Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Berkumpul Di Ruang Rapat


__ADS_3

Setelah mengatakan itu, para peserta rapat pun kembali melanjut kan perbincangan mereka.


Topik perbincangan mereka tidak jauh jauh. Masih seputar tentang putri Tuan Jonathan Admaja yang tidak tau entah dimana keberadaan nya. Mereka membuat spekulasi sendiri.


Ada yang bilang kalau putri Tuan Jonathan juga meninggal saat satu keluarga itu kecelakaan dulu.


Ada juga yang bilang kalau putri Tuan Jonathan itu masih hidup. Tetapi tidak tau entah dimana sekarang keberadaan nya.


Ada juga yang bilang kalau sebenar nya putri Tuan Jonathan memang sengaja di sembunyi kan.


Entah lah mereka semua yang ada di dalam ruangan itu masih menduga duga. Dimana sebenar nya keberadana putri Tuan Jonatham Admaja itu.


Suasana ribut dan ramai di dalam ruang rapat itu, berbeda dengan suasana yang ada di Lobby perusahaan itu.


Bagaimana tidak. Dayyan yang baru saja turun dari mobil nya pun berjalan dengan santai nya memasuki perusahaan itu. Perusahaan yang seharus nya milik adik angkat nya. Namun di kuasai oleh Paman tiri nya.


Dayyan yang datang bersama dengan Dion pun menjadi pusat perhatian para karyawan wanita disana. Ketampanan kedua pria yang sudah memiliki pawang nya di rumah itu tidak bisa di ragu kan lagi.


Double D itu pun berhenti di depan seorang resepsionis yang terpana melihat ketampanan mereka.


"Permisi Mbak. Saya mau nanya. Dimana letak nya ruang rapat untuk rapat pemegang saham hati ini?" tanya Dion sopan.


Sang resepsionis pun hanya terdiam. Dia masih terpana menatap dua makhluk Tuhan yang sangat tampan dan gagah di hadapan nya. Sampai deheman keras Dayyan membuyar kan lamunan nya.


"EKHEM"


Resepsionis itu tersadar, ia malu karena ketahuan menatap klien bos nya.


"Iya Tuan, ada yang bisa dibantu?" tanya nya dengan nada genit nya.


"Ck. Saya tanya ruang rapat ada dimana?" ucap Dion datar.


"Ada di lantai 10 Tuan. Anda bisa menaiki lift khusus CEO untuk menuju ke lantai 10 Tuan" ucap sang resepsionis itu.

__ADS_1


"Terima kasih"


Setelah mengatakan itu, Double D itu pun langsung berjalan ke lift yang di beri tahu sang resepsionis.


Sesampai nya di lantai 10, dan di depan ruang rapat. Dion mengetuk pintu ruang rapat.


Tok


Tok


Tok


Setelah mengetuk tiga kali, Dion langsung membuka pintu sebelum di persilah kan. Kemudian Dayyan pun masuk ke dalam ruangan itu.


"Maaf kalau saya terlambat" ucap Dayyan sopan menatap datar kearah semua peserta rapat.


Lalu tatapan mata nya berhenti di Arsenal serta anak dan istri nya. Tatapan itu pun berubah menjadi dingin dan tajam. Aura yang di keluar kan Dayyan mampu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terintimidasi. Sebab selain tatapan Dingin dan tajam. Juga ada tatapan kemarahan dan kebencian di mata Dayyan.


"Maaf Tuan. Kalau saya boleh tau, Tuan dari perusahaan mana?" tanya salah seorang pemegang saham. Karena baru kali ini ia bertemu dengan Dayyan.


"Perkenal kan saya Dayyan Pratama. Saya dari Pratama.Corp. Saya salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ini" jelas Dayyan.


"Selamat bergabung di perusahaan ini Tuan. Saya juga berpikir, siapa Anda sebenarnya sampai Anda juga harus ikut dalam rapat pemegang saham ini. Ternyata Anda juga salah satu pemegang saham disini" ucaap Arsenal semanis mungkin.


