Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Teman Lama Jadi Saudara Ipar


__ADS_3

Acara sederhana yang di buat keluarga Anderson di rumah Selvi pun akhir nya selesai tepat sebelum adzan Ashar.


Semua keluarga Anderson dan yang lain nya sudah kembali terlebih dahulu. Sebab mereka juga memikir kan nasib bayi bayi yang masih belum bisa berkumpul di keramaian.


Terutama baby triplet nya Dayyan dan Breena. Walau pun mereka di jaga oleh pengasih masing masing. Tapi tetap saja ada saja yang datang mendekati dan berakhir dengan mencubit pipi gembul bayi mereka. Dan berakhir dengan menangis. Alhasil ketiga bayi itu selain di jaga oleh pengasuh nya tapi juga di jaga ketat oleh pengawal Daddy Martin.


Hal itu semakin membuat beberapa tetangga nya Selvi memandang penuh kekaguman dengan ketiga bayi kembar itu. Sebab, masih bayi saja sudah dijaga seketat itu. Apa lagi nanti kalau mereka sudah berusia sekolah, pasti akan lebih ketat lagi di jaga nya.


Juan saat ini sudah berada di dalam kamar nya Selvi. Kamar yang menurut Juan kecil, kalau di banding kan Kamar itu tak seluas dengan kamar nya yang ada di apartemen nya. Bahkan untuk ukuran kamar mandi nya saja, kamar ini masih kecil.


Tapi Juan tak mau membanding kan kehidupan nya dengan kegidupan Selvi. Ia harus bersyukur, berkat keluarga Anderaon, dia bisa hidup dengan mewah. Apa jadi nya dia kalau tidak ada keluarga Anderson dihidup nya.


Selvi masuk ke dalam kamar setelah selesai mandi. Iya kamar Selvi memang tidak ada kamar mandi nya. Di rumah Selvi hanya ada dua kamar mandi. Kedua kamar mandi itu pun berada di dekat dapur. Jadi kalau mau mandi harus ke kamar mandi itu dan langsung membawa baju ganti.


Keluarga Selvi sebagian sudah pulang. Apa lagi yang rumah nya jauh. Mereka memilih pulang setelah acara selesai. Sebab besok mereka masih harua beraktivitas juga.


Di rumah itu hanya tertinggal keluarga Bude Lastri, beserta anak dan menantu nya. Karena memang rumah Bude Lastri sangat dekat dengan rumah Selvi hanya berbeda blok saja.


"Abang nggak mandi?" tanya Selvi ketika ia sudah duduk di meja rias nya.


"Sebentar lagi sayang" ucap Juan yang mendekat ke tempat Selvi duduk.


Juan mengambil alih hairdrayer yang di pegang Selvi. Juan membantu mengeringkan rambut Selvi yang basah sehabis keramas.


"Biar Selvi aja Bang" tolak Selvi.


"Nggak apa sayang. Kamu duduk tenang aja iya"


Juan langsung mengering kan rambut Selvi. Selvi sendiri ia tersenyum manis menatap pantulan Juan dari cermin yang ada di depan nya.


"Terima kasih sudah mau menjadi istri nya Mas" ucap Juan setelah selesai mengering kan rambut Selvi.


"Terima kasih juga sudah mau memilih Selvi jadi istri nya Abang" ucap Selvi tulus.

__ADS_1


Selvi membalik tubuh nya menghadap kearah Juan. Ia langsung memeluk pinggang Juan. Juan yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung tersenyum dan mengelus kepala Selvi.


Juan menunduk kan kepala nya. Ia mendekat kan wajah nya ke wajah Selvi yang mendongak menatap nya. Juan mengecup bibir Selvi sekilas. Lalu menampil kan senyuman nya.


"Abang" rengek Selvi karena Juan berhasil mencuri kecupan di bibir nya yang belum pernah tersentuh oleh seorang pria.


"Manis sayang" ucap Juan sambil terkekeh.


"Uda iihh sana Abang mandi. Bau tau" ucap Selvi yang berpura pura kebauan dan menutup hidung nya dengan tangan.


"Baik lah Abang mandi dulu. Biar nggak bau lagi. Biar nanti kamu mau di cium lagi" goda Juan.


Selvi hanya menggeleng kan kepala nya. Kemudian ia mencari baju Juan yang masih berada di dalam koper. Selvi mengambil celana jeans pendek Juan dan sebuah kemeja, tak lupa dalaman nya Juga. Lalu menyerah kan nya pada Juan yang sudah memegang handuk nya.


