiskusi. Sementara para wanita memilih berkumpul di halaman belakang.
"Hari ini Pak Andi meninggal dunia karena gagal jantung. Atau bisa di bilang dia terkena serangan jantung karena melihat video viral anak nya. Dia jatuh tak sadar kan diri dan di bawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit nyawa Pak Andi tidak bisa di selamat kan" jelas Daddy Steven
"Kapan dia akan di makam kan?" tanya Dayyan.
"Besok pagi pukul 09:00 pagi" ucap Daddy Steven sengaja menjeda ucapan nya.
"Sesuai dengan rencana awal kita. Kita akan ke rumah Hana untuk memberikan nya pelajaran yang setimpal. Sebisa mungkin kita pura pura tidak tau tentang viral nya video dia. Dan jangan lupa kita bawa dokter kandungan juga untuk membaca kan hasil USG nya kemarin" lanjut Daddy Steven.
"Lalu bagaimana dengan pria itu?" tanya Papa Doni.
"Dia di cerai oleh istri nya. Dan di usir dari mansion mewah itu. Dan sekarang dia kembali ke rumah sederhana milik orang tua nya"
"Oke kalau begitu kita berangkat sekarang. Ayo kita balas perbuatan si Hana itu" ajak Papa Doni semangat.
__ADS_1
Para suami pun meminta izin untuk pergi ke Bandung pada para istri. Terutama Dayyan. Ia bahkan memeluk erat tubuh istri nya. Walau pun terhalang oleh perut buncit nya sang istri.
Setelah mendapat kan izin. Mereka semua menggunakan dua buah mobil. Mereka juga di kawal oleh empat mobil anak buah Daddy Steven.
...----------------...
Di Bogor, Bianca masih berpikir bagaimana ia akan menyelamat kan perusahaan peninggalan Daddy nya itu. Ia sudah berusaha mencari investor. Namun belum ada satu pun investor yang mau bergabung dengan perusahaan nya. Hal ini membuat nya semakin kebingungan.
"Aku akan ke Jakarta untuk bertemu dengan para pengusaha itu. Terutama CEO Pratama.Corp dan Doni Abraham. Aku akan meminta maaf kepada mereka dan berusaha membujuk agar mereka mau kembali menanam saham nya di perusahaan Daddy" ucap Bianca penuh tekat.
Kemudian ia pun bergegas menyiapkan baju baju nya selama disana nanti nya. Nanti malam ia kan mengungkap kan apa yang akan ia lakukan untuk menyelamat kan perusahaan Daddy nya kepada kedua anak nya. Semoga saja rencana nya itu berhasil.
...----------------...
Kembali ke Bandung.
Saat ini mobil yang di kendarai para pengusaha itu sudah memasuki hamalam rumah Pak Andi. Mereka semua turun dan langsung masuk ke dalam rumah Pak Andi.
Begitu masuk. Bu Risty segera menghampiri mereka. Ia bersujud dan memohon ampun kepada Kyai Arsya, terlebih kepada Dayyan.
"Kami turut berduka atas meninggal nya Pak Andi, Bu Risty. Selain itu kami akan membawa putri mu untuk mempertanggung jawab kan semua yang dia lakukan kepada anak dan menantu ku" ucap tegas Abah Arsya.
"Tolong maaf kan putri saya Pak Kyai" pinta Bu Risty.
"Tidak segampang itu Bu. Anak saya menderita setelah anak Anda mengatakan telah di tiduri dan di hamili oleh menantu saya. Apa kamu pikir saya akan diam saja. Tidak Bu. Karena ini bukan kali pertama nya anak Ibu melakukan ini kepada putri saya" ucap Papa Doni penuh penekanan.
"Kita akan bahas ini lagi setelah jasad Pak Andi sudah di makam kan Bu Risty. Kalau begitu kami akan menunggu di luar"
Setelah mengatakan itu mereka semua keluar dari rumah Bu Risty dan menunggu di luar. Daddy Steven pun meminta anak buah nya untuk berjaga jaga, agar Hana tak bisa kabur dari kejaran mereka.
__ADS_1