
Mendengar pertanyaan anak nya, Mommy Gantari membalik kan tubuh nya melihat putra tunggal nya yang sedang merajuk.
"Oohh astaga. Maaf Boy. Mommy melupakan mu. Duuhh anak ganteng nya Mommy uda kembali" ucap Mommy Gantari sambil memeluk erat tubuh tegap anak nya.
"Mommy tak merindukan aku, maka nya Mommy melupakan ku" rajuk Ansel memalingkan wajah nya.
"Jangan merajuk Boy. Mommy begitu merindukanmu" ucap Mommy Gantari sedih.
"Ansel juga merindukan Mommy" ucap Ansel lembut sambil membalas pelukan Mommy nya.
Daddy Calvin yang melihat interaksi dua orang kesayangan nya pun hanya bisa geleng geleng kepala. Dia sudah biasa melihat drama antara Ibu dan anak itu.
Daddy Calvin pun langsung menghampiri Mommy nya. Ia memeluk erat tubuh tua sang Mommy yang sudah beberapa tahun ini tak di peluk nya. Daddy Calvin pun juga mendarat kan ciuman nya di kening sang Mommy.
"Apa kabar Mom? Kenapa nggak bilang sama Calvin kalau mau datang juga?"
"Kabar Mommy baik. Ini juga mendadak sayang. Daddy mu bilang mau ke Indonesia karena Breena melahir kan. Jadi Mommy ikut sekalian saja" ucap Mommy Cloe sambil mengelus lengan sang putra.
Setelah dari Mommy Cloe, Daddy Calvin pun menuju ke Daddy nya. Ia memeluk sang Daddy.
"Daddy sudah jadi Buyut. Cucu cucu Daddy tampan dan cantik" goda Daddy Calvin.
"Iya Daddy sudah semakin tua. Tapi Daddy belum punya Buyut dari Ansel."
"Sabar iya Dad, dia lagi patah hati karena kekasih nya yang mau di lamar nya, justru menikah dengan lelaki lain karena janji perjodohan." bisik Daddy Calvin.
"Iya Daddy tau maka nya dia lari ke Belanda" ucap Daddy Bagaskara sambil terkekeh.
"Rei, kamu sehat kan?" tanya Daddy Calvin yang melihat asisten anak nya itu sedari tadi hanya diam.
"Alhamdulillah sehat Tuan"
"Kita tidak di kantor Rei" ucap Daddy Calvin dingin.
"Iya Om iya. Duhh sensian amat yang uda jadi Kakek" goda Reihan.
"Tak apa jadi Kakek, yang penting punya istri. Lah kamu jomblo sama kaya yang lagi di peluk sama Mommy nya itu" sindir Daddy Calvin.
"Uda uda ayo kita kembali ke mansion dulu. Nanti sore kita ke rumah sakit lihat para baby" ajak Daddy Calvin.
Mereka semua pun akhir nya meninggalkan Bandara menuju ke Mansion Bagaskara
__ADS_1
...----------------...
Di rumah sakit Erlangga's.
Breena saat ini sedang menyusui satu satu nya putri cantik nya itu. Baby Kadeera yang menangis karena haus itu pun langsung diambil Dayyan dari box baby nya dan memberikan nya kepada Breena.
"Mas, apa Kak Ansel belum sampai iya?" tanya Breena yang memang sedari tadi menunggu kedatangan Ansel.
"Uda sayang. Kata Mommy, Kak Ansel uda sampai. Tapi Mommy meminta nya untuk istirahat dulu. Karena perjalanan yang jauh, pasti sangat meleleh kan" ucap Dayyan sambil menggenggam tangan mungil Kadeera.
"Tapi mereka nanti kesini kan Mas?"
"Iya sayang, mereka nanti sore kesini kok. Kamu jangan sedih gitu dong. Lihat Kadeera sampai menatap Umi nya yang lagi sedih"
Breena pun langsung melihat kearah putri nya. Ia seketika mengembangkan senyuman nya membuat Kadeera juga ikut tersenyum.
Setelah selesai memberikan Kadeera ASI dan sudha tertidur kembali, Dayyan langsung meletak kan kembali anak nya ke dalam box baby.
Dayyan duduk di samping sang istri dan memeluk istrinya dari arah samping.