"Terima kasih istri ku" ucap Juan sambil mencium pipi Selvi.


"Ck, dasar" ucap Selvi sambil menggeleng kepala nya melihat tingkah Juan.


Di dekat dapur Juan bertemu dengan suami nya Nindi. Ia menyapa suami Nindi dengan santai nya.


"Laahh, Lo nggak tau kalau Selvi itu adik sepupu nya istri Gue?" ucap Devano, suami Nindi.


"Lo serius?" tanya Juan tak percaya.


"Serius lah. Nindi pramugari Gue dan dia juga istri Gue. Kemana aja Lo baru tau?"


"Oohh God. Kenapa dunia ini sempit sekali"


"Uda sana mandi. Gue tunggu Lo di ruang tamu" ucap Devano. Kemudian ia pergi ke ruang tamu sambil membawa segelas kopi panas.


Juan pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memulai mandi nya. Karena memang Juan kalau mandi cukup lama. Jadi sebisa mungkin selama tinggal di rumah Selvi, Juan akan mengurangi waktu nya di dalam kamar mandi.


Selesai mandi Juan langsung menuju ke ruang tamu. Dia masih tidak percaya kalau Devano itu menjadi saudara sesama ipar nya.

__ADS_1


"Dev" panggil Juan.


Di ruang tamu sudah ada istri nya dan Nindi istri nya Devano.


"Hmm"


"Nin, Lo beneran nikah sama manusia kutub ini?" tanya Juan tak percaya.


"Dduuhh Capt, ia benar lah. Captein aja yang kemana? Kenapa baru tau kalau manusia kutub yang Captein bilang itu uda jadi suami saya beberapa tahun ini" ucap Nindi yang juga mengatai suami nya manusia kutub.


"Sayang, kok ikutan dia sih bilang aku manusia kutub juga" protes Devano.


"Iya kan kamu memang manusia kutub Mas. Tapi kamu jadi manusia kutub nya sama orang yang bukan keluarga kamu. Tapi kalau sama keluarga kamu kan kamu bukan manusia kutub" ucap Nindi yang semakin membenar kan ucapan Juan.


Juan tertawa puas melihat wajah kesal nya Devano yang di katai manusia kutub oleh istri nya sendiri. Begitu pun juga dengan Selvi dan Nindi, mereka juga ikutan tertawa.


"Yang di bilang sama Abang dan Mbak Nindi itu benar loh Mas Dev. Mas itu memang manusia kutub. Dulu aja sewaktu belum nikah sama Mbak, setiap Mbak bawa kamu ke kumpulan keluarga. Kamu nya selalu diam dan dingin banget sama kami Mas. Tapi begitu kamu sudah menikahi Mbak Nindi, sifat kamu berubah banget, jadi lebih hangat dan mudah senyum" ucap Selvi menjelas kan kenyataan nya.


"Ya ya ya ya. Terserah kalian aja" ucap Devano pasrah karena dia di serang oleh tiga orang langsung.


"Gue masih nggak nyangka Dev, kita bakalan jadi saudara" ucap Juan yang masih tak percaya.


"Iya memang ini kenyataan nya Ju. Kita jadi saudara sekarang."


"Oiya Ju, kamu masih berkomunikasi sama teman teman alumni sekolah penerbangan kita nggak?" tanya Devano tiba tiba.


"Nggak. Gue uda lama nggak komunikasi lagi sama mereka. Kau tau Dev, selama jadi pilot mereka semua sudah bukan lagi seperti teman kita dulu. Hidup mereka sekarang terlalu bebas. Aku tak sanggup mengikuti kehidupan mereka."


"Iya kau benar. Mereka sekarang hidup mya terlalu bebas. Bahkan ada yang uda nikah dan dia bermain api sama pramugari nya." ucap Devano yang membenar kan ucapan Juan tadi.


"Terus kenapa Lo tanya itu tadi sama Gue?" tanya Juan penasaran.


"Mereka mau mengadakan reuni untuk alumni seangkatan kita. Lo mau ikut nggak?"

__ADS_1


"Lihat nanti lah. Kalau Gue mau iya Gue datang. Kalau nggak iya malas Gue" ucap Juan ogah ogahan.


Pembicaran mereka pun terus berlanjut. Sampai waktu memasuki waktu magrib. Para lelaki memilih sholat magrib di masjid dekat rumah Selvi. Dan para perempuan sholat di rumah.


__ADS_2