
Acara resepsi masih terus berlanjut dan belum usai. Bahkan para tamu undangan pun semakin banyak yang berdatangan. Tak terkecuali teman teman Juan yang seprofrsi dengan nya. Walau pun mereka beda maskapai. Tapi tetap saja mereka datang menghargai Juan.
Tamu undangan yang hadir pun tak pernah lepas menatap meja panjang yang memang di peruntuk kan untuk circle nya Brian dan yang lain nya. Mereka merasa penasaran dengan apa yang di bahas oleh mereka semua sampai sampai mereka bisa tertawa lepas seperti itu.
Bahkan Daddy Martin tak tanggung tanggung, dia mengundang beberapa artis dan penyanyi terkenal untuk memeriah kan acara resepsi Juan dan Selvi yang dia adakan.
Salah seorang MC naik keatas pangggung. Dia akan membaca kan sebuah permintaan dari pengantim yang menjadi raja dan ratu hari ini.
"Selamat malam semua nya. Selamat menikmati hidangan yang sudah kami sedia kan untuk kalian yang sudah berkenan untuk hadir di acara resepsi Juan dan Selvi" ucap MC tersenut.
"Baik lah, saya berdiri disini untuk menyampai kan sebuah permintaan dari mempelai pria yang sedang berbahagia diatas pelaminan. Beliau meminta kepada saya untuk memanggil kan seseorang yang sangat berarti untuk nya. Seseorang yang dulu nya sangat manja kepada nya. Dan orang itu adalag Abreena Aurellia. Apakah nama yang saya sebut kan ada di antara hadirin yang datang?" tanya MC tersebut.
Breena yang nama nya di panggil pun terkejut. Bahkan dia sampai menatap ke arah pelaminan dengan tatapan tajam nya. Sedang kan Juan yang mendapat kan tatapan tajam itu pun hanya tersenyum.
"Apakah Nona Breena ada di antara kita? Kalau ada, saya minta kepada Nona Breena untuk naik ke atas panggung" pinta sang MC lagi.
Breena pun dengan terpaksa berjalan menuju ke arah panggung. Ia berjalan dengan santai seeprti tidak terpengaruh oleh siapa pun.
"Waaaahhh ternyata ini Nona Breena iya. Wanita cantik dan sholehah. Subhanallah cantik sekali" puji MC tersebut yang membuat Dayyan mengeras kan rahang nya.
Para sahabat mereka pun langsung tertawa mendengar pujian tersebut dan mereka melihat wajah Dayyan yang sudah memerah menahan amarah nya.
"Terima kasih pujian nya Mas. Dan maaf saya lebih suka di puji oleh lelaki kesayangan saya" ucap Breena santai.
"Waaahhh ternyata sudah memiliki pawang para hadirin" canda sang MC.
"Begini Nona, Tuan Juan ingin meminta kepada anda untuk menyumbang kan satu buah lagu kepada mereka. Apakah Nona tidak keberatan?" lanjut sang MC.
"Abi, apakah boleh?"
Breena bukan nya menjawab, justru dia bertanya kepada suami nya.
Salah satu pihak WO memberikan satu microphone kepada Dayyan.
"Boleh asal sama Abi" ucap Dayyan santai dengan senyum manis nya.
"Kalau begitu ayo sini dong" ajak Breena manja.
Dayyan pun menatap kearah ketiga anak nya yang berada di pangkuan para pengasuh mereka. Kemudian ia baru lah berjalan menuju ke arah istri nya yang ada di atas panggung.
"Abi mau nanyi lagu apa?" tanya Breena begitu suami nya sudah berada di sebelah nya.
"Casablanca"
__ADS_1
"Baik lah" jawab Breena dengan senyum manis nya.
Musik pun mulai di main kan. Para tamu undangan sudah bersiap untuk mendengar suara dari pasangan suami istri ini.
...Dayyan :...
...yaa habibii yaa nabdhi albii...
...(duhai cintaku denyut jantungku)...
...Khaliq ma'aya thuulil waq matfariq ai'ni...
...(tetaplah bersamaku sepanjang waktu, jangan berjauhan dariku)...
