Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Merasa Menang


__ADS_3

"Bagus Bagus. Aku setuju soal itu. Itu semua memang milik anak dan istri nya. Lalu apa kau sudah memberitahu istri nya tentang perselingkuhan mereka?"


"Sudah. Awal nya dia tidak percaya. Tapi begitu ku tunjuk kan bukti perselingkuhan mereka. Akhir nya dia percaya. Dan dia juga sedang mengurus gugatan perceraian nya. Walau pun perceraian itu sedikit sulit, karena mereka yang sekarang tinggal di Jepang. Tapu berkat bantuan pengacara Pratama.Corp, gugatan nya pun di terima oleh pengadilan. Dan hari ini adalah hari keputusan nya." jelas Dion.


"Baik lah kita biar kan mereka senang terlebih dahulu. Setelah itu baru kita Booommm mereka berdua" ucap Dayyan disertai seringai licik nya.


Ya walau pun Dayyan adalah seorang Gus, anak dari seorang Kyai. Tapi kalau urusan bisnis is bisnis. Semua tidak ada hubungan sangkut paut nya dengan status nya yang merupakan seorang Gus.


"Aku juga setuju. Dan kita tetap pura pura tidak mengetahui hubungan mereka. Dan apa yang di rencanakan oleh mereka." balas Dion.


Dayyan hanya mengangguk kan kepala nya.


"Apa kau sudah mendengar berita kelahiran anak nya Brian?" tanya Dayyan hati hati.


"Iya, anak nya laki laki. Dan tampan" jawab Dion dengan senyum kecut nya.


Dayyan yang paham akan suasana hati sahabat nya itu pun, mencoba mengalih kan topik pembahasan.


"Setelah masalah ini selesai. Aku berikan kau dan Anggi cuti seminggu"


"Kau serius?" tanya Dion tak percaya.


"Ya. Aku serius. Kalian juga butuh waktu berdua. Kau tidak perlu berduaan terus dengan ku. Nanti di kira kita ini Gay" ucap Dayyan di sertai kekehan nya. Puas telah mengerjain Dion.


"Aseemm" ketus Dion sambil melempar bantal sofa ke arah Dayyan.


Dayyan justru semakin tertawa melihat tingkah Dion.


"Kau tau Ian, aku iri dengan kalian berdua" ucap Dion tiba tiba.


"Iri?"


"Hmm kalian beru menikah dan langsung di percayai memiliki anak. Sejujur nya aku ingin sekali memiliki anak. Tapi..." ucap Dion menggantung. Tak melanjut kan ucapan nya.


"Sabar, ikhlas dan tawakal. Terus lah meminta kepada Allah agar segera di berikan kepercayaan untuk memiliki anak. Selain itu kalian juga harus berusaha. Banyak alternatif untuk mendapat kan anak di zaman sekarang. Kalian bisa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter kandungan. Kalau nanti hasil nya bagus. Kalian bisa melakukan bayi tabung atau inseminasi. Tapi balik lagi. Kau harus berbicara dari hati ke hati dengan Anggi" ucap Dayyan mencoba memberi semangat pada sahabat nya itu.


"Iya kau benar Ian. Aku harus bersabar menunggu kehadiran bayi kecil kami. Selain itu kami juga harus berusaha. Setelah dari sini aku akan berbicara dengan Anggi. Semoga dia mau melakukan pemeriksaan nanti nya" ucap Dion dengan semangat.

__ADS_1


"Kalau kau lupa. Mama Ratih adalah dokter kandungan. Dia bisa membantu kalian"


"Iya kau betul"


...----------------...


Setelah jam makan siang selesai. Sesuai dwngan rencana Laura dan Rendra. Laura akan ke ruangan Dayyan untuk meminta tanda tangan nya. Dan menggoda nya sedikit.


Di ruangan Rendra, Laura sedang membenahi pakaian nya. Ia sengaja membuka dua kancing teratas kemeja nya, sehingga menampak kan belahan dada nya. Itu ia lakukan agar Dayyan tergoda dengan nya. Bahkan Laura juga memendek kan rok nya, menampak kan paha mulus nya.


Rendra yang melihat tampilan Laura, sudah kembali bernafsu. Tapi ia harus melawan nya. Agar rencana mereka berjalan dengan lancar.


