
Baru saja dua lagu yang dibawakan oleh pemain hadroh, Breena pun pamit akan ke kamar mandi.
"Mas, Breena ke kamar mandi dulu iya"
"Mau Mas antar sayang?"
"Tidak usah. Mas disini aja. Nikmati makanan sama musik hadroh nya" tolak Breena halus.
"Iya uda, kamu hati hati iya sayang"
Setelah mendapatkan izin Breena pun segera keluar dari dalam aula itu. Namun bukannya ke kamar mandi, Breena justru pergi ke arah pintu belakang.
Sampai di pintu belakang Breena sudah melihat para pemain hadroh sudah turun dari atas panggung.
Mbak Ani pun segera menghampiri Breena dan memberikan gitar kepada Breena. Lalu Breena naik keatas panggung. Dan duduk diatas kursi yang telah disiapkan untuknya sambil memangku gitarnya.
Semua yang ada didalam aula itu terkejut melihat Breena duduk diatas panggung dan membawa gitar.
Dengan senyum yang terus mengembang, Breena mengucapkan salam kepada semua orang yanga ada didalam aula.
"Assalamualaikum. Maaf kalau saya mengganggu acara makan kalian semuanya. Izin kan saya menyampaikan sesuatu untuk suami saya yang sedang berulang tahun hari ini" ucap Breena dengan suara lembutnya.
"Saeng-il chughahaeyo oppa. I naiga deulmyeonseo deoug seongsugham namjaga doegileul balabnida. Gajog-choegoui sowon. Saranghaeyo oppa. Seonsaengnim jeongmal saranghaeyo" ucap Breena berbahasa Korea sambil membentuk finger heart dan mengarahkannya kearah suaminya. Tak lupa senyum manisnya selalu tersungging dibibirnya.
( Selamat ulang tahun Mas. Semoga diumur yang bertambah ini, kamu menjadi lelak yang lebih dewasa. Imam terbaik untuk keluarga. Dan doa terbaik untuk kamu. Aku cinta kamu Mas. Aku sungguh mencintai kamu Ustadz ku )
Dayyan yang mendapatkan ucapan itu dari Breena dengan bahasa Korea pun tersenyum. Ia juga membalas finger heart yang diberikan oleh Breena tadi. Seketika aula dibuat riuh oleh kelakuan dua orang yang sedang jatuh cinta itu.
"Oke sekarang satu buah lagu cinta untuk Gus kita yang tampan dari orang tersayang nya" ucap Breena tersenyum manis. Lalu ia pun mulai memainkan gitar yang dipegangnya.
Eonjena gateun kkume
Naccseon seolgureul hago
Meomohwojin sigan soge
Neowa majuchyeottdeon na
Selalu dimimpi yang sama
Dengan sebuah wajah yanv tak dikenal
Dalam waktu yang membeku
Aku bertemu denganmu
Jogeum duryeowossnabwa
Yeongwanhi kkunmilkkabwa
Ijen nuneul tteodo neoya
Aku sedikit takut
Ini hanya mimpi selamanya
Namun sekarang, saatku buka mataku, itu dirimu
This is love story
Gamchul suga eoptneun
Neoman boneun du nuneul
Gameul suga eoptneum nan
Ini kisah cinta
Yang tak bisa kusangkal
Mataku yang hanya menatapmu
Aku tak bisa menutupnya
This is amazing
Naege modu ju daedo
Neowa bakkul sueopso
Nae sarangeul
Ini lua biasa
Walau aku diberi segalanya didunia
__ADS_1
Aku tak bisa menukarnya denganmu cintaku
Eonjenga dan hambeonjjeum
Naege wajul georago
Geu saram geu sarangeul
Nan kkok chajeul georago
Terkadang, setidaknya sekali
Akan datang padaku
Pria itu, cinta itu
Aku menemukannya
Manhi apeugettjiman
Dasi naege mureodo
Jeongmal sarangijanha
Sangat menyakitkan
Jika kau bertanya padaku lagi
Itu benar benar cinta
This is love story
Gamchul suga eoptneun
Neoman beneun du nuneul
Gameul suga eoptneun nan
Ini kisah cinta
Yang tak bisa ku sangkal
Mataku yang hanya menatapmu
Aku tak bisa menutupnya
This is amazing
Naege modu jundaedo
Bakkul sueopseo
Ini luar biasa
Walau aku diberi segalanya didunia
Aku tak bisa menukarnya dengamu
This is love stroy
That I can't hide away
Neoni gaseum sogeseo
Gipi jamdeulgi sipeo
Ini kisah cinta
yanh tak bisa kupendam
didalam hatimj
Aku ingin tertidur pulas
Igeon sarangiya
Ige haengbogiya
Hoksi kkum sogilkkabwa
Nuneul tteul suga eopseo
Ini cinta
Ini kebahagiaan
__ADS_1
Kalau ini sebuah mimpi
Aku tak bisa membuka mataku
This is my love story
Saranghae neomaneul
Ini kisah cinta
Aku mencintaimu, hanya dirimu.
Suara tepuk tanvan memeriahkan nyanyian Breena yang telah usai. Banyak pujian pujian yang ia dapat ketika menyanyikan lagu dalam bahas Korea itu dengan lancar.
Dayyan yang melihat Breena sudah menyelesaikan nyanyiannya pun langsung berdiri dan merentangkan tangannya.
