
Hari ini hari yang di tunggu tunggu oleh Juan dan Selvi. Hari dimana mereka akan mengadakan acara resepsi pernikahan mereka setelah satu bulan di tunda.
Saat ini Selvi sedang di rias oleh MUA yang sudah di sedia kan oleh keluarga Anderson. MUA terkenal yang biasa nya di pakai di resepsi pernikahan para artis artis terkenal dan pengusaha.
Selvi terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna sage green, di tambah dengan mahkota di atas kepala nya. Mahkota dengan berlian asli pemberian dari Mommy Rianti yang khusus di rancang langsung oleh nya.
Sedang kan Juan, ia menggunakan tuxedo berwarna putih. Juan juga terlihat sangat tampan.
Acara resepsi dimulai dari pukul 19:00 malam. Banyak tamu yang di undang. Di antara nya kolega bisnis Martin Anderson yang juga bekerja sama dengan Perusahaan Danuarta, Admaja, dan Pratama.
Ada juga teman teman Selvi yang dari SMA dan kuliah. Rekan rekan seprofesi nya juga turut di undang.
Begitu pun dengan Juan. Juan juga mengundang seluruh teman teman nya. Dari SMA, sekolah penerbangan. Hingga teman seprofesi nya juga sebagai pilot. Tak lupa Juan juga mengundang Mbok Fatimah, dan juga karyawan restaurant nya.
Banyak dari rekan dan kolega bisnis keluarga Anderson yang terkejut mengetahui kalau putra satu satu nya Arhan Arsenal masih hidup. Mereka tak ada yang tau karena Daddy Martin menyembunyi kan identitas Juan. Yang mereka tau. Juan adalah anak angkat keluarga Anderson. Tanpa tau kalau Juan adalah anak dari orang kepercayaan Daddy Martin.
Acara pun dimulai. Juan dan Selvi sudah berdiri di atas pelaminan. Mereka sedang menerima ucapan selamat dari beberapa tamu undangan.
Banyak yang mendoa kan mereka. Tapi ada juga yang masih nyinyir dengan pernikahan mereka. Tapi itu semua tidak di peduli kan oleh Juan dan Selvi.
Tak berbeda jauh dengan kebahagian Juan dan Selvi, pasangan Brian dan Ani pun juga sama. Mereka juga banyak menerima ucapan selamat atas kelahiran putra mereka dan menerima banyak doa.
Brian yang sedang menggendong Baby Keenan pun di panggil oleh Daddy Martin.
"Ada apa Dad?" tanya Brian ketika sudah berdiri di samping sang Daddy.
__ADS_1
"Ini kenal kan Brian, ini Pak Handoko salah satu rekan bisnis Daddy. Pak Handoko ini anak bungsu saya dan ini anak nya yang baru lahir" ucap Daddy Martin memperkenal kan Brian dan Baby Keenan.
"Ohh hallo Brian. Saya Handoko dulu nya saya teman sekolah Daddy mu juga. Selamat iya atas kelahiran putra mu. Dan kenal kan ini anak saya Wulan." ucap Pak Handoko memperkenal kan.
"Hai saya Wulan" ucap Wulan sambil tersenyum menggoda dan mengulur kan tangan nya.
Brian hanya menatap nya. Dia pun langsung mengangguk kan kepala nya. Tak ada niatan Brian untuk menyambut uluran tangan dari Wulan.
Wulan yang tak mendapat kan sambutan baik dari Brian pun langsung menarik kembali tangan nya. Ia masih menampil kan senyum menggida nya.
"Bri ke Ani dulu Dad. Tadi kata nya Moza uda ada di depan. Kami mau menyambut Moza dan calon suami nya. Quin juga merindukan Mommy nya" pamit Brian.
"Hmm iya uda"
Setelah kepergian Brian, Wulan pun hanya bisa menatap punggung nya. Ada senyum menyeringai yang di tampil kan oleh Wulan.
