
Setelah keluar dari ruangan Papa Doni, Wily langsung menuju ke ruangan asisten Papa Doni. Siapa lagi kalau bukan Damian. Si pria datar dan dingin yang belum menemukan jodoh nya di usia ia yang sudah 34 tahun.
Tok
Tok
Tok
Wily mengetuk pintu ruangan Damian.
"Masuk" ucap Damian tanpa menoleh kan tatapan nya dari berkas yang ia pegang.
Wily pun masuk ke dalam ruangan dingin Damian.
"Ada apa?" tanya Damian yang masih belum mengalihkan fokus nya dari berkas yang ia baca.
"Permisi Tuan Damian. Saya Wily, Dokter KOAS di rumah sakit ini. Saya kesini atas perintah Dokter Doni, untuk mengurus izin tinggal di Mess rumah sakit" ucap Wily sopan.
Damian pun mendongak ketika mendengar apa yang Wily kata kan. Lalu dia mengamati Wily dari atas sampai bawah.
"Kamu Dokter KOAS yang satu konsulen dengan Nona Breena?" tanya Damian datar.
"Benar Tuan"
"Baik lah kalau begitu kamu bisa melengkapi beberapa persyaratan ini untuk izin tinggal di Mess" ucap Damian sambio menyodor kan formulir izin tinggal di Mess.
"Silah kan di isi dan di lengkapi syarat syarat nya" setelah mengatakan itu Damian kembali fokus ke berkas berkas yang menumpuk di atas meja nya.
Sedangkan Wily duduk di sofa dan mengisi serta melengkapi syarat syarat nya.
Sepuluh menit kemudian, Wily menghampiri Damian dan menyerah kan formulir tersebut.
"Ini Tuan" ucap nya.
"Baik lah nanti akan saya proses. Mungkin besok kamu sudah bisa menempati Mess rumah sakit ini" ucap Damian sambil membaca data diri Wily.
"Terima kasih Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Wily sambil membungkuk kan tubuh nya.
Setelah kepergian Wily, Damian langsung menuju ke ruangan HRD untuk memproses izin tinggal nya Wily di Mess.
...----------------...
Breena, Anita dan Syeril sudah sampai di lobby rumah sakit.
"Nit, kamu bawa mobil nggak?" tanya Breena.
"Hehehe nggak. Kan tadi Gue di antar supir"
__ADS_1
"Lah terus kita naik apa? Lo tau sendiri kan sejak Gue hamil, laki gue yang dingin diluar itu nggak ngasih Gue bawa mobil sendiri"
"Syeril tadi naik apa kesini?" tanya Anita sambil melihat ke arah Syeril.
"Syeril tadi naik ojek online Dokter Nita" ucap Syeril sambil malu malu.
"Lah dia nya malu bilang naik ojek Bree" ucap Anita sambil menunjuk Syeril dan terkekeh.
"Ntar deh, Gue nelpon yang lain dulu. Mana tau ada yang bisa jemput kita kesini. Kalau nggak ada iya uda kita minta antar kan aja sama Mas Damian" ucap Breena sambil mengambil ponsel nya yang ada di tas.
Breena pun menelpon yang lain nya. Dan untung nya, Ani mau menjemput mereka di rumah sakit. Karena Ani yang di antar oleh supir. Anggi pun mengatakan akan berjumpa di Mall saja. Sedang kan Selvi akan menyusul mereka setelah jam ngajar nya selesai 1 jam lagi.
Breena, Anita dan Syeril memilih menunggu dan duduk di lobby rumah sakit.
"Syeril tinggal dimana?" tanya Breena memulai pembicaraan mereka.
"Syeril tinggal di rumah Tante Syeril. Nggak terlalu jauh dari sini, cuma 15 menit kalau naik ojek"
"Emang Syeril asli mana? Kenapa tinggal nya sama Tante Syeril?" tanya Anita penasaran.
"Syeril asli Semarang. Syeril dapat beasiswa kuliah di Jakarta, maka nya Syeril tinggal sama Tante Syeril. Kalau Ayah Syeril uda nggak ada. Ibu di Semarang ngurus adik adik Syeril" ucap Syeril dengan wajah yang sedih mengingat kalau Ayah nya sudah tidak ada lagi.
"Maaf Anita nggak tau kalau Ayah Syeril uda nggak ada" ucap Anita sambil mengelus tangan Syeril.
Syeril tersenyum melihat wajah Anita yang merasa bersalah dengan nya.
Mereka pun melanjut kan perbincangan nya, sampai tiba tiba suara lembut Ani menghentikan obrolan mereka.
