Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Bumil Protes Dikasih Hadiah Jalan Jalan


__ADS_3

Setelah kepergian Damian. Breena pun masuk dan di ikuti oleh ketiga teman nya. Breena masuk tanpa mengetuk pintu dulu, sehingga membuat Papa Doni dan Dayyan menghentikan pembicaraan nya.


"Breena masuk gitu aja apa nggak kena marah?" tanya Syeril.


"Nggak akan. Uda ayo masuk. Kita lihat pertunjukan di dalam" ajak Anita antusias.


"Kok kamu antusias gitu Dokter Nita?" tanya Wily.


"Gimana nggak antusias, jarang jarang lihat Breena protes sama Papa nya. Biasa nya dia itu selalu manja sama orang tua nya"


"Ini kan ruangan Dokter Doni. Apa didalam ada Papa nya Dokter Breena juga?" tanya Syeril yang masih kurang paham.


"Dokter Syeril. Biar aku kasih tau iya. Dokter Doni dan Dokter Ratih itu orang tua nya Breena. Dan mereka itu pemilik rumah sakit ini. Jadi ayo kita lihat mereka dulu" jelas Anita menarik tangan Syeril.


Breena berjalan dan duduk di samping suami nya. Ia menatap kesel ke arah Papa nya dengan wajah yang cemberut.


"Umi kenapa?" tanya Dayyan lembut.


"Sebel sama Papa"


"Lohh emang nya kamu Papa apain sayang? Bukan nya dari tadi kamu ada di ruangan Dokter Rini?" tanya Papa Doni pura pura tidak tau.


"Apa sih Pah. Kenapa Papa tempat kan Breena sama Papa. Iiihhh sebel Pah. Bisa bisa nya Papa jadi konsulen nya Breena. Breena mau ganti konsulen aja Pah" protes Breena.


"Loh mana bisa gitu. Itu uda ketentuan dari pihak rumah sakit nya. Bukan permintaan Papa itu" elak Papa Doni.


"Nggak mungkin itu pasti permintaan nya Papa. Iiihhh Breena sebel sama Papa" rajuk Breena.


Tingkah Breena yang sedang protes tapi dalam mode manja itu membuat Dayyan dan Anita tersenyum. Berbeda dengan Syeril dan Wily, mereka melongo melihat tingkah Breena.


"Kalau Papa nggak mau jujur, Breena mau tanya sama Mas Damian aja. Kalau sama dia pasti dia akan jujur sama Breena"


"Oke oke Papa nyerah. Papa nggak mau putri Papa ngambek lagi. Iya Papa yang mina konsulen kamu itu Papa. Tapi Papa lakuin itu demi kebaikan kamu sayang. Papa nggak mau kamu kelelahan. Apa lagi kamu lagi hamil juga. Kalau kamu kelelahan, kamu bisa langsung istirahat di ruangan Papa atau di ruangan Mama juga. Uda iya princess Papa jangan ngambek lagi iya" jelas Papa Doni.


Breena pun terdiam. Ia memikir kan apa yang di kata kan oleh Papa nya. Tetapi tetap aja itu juga nama nya di istimewakan.


"Papa benar Bree. Kamu hamil kembar. Akan banyak resiko kalau kamu sama Dokter yang lain. Jadi memang lebih aman kalau kamu sama Papa" ucap Anita membenar kan apa yang di kata kan Papa Doni.


Papa Doni berbalik dan menatap Anita dengam lembut. Kemudian ia merentang kan kedua tangan nya. Menyambut Anita kedalam pelukan nya. Anita pun tak menyia nyiakan hal itu. Ia langsung berlari dan memeluk Papa sahabat nya.


"Apa kabar sayang? Bagaimana pertunangan nya kemarin? Maaf kalau Papa tidak bisa datang. Kamu tau sendiri kan bagaimana sibuk nya kami kemarin itu" ucap Papa Doni sambil mengelus puncak kepala nya Anita.

__ADS_1


"Nita baik Pah. Alhamdulillah semua nya berjalan lancar. Tidak apa apa Pah. Kami ngerti kok karena waktu nya juga yang nggak memungkin kan Papa dan yang lain nya untuk datang" jawab Anita dengan senyum lebar nya.


Papa Doni pun juga menatap kedua Dokter KOAS yang berdiri bersama Anita tadi.


