
Sudah lebih dari satu jam Breena dan GramdMa saling berbincang. Namun orang yang di tunggu Breena sedari tadi tidak juga menampak kan batang hidung nya.
Breena pun terlihat gusar. Sudah berkali kali ia mencoba menelpon Kakak nya itu. Tapi tak juga di angkat. Bahkan sekarang ponsel nya pun sudah tak aktif lagi.
"Kamu kenapa Princess?" tanya GrandMa Cloe yang melihat kegusaran cucu nya itu.
"GrandMa, kemana Kak Ansel? Kenapa sedari tadi ia tak datang juga? Bukan kah Mansion Daddy Calvin tak begitu jauh dari rumah sakit ini?" tanya Breena sedih.
"Kamu yang sabar iya. Tadi Kakak mu bilang akan menyusul GrandMa. Mungkin dia masih merasa lelah atau terjebak macet. Kita tunggu saja dulu iya"
"Iya GrandMa" ucap Breena lesu.
Breena sudah tak sabar ingin bertemu dengan Kakak nya itu. Kakak sepersusuan nya.
...----------------...
Di Mansion Daddy Calvin.
Mommy Gantari sedang menggedor gedor pintu kamar putra tunggal nya itu. Sudah sedari tadi dia membangunkan putra nya. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar putra nya.
"Ansel bangun. Apa kamu nggak ke rumah sakit?" teriak Mommy Gantari dari luar kamar Ansel.
Ansel yang mendengar teriakan Mommy nya pun dengan malas bangun. Ia berjalan gontai membuka pintu kamar nya.
"Kenapa Mommy teriak teriak. Ansel masih lelah Mom" keluh Ansel.
"Mommy mau ke rumah sakit. Apa kau tak ingin melihat keponakan mu? GrandMa dan GrandFa sudah kesana terlebih dahulu"
Ansel yang masih mengantuk pun seketika membuka mata nya lebar. Ia langsung teringat dengan janji nya yang akan melihat anak Adik kesayangan nya.
"Mommy duluan saja. Nant Ansel menyusul" ucap nya yang langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Dasar" cebik Mommy Gantari.
Mommy Gantari pun segera menuju ke kantor suami nya terlebih dahulu. Suami nya tadi meminta Mommy Gantari untuk menjemput nya.
Sesampai nya di kantor sang suami. Mommy Gantari langsung masuk dan menuju ke ruangan suami nya.
Di luar ruangan sang suami, Mommy Gantari bertemu dengan sekretaris suami nya. Seorang wanita yang berhijab yang langsung di pilih oleh Mommy Gantari.
"Assalamualaikum Ara. Apa suami saya ada di dalam?" tanya Mommy Gantari lembut.
"Wa'alaikum salam Nyonya. Tuan ada di dalam ruangan nya. Silah kan masuk Nyonya" jawab Ara tak kalah lembut nya.
__ADS_1
"Oke saya langsung masuk iya"
Mommy Gantari pun dengan perlahan membuka pintu ruangan suami nya. Terlihat sang suami sedang fokus menatap laptop di depan nya.
"Apa Anda meminta saya kesini untuk melihat Anda yang sedang fokus bekerja Tuan Calvin Bagaskara"
Ucapan Mommy Gantari mengejutkan Daddy Calvin. Ia langsung menghampiri sang istri dan memeluk nya.
"Kamu sudah datang sayang? Kenapa nggak menelpon biar Mas yang turun kebawah saja"
"Tak apa Mas. Yuk ke rumah sakit sekarang. Daddy sama Mommy uda duluan kesana. Tapi Ansel mungkin masih di mansion"
"Mungkin Ansel masih lelah sayang. Iya uda ayok kita berangkat" ajak Daddy Calvin yang langsung berjalan sambil memeluk pinggang ramping sang istri.
"Ara, saya mau pulang sekarang. Kalau ada sesuatu yang penting segera hubungi saya" ucap Daddy Calvin ketika dia sudah berada di dekat meja sekretaris nya.
"Baik Tuan"
"Dadahh Ara" ucap Mommy Gantari sambil melambaikan tangan nya.
Ara pun membalas lambaian tangan Mommy Gantari. Ia sangat senang bisa bekerja di perusahaan ini. Selain gaji yang besar, istri pemilik perusahaan itu pun juga sangat baik.
...----------------...
Di mansion Daddy Calvin,
Sesampai nya di rumah sakit. Dengan santai nya ia berjalan menuju ke ruangan Mama Ratih.
