
Rumah sederhana milik orang tua Selvi sangat ramai di penuhi oleh sanak saudara dan beberapa tetangga yang di mintai tolong oleh Ibu nya Selvi untuk membantu memasak untuk acara lamaran anak nya nanti malam.
Selvi sendiri sedang berada di dalam kamar nya bersama beberapa sepupu nya yang sudah menikah. Semua sepupu nya pada menggoda Selvi.
Selvi yang di goda pun hanya bisa tersenyum malu dan wajah yang memerah seperti tomat.
"Jadi apa pekerjaan kekasih mu itu Dek?" tanya Nindi kakak sepupu nya Selvi, anak Abang Ayah nya atau Pakde nya Selvi.
"Emmm dia Pilot Mbak"
"Pilot di maskapai apa? Mbak kan pramugari, mana tau kenal sama kekasih mu dan satu maskapai juga"
"Dia Pilot keluarga Anderson Mbak" jawab Selvi lirih.
"Jadi kekasih mu Juanda Arsenal Dek?" tanya Nindi tak percaya.
"Mbak kenal sama Abang?"
"Kenal dekat sih nggak. Tapi mbak tau dan pernah bertemu dengan nya. Dia memang pilot keluarga Anderson. Bahkan yang mbak dengar dari pramugari lain nya. Kalau dia itu pilot yang susah di dekati cewek dek" jelas Nindi.
"Selvi nggak tau kalau soal itu Mbak. Selama sama Selvi, Abang sangat baik dan penyayang juga" ucap Selvi menunduk malu.
"Iya uda Mbak do'ain semoga hubungan kalian baik baik aja iya dek. Dan lancar sampai ke akad nanti"
"Makasih Mbak"
Perbincangan mereka pun terus berlanjut. Hingga akhir nya MUA yang disewa oleh Mommy Aletha datang dan meminta izin untuk langsung merias Selvi.
...----------------...
Malam hari nya Selvi berada di dalam kamar nya bersama dengan Nindi. Ya, Selvi memang sangat dekat dengan Nindi, dari pada dengan sepupu nya yang lain. Walau pun mereka semua dekat. Tetapi Selvi lebih nyaman kalau curhat dan bertukar pikiran sama Nindi.
Nindi yang bawaan nya lembut itu lah yang membuat Selvi nyaman bersama nya.
"Dek seperti nya rombongan Capt. Juan sudah sampai" ucap Nindi memberitahu.
__ADS_1
"I–Iya mungkin mbak. Duuhh Selvi gugup mbak"
"Uda kamu tenang aja. Pasti lamaran Capt. Juan di terima kok"
"Tapi apa Mbak boleh bertanya dek?"
Selvi pun mengangguk kan kepala nya.
"Sebenar nya Mbak penasaran. Kenapa Capt. Juan bisa jadi pilot keluarga Anderson. Kadang Mbak juga sering lihat dia liburan bareng sama anak bungsu nya keluarga Anderson" tanya Nindi hati hati.
"Sebenarnya, Mas Juan itu anak yatim piatu mbak. Ayah nya tangan kanan Daddy Martin. Mereka meninggal karena kecelakaan saat perjalanan bisnis. Karena Abang tidak memiliki keluarga lain nya. Jadi Daddy Martin mengangkat Abang jadi anak nya. Abang juga pernah cerita kalau sebenarnya nama nya itu ada Anderson nya juga di belakang. Tapi Abang nggak pernah mau pakai nama itu" jelas Selvi.
"Oohhh iya uda, mbak hanya penasaran aja, kenapa dia bisa sedekat itu sama anak bungsu keluarga Anderson. Ternyata memang mereka memiliki hubungan"
...----------------...
Di luar rumah terjadi kehebohan. Para tetangga menatap tak percaya pada mobil mobil mewah yang berjejer di bahu jalan depan rumah Selvi. Mereka juga di hebohkan dengan seserahan yang begitu banyak, yang dibawa kan oleh pelayan keluarga Anderson.
"wah itu banyak banget seserahan nya"
"Iya lihat lah seserahan nya semua barang barang mewah dan branded"
"Iya itu pasti mahal mahal banget"
Itu lah ucapan ucapan para tetangga julid.
Setelah rombongan keluarga Juan sampai di hadapan keluarga Selvi. Juan langsung mencium tangan Ayah dan Ibu Selvi.
"Ayah, Ibu" ucap Juan sambil mencium tangan Ayah dan Ibu Selvi bergantian.
