
Semua orang terlihat dangat bahagia mendengar jawaban yang di berikan oleh Selvi.
Bahkan kini Juan sudah terisak. Ia sangat sangat bahagia. Tinggal satu langkah lagi, ia akan menikah dengan Selvi.
'Ayah Bunda, lihat lah Juan sangat bahagia malam ini. Dia menerima lamaran Juan. Apa Ayah dan Bunda juga bahagia diatas sana melihat Juan?" ucap Juan dalam hati.
Mommy Aletha sampai memeluk Juan erat. Ia sangat bahagia, anak anak nya sudah menemukan pendamping hidup nya.
Setelah Juan sudah tenang, acara pun dilanjutkan kembali. Juan dan Selvi saling bertukar cincin. Terlihat jelas wajah wajah bahagia di wajah mereka.
Acara pun di lanjut kan dengan makan bersama. Breena dan Ani, kedua bumil itu sedari tadi tak berhenti makan. Semua makanan di coba sama mereka. Brian dan Dayyan pun membiar kan kedua bumil nya menikmati makanan itu, yang penting mereka bahagia.
Di sudut ruangan terlihat Ayah nya Selvi sedang berbincang dengan Daddy Martin dan yang lain nya.
"Pak Galih, perkenal kan ini semua sahabat sahabat saya dan besan saya juga. Yang ini nama nya Doni Abraham, dia sahabat saya. Anak nya yang sedang hamil besar itu"
"Kalau yang ini Steven Danuarta, anak nya yang sedang bersama dengan dua bumil yang sedang asik makan sedari tadi. Ini Abah Arsya Pratama besan saya dan besan nya Doni juga. Anak nya yang hamil enam bulan itu" jelas Daddy Martin.
"Senang berkenalan dengan Anda Tuan Tuan. Saya tak menyangka bisa berbesanan dan berkenalan dengan Tuan semua nya"
"Jangan panggil Tuan Pak Galih. Panggil nama saja. Kita seperti nya seumuran" ucap Papa Doni.
"Tapi nggak mungkin saya manggil nama seperti itu, saya seperti tidak sopan."
"Nggak ada tapi tapian Pak Galih. Panggil senyaman nya aja. Asal kan jangan panggil Tuan" ucap Abah Arsya.
Pak Galih pun tersenyum mendengar nya. Ternyata keluarga pengusaha terkenal ini tidak sombong. Mereka bahkan tidak suka di panggil Tuan sama yang bukan karyawan nya. Selvi sangat beruntung bertemu dengan mereka. Ucap Pak Galih dalam hati.
"Maaf Pak Arsya. Kalau tidak salah, bukan nya Bapak ini yang mengisi ceramah di Masjid Al-Huda kemarin iya?" tanya Pak Galih sambil mengingat kapan bertemu Abah Arsya.
"Benar Pak Galih. Biasa nya anak saya yang ngisi ceramah di Masjid itu. Tapi karena ada urusan kantor jadi saya yang menggantikan nya" ucap Abah Arsya.
"Berarti saya tidak salah. Sedari tadi saya terus mengingat kapan bertemu dengan Pak Arsya, rupa nya baru kemarin" ucap Pak Galih terkekeh kecil.
Perbincangan mereka pun berlanjut. Mereka menbahas hal hal random sehingga membuat mereka tertawa.
__ADS_1
...----------------...
Tak berbeda dengan para lelaki. Para wanita pun juga berbincang. Dari perkenalan dan membahas kehamilan anak anak mereka.
"Jadi kapan HPL nya Breena, Tih?" tanya Mommy Rianti.
"Sekitar dua minggu lagi. Tapi bisa aja maju kan karena bayi nya kembar. Aku juga lagi wanti wanti ini takut nya dia tiba tiba aja kontraksi" ucap Mama Ratih yang tatapan nya tak lepas dari Breena.
"Iya kehamilan kembar memang harus di waspadai. Tapi sejauh ini aman kan?" tanya Mommy Aletha.
"Aman aman aja selama pemeriksaan. Lihat lah bumil itu, sedari tadi makan terus. Umma apa menantu Umma itu tidak merasa kenyang?" seloroh Mama Ratih yang di balas dengan kekehan Umma Hanum.
"Mbak Ratih, dia juga putri mu" balas Umma Hanum di sertai kekehan.
"Dia bukan hanya putri nya Ratih aja, tapi Princess kita semua. Lihat lah walau pun disana ada suami nya. Tapi tetap aja dia menyuruh Juan untuk membantu nya menghabis kan makanan nya. Semoga saja Selvi tidak merasa cemburu" ucap Mommy Aletha.
