Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Penangkapan Arsenal Dan Keluarganya


__ADS_3

Mendapat kan tatapan penuh tanya dan penasaran membuat Dayyan hanya bisa menghela nafas nya.


"Bisa Anda jelaskan Tuan Dayyan. Apa maksud ucapan Anda tadi?" tanya salah seorang peserta rapat.


"Ani Yulia Admaja. Lebih dikenal sebagai Ani Yulia yang biasa nya di panggil Ani disana oleh para santri. Selama ini tinggal di Bandung. Tepat nya di pesantren Al-Hidayah milik Abah saya. Uncle Jonathan dan Aunty Selena, beberapa hari sebelum kecelakaan mengantarkan Ani ke pesantren. Tujuan mereka mengantarkan Ani ke pesantren Abah saya awal nya untuk mendidik Ani agar lebih mendalami agama nya. Namun ketika kecelakaan itu terjadi, Uncle Jo meminta Abah saya untuk menjaga dan melindungi Ani dari Paman tiri nya. Beliau takut kalau putri satu satu nya itu akan bernasib sama seperti dia dan istri nya. Setelah meninggal nya Uncle Jo. Semua identitas Ani di sembunyikan. Kami yang awal nya memanggil nya Lia pun berubah menjadi Ani. Dan kami juga tidak mengikut kan nama Admaja di belakang nama nya" jelas Dayyan sambil menatap tajam kearah Arsenal yang hanya bisa terdiam. Ia tetsenyum penuh kemenangan karena bisa menyembunyikan Ani selama ini dari kejaran Paman tiri nya itu.


"Jadi selama ini Lia ada bersama dengan Anda dan Keluarga Anda Tuan Dayyan?" tanya Arsyil memastikan.


"Benar Tuan Arsyil. Lia atau yang biasa kami panggil Ani, tumbuh menjadi gadis yang lembut dan penyayang. Iya juga cantik dan sholehah" ucap Dayyan sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu, boleh kah kami melihat nya Tuan Dayyan, melalui panggilan Video?"


"Untuk apa melihat nya melalui panggilan Video. Bahkan kalian sedari tadi juga sudah melihat nya" ucap Dayyan santai.


Semua nya merasa terguncang. Bagaimana bisa mereka tidak menyadari keberadaan putri dari Jonathan Admaja di dalam ruangan rapat itu. Semua saling lirik. Sampai mata mereka melihat seorang gadis berhijab berada di dalam dekapan Brian Anderson dengan tubuh yang bergetar.


Tuan Arsyil pun mendekati kursi yang mereka duduki.


"Lia" panggil nya lirih.


Ani semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh suami nya. Brian menepuk nepuk punggung istri nya.


"Uda sayang. Semua akan baik baik saja. Ayo tunjuk kan sama mereka kalau kamu masih hidup dan tidak takut sama mereka. Percaya lah disini ada Mas mu dan Paman mu juga. Kami akan melindungi mu dari pria jahat itu" bujuk Brian.


Perlahan Ani pun menegak kan tubuh nya. Ia menatap kesemua peserta. Arsyil terperangah melihat wajah nya. Wajah yang sangat mirip dengan sahabat nya itu. Ia pun meneteskan air mata nya. Dengan cepat ia memeluk tubuh mungil itu.


"Kau masih hidup nak. Kau begitu mirip dengan Ayah mu nak. Apa kau sudah melupakan Paman mu ini Lia?" tanya Arsyil dengan suara bergetar nya.


"Paman Arsyil teman Ayah yang sering datang ke rumah itu kan?" tanya Ani ragu yang di angguki oleh Arsyil.


Puas melepas rindu nya. Arsyil pun melepaskan pelukan nya. Tatapan Lia beralih kearah Arsenal dan keluarga nya.

__ADS_1


"Apa kabar Paman Arsen? Lama tak berjumpa" sapa Ani dengan senyum getir nya.


"Tidak mungkin. Kau pasti berbohong Tuan Dayyan. Kalian pasti membual. Bagaimana bisa dia adalah anak nya Jonathan. Kau bilang dia wanita yang solehah tapi kenapa dia bisa berada di pelukan nya Tuan Brian. Kalian berusaha membodohi kami, hah!!" teriak Arsenal marah.


"Mana mungkin saya membodohi kalian semua. Ani Yulia Admaja, selama ini memang tinggal di Bandung, di Pesantren Al-Hidayah. Dia sudah di jadikam anak angkat oleh kedua orang tua saya. Itu arti nya, dia adalah adik saya" jelas Dayyan lagi sambil melipat tangan nya di dada.


