Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Ngidam Anggi


__ADS_3

Nova terdiam mendengar apa yang di kata kan oleh Anita. Dia jadi mengingat kembali waktu kebersamaan nya dulu dengan Brian.


Dulu sewaktu mereka masih pacaran, Brian jarang sekali mengajak nya bertemu dengan klien nya, atau pun pergi jalan jalan dengan nya. Mereka hanya menghabis kan waktu mereka di apartemen Brian saja, atau di apartemen nya.


Dan ketika mereka menikah pun, Brian tidak pernah mengajak nya ke acara acara perusahaan sewaktu di Jerman.


Di lebih banyak menghabis kan waktu di mansion atau di mall. Bahkan di pergi sendirian tidak bersama dengan Brian. Terkadang juga kalau dia bosan, dia akan mengajak salah satu pelayan disana untuk menemani nya berbelanja.


"Iya kamu benar Nita. Tapi aku dulu tak pernah seperti ini. Brian tak pernah mengajak ku ke acara acara perusahaan yang ada disana. Atau pun pergi bersama ku. Dulu ketika kami menikah, Brian sedikit tertutup dan menjaga jarak dengan ku." ucap Nova sendu.


"Maaf Nova. Aku tak tau seperti apa pernikahan mu dulu dengan nya" ucap Anita merasa bersalah karena ucapan nya tadi.


"Tak apa Nita. Mungkin itu memang karma yang harus ku terima. Aku sudah ikhlas dengan takdir hidup ku" ucap Nova dengan senyum manis nya.


"Uda ayo kita lanjut petik buah nya. Kita harus petik buah yang banyak. Ayo kita habis kan uang mereka untuk membayar strawberry kita ini" ajak Nova semangat.


"Kau benar Nova. Mereka menyerahkan nya sama kita. Jadi ayo kita buat merek bangkrut. Hahahhaha" ucap Anita sambil tertawa jahat.


Syeril hanya memperhatikan tingkah kedua sahabat baru nya itu dengan senyum sedih nya. Ia yang memang berasal dari keluarga sederhana, nggak akan mungkin bisa seperti Anita dan Nova. Apa lagi mereka juga memiliki pasangan yang sepadan dengan mereka.


"Mungkin aku juga akan seperti mereka, kalau aku dari keluarga kaya dan memiliki pasangan yang kaya juga." gumam Syeril lirih.


Sebenar nya ada kecemburuan di hati Syeril melihat semua pasangan yang ikut liburan. Mereka yang sudah kaya, menikah dengan orang kaya juga. Tapi kecemburuan yang Syeril alamani tidak sampai membuat nya gelap mata untuk menikam sahabat baru nya itu dari belakang.

__ADS_1


Bahkan Syeril sudah bersyukur, bisa di ajak liburan bersama dan di terima dengan baik oleh mereka semua.


Syeril pun lanjut memetik strawberry nya. Rencana nya dia akan mengirimkan strawberry tersebut ke rumah orang tua nya. Karena adik nya Syeril sangat menyukai buah asam manis yang satu ini.


"Ayo Syer, jangan di lihatin aja. Ayo petik lagi. Jangan takut. Kita punya dua ATM berjalan di belakang kita." ucap Anita menyemangati Syeril.


"Aku segini aja Nita. Aku nggan enak kalau mereka yang bayarin aku" ucap Syeril


"Jangan gitu dong. Ayo petik lagi. Masa kamu metik nya sedikit banget. Kan kamu yang bilang kalau adik mu sangat menyukai buah yang satu ini. Ayo petik lagi. Jangan khawatir soal bayar nya" bujuk Anita yang tetap mendapat kan gelengan kepala dari Syeril.


