
Breena bergetar tubuhnya melihat video itu. Itu adalah penyebab ia trauma. Breena mengeratkan genggaman tangannya di tangan Dayyan.
Dayyan yang merasakan genggaman tangan istrinya semakin erat pun membawa sang istri kedalam pelukannya.
Seketika tangis Breena pecah didalam pelukan hangat suaminya. Dayyan hanya mampu mengelus penggung sang istri.
"Menangis lah sayang. Setelah ini kebenaran akan terungkap. Tidak akan ada lagi yang menyalahkan kamu atas gagalnya pertunangan kalian dulu"
Apa yang diucapkan oleh sang suami pun semakin membuat Breena terisak. Ia sampai sesenggukan didekapan suaminya.
Papa Doni yang melihat putrinya menangis sampai sesenggukan seperti itu pun berjalan perlahan menuju ke panggung dan mengambil micropone.
Ia bertekat akan membongkar semuanya, agar anaknya tidak lagi ikut terseret dengan pemberitaan tentang Brian Anderson.
"Selamat malam semuanya"
Suara Papa Doni mengalihkan atensi para tamu yang sedang berbisik bisik jadi menatap kearahnya.
"Perkenalkan saya Doni Abraham. Papa dari wanita yang kalian lihat membawa kue ke apartemen itu. Iya dia putri saya. Aurellia Abreena" jeda Papa Doni menatap kearah anaknya yang sedang menangis dipelukan suaminya.
Papa Doni pun menghela nafas ketika ia akan melanjutkan ucapannya.
"Perkenankan saya untuk menyampaikan sesuatu kepada kalian semua yang ada disini. Memang benar putri saya dulu menjalin kasih dengan anak bungsu dari Tuan Martin Anderson. Mereka menjalin hubungan sudah sangat lama dan akan mengadakan pertunangan" lanjut Papa Doni.
Kemudian ia menatap kearah keluarga Anderson berada. Martin yang ditatap oleh sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tanda agar Papa Doni tidak melanjutkan ucapannya.
Namun gelengan kepala itu tak digubris oleh Papa Doni. Papa Doni tetap akan melanjutkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Divideo itu benar kalau itu adalah Brian Anderson bersama dengan sahabat putri saya yang bekerja sebagai sekretaris Brian. Tanpa sepengetahuan putri saya, mereka menjalin kasih. Bahkan sampai berhubungan suami istri yang menghasilkan janin"
__ADS_1
"Itu lah alasan mengapa anak saya membatalkan acara pertunangan itu. Karena wanita yang menjadi selingkuhannya tengah mengandung. Ia berbesar hati merelakan cintanya untuk wanita lain. Bahkan ia mengalami trauma setelah kejadian itu. Putri kesayanganku trauma menjalin hubungan yang serius" ucap Papa Doni memandang sedih kearah putrinya.
"Dan untuk berita yang beberapa hari ini menghebohkan kita itu semua tidak betul. Anak kecil yang bersama mereka itu adalah putri dari Tuan Brian, yang baru saja diperkenalkan kepada kita semua" ucap Papa Doni yang tersenyum meremehkan kearah keluarga Anderson.
"Cukup Doni. Mengapa kamu mengucapkan ini semua" ucap Tuan Martin dengan nada tinggi.
"Kau bertanya seperti itu Martin. Apa kau lupa dengan ancaman ku dan menantu ku 4 hari yang lalu kepadamu?" tanya Papa Doni dengan nada mengejeknya.
"Ku rasa kau lupa Martin. Apa perlu ku ucapkan kembali apa ancamanku dan menantuku?" lanjut Papa Doni yang melihat Tuan Martin hanya terdiam.
"Baiklah untuk para tamu semuanya. Tepat ketika berita kepulangan keluarga mereka, saya mendatangi mansion mereka. Saya meminta baik baik untuk mereka mengklarifikasi kebenarannya tentang kandasnya hubungan putranya dan putri ku. Saya memberikan waktu dua hari. Tetapi kalau dua hari mereka tidak juga melakukan klarifikasi itu maka saya akan menarik semua saham saya yang ada diperusahaan AD Grup dan rumah sakit mereka. Serta menarik semua dokter dokter saya dari rumah sakit mereka. Begitu juga dengan menantuku. Dia juga akan menarik saham nya dan memutuskun semua kerja sama mereka" ucap Papa Doni penuh penekanan karena menahan emosinya.
"Kau tak tau apa apa tentang putriku Martin setelah perlakuan anakmu itu. Kau tak tau bagaimana anak ku berusaha keluar dari traumanya. Kalian hanya diam disaat putri ku mendapatkam hujatan dari para tamu ketika ia membatalkan pertunangan itu. Seolah olah kalian lah yang menjadi korbannya. Padahal putri ku lah yang menjadi korban dari kalian"
"Kau sudah seperti kacang yang lupa kulitnya Martin. Kebaikan ku dan keluarga ku kepadamu hanya kau anggap angin lalu. Kau lihat disana putriku Martin. Kau lihat dia menangis sesenggukan seperti itu" ucap Papa Doni sambil menunjuk kearah putrinya yang masih menangis sesenggukan dipelukan Dayyan.
