
Ketika semua orang sedang berjalan menuju ruang aula, tiba tiba ada suara yang membuat langkah kaki semua orang berhenti.
"PRINCEESSSS"
Breena langsung membalik kan tubuh nya. Ia melihat Kakak nya berjalan setengah berlari menghampiri nya sambil membawa bucket uang yang sangat besar.
"Kak Ansel" ucap Breena dengan mata nya yang berbinar.
Breena ingin berlari menghampiri Kakak nya. Namun cekalan tangan Dayyan menggagal kan niat nya. Ia menatap suami nya itu dengan tatapan penuh tanya.
"Jangan lari sayang. Kamu lupa ada dedek disini?" tanya Dayyan sambil mengelus perut buncit Breena.
"Hehehe maaf Abi" ucap Breena dengan senyum manis nya.
"Selamat atas kelulusan nya Princess. Semoga ilmu yang kamu dapat kan berguna di kemudian hari" ucap Ansel lembut.
"Terima kaasih Kak"
Setelah mengucapkan itu semua, Ansel pun menyalami semua orang. Kemudian tatapan mya tertuju ke Windy dan keluarga nya. Windy hanya bisa memandang sedih ke arah Ansel. Lelaki yang berada di sebelah nya menatap lekat ke arah nya. Memperhatikan tatapan Windy.
"Siapa lelaki ini? Apa dia kekasih nya Windy?" ucap nya dalam hati.
Begitu pun dengan Ibu nya Windy. Ia menatap lelaki yang baru saja di lihat nya.
Ansel tak banyak bicara, ia hanya tersenyum dan menunduk kan kepala nya. Kemudian ia melihat Anita dan keluarga nya.
"Hai Nit. Mana kekasih mu? Kenapa Kakak tak melihat keberadaan nya?" tanya Ansel menghampiri Anita.
"Dia lagi di Luar Negeri Kak. Ada perjalanan bisnis sama Papa nya. Jadi nggak bisa ikut wisuda ku. Kak Ansel apa kabar?" tanya Anita.
"Ansel selalu sehat Nita. Walau pun hati nya nggak sehat" bukan Ansel yang menjawab melain kan Mommy Gantari.
"Maksud nya apa Mom? Bukan nya Kak Ansel dan Windy baik baik saja iya?" tanya Anita yang tak mengerti maksud nya.
Anita pun menatap Ansel dan Windy secara bergantian. Kemudian tatapan Anita jatuh pada lelaki yang sejak tadi berdiri di samping Windy dan menggenggam tangan Windy.
__ADS_1
'Apa Windy mendua kan Kak Ansel selama ini. Tapi rasa nya nggak mungkin, karena selama ini juga Windy bucin sama Kak Ansel. Lagi pula Windy dan Mommy Gantari juga sudah sangat dekat. Tapi kenapa sekarang Windy justru menggandeng lelaki lain dan bukan nya Kak Ansel. Ada apa ini sebenar nya?" tanya Anita dalam hati.
Anita kembali menatap Ansel dan Windy. Ia yakin kalau ternyata ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Iya baik baik saja 2 bulan yang lalu. Kalau sekarang mah nggak. Sia sia dong anak Mommy satu satu nya ini berjuang kalau yang di perjuangkan memilih yang lain. Pada hal kan ya Nit. Anak Mommy niat loh hari ini melamar nya. Tapi iya sudah lah. Mungkin itu sudah pilihan si perempuan dan keluarga nya. Kita mau bilang apa? Lagian bukan tradisi keluarga kita merebut yang bukan hak kita. Tapi yang belum bisa Mommy maaf kan itu iya kebohongan dari si perempuan itu. Berlaku baik tapi ternyata di belakang anak Mommy sudah bertunangan" sindir Mommy Gantari pedas. Ia juga menatap remeh ke arah Windy dan keluarga nya.
"Uda Mom, itu sudah berlalu. Jangan di ungkit ungkit lagi" lerai Daddy Calvin.
"Iya Mom, jangan di bahas lagi iya" pinta Ansel memohon.
"Bagaimana Mommy tidak membahas nya. Gara gara perempuan itu kamu tega mau ninggalin Mommy dan menetap di Belanda tempat GrandMa" bentak Mommy Gantari.
Ansel hanya bisa terdiam. Sedangkan Windy hanya bisa menunduk dan meneteskan air mata nya. Ia terisak dan merasa bersalah karena sudah menyakiti hati orang yang di cintai nya.