"Maaf iya Bu Sisil. Breena memang manja sama Juan. Karena sedari kecil anak anak kami selalu bermain bersama. Duuhh saya jadi tidak enak sama Bu Sisil" ucap Mama Ratih merasa tak enak kepada Ibu nya Selvi karena kedekatan Breena dan Juan di depan semua keluarga.
"Tidak apa Bu Ratih. Selvi sudah menceritakan semua nya. Jadi saya tidak menganggap nya masalah yang serius" jawab Bu Sisil.
"Iya Breena minta aku yang tetap jadi dokter nya kalau lahiran nanti. Dia juga minta di dalam ruangan operasiu nanti di temani Dayyan sama Mas Doni. Memang permintaan bumil satu itu ada ada saja" ucap Mama Ratih sambil menggeleng kan kepala mengingat perdebatan mereka beberapa hari yang lalu tentang permintaan Breena yang aneh itu.
"Hahahhahha memang cucu cucu mu itu sesuatu banget Rat. Kau ingat nggak waktu dia barru dsi ketahui hamil, di rumah. Sakit dia merampok anak ku. Bukan hanya di rumah sakit aja, dia juga pernahh merampok anak ku untuk beli jet pribadi juga" ucap Mommy Aletha di sertai kekehan nya.
"Aku nggak pernah tau kalau anak ku pernah merampok anak mu soal jet pribadi itu Letha. Apakah Brian menuruti nya?"
"Tentu saja tidak. Mana mungkin dia menuruti nya sementara waktu itu dia mau nikah sama Ani. Yang ada gagal dia nya nikah" kekeh Mommy Aletha.
Mama Ratih bernafas lega. Karena Brian tidak menuruti kemauan cucu nya itu. Sedangkan Bu Sisil melongo tak percaya mendengar ucapan Mommy Aletha dan Mama Ratih yang santai ketika membicarakan masalah ngidam anak nya.
...----------------...
"aaawwwsss" desih Breena tiba tiba ia merasakan perut nya mulas.
"Kenapa sayang?" tanya Dayyan panik melihat istri nya memegang perut buncit nya.
__ADS_1
"Nggak apa apa Mas. Hanya mulas saja. Mungkin kontraksi palsu kaya yang sebelum sebelum nya" jawab Breena sambil memaksakan senyum nya.
"Kamu yakin sayang?" tanya Dayyan yang tak percaya karena istri nya itu menahan rasa sakit nya.
"Iya Mas"
"Assalamualaikum anak anak Abi. Apa anak anak Abi ini uda nggak sabar mau ketemu Umi sama Abi iya? Kenapa kalian membuat Umi kalian kesakitan hem?" tanya Dayyan sambil mengelus perut Breena.
Dug
Dug
Dayyan mendapatkan dua tendangan sekaligus sebagai jawaban dari pertanyaan nya. Membuat senyum Dayyan semakin lebar.
"Sabar iya anak anak Abi, kita pasti bertemu kok kalau uda waktu nya" ucap Dayyan yang masih setia mengelus perut Breena.
Breena tersenyum melihat interaksi itu. Ia bahagia melihat suami nya yang begitu sayang kepada anak anak nya walau pun masih di dalam kandungan.
Dayyan pun mulai membacakan surat Yusuf dan surat Maryam. Dia tidak mempedulikan tatapan tatapan yang di dapat nya dari semua orang yang ada disana. Bagi nya rasa sakit yang di dera Breena segera hilang.
"Lihat itu Ratih, Umma Hanum, anak dan menantu kalian berdua benar benar mnegumbar keromantisan mereka di depan semua orang. Yang sudah punya suami atau istri tersenyum melihat nya. Tapi lihat lah yang masih jomblo, mereka merana, iri dengam sikap manis nya Dayyan" ucap Mommy Aletha.
"Biar kan saja. Mungkin Breena lagi ingin di elus seperti itu sama suami nya" ucap Umma Hanum.
Berbeda dengan Ratih, ia bisa melihat wajah anak nya yang sedang menahan rasa sakit.
"Apa mungkin Breena mau lahiran iya" lirih Mama Ratih yang terus menatap anak dan menantu nya.
"Mas, kok basah iya tempat duduk nya" tak Breena polos.
Dayyan pun segera memeriksa tempat duduk Breena. Bahkan dia juga melihat ada air yang mengalir dari kaki Breena.
"Kamu pecah ketuban sayang" ucap Dayyan panik.
Breena seketika terdiam. Ia sedang mencerna ucapam suami nya.
__ADS_1
"Mah, Umma. Tolong. Breena pecah ketuban" teriak Dayyan tanpa menoleh kearah orang tua nya