Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Bab 38. Ungkapan Perasaan Breena


__ADS_3

Setelah kepergian Dayyan dan Breena. Abah Arsya membubarkan semua para santri yang menonton pertengkaran anak dan menantunya.


"Bubar semuanya. Sebentar lagi sudah mau masuk waktu magrib" ucap Abah Arsya membubarkan para santri.


Umma Hanum menatap Ustadzah Hana dengan tatapan kecewanya. Ustadzah yang disayanginya tega teganya berbuat seperti itu kepada menantunya.


"Saya tidak tau apa yang telah kamu lakukan Ustadzah Hana. Dan saya juga tidak tau apa yang sedang kamu rencanakan. Selama ini saya tau kalau kamu menyukai anak saya. Tapi bukan begini caranya Ustadzah Hana. Saya benar benar kecawa sama kamu. Sesuai permintaan menantu saya, panggil orang tuamu, suruh mereka datang kesini. Saya tunggu ba'da Isya" ucap Umma Hanum yang langsung menyusul menantunya. Ia takut dan khawatir dengan kondisi menantunya itu.


"Kembalilah dan hubungi orang tuamu" ucap Abah Arsya tegas kemudian menyusul istrinya.


Ustadzah Hana tersenyum penuh kemenangan. Rencananya yang akan mendapatkan Dayyan akan membuahkan hasil. Sebentar lagi ia akan menjadi istri Dayyan. Dan dia akan menguasai Dayyan seutuhnya.


Ustadzah Hana pun kembali kekamarnya dengan senyum yang terus mengembang dibibrnya.


Tanpa semua orang sadari. Kalau salah satu Mbak ndalem merekam semua yang telah dilakukan oleh Ustadzah Hana.


"Aku nggak nyangka Ustadzah Hana seperti itu. Kasihan Ning Breena. Dulu ia menghina dan mengancam Ning Breena. Aku nggak mau hubungan Gus Dayyan dan Ning Breena harus kandas gara gara masalah ini. Aku harus membantu Gus Dayyan" gumum Mbak Ani.


Mbak ndalem itu adalah Mbak Ani. Ia sudah menganggap Breena seperti saudaranya sendiri. Kebaikan, keramahan dan ketulusan Breena lah yang membuatnya menyayangi Breena.


...----------------...


Didalam kamar Breena langsung mengambil koper kecilnya, yang memang sengaja ia tinggalkan. Kemudian Breena mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam lemari Dayyan. Tidak banyak hanya beberapa pasang baju tidur dan skin care nya serta alat make up nya. Setelah selesai ia langsung menghubungi Papa nya.


Tuuutt tttuuuttt


"Hallo sayang. Terima kasih iya buahnya sudah sampai" ucap Papa Doni langsung ketika mengangkat telepon anaknya.


"Pah bisa datang ke Bandung sekarang?" tanya Breena tanpa menjawab ucapan Papa nya.


"Ada apa sayang? Kamu nangis?" tanya Papa Doni yang khawatir mendengar isak tangis putri kesayangannya.


"Papa bisakan ke Bandung sekarang? Naik heli aja Pah biar cepat. Sekalian Papa bawa Pak Hilman juga iya Pah" ucap Breena meminta Papa nya membawa serta pengacara pribadi keluarga mereka.


"Sayang tenang dulu. Oke. Tarik nafasnya dulu, terus hempuskan pelan pelan. Terus lakukan itu sayang. Tenangkan diri kamu dulu" pinta Papa Doni.

__ADS_1


Breena pun langsung melakukan apa yang diminta oleh Papa nya.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu meminta Papa datang kesana membawa Pak Hilman juga?" tanya Papa Doni lagi.


"Sekarang iya Pah kesininya. Breena tunggu Pah. Breena tadi sudah menghubungi Capt. Vincent Pah. Dan dia juga sedang bersiap sekarang. Tinggal nunggu Papa dan Pak Hilman saja"


"Baiklah Papa kesana sekarang" putus Papa Doni.


Kemudian Breena memnutuskan teleponnya. Breena duduk disisi ranjang. Ia mengusap ranjang yang pertama kali ia tiduri dikamar Dayyan. Dan sebentar lagi ranjang itu akan ditempati oleh Dayyan bersama istri barunya nanti.


Air mata Breena kembali menetes. Ia kembali menangis. Breena tak menyangka Dayyan akan mengkhianatinya juga.


Bayang bayang Brian yang mengkhianatinya bersama sahabatnya pun kembali berseliweran diingatannya. Breena memukul dadanya yang sesak.