"Ayo di petik Syeril. Kalau kamu takut soal bayar nya nanti. Kamu tenang aja. Setiap jalan jalan seperti ini, memang kami selalu membawa uang cash untuk bergantian membayar belanjaan kami semua. Jadi ayo kita petik buah yang banyak. Jangan takut kita bawa banyak CEO kesini. Bahkan kita juga bawa istri pemilik rumah sakit yang rumah sakit nya ada dimana mana. Jadi jangan khawatir soal bayaran. Pasti nanti kita semua di bayarin. Percaya deh sama aku" ucap Nova yang juga ikut membujuk Syeril di sertai kekehan nya. Ia merasa lucu mengingat nanti ucapan nya sendiri.


Dengan ragu ragu akhir nya Syeril pun mengangguk kan kepala nya. Kemudian mereka melanjut kan memetik strawberry nya.


"Apa yang di bicara kan oleh mereka bertiga? Kenapa tingkah mereka seperti mencurigakan seperti itu?" tanya Angga yang curiga melihat calon istri nya dengan Anita dan Syeril.


"Kau seperti tak tau wanita saja. Pasti mereka merencanakan sesuatu. Apa lagi jawaban mu tadi yang bilang 'kamu aja yang metik sayang. Nanti aku yang bayar' uda pasti mereka merencanakan akan membuat mu bangkrut" ucap Arya yang mulai menyadari rencana ketiga wanita yang ada di hadapan mereka.


"Benar kah?" tanya Angga tak percaya.


"Kita lihat saja nanti." jawab Arya datar.


Kedua nya kembali berbincang dengan membahas masalah perusahaan mereka.

__ADS_1


Berbeda dengan pasangan Dion dan Anggi. Saat ini Dion dengan hati hati mengawasi Anggi yang sedang asyik memetik buah strawbeery yang ada di hadapan nya.


Untung nya buah strawberry itu tidak di tanam langsung ke tanah. Melain kan di atas pot. Jadi mereka tidak perlu susah payah memetik nya sambil berjongkok. Cukup berdiri saja, mereka sudah bisa memetik nya. Apa lagi Anggi yang memang sedang hamil dan gerak tubuh nya pun sedikit lambat.


"Sayang kamu mau metik strawberry nya berapa banyak?" tanya Dion.


"Nggak tau Mas. Mungkin sampai aku lelah." jawab Anggi santai sambil memetik dan juga sambil memakan strawberry nya.


"Kamu yakin sayang? Ini luas banget loh kebun nya"


"Yakin Mas. Aku mau bawa buah ini nanti ke villa nya Bang Juan. Entah kenapa aku jadi ingin jus strawberry Mas. Pasti enak banget" ucap Anggi yang sudah membayang kan meminum jus tersebut.


"Iya uda nanti di rumah Umma, kita minta pelayan untuk membuat kan nya. Ayo kita lanjut metik nya" ajak Dion yang membuat senyum Anggi semakin lebar.


Dengan semangat yang menggebu, Anggi kembali memetik buah strawberry nya. Bahkan saat ini keranjang buah Anggi sudah ke keranjang ketiga. Dua keranjang sebelum nya sudah penuh dan sudah di aman kan oleh bodyguard Anggi di tempat penimbangan.


"Oiya Mas. Kok Naggi jadi pengen iya punya kebun strawberry sendiri di mansion Daddy" ucap Anggi tiba tiba yang membuat Dion menelan saliva nya dengan susah payah.


Bagaimana tidak, istri nya tiba tiba saja ingin memiliki kebun strawberry di mansion Danuarta. Apa dia bisa meminta izin dengan Daddy Steven. Dan apa bisa di izin kan. Itu yang ada di dalam kepala Dion.


"Mas, kok diam aja?" tanya Anggi yang tak mendapat kan jawaban dari suami nya tersebut.


"Emmm nanti kita tanya sama Daddy iya sayang. Boleh apa nggak kita buat halaman belakang mansion jadi kebun strawberry. Kita izin dulu iya nanti" ucap Dion hati hati. Takut istri nya ngambek.

__ADS_1


Anggi pun tersenyum mendengar ucapan suami nya. Ia pun dengan antusias mengangguk kan kepala nya.


__ADS_2