
Tiga hari dirumah sakit. Dan akhirnya hari ini Breena di izinkan pulang. Sebenarnya audah dari kemarin dia minta untuk pulang. Namun dengan posesif nya Dayyan selalu mengatakan.
"Nanti aja sayang kamu belum sehat betul. Lihat lah wajah cantik kamu itu masih pucat. Mas nggak mau kamu dirumah kenapa kenapa. Jadi tunggu beberapa hari lagi iya. Kita pastikan dulu kalau twins baik baik aja"
Itu lah yang selalu dikatakan Dayyan dari dua hari terakhir ini. Breena yang memang tak pernah membantah ucapan dari orang yang disayangi nya pun, hanya bisa pasrah.
Begitu juga dengan kedua orang tua nya. Mereka juga melarang Breena pulang. Dan alasan nya pun sama seperti yang dikatakan Dayyan. Terlebih Mama Ratih yang merupakan dokter kandungan.
Sebelum pulang, Breena sudah melakukan USG lagi. Untuk memastikan apa benar bayi yang dikandung nya ada dua. Dan memang benar didalam rahim Breena ada dua kantung janin.
Cerita tentang kehamilan Breena, ia dan suaminya mendapatkan banyak hadiah. Bahkan hadiah yang itu tak pernah terbayangkan oleh mereka berdua.
Breena dan Dayyan terus terusan mengucapkan terima kasih. Apa lagi ketika Mommy Aletha datang ke ruang rawat inap Breena, ia membuat kehebohan begitu tau Breena tengah mengandung bayi kembar.
Mommy Aletha langsung menelpon suami nya Daddy Martin dan anak sulung nya Ibra untuk datang ke rumah sakit Abraham. Ia juga menelpon Mommy Rianti dan memberitahu kalau Breena hamil.
Semua orang begitu bahagia mendengar kabar itu.
Dan tak tanggung tanggung hadiah yang mereka dapat.
Dari Daddy Calvin, mereka mendapatkan saham sebanyak 20% yang masing masing 10% untuk Breena dan 10% nya untuk Dayyan.
Dari Brian, mereka mendapatkan dua pulau pribadi di dekat Wakatobi dan Kepulauan Derawan, Berau.
Dari Mommy Aletha dan Daddy Martin mereka mendapatkan satu buah mansion mewah dikawasan elit.
Dari Daddy Steven mereka mendapatkan saham sebesar 10% atas nama Breena.
Dari Mommy Rianti, Breena mendapatkan satu set perhiasan yang khusus ia pesan sendiri untuk Breena.
Sedangkan dari Mama Papa Breena, mereka mendapatkan saham di rumah sakit itu sebanyak 30% atas nama Dayyan terlebih dahulu. Nanti setelah anak mereka lahir maka akan dibalik nama menjadi nama anak mereka. Dan masing masing anak mendapatkan 15%.
Sedangkan dari Abah dan Umma mereka memberikan lahan kebun strawberry mereka sebanyak 2 hektar. Sama seperti Mama Papa Breena. Kebun strawberry 2 hektar itu masih atas nama Breena dahulu. Baru setelah anak nya lahir akan di bagi 2, setiap anak mendapatkan 1 hektar kebun strawberry.
Dan satu orang yang tak mau ketinggalan, siapa lagi kalau bukan Ansel. Ia berceletuk "belum apa apa dan masih dalam kandungan, anak mu uda jadi sultan Dek. Wwaahhh anak mu kaya dari dalam perut. mereka tak membutuhkan apa apa lagi kalau uda lahir"
Dan karena celetukan nya itu, akhirnya Breena pun menodong nya.
"Yang lain uda ngasih anak ku hadiah Kak. Masa kakak yang akan jadi Om nya nggak mau ngasih hadiah juga" sindir Breena menatap remeh kearah Ansel.
__ADS_1
Mendengar itu Ansel pun tak terima. Dan akhirnya Breena mendapatkan taman bermain di halaman belakang rumah mereka. Dan itu Ansel yang membuat nya. Taman bermain yang sama seperti permainan yang ada di permainan indoor di dalam Mall.
Sangking bahagia nya mereka memdapatkan kabar Breena hamil. Ada satu orang yang tidak mereka beritahu, yaitu Anita.
Di hari kedua nya Breena di rawat, Anita datang bersama kekasihnya dengan wajah cemberut nya.
"Enak banget iya tidur dikamar mewah dan bahagia sedang hamil tanpa kasih tau Gue. Lo uda nggak anggap Gue sahabat Lo lagi Bree. Lo juga Win, kenapa nggak ngasih tau Gue juga" ucap Anita dengan menopang tangan nya di kedua pinggang nya.
Breena yang sedang disuapi oleh Dayyan dan Windy yang sedang duduk di sofa bersama Ansel pun, menatap Anita dengan senyum yang mereka buat semanis mungkin agar Anita tak marah pada mereka berdua.
"Maaf Nita, kan kamu tau aku di rawat jadi nggak pegang ponsel. Lihat lah betapa posesifnya suami ku ini. Dia melarang ku memainkan ponsel ku" ucap Breena memberi alasan dengan suara yang di buat semanja mungkin.
