
Merasa tangan nya di tarik oleh seseorang dan langsung di peluk, Nova memberontak. Ia berusaha melepas kan pelukan itu. Nova takut kalau itu adalah pria yang jahat.
"Lepas" teriak Nova yang masih berusaha memberontak.
"Hei sayang. Ini Mas" ucap Angga yang masih memeluk Nova.
"Lepas" bentak Nova lagi.
Namun Angga masih tak mau melepas kan pelukan nya.
"Sayang, hey tenang. Ini Mas sayang" ucap Angga lagi.
Nova sudah tak memberontak lagi. Tapi kini Nova justru menangis di pelukan Angga. Angga yang mendengar isak tangis Nova justru semakin mengerat kan pelukan nya.
"Uda iya jangan nangis lagi" pinta Angga dengan suara lembut nya.
Nova pun berusaha untuk menghentikan tangisan nya. Ia sekarang melepas kan pelukan Angga. Nova menatap lekat kedalam mata Angga.
"Ayo kita akhiri hubungan kita Mas" ucap Nova tiba tiba.
Angga membeku mendengar permintaan Nova. Apa salah nya sampai Nova meminta permintaan seperti itu. Ia menatap Nova dengan tatapan yang sulit di arti kan.
"Apa maksud kamu sayang? Kenapa kamu meminta hal seperti itu?"
"Rupa nya begini rasa nya Mas, melihat calon suami kita berpelukan dengan perempuan lain. Sakit Mas. Disini sakit. Seperti ini yang dirasa kan Breena dulu" ucap Nova sambil memukul dada nya yang sesak, isak tangis nya pun kembali terdengar.
"Sayang. Kamu salah paham. Tolong dengerin Mas dulu" pinta Angga sambil meraih tangan Nova yang sedari tadi memukul dada nya.
"Dimana salah paham nya Mas? Kamu memanggil nya dengan kata sayang juga. Bahkan kalian berpelukan di hadapan ku. Tanpa melihat keberadaan ku disana" ucap Nova marah sambil menunjuk ke arah Syila yang masih berdiri di depan pintu butik nya.
__ADS_1
"Dengerin Mas dulu sayang" pinta Angga lagi tapi tak di gubris oleh Nova.
Syila yang melihat ketegangan di antara Nova dan Angga pun merasa khawatir. Dia takut kalau abang nya akan di tinggal kan lagi oleh orang yang di sayang nya untuk yang kedua kali nya.
Kekhawatiran Syila di tangkap oleh seorang pria dari dalam butik nya. Pria itu pun langsung bergegas menghampiri Syila.
"Ada apa dek?" tanya pria itu yang tak lain adalah suami nya Syila yang bernama Reza.
"Bang kaya nya calon istri bang Angga salah paham sama Syila. Lihat lah bang, mereka seperti lagi berantem. Adek takut mereka malah membatal kan pernikahan mereka bang" ucap Syila yang masih khawatir.
"Salah paham gimana dek maksud nya?"
"Tadi gitu bang Angga datang, dia langsung panggil adek Syila sayang. Adek reflek langsung bilang kangen sama bang Angga lalu meluk bang Angga. Syila nggak tau kalau bang Angga datang sama calon istri nya Bang" jelas Syila yang sudah menetes kan air mata nya.
"Uda iya jangan nangis lagi. Kalau gitu ayok kita lurus kan kesalah pahaman ini. Biar semua nya jelas. Kita jelas kan sama calin istri nya bang Angga kalau kamu adik nya bang Angga" ajak Reza yang sambil menghapus air mata Syila.
Saat hampir berada di dekat Angga dan Nova, Syila dan Reza dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Nova. Alhasil Syila pun kembali menangis.
Apa yang di takut kan nya akan terjadi. Abang nya akan di tinggal kan lagi oleh orang yang di cintai nya untuk ke dua kali nya. Syila langsung melepas kan tangan suami nya. Dia berdiri di hadapan Nova yang masih terisak.
Angga yang melihat kehadiran Syila pun langsung menatap ke arah belakang nya. Ternyata Reza juga berada di antara mereka.