"Nak Juan. Ayo silah kan masuk Pak, Bu" ucap Ibu Selvi mengajak para tamu nya masuk.
Ruang tamu yang tak terlalu besar itu pun penuh dengan para rombongan dan keluarga Selvi. Sedangkan seserahan nya di letak kan di hadapan kedua keluarga. Karena sangking banyak nya, kotak kotak seserahan itu sampai ke ruang tengah.
Keluarga Selvi tak percaya melihat isi dari kotak seserahan yang dibawa oleh mereka.
__ADS_1
"Assalamualaikum warrohmatullahi wabbarokatuh. Selamat malam semua nya. Perkenal kan nama saya Martin Anderson. Kedatangan kami disini untuk menyambung silaturahmi antar keluarga kami dengan keluarga Selvi. Selain itu juga tujuan kami kesini untuk meminang anak gadis Pak...."
"Galih, Pak Martin" ucap Pak Galih sopan.
"Iya Pak Galih. Tujuan kami kesini bersama Juan dan rombongan lain nya adalah ingin meminang putri Bapak yang bernama Selvi untuk menjadi istri dari anak saya, Juanda Arsenal Anderson" ucap Daddy Martin.
"Terima kasih Pak Martin, sebagai orang tua saya sangat bersyukur karena pada akhir nya anak gadis saya di persunting juga dengan pria yang di cintai nya. Saya sebagai orang tua merestui hubungan anak saya Selvi dan nak Juan. Tapi alangkah lebih baik nya lagi kalau yang menjawab pinangan ini adalah Selvi nya sendiri" ucap Pak Galih yang dibalas anggukan oleh yang lain nya.
Lalu Pak Galih meminta keponakan nya untuk memanggil Selvi yang berada di dalam kamar bersama Nindi.
"Ayo Dek keluar. Keluarga calon suami mu sudah menunggu. Dan kamu tau calon suami mu malam ini ganteng nya maksimal" goda sepupu nya yang bernama Hany. Adik nya Nindi.
"Mbak bisa aja iihh. Selvi kan jadi malu" ucap Selvi menunduk malu.
Hahhahaha
Kedua kakak beradik itu pun tertawa melihat Selvi yang sedang malu itu. Kemudian kedua nya pun menuntuk Selvi menuju ke tempat Ayah nya.
Semua mata memandang terpesona melihat betapa cantik nya Selvi malam ini. Kebaya yang berwarna taro dengan hijab pasmina yang menutupi daerah dada nya.
Juan bahkan sampai tak berkedip menatap kecantikan Selvi.
"Ingat jaga mata Juan. Kalau terlalu lama bisa zina mata" bisik Dayyan dari arah belakang Juan.
Juan yang mendapati bisikan itu pun sontak menundukan kepala nya. Ia berkali kali beristigfar.
Selvi sudah duduk di antara kedua orang tua nya. Daddy Martin pun meminta Juan untuk mengatakan tujuan nya.
"Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh. Saya Juan Arsenal Anderson izin kan malam ini untuk menyampaikan tujuan saya datang ke rumah ini untuk meminang putri dari Bapak Galih yang berna Anggraini Selvi untuk menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku." ucap Juan sambil menatap Selvi dengan senyum manis nya.
"Anggraini Selvi, saya memang bukan manusia yang sempurna. Saya juga bukan dari keluarga yang mapan dan kaya raya. Kamu tau kalau saya adalah seorang anak yatim dari tangan kanan Daddy Martin. Daddy yang sudah membesarkan saya seperti anak nya sendiri. Saya juga banyak kekurangan nya. Malam ini di depan semua keluarga saya dan keluarga kamu. Mau kah kamu menikah dengan ku. Menjadi istri dan Ibu dari anak anak ku kelak. Mau kah kamu menua bersama ku Anggraini Selvi?" tanya Juan dengan suara bergetar nya menahan tangis.
Semua orang terharu mendengar ucapan Juan. Mommy Aletha sudah meneteskan air mata nya. Anak yang ia besarkan bersama kedua putra nya. Hari ini dengan gagah nya melamar anak gadis orang. Ia merasa bangga kepada Juan yang sudah mau melangkah kejenjang yang lebih serius. Memulai kehidupan berumah tangga nya.
"Wa'alaikum salam warrahmatullahi wabbarakatuh. Saya Anggraini Selvi, di depan kedua keluarga kita, saya menerima pinangan dari Abang Juan" ucap Selvi malu malu.
__ADS_1
"Alhamdulillah"
Ucap semua orang setelah mendengar jawaban dari Selvi.