Berbeda dengan Windy. Justru perkataan Windy membuat Anita semakin sebel.
"Lo kan juga tau Nit gimana kelakuan kakak sepupu nya si Breena. Mana bisa Gue asik main ponsel kalau uda sama dia. Lo kan tau hal itu. Jangan kan untuk nelpon Lo. Gue jawab telpon dari Ibu Gue aja kalau uda terlalu lama dia ngambek sama Gue" ucap Windy santai tanpa merasa bersalah.
"Kalian berdua memang iihhh nyebelin" rajuk Anita.
Breena dan Windy tertawa melihat Anita yang merajuk. Sedangkan para lelaki sudah duduk di ruang tamu. Mereka malas melihat drama para wanita mereka.
...----------------...
"Mas" panggil Breena saat melihat suami nya masuk ke dalam kamar mereka.
"Ada apa sayang? Mau sesuatu?" tanya Dayyan sambil mendekat ketempat tidur mereka.
"Naik sini Mas. Mau peluk" ucap Breena manja.
Dayyan pun ikut naik ketempat tidur. Lalu membawa Breena kedalam pelukan nya.
"Kangen Abi iya sayang?" ucap Dayyan lembut sambil mengelus perut rata Breena.
"Mas pengen dengar Mas bacain surat Yusuf sama surat Mariyam. Boleh?" tanya Breena sambil mengerjapkan mata nya lucu.
Dayyan yang melihat Breena seperti itu pun terkekeh. Ia mengecup kening istri nya, lalu mencium perut Breena.
"Anak anak Abi kangen sama suara Abi iya? Pengen dibacain ayat Al-Qur'an iya sayang?" ucap Dayyan mengajak bicara anak anak nya yang ada didalam perut Breena.
"Mereka belum bisa merespon ucapan kamu Mas"
__ADS_1
"Iya nggak papa sayang. Setidak nya mereka bisa dengar suara Abi nya. Biar mereka tau kalau Abi dan Umi nya sangat menyayangi mereka"
Kemudian Dayyan pun mulai membacakan surat Yusuf terlebih dahulu, baru setelahnya surat Mariyam. Breena yang mendengar kan suara merdu suaminya pun tersenyum. Ia mengusap kepala Dayyan yang ada di deprut nya yang sedang mengaji.
Lama kelamaan Breena pun menutup matanya karena mengantuk. Ia tertidur dengan senyum yang menghiasi wajah cantik nya.
Setelah selesai membacakan kedua surat itu, Dayyan mencium perut Breena sebanyak dua kali.
"Sehat sehat di perut Umi iya sayang sayang nya Abi Umi. Jangan buat Umi kelelahan iya sayang. Kasihan Umi kalau harus muntah muntah dan lemas" ucap Dayyan lembut sambil mengelus perut Breena.
Dayyan pun mendongak melihat kearah Breena. Dan senyum nya semakin mengembang melihat Breena tertidur mendengarkan suara nya mengaji.
"Apa kalian membuat Umi kalian tidak bisa tidur sebelum mendengar Abi mengaji sayang?"
Dayyan pun kembali berbaring, ia membawa Breena kedalam dekapan nya. Dan menyusul Breena ke alam mimpi.
Dilantai bawah. Ansel datang membawa beberapa buah dan makanan kesukaan Adik nya.
"Mah, dimana Breena?" tanya Ansel ketika ia tidak melihat keberadaan Adik dan suaminya itu di ruang keluarga.
"Lagi istirahat sayang. Kamu sendirian kesini?" tanya Mama Ratih sambil melihat kebelakang tubuhnya Ansel.
"Iya Mah. Ada yang mau Ansel tanyakan ke Breena tentang Windy Mah"
"Kenapa dengan Windy El?" tanya Mama Ratih mulai cemas.
El adalah nama kesayangan Mama Ratih. Dari Ansel kecil ia lebih suka memanggil Ansel dengan sebutan El.
"Jangan cemas Mah. El hanya ingin menanyakan beberapa hal tentang Windy sama Adek. Karena El ada rencana mau ngelamar Windy Mah. El ingin membawa hubungan El dan Windy ke jenjang yang serius" jelas Ansel. Ia tak mau Mama kesayangan nya itu cemas dan memikirkan yang tidak tidak.
"Tunggu sebentar lagi iya sayang. Seperti nya mereka lagi tidur. Tadi setelah Dayyan naik, mereka belum keluar lagi. Kamu nginap aja disini iya. Uda lama juga kan nggak tidur di rumah Mama"
"Iya Mah. El nginap kok. Kangen sama masakan Mama. El boleh minta dimasakin makanan kesukaan El nggak Mah?" ucap Ansel memohon dan memasang wajah menggemaskan.
Hal itu membuat Mama Ratih tertawa.
"Baiklah untuk anak laki laki Mama yang tampan ini. Nanti Mama masakin makanan kesukaan kamu"
"Makasih Mah"
__ADS_1
Ansel pun memeluk Mama Ratih. Iya wanita kedua yang sangat disayangi Ansel adalah Mama Ratih. Karena Mama Ratih lah yang merawat dan membesarkan nya selagi kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka.