
Setelah mendengar jawaban dari Cintya yang akhir nya menerima tawaran yang di berikan oleh Dayyan dan keluarga nya. Mereka semua pun bersiap menuju ke mansion Anderson.
Selain untuk menjenguk Baby Keenan, mereka juga akan membahas persiapan pernikahan Juan dan Selvi yang akan di langsung kan empat hari lagi.
Awal nya Umma Hanum mengajak serta Cintya dan anak anak nya. Namun Cintya menolak nya. Karena dia tidak mengenal siapa itu keluarga Anderson. Alhasil Cintya dan anak anak nya tinggal di rumah Dayyan dan Breena.
Dayyan dan yang lain nya berangkat dengan tiga mobil, karena Dayyan memang harus membawa ketiga pengasuh anak anak nya. Jadi satu mobil di isi oleh Dayyan, Breena dan pengasuh anak nya yang masing masing memangku anak asuh nya. Sedangkan mobil yang berisi kedua orang tua nya dan mertua nya, di supiri oleh supir.
Hampir satu jam di perjalanan, akhir nya keluarga Pratama dan Abraham pun sampai di mansion Anderson. Ternyata di mansion itu pun sudah berkumpul keluarga Danuarta dan Admaja. Tapi tidak dengan Ayah dan Bunda nya Dion. Mereka nanti akan menyusul ketika sudah selesai mengajar.
"Assalamualaikum" ucap salam Breena yang menirukan suara bayi.
"Wa'alaikum salam" jawab semua yang ada di dalam mansion.
"Waaaahhh, calon mantu datang" ucap Ani senang.
"Enak aja calon mantu. Belum iya. Kan syarat nya belum di lakukan" ucap Dayyan ketus.
"Maass iihhh. Iyain aja kenapa biar aku senang" rajuk Ani yang cemberut.
"Nggak bisa. Kalau mau mantu Deera harus bisa semua nya."
"Iisshhh" ucap Ani mencebik kan bibir nya.
"Umma sehat? Duuhh kangen sama Umma" lanjut nya sambil memeluk Umma Hanum.
"Kita baru ketemu kemarin Nduk. Kok uda kangen aja sih?" ucap Umma Hanum lembut.
"Lebay" ejek Dayyan.
__ADS_1
"Biarin wleekk" ucap Ani menjulur kan lidah nya ke arah Dayyan. Membuat semua orang yang ada di sana tertawa melihat perdebatan Ani dan Dayyan. Kakak dan adik angkat itu memang selalu seperti itu kalau uda bertemu.
"Mana Baby Keen nya Nduk?" tanya Abah Arsya yang tak mendapati Keen bersama mereka.
"Baby Keen di kamar nya Abah. Lagi bobok" jawab Ani yang sudah duduk bersama suami nya.
"Loohh kok nggak di tungguin?" tanya Umma Hanum heran.
"Ada kok Umma yang nungguin. Salah satu pelayan disini yang nungguin. Kami masih belum mendapat kan babysitter yang pas Umma" jawab Brian.
"Kenapa nggak bilang sama Umma kalau mau cari babysitter"
"Nggak keingat Umma. Emang Umma punya kenalan babysitter gitu?"
"Lahhh wong pengasuh nya triple K aja Umma yang nyariin kok. Iya kali Umma nggak punya kenalan Babysitter" ucap Dayyan bangga.
Brian dan Ani saling tatap. Mereka seakan saling bertanya melalui mata mereka. Brian pun mengangguk kan kepala nya. Dari pada cari di agensi dan belum ketemu yang cocok. Lebih bagus terima aja tawaran dari Umma Hanum.
"Tapi aman kan Umma?" tanya Brian yang sedikit khawatir.
Bukan hanya Brian saja yang khawatir. Ani dan yang lain nya juga khawatir. Mereka takut akan ada skandal pengasuh yang menggoda majikan nya. Apa lagi kalau babysitter nya itu masih muda dan yang berpakaian minim. Ani sangat sangat tidak mau.
