Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Penyesalan Wildan


__ADS_3

Sudah 2 hari Bu Ayu belum sadar juga. Pada hal Dokter sudah mengatakan tidak ada yang berbahaya dengan kepala nya. Hanya saja bahu dan kaki nya yang mengalami keretakan.


Anggi dengan setia menjaga Bu Ayu setiap hari. Bahkan ia tak mau pulang sebelum Bu Ayu sadar.


Semua orang pun memahami kenapa Anggi sampai segitu nya dengan keadaan Bu Ayu. Sedangkan Dion pun juga tak bisa melarang Anggi untuk menemani Bu Ayu.


Sementara itu semalam dengan izin dari Daddy Steven, Wildan berkunjung ke rumah sakit. Ia meminta bertemu dengan Bu Ayu sebelum ia menyerahkan diri ke polisi. Dengan di dampingi oleh Pak Aji dan beberapa anak buah nya, Wildan pun sampai di rumah sakit.


Ia langsung menuju ke ruang rawat inap Bu Ayu. Ia tak masuk sendirian. Di dalam kamar Bu Ayu ada Anggi dan Mommy Rianti. Pak Aji dan dua orang anak buah nya pun juga ikut masuk. Untuk menjaga jaga, takut Wildan akan berbuat nekat.


"Assalamualikum Ibu. Ini Wildan Bu" sapa Wildan saat ia sudah duduk di kursi dekat tempat tidur Bu Ayu.


Wildan menggenggam tangan Bu Ayu. Ia menciumi tangan Bu Ayu berkali kali dengan bahu bergetar.


"Maafin Wildan Bu. Maafin Wildan yang uda berbuat jahat sama Ibu. Maaf" ucap Wildan yang terisak.


Anggi dan yang lain nya hanya melihat saja apa yang dilakukan Wildan. Ia tak mau banyak bicara dengan lelaki yang sudah membuat Bunda nya seperti itu.


"Wildan salah Bu. Wildan mengaku salah. Karena keegoisan Wildan dan iri hati Wildan sampai Wildan dendam dengan Ibu dan Anggi. Wildan sungguh minta maaf Bu. Wildan baru tau kalau selama ini Ibu lebih sayang sama Wildan dari pada sama Anggi. Wildan pikir Ibu hanya menyayangi Anggi. Tapi ternyata Wildan salah. Bu ayo bangun Bu. Wildan mau lihat Ibu tersenyum lagi. Wildan ingin makan masakan Ibu lagi" ucap Wildan di sela tangis nya yang sesenggukan.


Tak terasa air mata Bu Ayu pun menetes. Hal itu membuat Wildan meminta panggilkan dokter.


"Ini hal yang wajar Mas. Walau pun pasien tak sadar kan diri, tetapi pasien masih bisa mendengarkan apa yang di ucap kan oleh orang lain. Saran saya sering sering lah ajak berbicara. Agar pasien segera membuka mata nya" ucap Dokter ketika ia memeriksa kondisi Bu Ayu.


Setelah dokter keluar. Wildan kembali mengajak Bu Ayu berbicara. Namun karena waktu nya yang diberikan hanya sebentar, Wildan pun tak bisa berlama lama.


Ia berjalan menghampiri Anggi. Dan langsung memeluk Anggi tanpa izin dulu.

__ADS_1


"Maafin aku Nggi. Maaf karena sudah cemburu dengan kedekatan mu dengan Bu Ayu. Maaf karena sudah menyakiti Bu Ayu. Sampai kan sama Bu Ayu maaf ku Nggi. Aku benar benar sangat menyesal telah melakukan ini sama Bu Ayu. Kalau nanti Bu Ayu uda sadar, tolong sampai kan pada nya kalau aku sungguh sangat menyayangi nya. Dan sampai kan juga maaf ku" ucap Wildan didalam pelukan Anggi.


Anggi pun hanya bisa menganggukan kepala nya. Ia tak tau harus mengatakan apa lagi sama Wildan. Kekecewaan nya terlalu besar.


"Aku pamit Nggi. Aku mau mempertanggung jawab kan perbuatan ku. Kasih tau aku kalau Bu Ayu sudah sadar. Dan tolong kasih kan ini sama Bu Ayu nanti" pamit Wildan dan melepaskan pelukan nya.


Setelah itu ia pun pergi di ikuti oleh anak buah Pak Aji di belakang nya. Tujuan nya saat ini adalah kantor polisi. Ia akan menyerahkan diri nya.