Sepanjang perjalanan beberapa dokter dan perawat yang berpapasan dengan nya selalu menunduk kan kepala nya, menghormati Ansel sebagai anak dari Kakak pemilik rumah sakit.
Beberapa Dokter KOAS yang sedang berjalan bersama beberapa perawat pun melihat kedatangan Ansel yang dihormati dengan dokter dan perawat lain nya.
"Siapa dia?" tanya Syifa penasaran.
"Dia Tuan Ansel Dokter."
"Apa dia salah satu petinggi di rumah sakit ini?" tanya Anna yang terpesona dengan ketampanan Ansel.
"Dia bukan petinggi dirumah sakit ini Dokter. Tapi dia memiliki saham disini juga. Tuan Ansel anak dari Nyonya Gantari, Kakak dari Dokter Doni" jelas perawat tersebut.
"Terus mau apa dia kesini?" tanya Anna yang masih penasaran.
"Kurang tau Dokter. Biasa nya Tuan Ansel akan datang bersama dengan Nona Breena. Atau dia hanya mengantarkan Nona Breena saja. Tuan Ansel dan Nona Breena sudah seperti abang dan adik kandung. Setau saya sudah lebih dari lima bulan Taun Ansel tidak pernah datang lagi kesini."
__ADS_1
"Kenapa begitu?" tanya Syifa.
"Yang saya dengan Tuan Ansel ke Belanda. Ia pergi ke mansion Tuan Besar Bagaskara dan Nyonya besar Cloe, orang tua Tuan Calvin"
Anna yang mendengar itu pun semakin terpesona dengan Ansel.
Sedangkan Ansel terus saja berjalan menuju ke ruangan Mama Ratih.
Begitu sampai di depan ruangan Mama Ratih. Ansel yang berniat membuka pintu pun justru terjatuh kedalam ruangan Mama Ratih, karena pintu yang terlebih dahulu dibuka dan ditarik dari dalam oleh Syeril.
Ansel jatuh menimpa tubuh mungil nya Syeril. Ansel dan Syeril saling bertatapan mata.
"Cantik" gumam Ansel pelan membuat pipi Syeril merona mendengar pujian itu.
Mama Ratih yang melihat kejadian itu pun segera menghampiri keponakan nya itu.
"Ansel. Kamu nggak papa?" tanya Mama Ratih khawatir.
Ansel yang mendengar suara Mama Ratih pun tersadar dari lamunan nya. Ia segera bangun dari atas tubuh Syeril. Mama Ratih langsung membantu Syeril berdiri.
"Kamu baik baik aja kan Syeril?"
"Saya baik baik saja Dokter Ratih" ucap Syeril menunduk malu.
Mama Ratih langsung menjewer kuping Ansel. Ia begitu gemes melihat tingkah kepinakan nya itu.
"Mah, sakit Mah. Duuhh lepasin dong Mah" rengek Ansel kesakitan.
"Dasar anak nyebelin. Sudah sampai di Indo bukan nya kasih tau Mama nya, malah diam diam datang kesini. Mau apa kamu kesini Hah?" ucap Mama Ratih sambil melepas jeweran nya.
"Cih. Mama gimana sih. Iya pasti nya mau jenguk Breena lah sama kedua keponakan El. Bree di ruangan biasa kan Mah?" tanya Ansel sambil mengusap telinga nya.
"Apa kamu nggak nanyak Mommy mu dimana Breena melahirkan?"
Ansel yang mendapatkan pertanyaan itu langsung menggelengkan kepala nya.
"Breena di rumah sakit Erlangga's El. Bukan disini. Kamu salah rumah sakit" ucap Mama Ratih menahan kesal nya.
"Jangan bercanda Mah. Untuk apa dia melahirkan di rumah sakit orang. Kalau orang tua nya aja punya rumah sakit sendiri" ucap Ansel tak percaya.
"Terserah mau percaya apa nggak. Kalau kamu masih nggak percaya telepon Mommy mu. Tanya dia dimana" ucap Mama Ratih sambil meninggalkan Ansel yang masih mencerna ucapan Mama Ratih.
Mama Ratih berjalan bersama Syeril yang berada di samping nya menuju ke ruangan operasi. Karena ada pasien yang akan melakukan operasi ERACS.
__ADS_1
"Mah tunggu iihh. El pinjam ponsel Mama dulu. Ponsel El mati Mah" ucap Ansel sambil mengejar Mama Ratih yang sudah berjalan jauh meninggalkan nya.
Mama Ratih tak menghiraukan apa yang Ansel ucapkan. Ia terus berjalan bersama dengan Syeril sambil berbincang.