"Aman, semua santri santri Umma yang menjadi pengasuh aman. Nggak ada tuh skandal skandal yang menggoda majikan. Bahkan santri yang Umma rekomendasi kan malah betah kerja sama majikan nya. bahkan ada yang anak nya sampai besar juga dia masih kerja sama mereka" jelas Umma Hanum yang mengerti kekhawatiran yang di alami Ani.
"Iya uda Umma kalau memang ada, bisa nggak kalau besok uda datang? Umma kan tau sendiri, di mansion sangat sibuk karena mau acara pernikahan nya Juan dan Selvi. Takut nya pelayan nggak ada yang bisa di mintain jaga baby K kalau semua nya sibuk." ucap Brian.
Sebenar nya bisa saja Ani yang menjaga baby K. Tapi Brian tidak mau Ani kelelahan menjaga anak nya. Maka nya Brian ngotot untuk mencari babysitter. Agar bisa membantu Ani dalam menjaga dan mengasuh anak nya.
"Iya uda nanti Umma telepon dan minta dia datang ke rumah Dayyan dulu. Baru besok Umma antar kesini"
__ADS_1
"Loh kenapa harus Umma? Biar di jemput supir aja Umma. Kasihan Umma nanti kelelahan" tolak Brian.
"Nggak papa. Kan biar sekalian Umma perkenal kan dia sama kalian semua. Masa Umma lepas tangan gitu aja. Kan nggak mungkin."
"Makasih Umma. Maaf kalau Brian dan Ani merepot kan Umma"
"Nggak papa. Lagian kan ini untuk cucu Umma juga. Eeehh salah deh, cucu mantu iya kan?" ucap Umma Hanum menggoda anak nya yang cemberut, kembali di ingat kan tentang rencana Ani yang akan menjodohkan putri satu satu nya dengan Baby Keen.
"Umma jangan bilang gitu. Ian nggak mau iya punya mantu yang nggak bisa ngalahin ilmu Ian"
"Tenang Guse. Nanti anak kami akan kami sekolah kan di pesantren, biar bisa ngalahin Guse. Tenang aja. Apa pun akan kami lakuin agar bisa mendapat kan putri nya Gus yang cantik itu" ucap Brian sambil mengedipkan sebelah mata nya menggoda Dayyan.
Dayyan yang di goda pun semakin mengerat kan pelukan nya sama Deera yang ada di pangkuan nya.
"Kita lihat saja nanti bagaimana takdir menjawab nya" ucap Abah Arsya.
"Jadi gimana Tha, uda sampai mana persiapan nya?" tanya Mama Ratih yang mengalihkan pembahasan mereka dari perihal jodoh menjodoh kan itu.
"Uda 70% Rat, kan semua nya di urus sama pihak WO. Tapi iya gitu awal nya keluarga Selvi nggak mau kalau di adain di hotel. Mereka minta nya di rumah mereka aja"
"Terus jadi nya dimana?" tanya Mama Ratih bingung.
"Iya tetap di rumah nya Selvi. Mau gimana lagi? Mereka mau nya abis akad, ada acara makan makan gitu sama ngundang beberapa tetangga. Maklum lah, mereka kan tinggal bukan di perumahan kaya gitu. Yang di takut kan mereka itu bukan masalah biaya nya Rat" jelas Mommy Aletha.
"Jadi apa?" tanya Mommy Rianti yang juga bingung.
"Yang di takut kan itu mulut mulut tetangga nya mereka. Kamu kan tahu sendiri gimana hidup kalau bukan di kompleks perumahan kaya gitu. Tetangga masih suka ikut ikutan sama apa yang kita lakukan. Mereka takut ada gosip yang nggak sedap kalau kita adain akad nya di hotel. Pada hal hotel juga punya kuta iya kan. Tapi iya gitu. Memang mulut mulut netizen kan kadang agak gimana gitu. Aku juga nggak mau kalau keluarga mereka nanti nya akan di ceritain sama para tetangga yang julid. Kasihan mereka. Mereka keluarga baik baik. Kan nggak enak kalau dapat gosip nggak enak. Sedang kan waktu acara lamaran aja mereka kata nya di ceritain juga" ucap Mommy Aletha kesal.
"Masa sih?" tanya Mommy Rianti dan Mama Ratih berbarengan.
__ADS_1