Melihat itu Breena langsung meletakkan gitarnya. Dan berlari menghampiri suaminya. Lalu masuk kedalam pelukan sang suami.
"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah memberikan hadiah terindah untuk Mas. Mas mencintai kamu" ucap Dayyan mencium kening Breena lama.
"Sama sama Mas. Terima kasih sudah begitu lama mencintai Breena. Breena juga mencintai kamu Mas" jawab Breena tersenyum manis menatap suaminya.
Kemesraan mereka dilihat oleh semua orang. Membuat iri beberapa Ustadz dan Ustadzah yang belum menikah. Termasuk juga sepupu Dayyan yang juga turut hadir.
"Haaaddeeuuhh berasa dunia milik berdua. Ingay dong masih banyak ini yang jomblo disini" sindir Nafisha.
"Makanya Sha nikah biar bisa seperti ini"
Cup
Ucap Rama mencium pipi istrinya. Sengaja membuat Nafisha semakin sewot. Nafisha yang melihat itu hanya bisa mendengus dan membuang muka. Lalu ia kembali memakan makanannya tanpa mempedulikan dua pasangan bucin yang ada didekatnya.
Selesai makan Dayyan pun mengajak Breena kembali ke Jakarta. Karena sebelum kembali ke Jakarta, mereka harus ke rumah sakit dulu melakukan fisum untuk melengkapi laporan mereka.
"Abah Umma" panggil Dayyan ketika ia sudah berdiri disebelah orang tuanya yang berbeda meja dengannya.
"Kenapa nang?" tanya Umma Hanum.
"Dayyan sama Breena mau pamit Umma"
"Kok cepat banget mau baliknya?" tanya Abah Arsya.
"Iya Bah, Dayyan mau ke rumah sakit dulu, abis itu baru balik ke Jakarta"
"Nggak nginap lagi disini?" tanya Umma Hanum.
"Maaf Umma bukan nggak mau nginap lagi. Tapi Breena harus ke kampus. Breena ada janji sama dosen Breena. Mas Dayyan juga mau ada rapat pemegang saham hari ini bareng sama Papa juga" jelas Breena.
"Iya uda tapi lain kali harus nginap lagi iya. Kalian hati hati dijalannya" pesan Umma Hanum.
"Siap Umma. Kalau gitu kami pamit Umma Abah. Assalamualaikum" ucap Dayyan dan Breena sambil mencium tangan orang tua mereka bergantian.
Kemudian pasangan suami istri itu berjalan keluar aula dan menuju ke mobil mereka.
Saat ini Dayyan dan Breena berada dijalan menuju ke Jakarta. Sebentar lagi mereka akan sampai di rumah mereka. Seperti biasa Breena selalu tertidur di jalan setiap kali ia ke Bandung atau pun kembali ke Jakarta. Bukan tanpa alasan mengapa Breena selalu todur dijalan. Itu semua karena permintaan Dayyan. Ia tidak mau istrinua kelelahan ketika berada di jalan.
Beberapa jam kemudian. Mobil yang dikendarai Dayyan telah tiba di parkiran mobil di perusahaan AD Grup. Niat hati ingin langsung kerumah dulu baru ia ke AD Grup. Tetapi tidak jadi karena ia mendapat telepon dari Dion asistennya kalau rapat pemegang saham sudah dimulai 30 menit yang lalu.
Setelah memparkirkan mobilnya Dayyan langsung membangunkan Breena.
"Sayang bangun yuk" ucap Dayyan sambil mengelus pipi Breena.
Breena yang memdemgar suara suaminya langsung membuka matanya. Ia memerhatikan sekelilingnya dan ketika kesadarannya sudah penuh 100% barulah ia tau kalau mereka tidak pulang kerumah tetapi ke perusahaan AD Grup.
Itu membuat Breena bingung. Dayyan yang melihat raut kebingungan diwajah istrinya pun langsung menjelaskannya.
"Ayo kita turun sayang. Temani Mas rapat dulu iya baru kita pulang. Atau kamu mau nanti kita langsung ke kampus kamu?" tanya Dayyan.
"Tapi Breena kan bukan pemegang saham di perusahaan ini Mas. Nggak mungkin Breena juga masuk temani Mas" ucap Breena menolak ikut masuk juga.
"Kita ke rumah dulu aja Mas. Skripsi Breena kan dirumah semua" lanjutnya.
"Siapa bilang kamu tidak punya saham diperusahaan ini?"
"Llaahh kan memang benar Mas. Yang punya saham itu Mas sama Papa"
"Tidak sayang. Saham milik Mas sudah atas nama kamu. Jadi kamu juga harua ikut masuk kerapat pemegang saham kali ini. Dan kamu tau saham kamu sama Papa itu sama besarnya sayang 55%" jelas Dayyan yang membuat Breena terkejut.
Suaminya memberikannya saham sebesar 55%, tanpa sepengetahuannya. Apakah suaminya itu bercanda?
"Uda ayo masuk sayang. Dion sudah menunggu kita didalam" ajak Dayyan yanb tidak ingin menerima penolakan dari istrinya.
Dengam terpaksa Breena pun menyetujui ajakan suaminya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke lobby perusahaan itu.
Sebenarnya Breena tidak ingin datang ke perusahaan itu. Karena ia pasti sudah menduga akan bertemu dengan mantannya. Breena berdoa dalam hati semoga mereka tidak akan bertemu.
__ADS_1