"Kau sungguh seksi Baby" ucap Rendra dengan suara serak nya.


"Stoop Rendra. Tahan dulu. Aku harus menjalan kan misi kita dulu" ucap Laura menghentikan tangan nakal Rendra yang sudah bertengger di pinggang nya.


Rendra pun dengan terpaksa menuruti permintaan Laura. Tapi sedetik kemudian Rendra memeluk tubuh Laura dari belakang.


"Jangan terlalu lama disana. Aku merindukan mu" bisik Rendra di telinga Laura.


"Baik lah. Tunggu aku kembali. Setelah itu kau bebas mau melakukan apa saja" ucap Laura sambil mencium pipi Rendra sehingga meninggal kan bekas lipstik di pipi nya.


Dengan percaya diri nya, ia terus melangkah sampai kaki jenjang nya berhenti tepat di depan pintu yang bertulingkan CEO Dayyan Pratama.


Senyum Laura semakin mengembang membayang kan sebentar lagi seluruh harta Pratama.Corp akan menjadi milik nya. Pada hal tanda di sadari nya, kalau berkas itu adalah pengalihan harta milik Rendra kepada anak anak nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" ucap Dayyan dari dalam ruangan.


Ceklek


Laura dengan percaya diri nya berjalan sambil melenggak lenggok kan kaki nya. Berharap Dayyan akan tergoda dengan nya.

__ADS_1


"Permisi Tuan. Saya mau meminta tanda tangan di berkas ini" ucap Laura dengan suara menggoda nya.


Dayyan yang mendengar suara itu merasa jijik. Karena untuk pertama kali nya ia mendengar kan suara seperti itu.


"Mana berkas nya" tanya Dayyan dingin.


"Ini Tuan. Disebelah sini" ucap Laura sambil membungkuk menunjuk kan dimana Dayyan harus menanda tangani berkas nya.


Tanpa membaca terlebih dahulu, Dayyan langsung memberikan bubuhan tanda tangan nya di atas berkas itu.


Laura yang melihat nya pun tersenyum senang. Sebentar lagi ia akan menjadi orang kaya.


"Terima kasih Tuan"


"Hmm"


Laura dengan terburu buru keluar dari ruangan Dayyan. Ia segera menuju ruangan kekasih gelap nya itu.


"Honeeeyyyy" ucap Laura masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Rendra.


Rendra yang sedang membaca dokumen pun menghentikan kegiatan nya. Ia menatap Laura dengan tatapan tanda tanya.


"Aku berhasil Honey. Dia tanpa membaca nya langsung mennada tangani berkas nya. Walau pun dia tidak tergoda dengan ku. Tapi dia melakukan nya dengan cepat. Kita akan kaya honeeyy" ucap Laura senang.


"Kau hebat sayang. Kalau begitu biar berkas ini aku yang simpan. Kalau kau yang simpan, aku takut akan ketahuan oleh orang lain" ucap Rendra mengambil alih map yang masih berada di dalam pelukan Laura.


"Iya simpan lah di brangkas mu. Biar lebih aman." ucap Laura menyetujui.


"Karena tugas mu yang ini sudah selesai.kalau begitu tugas mu sekarang adalah melayani ku." ucap Rendra menarik tangan Laura hingga Laura duduk di pangkuan Rendra.


"Dengan senang hati honey"


Laura pun langsung melakukan pekerjaan yang di minta oleh Rendra. Kembali, mereka berdua pasangan yang tidak halal, melakukan hubungan terlarang mereka.


Sedangkan di dalam ruangan Dayyan, Dion sedang tertawa gembira melihat wajah tertekan nya Dayyan.


Bagaimana tidak tertekan. Dia baru saja di goda oleh wanita tak tau diri itu. Bagaimana bisa wanita itu masuk kedalam ruangan nya dengan baju seperti itu. Apa perusahaan nya disini tidak menerap kan tata cara berpakaian yang sopan dan normal.

__ADS_1


"Puas kau tertawa nya. Lihat saja setelah masalah ini selesai. Aku akan meminta semua karyawan wanita ku menutup aurat nya" ketus Dayyan. Yang semakin membuat Dion tertawa puas.


__ADS_2