"Terima kasih sayang. Terima kasih karena kamu sudah mau berjuang melahirkan anak anak Mas. Terima kasih untuk perjuangan nya. Kamu Ibu yang hebat" ucap Dayyan dengan tatapan penuh cinta nya.
"Nggak ada kata terima kasih untuk melahirkan seorang anak Mas. Sekarang tugas kita bertambah. Kita punya tiga baby yang sudah di titipkan Allah sama kita. Sebisa mungkin Breena akan mengajari mereka agama yang baik untuk bekal mereka kelak"
...----------------...
Jam terus berputar, saat ini sudah pukul 15:50. Sedari pagi Breena sudah menunggu kedatangan Kakak kesayangan nya itu. Tapi sampai sore hari dia justru belum datang juga untuk melihat nya.
Wajah Breena pun berubah menjadi sendu. Ia sangat sangat merindukan Kakak nya itu. Pada hal Ansel baru lima bulan berada di Belanda, tetapi Breena sudah sangat merindukan nya.
Tok
Tok
Tok
Dayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berjalan menuju ke pintu setelah mendengar orang mengetuk pintu nya.
Ceklek
Dayyan terpaku, ia terdiam melihat tamu yang mengetuk pintu ruang rawat sang istri. Sepasang wanita dan pria yang sudah di atas umur 60 tahunan berdiri di hadapan nya. Dengan wajah sang wanita yang terlihat bukan asli orang Indonesia.
__ADS_1
"Assalamualaikum, apa benar ini ruangan nya Breena?" tanya Pria tua itu.
"Wa'alaikum salam. Iya benar Pak. Maaf sebelum nya Bapak dan Ibu siapa iya?" tanya Dayyan sopan.
GrandFa Bagaskara pun tersenyum mendengar pertanyaan itu. Memang Dayyan sama sekali tidak mengenali siapa dirinya.
"Perkenal kan saya GrandFa nya Ansel dan ini GrandMa nya Ansel"
Mendengar itu Dayyan langsung menyuruh mereka masuk.
"Maaf GrandFa GrandMa, Dayyan tidak tau kalau kalian ini orang tua nya Daddy Calvin dan Mommy Gantari. Ayo silahkan masuk GrandFa GrandMa"
"Siapa Mas?" tanya Breena yang sedari tadi menunggu kedatangan tamu nya.
"Hay Princess" sapa GrandMa Cloe.
Breena yang mendengar suara yang tidak asing itu pun langsung mencari sumber suara itu. Ia langsun merentangkan kedua tangan nya, meminta GrandMa memeluk tubuh nya.
GrandMa Cloe pun langsung menyambut nya. Mereka berdua saling berpelukan.
"Bree kangen GrandMa" lirih Breena
"GrandMa juga princess. Duuhh sekarang princess nya GrandMa uda jadi seorang Ibu. Selamat iya sayang"
"Terima kasih GrandMa"
"Dimana cicit nya GrandMa" tanya GrandMa Cloe.
"Masih di ruangan bayi GrandMa. Sebentar lagi juga di antar kesini. GrandMa apa kabar."
"GrandMa sehat. Dimana Papa dan Mama mu sayang?" tanya GrandMa Cloe yang tak melihat keberadaan Papa Doni dan Mama Ratih.
"Mereka lagi ke rumah sakit GrandMa. Ada jadwal operasi. Nanti kesini lagi kok"
"Oiya kenapa kamu tidak melahirkan di rumah sakit orang tua mu sayang? Kenapa malah disini?"
"Cerita nya panjang GrandMa. Saat itu kami lagi menghadiri acara pertunangan nya Abang Juan. Tapi tiba tiba ketuban Bree pecah. Iya uda Bree langsung dibawa ke rumah sakit terdekat aja. Karena kalau ke rumah sakit Papa terlalu jauh. Takut nya ada apa apa sama bayi nya karena sudah pecah ketuban terlebih dahulu" jelas Breena.
"Iya uda di mana saja bisa, asal kan pelayanan nya bagus."
Breena dan GrandMa Cloe pun terus berbincang. Mereka membicarakan hal hal yang random.
__ADS_1
Begitu pun juga dengan Dayyan dan GrandFa Bagaskara. Pembahasan mereka tak jauh jauh dari seputaran bisnis dan bisnis. Dimana saja kalau sudah pengusaha bertemu pengusaha juga. Pasti pembahasan nya tak jauh jauh dari bisnis