"Kau benar Tuan Arsenal. Dia memang wanita solehah. Dan perkenal kan dia adalah istri saya. Istri yang baru saya nikahi beberapa minggu ini. Kami menikah di Bandung dan Paman Aska lah yang jadi wali pernikahan kami" jelas Brian tenang.


Semua semakin tercengang mengetahui fakta tersebut. Pasal nya tidak ada berita tentang pernikahan mereka.


Begitu pun dengan Arsenal dan keluarga nya. Ia hanya memikir kan bagaimana cara nya melenyapkan Ani. Dulu saja Ani masih di tangan keluarga Dayyan, ia saja tak bisa menyentuh nya. Lalu sekarang Ani berada di tangan keluarga Anderson. Akan semakin sulit ia melenyapkan Ani.


"Semua sudah melihat kalau putri dari Jonathan Admaja masih hidup. Dia sehat dan hidup bahagia di tangan keluarga Kyai Arsya di pesantren Al-Hidayah. Bahkan sekarang ia juga sudah menikah dengan Brian Anderson. Maka dari ini hak waris milik Tuan Leo Admaja resmi jatuh ke tangan Ani Yulia Admaja. Keputusan ini sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi" ucap Bagaskara tegas dan penuh penekanan disetiap kata kata nya.


"Iya kami setuju Pak Aska. Memang putri Jonathan lah yang berhak atas semua hak waris milik Tuan Leo Admaja" ucap Salah seorang peserta rapat.


Yang di angguki dan di setujui oleh peserta yang lain nya.


Bagaskara tersenyum kemenangan. Akhir nya apa yang dia perjuang kan selama ini tidak sia sia. Dia yang selalu teguh akan menyerahkan harta peninggalan milik Paman nya itu kepada keponakan nya sesuai wasiat dari Paman nya pun akhir nya terwujud.


"Papa bawa pistol?" tanya Lio berbisik.


"Bawa. Kenapa?" tanya Arsenal heran.


"Berikan ke Lio Pah"


"Untuk apa?"


"Nanti Papa akan tau" ucap nya kemudian mengambil pistol yang ada di saku jas Arsenal.


Tidak ada yang tau apa yang akan di lakukan oleh anak nya Arsenal itu. Semua nya sibuk merayakan kembali nya putri Jonathan Admaja.

__ADS_1


Hingga tiba tiba, suara tembakan mengalihkan perhatian mereka.


Dor


Dor


"Aaaaaa Lio" teriak Alya melihat putra nya terjatuh.


Semua nya kaget dan menatap kearah Lio yang sudah jatuh terkapar karena tembakan yang mengenai punggung sebelah kanan nya sebanyak dua kali.


Sepuluh orang pengawal yang di utus Brian untuk melindungi mereka pun masuk dan membekuk Lio yang sudah terkapar di lantai. Begitu pun juga dengan Arsenal dan alya istri nya.


Brian memang menyiap kan seorang sniper untuk memantau gerak gerik keluarga Arsenal itu. Dan 10 pengawal yang akan meringkus keluarga itu ketika melakukan tindakan yang tidak di ingin kan.


Dan apa yang ia pikir kan pun terjadi. Arsenal pasti akan membawa senjata tajam kedalam ruang rapat itu.


Beberapa polisi pun memasuki ruangan rapat. Iya polisi polisi itu, Bagaskara lah yang meminta nya datang sebelum rapat di mulai tadi.


Kedua tangan Alya dan Arsenal pun di borgol. Mereka akan di masuk kan kedalam penjara.


"Silah kan bawa mereka Pak. Nanti saya akan melengkapi bukti bukti kejahatan mereka" ucap Bagaskara.


"Baik Pak. Kami tunggus kelengkapan berkas nya. Kalau begitu kami pamit dulu. Permisi"


Polisi polisi itu pun membawa Arsenal beserta keluarga nya ke kantor polisi. Kecuali Lio yanh harus mendapat kan perawatan terlebih dahulu untuk mengeluarkan peluru yang tertanam di punggung nya.


"Terima kasih Mas sudah melindungi Ani" ucap Ani tulus.


"Sama sama sayang. Semua Mas lakukan untuk mu sayang"


Rapat pun selesai. Mereka sepakat akan mengumumkan siapa penerus Admaja Corporation yang sebenar nya beberapa hari lagi. Mereka menunggu suasana lebih aman terlebih dahulu.

__ADS_1


Di lobby perusahaan banyak para karyawan melihat tak percaya, atasan mereka, pemimpin perusahaan tempat mereka kerja beserta anak dan istri nya di tangkap oleh polisi.


Berita itu pun dengan cepat menyebar ke semua penjuru kantor. Bahkan berita tentang penangkapan Arsenal Ezio beserta keluarga nya pun di siarkan di televisi. Seketika berita itu pun menjadi viral.


__ADS_2