"Siapa tadi Daddy?" tanya Ani yang sudah berdiri di samping suami nya menunggu Nova datang.
"Teman sekolah Daddy dan sekarang jadi teman bisnis. Kenapa Bunda?"
"Entah kenapa Bunda nggak suka lihat perempua tadi Dad. Seeprti ada yang aneh gitu dari nya" ucap Ani sambil menunduk takut.
Ia takut di sangka istri yang posesif dan mengekang suami nya. Tapi memang begitu lah dia saat ini. Hati nya gelisah ketika melihat perempuan tadi tersenyum sama suami nya .
"Tenang Bunda. Daddy nggak akan tergoda dengan nya kok. Apa lagi coba yang mau Daddy cari? Daddy uda punya istri sehebat dan sebaik Bunda. Daddy uda punya putra dan putri juga. Hidup Daddy sudah merasa sempurna karena sudah ada kalian bertiga. Terima kasih sudah mau menua bersama Daddy, Bunda" ucap Brian tulus.
__ADS_1
Ani menatap mata Brian lekat. Ia mencoba mencari kebohongan di mata suami nya itu. Tapi yang dia dapat kan justru sebuah ketulusan san tatapan penuh cinta.
Ani tersenyum menanggapi ucapan Brian. Ia juga sangat beruntung karena di peristi oleh Brian. Lelaki yang sangat sayang kepada putri dan keluarga nya. Walau pun dia pernah melakukan kesalahan. Tapi itu semua sudah di bayar lunas oleh nya.
"Love you Daddy" ucap Ani pelan.
"We Love you too Bunda" ucap Brian dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah nya.
"Assalamualaikum. Maaf iya kami datang nya lama. Kami ke jebak macet tadi" ucap Nova merasa tak enak hati karena datang terlambat.
"Wa'alaikum salam. Nggak papa Nova. Acara nya juga belum lama kok di mulai. Tapi kalian ke jebak macet dimana?" tanya Ani.
"Di dekat persimpangan Mbak. Macet nya panjang. Kata nya ada kecelakaan gitu" jelas Nova.
"Iya uda ayuk kita masuk dulu" ajak Ani yang langsung menggandeng tangan Nova.
Sedang kan Brian di tinggal begitu saja bersama calon suami Nova dan Baby Keenan yang ada di gendongan nya.
Brian pun menggeleng kan kepala nya melihat tingkah sang istri. Bagaimana bisa dia pergi meninggal kan suami nya dan justru malah masuk bersama mantan istri suami nya.
Beberapa tamu undangan yang mengenal Nova pun di buat terkejut. Bagaimana tidak. Nova masuk di gandeng oleh Ani yang status nya adalah istri nya Brian saat ini.
"Waaahhh apa itu yang kita lihat Pak Marti. Menantu anda masuk ke dalam ball room sambil menggandeng tangan mantan istri suami nya. Apa dia tidak takut kalau Brian akan di rebut nya lagi, seperti dulu yang dia lakukan kepada putri nya Pak Doni Abraham" sindir salah seorang tamu yang sedang berdiri bersama dengan Daddy Martin dan Papa Doni.
"Kenapa harus takut. Merek sudah berdamai dengan masa lalu mereka. Bahkan saat ini Nova juga sedang mempersiap kan pernikahan nya" ucap Daddy Martin santai.
__ADS_1
"Betul itu. Di antara Breena putri ku dengan Brian, dan Nova sudah selesai. Mereka sudah saling memaaf kan. Dan hidup mereka juga sudah bahagia. Jadi untuk apa di ingat kan lagi sama masa lalu yang sudah usai itu" ucap Papa Doni tenang menanggapi ucapan salah satu tamu tadi.
Tamu tadi pun terdiam. Ia tak tau harus berkata apa lagi. Bahkan Daddy Martin dan Papa Doni oun mennaggapi sindiran nya dengan santai dan tenang.