Windy menatap Mommy Gantari. Dapat ia lihat dari sorot mata nya, ada kekecewaan disana.
"Maaf Mom" lirih nya.
"Jangan di ambil hati ucapan Mommy Win. Mommy memang lagi sedang sensitif belakangan ini" ucap Ansel tanpa menatap nya.
"Jangan seperti ini Kak. Hari ini hari kebahagiaan Breena. Kita berkumpul disini untuk merayakan nya. Sekarang ayo kita masuk kedalam. Sebentar lagi acara nya dimulai" ajak Papa Doni sambil memeluk Kakak nya.
Mommy Gantari pun hanya bisa mengangguk kan kepala nya. Setelah tenang, ia langsung menatap sang anak yang tersenyum kepada nya. Ansel langsung memeluk Mommy nya.
"I'm Okey Mom" ucap nya lirih.
"Uda uda ayo kita masuk. Kasihan bumil uda terlalu lama berdiri nya" ajak Daddy Martin.
Semua nya pun menyetujui ajakan Daddy Martin. Akhir nya rombongan Breena masuk semua kedalam aula yang sudah di penuhi ratusan orang.
Mereka pun langsung menduduki kursi di bagian depan. Karena mereka semua adalah donatur di kampus nya Breena. Jadi mereka mendapat kan kursi di barisan paling depan.
Sedangkan orang tua Anita mendapat kan kursi di yang berbeda dengan keluarga Breena. Walau pun mereka seorang pengusaha, mereka mendapat kan kursi berjarak 6 baris dari barisan pertama. Dan untuk Ibu nya Windy mendapat kan kursi di barisan tengah.
Beberapa menit kemudian, acara wisuda pun dimulai. Satu persatu para wisudawan dan wisudawati di panggil ke depan.
__ADS_1
Breena mendapat kan nilai Cumlaude. semua keluarga nya bahagia melihat Breena mendapatkan nilai yang sempurna.
Setelah turun dari panggung Breena langsung menghampiri keluarga nya. Ia langsung memeluk suami nya, kemudian orang tua nya dan kedua mertua nya. Dan selanjut nya bergantian dengan yang lain nya.
Ketika Brian juga ingin ikut memeluk nya. Terjadi lah drama yang membuat semua orang tertawa.
"Eeehh eehhh mau apa hah?" tanya Dayyan dengan tatapan tak bersahabat nya.
"Iya mau peluk lah. Semua orang dapat pelukan dari Breena. Masa aku nggak" jawab Brian dengan polos nya.
"Enak aja peluk peluk. Nggak ada" ucap Dayyan marah.
"Kok marah sih. Dion aja peluk boleh. Masa aku nggak sih" protes Brian yang masih tidak menyadari kalau Dayyan lagi di mode cemburu nya.
"Dion nya boleh. Tapi Lu nya nggak boleh"
"Kenapa?"
"Wwaaahhh anak ini masih juga bertanya kenapa" ucap Dayyan yang sudah menatap tajam ke arah Brian.
"Sayang kenapa Mas nggak boleh peluk Breena?" tanya Brian kepada istri nya yang sedang menggendong Quin.
Ani tersenyum lembut ke arah sang suami.
"Mas lupa kalau Breena mantan kekasih Mas?" tanya Ani lembut yang hanya di angguki oleh Brian.
"Tapi apa hubungan nya sayang?" tanya Brian yang masih tak menyadari kesalahan nya.
"Dasar bego. Dayyan cemburu lihat Lo pelukan sama istri nya. Ntar yang ada Lo di sangka belum move on sama mahasiswa yang tau hubungan Lo sama Breena dulu" ucap Ansel yang kesal sama tingkah nya Brian.
Mendengar ucapan Ansel, Brian langsung tersadar. Ia lalu berdiri di belakang tubuh sang istri. Brian pun baru menyadari kesalahan nya.
"Hehehhe maaf Guse" ucap nya cengengesan.
Dayyan hanya mendengus melihat tingkah absurd nya Brian. Sedangkan yang lain nya langsung menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Acara nya uda selesai kan, ayo kita keluar. Kita foto foto dulu baru abis itu kita raya kan kelulusan nya Breena di resto yang uda di Booking" ajak Papa Doni.
Semua keluarga pengusaha itu pun keluar dari ruangan aula yang sangat ramai itu.