Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Akad Nikah Ansel Dan Windy


__ADS_3

"Aduh cantik nya putri Mommy" puji Breena melihat Deera yang di pakai kan gaun yang sama dengan Umi nya. Bahkan Deera juga di pakai kan hijab oleh Breena.


"Umi juga cantik, iya kan sayang nya Abi" tanya Dayyan yang juga ikut memuji istri nya itu.


"Abi gombal iya kan nak"


Deera yang memang tidak tidur pun hanya tersenyum manis menanggapi kedua orang tua nya itu.


"Ini acara apa dulu Mas?" tanya Breena yang sedang merapikan hijab nya.


"Akad nikah dulu sayang"


"Berarti acara aqiqah nya setelah akad nikah kan Mas?" tanya Breena memastikan.


"Iya tadi kata Mama gitu sayang"


"Iya uda yuk kita kebawah dulu Mas. Anak anak biar di dalam kamar aja dulu sama mbak mbak. Kalau di bawa sekarang takut nya nanti di kerubungi sama orang orang disana"


"Iya Mas juga setuju. Mbak kami titip anak anak dulu iya" ucap Dayyan.


"Iya Gus, Ning" jawab ketiga nya sambil menunduk.


Breena dan Dayyan pun segera keluar dari dalam kamar mereka. Mereka menuju ke ball room hotel.


Sedangkan di Ball room hotel, saat ini Ansel sedang berkumpul bersama dengan Brian, Dion dan juga Juan.


"Yang lamaran siapa? Yang nikah duluan siapa?" sindir Juan dengan raut wajah kesal nya.


"Bener banget. Yang abis pulang dari kabur nya ke Belanda. Eehh malah dapat kabar mau nikah" sindir Brian juga.


"Protes aja. Nama nya juga ini kalau jodoh nggak akan kemana. Dia pasti akan kembali ke pemilik nya juga" ucap Ansel membangga kan diri nya.


"Bener banget itu. Lihat lah bagaimana galau nya seorang Ansel Ivander Bagaskara yang di tinggal kekasih nya tunangan dengan orang lain karena perjodohan. Bahkan dia sampai kabur ke Belanda dengan dalih urusan pekerjaan. Pada hal kita semua tau kalau dia kabur karena patah hati. Eehh begitu kembali justru nasib baik menghampiri nya. Dia yang awal nya nggak bisa move on dari kekasih hati nya. Justru sekarang akan menikahi pujaan hati nya itu. Selama di Belanda juga kerjaan nya melamun terus" ucap Reihan yang baru datang, sedikit menyindir atasan nya itu.


"Bongkar aja terus bongkar. Kasih tau sama mereka apa yang Gue lakuin disana" omel Ansel melihat kelakuan asisten nya itu.

__ADS_1


Semua yang ada disana tertawa mendengar omelan nya Ansel.


......................


Acara pun segera di mulai ketika penghulu sudah datang. Saat ini Ansel sedang duduk di hadapan seorang penghulu yang akan menjadi wali hakim nya Windy. Sebab Ayah nya Windy yang memang sudah lama meninggal dunia. Dan Windy yang juga tidak memiliki sanak saudara lagi.


Di samping kanan kiri nya Ansel, ada Daddy Martin dan Abah Arsya yang menjadi saksi nikah nya.


"Bagaimana Pak Ansel, apakah sudah siap?" tanya Penghulu memastikan.


"Bismillah saya siap Pak" jawab Ansel tegas.


Ansel berusaha menutupi rasa gugup nya yang sedari tadi ia rasakan ketika sudah duduk di kursi nya berhadapan dengan penghulu.


"Kalau begitu jabat tangan saya"


Penghulu itu oun mengulurkan tangan nya di atas meja, yang langsung di sambut oleh Ansel.


"Saudari Ansel Ivander Bagaskara bin Calvin Bagaskara, saya nikah kan dan saya kawin kan engkau kepada Windy Novita Sari binti Almarhum Wahyu Ferdian dengan mas kawin satu buah mansion, satu buah mobil pribadi dan uang sebesar tiga milyar di bayar tunai." ucap Penghulu lalu menghetak kan tangan nya yang di genggam Ansel.