Kembali kesaat ini, Anggi sedang membersihkan tubuh Bu Ayu sambil mengajak nya berbicara.


"Bunda. Bunda tau tidak kalau lusa adalah pernikahan nya Ani dan Mas Brian? Anggi sedih Bunda tidak bisa menghadiri pernikahan mereka. Bunda ayo bangun biar kita bisa menyaksikan pernikahan mereka" ucap Anggi.


"Oiya Bun. Mas Dion juga kadang protes sama Anggi Bun. Kata nya Anggi lebih memilih Bunda dari pada Mas Dion suami Anggi. Lucu kan Bun, dia lagi cemburu sama Bunda" lanjut nya sambil menggelengkan kepala mya mengingat Dion yang protes dengan nya kemarin malam.


"Bunda, ada salam dari Wildan. Dia sangat merindukan Bunda. Sama seperti Anggi dan anak anak panti lain nya. Mereka sangat merindukan Bunda. Apa Bunda tidak merindukan mereka? Mereka begitu sedih mendengar kabar Bunda kecelakaan. Bahkan saat ini di panti mereka hanya di temani oleh kepala pelayan dari rumah Daddy Bunda. Kami bingung mau menjaga mereka bagaimana. Jadi Daddy meminta beberapa pelayan untuk menjaga mereka disana" jelas Anggi.


"Bun. Kenapa nangis? Bunda sedih iya mendengar anak anak panti hanya di jaga sama pelayan dari mansion Daddy? Maaf iya Bunda. Kami tidak tau mau nyuruh siapa lagi kalau bukan mereka. Karena hanya mbok Darsih yang paling ke Ibuan dari pada pelayan yang lain Bun"


"Jadi ayo Bunda bangun. Biar Bunda bisa menjaga mereka lagi. Oke sudah siap. Anggi tinggal sebentar iya Bunda. Anggi mau buang air nya dulu" ucap Anggi lalu ia pun meninggalkan Bu Ayu sendirian ke kamar mandi.


Setelah kepergian Anggi. Perlahan Bu Ayu membuka mata nya. Iya menyesuaikan penglihatan nya dengan mengerjab ngerjabkan mata nya.


Lima menit berada di dalam kamar mandi. Anggi pun keluar dan betapa iya terkejut melihat mata Bu Ayu yang sudah terbuka lebar.


"Bunda" teriak nya lalu menghampiri tempat tidur Bu Ayu


Bu Ayu yang mendengar suara Anggi pun hanya bisa menmapilkan senyum nya. Dengan cepat Anggi memencet tombol darurat. Dokter dan perawat pun langsung masuk ke dalam ruangan Bu Ayu.

__ADS_1


Selagi dokter memeriksa kondisi Bu Ayu. Anggi menghubungi keluarga nya, mengabari kalau Bu Ayu sudah sadar dan meminta mereka datang.


"Bagimana Dok?" tanya Anggi antusias.


"Alhamdulillah pasien sudah sadar. Dari pemeriksaan saya semua nya baik baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya saja Bu Ayu harus menjalani pengobatan yang sedikit lama. Karena tulang kaki beliau yang retak. Nanti saya jadwalkan kapan beliau melakukan terapi. Kalau begitu saya permisi dulu Mbak" jelas Dokter.


"Terima kasih Dokter"


Setelah dokter dan perawat keluar. Anggi menghampiri Bu Ayu dan langsung memeluk Bu Ayu. Ia menangis di dalam peluka. Bu Ayu.


"Bunda jangan pergi lagi. Mulai sekarang Bunda harus tinggal sama Anggi. Nggak boleh ada penolakan. Untuk anak anak panti nanti mereka akan di jaga sama pelayan dari mansion Daddy. Anggi mau merawat Bunda sampai bener bener pulih kembali" ucap Anggi disela tangis nya.


"Terima kasih sayang" ucap Bu Ayu lemah.


Tok tok tok


"Masuk"


Seorang perawat masuk dengan mendorong troli berisi kan makanan.


"Permisi Mbak ini ada makanan untuk Bu Ayu" ucap perawat itu sopan.


"Terima kasih Sus"


Setelah perawat itu keluar, Anggi pun bersiap menyuapi Bu Ayu.


"Ayo Bunda makan dulu. Nanti lagi kita cerita nya"

__ADS_1


Anggi pun dengan telaten menyuapi Bu Ayu. Sampai makanan Bu Ayu semua habis tak tersisa.


__ADS_2