"Dan sekarang lihatlah, putriku sudah bahagia sama suaminya. Lelaki yang sabar menunggunya selama tiga tahun setalah pengkhianatan dari putramu. Lelaki yang telah berusaha membuat putri ku hilang dari traumanya"
Keluarga Anderson hanya bisa tertunduk. Terutama Brian. Ia hanya bisa tertunduk sambil mendekap putrinya dan menutup telinga putrinya.
"Sepertinya sudah cukup apa yang saya sampaikan disini. Itu lah kebenaran yang sebenarnya. Disini putriku lah yang terluka dan korban dari keegoisan keluarga Anderson. Dan seperti ucapan ku kemarin Martin. Mulai hari ini aku menarik semua saham ku di perusahaan mu dan di rumah sakit milik kalian. Serta menarik semua dokter dokter milik ku kembali ke rumah sakit ku" ucap Papa Doni tegas.
Apa yang diucapkan Papa Doni membuat semua para tamu terkejut. Mereka tau seberapa besar pengaruh Papa Doni di dunia bisnis. Walau pun ia tak memiliki perusahaan namun nama nya selalu perbincangan dikalangan para pebisnis.
"Dayyan. Bagaimana dengan mu?" tanya Papa Doni sebelum turun dari panggung.
"Sama seperti Papa. Dayyan juga menarik semua saham Dayyan dari AD Grup dan membatalkan semua kerja sama Pratama.Corp dengan AD Grup" ucap Dayyan tegas.
Lagi dan lagi para pengusaha dibuat kaget dengan yang dikatakan Dayyan. Mereka tak menyangka dua pemegang saham terbesar menarik semua sahamnya dari AD Grup.
__ADS_1
"Doni apa ini tidak keterlaluan? Kita sahabat sudah dari semasa SMP. Kenapa kau tega melakukan ini padaku Don?"
"Kau masih bertanya seperti itu padaku Martin setelah apa yang dilakukan putramu kepada putriku?" tanya Papa Doni yang tak menyangka dengan sahabatnya itu.
"Iya aku tega melakukan itu demi kebahagiaan putriku" ucap Papa Doni kemudian ia turun dari atas panggung.
Papa Doni pun berjalan kearah istri nya kemudian mengajak istrinya ketempat anak dan menantunya.
Sebelum sampai ditempat anak dan menantunya, Brian menghadang jalan mereka.
"Om, Brian tau Brian salah telah mengkhianati Breena. Brian minta maaf om. Maafin Brian Om. Selama ini Brian hidup dengan penyesalan karena telah menyia-nyiakan Breena. Tolong maafkan Brian Om" ucap Brian yang berlutut dihadapan Papa Doni dan Mama Ratih
"Bangun lah Bri. Kami sudah memaafkanmu namun tetap sakit itu masih terasa. Semoga kau bisa hidup bahagia dengan anakmu" pesan Papa Doni yang langsung berjalan meninggalkan Brian yang masih berlutut.
"Ayo kita pulang sayang. Urusan kita sudah selesai disini" ajak Papa Doni kepada anaknya.
Breena seketika memeluk Papa nya. Ia yang masih nangis sesenggukan beralih ke Papa nya.
"Uda iya sayang. Jangan nangis lagi. Semuanya uda selesai. Kamu tidak akan disalahkan lagi setelah ini. Berbahagialah bersama suamimu nak. Dia begitu sangat mencintaimu dan menyayangimu. Kamu bisa melihat pengorbanannya untuk mu sayang. Sudah iya putri Papa tidak boleh bersedih seperti ini" ucap Papa Doni sambil mencium kening anaknya.
"Terima kasih Papa yang sudah menerima lamaran Mas Dayyan kemarin. Breena nggak menyangka kalau Mas Dayyan begitu sangat mencintai Breena. Dan bisa menghilangkan trauma Breena" ucap Breena sambil melepas pelukan Papa nya.
"Ucapkan terima kasihmu untuk suami mu sayang"
"Mas terima kasih sudah begitu mencintai Breena" ucap Breena yang kembali masuk kedalam pelukan Suaminya.
"Sama sama sayang. Terima kasih juga sudah mau menerima Mas dihidup kamu"
Semua interaksi keluarga Papa Doni disaksikan oleh semua tamu undangan. Bahkan tanpa disadari disudut ruangan ada seorang wanita yang menatap kearah mereka dengan derai air mata. Ia ingin mendekat namun ketakutan yang amat besar membuatnya tak berani mendekat kearah posisi Breena berada.
__ADS_1