"Iya, Anda baru melihat saya. Karena Anda sibuk mencari seseorang. Sehingga Anda tidak pernah tau siapa saja yang pemegang saham disini. Dan perlu Anda tau, saya menanam saham saya disini bukan dalam jumlah yang kecil. Sehingga Anda bisa melupakan saya begitu saja. Anda tau, ketika saya menarik saham saya disini, saya jamin dalam hitungan jam perusahaan ini akan bangkrut" ucap Dayyan dingin. Sedangkan tatapan nya tetap setajam silet.


"Maaf Tuan. Kalau saya melupakan tentang Anda yang merupakan salah satu pemegang saham disini"


Tak lama pintu kembali terbuka dan masuk lah Bagaskara dengan membawa sebuah koper kecil. Yang tak tau apa isi koper itu.


Semua tercengang melihat kedatangan Bagaskara. Bagaimana tidak, Bagaskara adalah keponakan Tuan Leo Admaja. Dia juga pengacara sah keluarga Admaja menggantikan Ayah nya.


"Bagaskara" ucap salah satu pemengang saham di ruangan itu.

__ADS_1


"Arsyil" sapa Bagaskara dengan senyum lembut nya.


Pria paruh baya yang di panggil Arsyil itu pun mendekat kearah Bagaskara. Kemudian mereka saling berpelukan.


"Kau kemana saja Aska? Kenapa kau baru muncul setelah beberapa tahun menghilang?" tanya Arsyil dengan wajah sendu nya.


"Aku ada. Aku ada dikota ini juga Arsyil. Tapi aku tak menangani kasus di keluarga Admaja lagi" jelas Pak Bagaskara.


Pandangan Bagaskara pun menatap ke arah Dayyan dan Dion. Dayyan segera berdiri dan menyalami Bagaskara. Begitu pun dengan Dion.


"Paman. Apa kabar?" tanya Dayyan sopan dan ramah.


"Alhamdulillah baik Ian. Kamu bagaimana? Apa bumil kita itu masih saja merepotkan semua orang?" tanya Bagaskara disertai dengan kekehan kecil nya.


"Alhamdulillah baik juga Paman. Dan ya, seperti yang Paman tau. Kalau bumil kita itu selalu merepot kan semua orang yang dia mau. Dan berhati hati lah Paman. Karena ngidam nya selalu di luar nalar kita. Bisa saja nanti dia ngidam minta di beli kan sesuatu oleh Paman" jawab Dayyan disertai dengan candaan dan kekehan nya.


"Woow Paman menanti kan itu Dayyan. Dan bilang sama kedua calon anak mu, agar tak meminta pulau pribadi kepada ku"


"Paman tenang saja. Kedua calon anak ku, walau pun masih di dalam kandungan Umi nya. Tetapi mereka sudah memiliki pulau pribadi masing masing. Jadi kemungkinan dia tidak akan meminta itu sama Paman" jawab Dayyam dengan sedikit meninggikan suara nya, agar bisa di dengar oleh Arsenal dan keluarga nya.


"Wooow sultan memang beda. Mereka pasti senang mendapat kan itu dari Abi nya"


"Paman salah, dua pulau pribadi itu hasil merampok ku Paman" ucap seorang pria yang baru saja memasuki ruangan rapat bersama seorang wanita cantik.


"Benar kah seperti itu Dayyan?" tanya Bagaskara tak percaya.


"Dan ya. Itu benar Paman. Istri ku merampok nya saat tau ia sedang hamil. Hahahha" ucap Dayyan bangga dengan gelak tawa nya.


"Dasar gila" umpat Brian kesal. Yang langsung mendapat kan cubitan dari Ani. Brian pun langsung cengengesan menatap Ani.


Semua orang melihat keakraban mereka dengan penuh tanda tanya. Apa lagi melihat Dayyan yang membenarkan ucapan Brian tadi. Beberapa orang ada yang mengetahui siapa Dayyan, yang merupakan menantu dari Doni Abraham.


"Baik lah karena semua nya sudah hadir. Mari kita mulai rapat nya" ucap Arsenal memutus kan keakraban Bagaskara dengan para pemegang saham yang menjadi tanda tanya di benak nya Arsenal.

__ADS_1


__ADS_2