"Bagaimana saksi? Sah?"


Sah


Sah


Sah


"Alhdulillah" ucap semua tamu yang hadir di acara akad nikah Ansel dan Windy.


Mendengar kata sah, Ansel langsung menetes kan air mata nya. Akhir nya wanita yang menjadi pujaan hati nya itu sudah sah menjadi istri nya. Walau pun perjalanan cinta mereka sempat terhenti. Tapi Ansel selalu percaya kalau jodoh pasti mereka akan bersatu juga.


Begitu pun dengan Windy, ia yang berada di dalam kamar yang di temani oleh sahabat sahabat nya itu pun juga langsung menetes kan air mata nya, begitu melihat Ansel yang dengan lantang nya mengucap kan ijab kabul nya.


Anita langsung memeluk tubuh Windy yang bergetar hebat. Windy tak tau harus mengekspresikan wajah nya seperti apa.

__ADS_1


Jujur ia bahagia telah di peristri oleh Ansel. Orang yang begitu di sayangi dan di cintai nya. Namun di satu sisi, dia juga merasa sedih. Karena pernikahan nya tidak di hadiri dan di saksi kan langsung oleh kedua orang tua nya.


"Selamat iya Win. Kamu sekarang sudah menjadi sorang istri. Bahagia selalu iya" ucap Anita memberikan selamat.


Begitu pun dengan yang lain nya. Mereka satu persatu mengucap kan selamat kepada Windy.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


Pintu di ketuk dari luar dan langsung di buka dari luar. ternyata yang datang adalah Mama Ratih dan Mommy Gantari.


Kedua wanita paruh baya itu langsung memeluk Windy erat. Mommy Gantari bahagia. Akhir nya putra satu satu nya itu menikah juga dengan pujaan hati nya.


"Selamat iya nak. Sekarang kamu uda jadi istri nya El dan menantu nya Mommy. Selamat datang di keluarga kami sayang" ucap Momny Gantari lembut memberikan selamat kepada Windy.


"Terima kasih Mom. Terima kasih karena sudah mau menerima Windy menjadi menantu Mommy. Maafin kesalahan Windy yang dulu Mom" ucap Windy dengan suara bergetar menahan tangis.


"Mommy uda maafin kamu sayang. Yang dulu jangan di ingat ingat lagi iya. Sekarang ayo kita keluar. Suami mu uda nggak sabar mau melihat istri nya" goda Mommy Gantari.


Windy pun akhir nya di bawa keluar juga menuju ke ball room hotel. Windy berjalan di apit oleh Mommy Gantari dan Mama Ratih. Di belakang Windy, ada Anita, Ani, Anggi dan Selvi yang jadi bridesmed nya.


Semua orang terpana melihat kecantikan Windy. Begitu pun juga Ansel. Ia tak percaya melihat Windy yang sekarang sudah menjadi istri nya itu berhijab. Ansel bersyukur, niat nya yang awal nya ingin meminta Windy untuk berhijab ketika sudah menikah pun akhir nya ia urung kan. Karena Windy sudah menggunakan nya terlebih dahulu.


Sesampainya Windy di depan Ansel, Windy langsung menyalami dan mencium punggung tangan Ansel. Begitu pun dengan Ansel, ia langsung mencium kening Windy.


Lalu memegang puncak kepala Windy, dan membacakan doa. Setelah nya Ansel kembali mencium puncak kepala Windy lama.


Windy yang mendapati perlakuan lembut nya Ansel pun meneteskan air mata nya. Ia bahagia. Hari ini adalah hari bahagia nya. Setelah tujuh bulan lalu adalah hari terberat dalam hidup nya.


Selesai itu, Ansel dan Windy pun di minta untuk menandatangani buku nikah mereka. Penghulu pun juga memberikan nasihat nasihat dalam pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2