"Assalamualikum Ning Bumil" sapa Ani lembut.
Ani datang bersama dengan Quin. Sebab tadi Ani memang akan menjemput Quin pulang sekolah.
"Wa'alaikum salam Nyonya Muda Anderson" jawab Breena dengan senyum jahil nya.
"Waaahhh Quin juga ikut iya" ucap Breena senang.
"Iya Aunty. Quin mau jalan jalan juga sama dedek twins" ucap nya dengan senyum manis.
"Oke kalau gitu ayo kita ayo kita berangkat" ajak Anita semangat.
"Sabar elah Nit. Kita belum kenalin Syeril sama Mbak Ani"
"Hehehe Gue lupa. Mbak kenalin ini Syeril teman KOAS kita. Syeril ini Mbak Ani, istri nya Brian Anderson. Pasti kamu tau dong. Pengusaha dari keluarga Anderson itu" jelas Anita.
"Iya Nita, Syeril tau. Karena Tante Syeril kerja di perusahaan milik keluarga Anderson"
"Salam kenal Nyonya. Saya Syeril" ucap Syeril sambil mengulur kan tangan nya.
__ADS_1
"Salam kenal juga Syeril. Saya Ani. Dan ini putri saya Quin" ucap Ani membalas uluran tangan nya Syeril.
"Oke karena uda kenalan, jadi sekarang kita berangkat. Gue uda nggak sabar mau ngabisin uang nya Papa Doni" ajak Anita begitu semangat.
"Lah perasaan Gue anak nya B aja. Lah malah ini yang bukan sapa sapa Bokap Gue yang semangat untuk habis kan uang nya. Dasar aneh" cibir Breena yang kesal.
Mereka pun akhir nya pergi ke Mall. Sesampai nya di Mall ternyata Anggi sudah menunggu mereka di pintu masuk.
"Mbak Anggi" panggil Breena dengan senyum merekah nya.
"Hai bumil syantik. Duuhh makin cantik aja sih. Jadi iri" ucap Anggi membalas sapaan Breena.
"Nggak boleh iri Mbak. Karena Mbak pun juga Syantik. Aura aura pengantin baru nya masih terlihat" goda Breena. Yang sukses membuat yang lain tertawa.
"Ayo masuk. Kita nunggu Mbak Selvi nya di dalam aja sambil makan. Breena lagi pengen makan makanan Korea ini. Jadi ayo kita ke resto Korea" ajak Breena sambil menarik tangan Syeril.
Breena tau kalau Syeril merasa minder dan malu. Maka dari itu ia menggandeng tangan Syeril.
Sesampai nya di lantai 4, Breena menuntun yang lain nya ke restauran Korea. Mereka memesan banyak makanan. Terutama Breena.
Selagi menunggu pesanan mereka. Selvi pun datang dengan masih mengenakan pakaian kerja nya.
"Diantar siapa Mbak?" tanya Breena setelah berpelukan dengan Selvi.
"Sama Abang. Tapi dia nggak ikut masuk. Soal nya mau terbang lagi ngantar Daddy Martin ke Malaysia" ucap Selvi.
"Hai sayang nya Aunty. Rindu Aunty nggak?" tanya Selvi sambil menciumi wajah imut nya Quin.
"Rindu banget Aunty. Kapan Aunty main lagi ke Mansion?" tanya Quin.
"Nanti iya tunggu Uncle Juan nggak sibuk baru Aunty main ke mansion lagi"
Selvi pun menyapa semua nya. Ketika pesanan mereka datang. Mereka pun langsung menikmati nya.
Beberapa menit kemudian. Setelah mereka selesai menghabis kan begitu banyak pesanan makanan nya. Mereka pun sepakat untuk berbelanja.
Breena yang mengeluh karena baju baju nya uda mulai sempit pun, akhir nya mengajak yang lain untuk menemani nya berbelanja.
Mereka pun sepakat akan ke butik langganan Breena yang ada di dalam Mall itu.
Dan saat membayar makanan mereka pun, terjadi drama di meja mereka. Anggi, Ani, Breena dan Selvi pun berebut ingin membayar makanan mereka.
Sementara Syeril yang duduk di sebelah Anita pun memandang Anita yang terlihat biasa saja melihat drama di depan mata nya.
"Nita, itu kenapa mereka berebut saat mau bayar gitu?" tanya Syeril bingung.
"Mereka memang begitu Syeril. Kamu nggak tau siapa mereka?" tanya Anita yang mendapat kan gelengan kepala langsung dari Syeril.
__ADS_1
"Dengar baik baik ya......"