"Kalian Dokter KOAS juga?" tanya Papa Doni.


"Benar Dokter" jawab Syeril dan Wily berbarengan.


"Siapa yang akan bersama dengan putri saya?"


"Saya Dokter" jawab Wily.


"Siapa nama kamu?"


"Saya Wily Aditama Dokter"


"Lalu kamu yang akan bersama Anita?" tanya Papa Doni menatap Syeril.


"Iya benar Dokter. Saya Syerilda" ucap Syeril menunduk kan kepala nya.


"Semoga kalian betah KOAS disini"


"Apa lagi princess? Semua uda jelas bukan?" tanya Papa Doni santai.


"Uda sayang. Apa yang dikatakan Papa itu benar. Lagian kamu mau KOAS atau nggak iya tetap aja nanti kamu juga akan memimpin rumah sakit ini. Nggak mungkin kan Dedek yang akan memimpin nya" ucap Dayyan yang mendekap tubuh istri nya.


Breena tak menjawab. Ia masih merengut.


"Oke baik lah, bilang sama Papa apa yang di ingin kan sama cucu cucu Papa itu, biar Umi nya nggak cemberut lagi?" tanya Papa Doni yang paham dengan rajukan nya Breena.


"Breena mau jalan jalan, Shooping Pah di Mall sama Mbak Anggi, Kak Selvi, Mbak Ani, dan Anita. Tapi sama Syeril juga deh" ucap Breena antusias. Hilang sudah cemberut nya ketika di tanya apa yang dia mau.


"Kapan?" tanya Papa Doni.


"Sekarang"


"Oke. Pergi lah sayang. Manja kan dirimu selama disana" ucap Papa Doni memberikan izin dengan mudah nya.


Papa Doni pun menyodor kan black card nya yang di ambil nya dari dalam dompet nya.


"Yeeeeyyyy" ucap Breena senang mendapat kan black card dari Papa nya.

__ADS_1


"Pah. Biar pakai Kartu Ian aja Pah" tolak Dayyan.


"No Ian. Untuk kali ini biar pakai kartu Papa aja" ucap Papa Doni yang tak mau di tolak.


"Makasih Kakek" ucap Breena langsung memeluk Papa nya dan memberikan nya ciuman di pipi.


"Ayo Nit, Syer kita shooping hari ini. Besok aja kita mulai KOAS nya" ajak Breena.


"Ayo Bree, duhh dah lama kaya nya nggak shooping di bayarin sama Papa" ucap Anita semangat.


"Maaf Dokter Breena. Syeril nggak ikut iya" ucap Syeril tiba tiba.


"Loh kenapa?" tanya Breena heran.


"Syeril kan belum ngelapor sama Dokter Ratih. Masa iya Syeril pergi gitu aja"


"Tidak apa apa Dokter Syeril. Pergi lah sama putri saya. Urusan sama Dokter Ratih nanti akan saya sampai kan" ucap Papa Doni memberi izin.


"Kamu kalau mau ikut juga boleh Dokter Wily"


"Terima kasih Dokter. Tapi saya tidak ikut Dokter. Saya kembali saja ke Kost saya" tolak Wily.


"Kamu ngekost?" tanya Dayyan.


"Iya Tuan Muda"


"Jangan panggil Tuan Muda. Panggil aja Mas biar sama dengan yang lain nya"


"Kenapa kamu ngekost?" tanya Papa Doni.


"Karena saya memang bukan asli orang Jakarta Dokter. Saya asli dari Medan Dokter" jelas Wily.


"Nanti kamu temui asisten saya di ruangan sebelah. Bilang sama dia kalau kamu mau ngurus izin tinggal di mess rumah sakit ini. Biar kamu tidak perlu ngekost lagi. Jadi kamu bisa tinggal di Mess saja"


"Baik Dokter. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Wily sambil memberikan hormat kepada Papa Doni.


"Uda ah ayo kita pergi. Aku juga mau nelpon yang lain nya. Biar kita jumpa di Mall nya langsung. Dadah Mas, dadah Papa. Assalamualaikum" ucap Breena sambil menarik tangan Anita dan Syeril keluar dari ruangan Papa Doni.


"Wa'alaikum salam" jawab Dayyan dan Papa Doni berbarengan.


Papa Doni dan Dayyan pun hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Breena.

__ADS_1


__ADS_2