Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Akhirnya Bisa Resepsi Juga


__ADS_3

Breena, Dayyan dan Papa Doni pun berjalan menuju ke ruangan Papa Doni. Di sepanjang jalan mereka selalu berpapasan dengan Dokter atau pun perawat yang selalu menunduk kepada mereka.


Sampai nya di ruangan Papa Doni. Dayyan langsung duduk di sofa yang ada disana. Berbeda dengan Breena, ia langsung menuju ke meja kerja nya. Di dalam rungan itu pun juga ada Wily yang sedang mengerjakan laporan hasil operasi tadi.


"Wil, gimana operasi tadi?" tanya Breena.


"Lancar" jawab Wily tanpa menoleh kearah Breena.


Breena mengerucut kan bibir nya mendengar jawaban singkat teman KOAS nya itu. Sedangkan Wily ia mengacuhkan Breena.


"Kamu nggak balik kantor Ian?" tanya Papa Doni ketika ia sudah duduk di samping menantu nya itu.


"Ntar lagi Pah. Di kantor juga ada Dion sama Anggi. Tadi juga uda Ian bilang kalau Ian telat balik ke kantot nya"


"Gimana pekerjaan kamu?"


"Lancar Pah. Lagi ngerjain beberapa proyek"


"Papa rencana nya mau buka cabang rumah sakit lagi. Tapi belum tau kapan. Papa masih cari lokasi yang bagus juga"


"Papa rencana buka dimana?"


"Rencana nya masih di daerah Bandung. Atau Papa buka seperti klinik aja iya?" tanya Papa Doni meminta pendapat.


"Boleh juga Pah. Gimana kalau buka klinik nya di pondok pesantren Abah aja Pah? Disana memang belum ada klinik kesehatan atau rumah sakit"


"Boleh juga. Nanti Papa pikit pikir dulu. Papa juga harus bertukar pikiran sama Mama. Kalau Mama setuju. Papa tinggal bicara sama Abah dan Umma kamu Ian"


"Iya Pah. Papa bicarakan dulu aja sama Mama. Ya uda Pah. Ian pamit balik kantor dulu iya Pah"

__ADS_1


"Iya kamu hati hati iya"


Dayyan pun kemudian menyalami dan mencium tangan mertua nya. Kemudian ia menghampiri istri nya yang sedang fokus mempelajari data pasien nya.


"Sayang, Mas balik kantor dulu iya"


"Uda mau balik aja Mas?" rajuk Breena.


"Iya sayang. Ada meeting nanti sekitar 1 jam lagi. Nggak papa iya Mas tinggal" ucap Dayyan tak enak hati.


"Iya uda Mas. Kamu hati hati iya Mas" ucap Breena sambil mencium tangan Dayyan.


"Iya sayang. Anak anak Abi jangan rewel iya. Umi lagi mau kerja. Kalian baik baik iya sama Umi. Abi mau kerja lagi. Assalamualikum sayang sayang nya Abi" pamit Dayyan pada kedua anak nya.


"Wa'alaikum salam Abi"


Selepas kepergian Dayyan. Papa Doni pun mulai mencecar berbagai pertanyaan kepada Breena dan Wily. Ia menanyakan tentang masalah jantung bocor kepada dua Dokter KOAS nya itu.


Operasi pun dimulai setelah pasien sudah tidak sadar kan diri karena di anastesi. Operasi yang dilakukan adalah, memasang cincin khusus atau ring pada jantung pasien. Operasi itu pun berjalan selama 2 jam.


Setelah selesai. Team Dokter Doni pun meninggal kan ruangan operasi. Sedang kan pasien di pindah kan ke ruangan observasi terlebih dahulu untuk memantau perkembangan nya. Lalu ia akan di pindah kan ke ruang rawat nya.


...----------------...


Dua minggu pun berlalu. Hari ini adalah hari yang di tu ggu tunggu oleh keluarga Anderson.


Ya, hari ini adalah hari resepsi nya Brian dan Ani. Setelah masalah yang melibat kan keluarga Ani selesai. Dan akhir nya mereka bisa juga melakukan resepsi pernikahan mereka.


Pesta yang di buat meriah di salah satu ball room hotel milik keluarga Anderson itu pun berlangsung sangat mewah dan meriah. Banyak para pengusaha pengusaha yang di undang ke acara mereka.

__ADS_1


Terutama kolega kolega Daddy Martin baik dari dalam negeri dan luar negeri. Mereka yang baru mengetahui pernikahan anak bungsu dari keluarga Anderson itu pun berbondong bondong menghadiri pesta tersebut.


Mereka sangat penasaran siapa wanita yang sukses meluluh kam hati nya seorang Brian Anderson yang terlihat dingin dan datar itu setelah berpisah dengan mantan kekasih nya dulu.


Mereka yang mendapat kan kartu undangan itu pun langsung membaca nama si mempelai wanita. Betapa terkejut nya mereka kalau yang berhasil membuat hati nya seorang Brian luluh adalah keturunan dari Admaja yang selama ini menghilang entah kemana.


Satu persatu tamu yang datang menyalami kedua mempelai dan kedua orang tua mempelai. Untuk orang tua Ani. Ani meminta kepada Umma Hanum dan Abah Arsya yang berdiri di samping nya sebagai perwakilan orang tua nya.


Hal itu sukses membuat para tamu berpikir, kenapa justru Abah Arsya yang berdiri disana? Kenapa bukan Pak Bagaskara yang selaku Paman kandung nya?


Brian yang mengetahui kebingungan para tamu pun memilih untuk menyampaikan sesuatu.


"Selamat malam semua nya. Mohon perhatian nya sebentar. Saya Brian Anderson berterima kasih karena para tamu semua nya sudha sudi untuk menghadiri acara resepsi pernikahan saya yang sudah terbilang cukup lama untuk di laksanakan. Disini saya akan menyampai kan sesuatu, yang akan mengusir rasa penasaran para tamu hadirin semua nya. Perkenal kan dia adalah istri saya. Ani Yulia Admaja. Dia adalah Putri dari Jonathan Admaja. Kita semua tau siapa itu keluarga Admaja. Dan untuk itu saya akan memberitahukan kenapa bukan Bapak Bagaskara Admaja yang berdiri di samping nya sebagai perwakilan kedua orang tua nya? Dan jawaban nya adalah, selama ini istri saya tinggal di pesantren milik Abah Arsya di Bandung. Sebelum Jonathan Admaja dan istri nya meninggal, beliau sudah menitip kan istri saya di pondok pesantren mereka. Dan setelah mertua saya meninggal, keluarga Abah Arsya dan Umma Hanum lah yang membesar kan dan menjaga istri saya dari kejaran Paman nya, Paman Arsenal. Jadi karena itu lah mengapa perwakilan orang tua nya istri saya adalah Abah Arsya dan Umma Hanum. Terima kasih untuk semua nya yang sudah berkenan mendengarkan apa yang ingin saya sampai kan"


Setelah menyampaikan apa yang menjadi rasa penasaran para tamu, Brian pun kembali duduk di samping istri nya yang sedari tadi menunduk kan kepala nya.


"It's okey sayang. Semuanya baik baik saja. Jangan khawatir" ucap Brian tersenyum manis.


"Terima kasih Mas" ucap Ani tulus.


Para tamu pun tak henti henti nya menyalami kedua mempelai yang berdiri di atas pelaminan itu.


Namun tiba tiba saja Brian merasa mual, ketika salah seorang tamu menggunakan parfum dengan wangi yang sangat menyengat.


Brian langsung menutup hidung nya. Ia berusaha menahan nafas dan mual nya. Namun usaha Brian gagal.


Dengan cepat Brian turun dari atas pelaminan dan berlari menuju ke kamar mandi yang tak jauh dari ball room hotel itu.


Sedangkan Ani yang melihat suami nya berlari pun merasa khawatir. Ia takut suami nya kenapa kenapa. Ani pun menatap ke arah mertua nya. Daddy Martin yang paham arti tatapan menantu nya itu pun langsung meminta anak buah nya untuk mengejar Brian.

__ADS_1


Walau pun sudah ada yang mengejar Brian. Namun tetap saja Ani merasakan khawatir kepada suami nya.


__ADS_2