...Breena:...
...Bu'dak yikwiinii.. Qurbak yahyini...
...(jauh dari mu membuatku resah.. Bersamamu kubahagia)...
...Mahtajak janbi dil waqti ayyamil jayyah...
...(tetap lah bersama ku saat ini dan selamanya)...
...Wahdak inta nashibii...
...(kaulah satu satunya milik ku)...
...Nuril a'in ya habibii...
...(jantung hati kasihku)...
...Ghairak maba 'syaq hadaa...
...(Tiada selain dirimu yang ku rindukan)...
...Breena : ...
...Denyut jantungku berdebar...
...Terasa indah nya...
...Dunia ini kita yang punya...
__ADS_1
...Akulah mataharimu...
...Kau lah kekasih ku...
...Kita kan bersama selamanya ...
Dayyan dan Breena menyanyikan lagu itu saling berhadapan dan tetapan penuh cinta yang tulus yang selalu terpancar dari kedua mata mereka.
Para tamu undangan pun mendengar suara indah kedua nya terhanyut akan cinta yang mereka ungkap kan ini.
Sedangkan ketiga anak kembar nya, yang mendengar suara nyanyian Umi dan Abi nya pun bergembira. Bahkan ketiga nya tak segan segan tersenyum mendengar suara merdu Umi dan Abi nya.
Bagaimana mereka tidak hafal suara kedua orang tua nya? Jawaban nya hanya satu. Ketika mereka berlima sedang berada di dalam kamar Dayyan dan Breena, maka kedua orang tua nya akan membaca kan ayat ayat al-Qur'an.
Itu lah sebab nya kenapa ketiga anak nya begitu bahagia mendengar suami Umi dan Abi nya.
Selesai menyanyi, Breena dan Dayyan pun tersenyum kepada para tamu dan membungkuk memberikan hormat.
"Adek I Love You" teriak Juan dari atas pelaminan yang seketika membuat para tamu undangan yang lain nya pun merasa heran.
"Apa kita tak salah dengar, mempelai pria nya mengatakan itu. Bahkan istri nya pun justru tersenyum menanggapi suami nya berbicara seperti itu" ucap salah seorang tamu yang berdiri di depan Papa Doni dan Daddy Martin.
"Iya kau benar. Juan mengatakan itu. Apa Juan dan Breena memiliki hubungan yang lebih iya?" tebak mereka.
"Ntah lah aku tak tau" jawab salah satu nya yang tak terlalu ambil pusing dengan hubungan seseorang.
Papa Doni dan Daddy Martin sudah mengepal kan kedua tangan nya. Mereka siap memberikan pukulan di rahang kedua pria didepan mereka.
"Love you too Abang. Selamat berbahagia, semoga keluarga Abang, sakinnah mawaddah warrohman. Dan cepat beri Adek keponakan bang. Biar mereka bisa bermain bersama dengan Baby triple K dan Baby Keen. We love you bang" ucap Breena tulus.
Juan hanya mengacung kan jempol nya di udara. Dia pun tersenyum tulus ke arah Breena dan beralih menatap Selvi dengan tatapan penuh cinta nya.
"Waahhh kita tidak menyangka. Ternyata Tuan Dayyan Pratama dan sang istri memiliki suara yang sangat indah. Terima kasih Tuan Nona." ucap MC tersebut dan mempersilah kan Tuan dan Breena yang berjalan menuju ke arah ketiga putra putri nya.
Dayyan dan Breena turun dari panggung. Sepanjang jalan mereka menuju ke meja dimana anak anak dan pengasuhnya berada, mereka pun mendapat kan tatapan memuja dari beberapa kolega bisnis.
"Bukan kah itu CEO dari Pratama Grup Pah" tanya Wulan yang menatap kepergian Breena dan Dayyan.
"Ya kau betul. Kenapa?"
Wulan hanya meyunggingkan senyum nya. Terlihat di wajah nya kalau dia memiliki sebuah ide yang jahat.
"Jangan main main sama CEO Pratama Wulan. Dia walau pun diam tapi memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia bisnis" ucap Pak Handoko memperingati putri nya.
__ADS_1