"Tolong jangan tinggal kan bang Angga, Kak. Bang Angga tulus mencintai kakak. Syila mohon jangan tinggal kan abang. Selama ini abang selalu di sakit oleh orang yang di sayang dan di cintai nya. Tapi untuk kali ini tolong, Syila mohon jangan tinggalin abang. Kakak salah paham sama kami berdua" ucap Syila yang memohon dengan menyatukan kedua tangan nya di depan dada.
Nova membuang muka. Ia tak sanggup melihat permohonan yang di lakukan oleh perempuan yang tadi memeluk calon suami nya itu.
"Cukup dek, kalau memang dia mau meninggal kan abang tak apa. Biar kan dia pergi dengan kesalah pahaman ini. Yakin lah abang baik baik saja" ucap Angga yang sudah pasrah.
Angga sudah putus asa dengan kejadian ini. Dia yang salah karena sedari tadi sebelum mereka pergi tak memberi tahu kan kepada Nova kalau butik yang mereka datangi adalah butik adik sepupu nya.
__ADS_1
Syila yang mendengar ucapan pasrah dan putus asa Angga pun menggeleng kan kepala nya kuat. Dia tak terima kalau Angga mengatakan itu.
"Nggak bang. Itu nggak boleh. Abang jangan pasrah kaya gitu aja. Abang harus berjuang demi cinta abang" ucap Syila menyemangati Angga.
"Apa yang harus abang perjuang kan kalau dia aja nggak percaya sama abang dek? Apa yang harus abang lakukan kalau dia aja mau menjauh dan meninggal kan abang?" tanya Angga dengan tatapan sedih nya.
"Kak, Syila mohon jangan salah paham. Mungkin disini abang juga salah karena tak memperkenal kan Syila dengan baik. Perkenal kan kak, aku Syila adik sepupu nya bang Angga. Papa bang Angga dan Mama ku kakak beradik" jelas Syila membuat Nova menatap tak percaya ke arah Syila dan Angga. Lalu tatapan Nova berhenti ke pria yang berdiri tak jauh dari Syila.
"Dia Syila adik sepupu nya Angga. Dan saya Reza suami nya Syila" ucap Reza yang semakin membuat Nova mulai paham kalau dia memang sedang salah paham.
"Mas" lirih Nova menatap ke arah Angga yang juga menatap nya.
Angga langsung merentang kan kedua tangan nya. Nova pun langsung berhambur ke pelukan nya Angga. Nova kembali terisak di dalam pelukan Angga.
"Mas mohon tarik kata kata kamu lagi sayang. Mas mohon jangan tinggal kan Mas. Mas nggak tau harus hidup seperti apa lagi kalau di tinggal kan sama kamu" pinta Angga yang semakin mengerat kan pelukan nya.
"Maafin Nova Mas. Maafin Nova yang nggak percaya sama Mas. Maafin Nova. Jangan tinggal kan Nova Mas. Maaf karena sikap kekanakan Nova sampai Nova meminta pernikahan kita di batal kan. Maafin Nova"
"Mas uda memaaf kan kamu sayang. Sekarang uda iya nangis nya. Kita cari baju untuk kamu di Bandung besok iya" ajak Angga sambil menghapus air mata Nova yang masih menetes. Nova hanya mengangguk kan kepala nya.
Syila dan Reza yang melihat kalau Angga dna Nova sudah berbaikan pun tersenyum bahagia. Akhir nya kesalah pahaman ini berakhir juga.
"Jadi, siapa dia sebenar nya Mas?" tanya Nova lagi. Bukan Nova tak percaya dengan ucapan Reza dan Syila. Tapi Nova mau mendengar langsung dari Angga.
"Dia Syila, sepupu Mas sayang. Dan itu suami nya Reza. Dan Syila Reza perkenal kan ini Nova calon istri abang yang sebentar lagi sah menjadi istri abang" ucap Angga memperkenal kan Syila dan Nova.
Syila pun langsung memeluk Nova dengan erat.
"Terima kasih Kak. Terima kasih karena tidak jadi meninggal kan abang. Percaya sama Syila kalau abang itu orang yang setia. Dan kalau abang uda sayang sama satu orang. Maka abang akan menjaga nya semampu abang. Kakak nggak akan menyesal telah menerima abang. Percaya sama Syila" bisik Syila saat mereka saling berpelukan. Nova pun hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.
__ADS_1