"Kenapa harus terulang lagi Ya Allah. Ini lebih menyakitkan dari yang sebelumnya" ucap Breena yang semakin kuat memukul dadanya.


Dayyan yang melihat Breena menangis sambil memukul dadanya pun merasa tak sanggup. Ia sama sekali tak ingin hal itu terjadi lagi dengan Breena.


Namun salah paham ini harus segera diselesaikan. Ia tak ingin kehilangan istrinya.


Breena yang mendengar suara Dayyan pun langsung menghapus air matanya. Ia pun memaksakan senyumannya ketika suaminya berjalan mendekatinya. Seketika Breena langsung menepuk sisi kasur di sebelahnya.


"Sayyang maaf" ucap Dayyan langsung duduk dibawah kaki Breena.


"Maaf sayang. Maafkan Mas. Mas tidak bermaksud membentakmu tadi. Maafin Mas sayang maafin Mas" ucap Dayyan yang sudah menangis dipangkuan Breena.


"Mas tidak salah. Disini yang salah hanya Breena"


"Tidak sayang. Kamu hanya salah paham saja"


"Tidak Mas. Semuanya sudah terbukti. Aku melihat sendiri kamu memeluknya"


"Kamu salah paham sayang. Dengarkan dulu penjelasan Mas. Tadi Ustadzah Hana menghampiri Mas ketika Mas sedang menunggu Kang Amin. Dia mengajak Mas mengobrol sampai Kang Amin datang. Lalu ntah kenapa dia tiba tiba saja mau terjatuh kearah Mas. Mas yang reflek langsung memegang tangannya. Sungguh Mas tidak memeluknya sayang. Mas tidak ada niatan untuk mengkhianati kamu. Percaya sama Mas sayang. Tolong percaya sama Mas" jelas Dayyan sambil menatap Breena.


"Tidak ada bukti atau pun saksi yang akan membela kamu Mas. Breena tidak tau harus mempercayai siapa. Rasanya sakit Mas. Disini rasanya sangat sakit ketika melihat Mas memeluknya" ucap Breena sambil memegang dadanya yang semakin terasa sesak.

__ADS_1


"Sayang maafin Mas. Mas mohon sayang percayalah sama Mas" ucap Dayyan membawa Breena kedalam pelukannya.


"Sakit Mas. Sakit sekali. Rasanya lebih sakit dari kejadian 3 tahun yang lalu Mas. Breena nggak sanggup melihat suami Breena berpelukan dengan wanita lain" ucap Breena berada didalam pelukan Dayyan.


"Mas mohon sayang maafin Mas. Dan percayalah sama Mas sayang. Mas tidak mungkin mengkhianati kamu sayang. Tolong sekali saja percaya sama Mas" pinta Dayyan memoho.


"Breena ingin percaya sama kamu Mas. Tapi bukti nyata nya Breena melihat itu sendiri. Mas berpelukan dengan wanita lain. Ayo kita akhiri saja semuanya Mas"


Kalimat terakhir yang keluar sari bibir Breena membuat Dayyan semakin mengeratkan pelukannya. Ia tak percaya Breena sampai berbicara seperti itu. Rasanya dunia nya runtuh sudah.


"Tolong jangan tinggalkan Mas sayang. Mas sangat mencintai kamu. Mas mohon sayang maafkan Mas. Apa kamu sama sekali tidak memcintai Mas sayang?" tanya Dayyan menatap lekat mata istrinya. Ia ingin memcari kejujuran dari mata istrinya.


"Breena memcintai kamu Mas. Sungguh Breena benar benar sudah mencintai kamu Mas. Breena berencana menungkapkannya besok diacara hari ulang tahun kamu Mas. Tapi rencana itu sudah gagal. Sungguh Breena sudah mencintai kamu Mas" ucap Breena sambil tersenyum menatap mata suaminya.


"Entah sejak kapan dimulainya, di hati Breena sudah tertaut nama kamu Mas. Breena merasa nyaman berada dipelukan kamu Mas. Breena senang dengan sikap kamu yang memperlakukan Breena dengan manja. Kamu memasang badan kamu ingin membela Breena dari berita itu. Breena benar benar sudah mencintai kamu Mas. Breena mencintai suami Breena. Suami Breena, Dayyan Pratama yang sudah sukses membuat Breena jatuh cinta secepat ini sama dia. Breena mencintai kamu Mas" lanjut Breena berulang kali ia mengatakan mencintai suaminya itu.


"Terima kasih sayang sudah mencintai Mas secepat ini. Dibalik musibah ini akhirnya Mas tau kalau kamu sudah mencintai Mas" ucap Dayyan memberikan kecupan di puncak kepala Breena.


"Mas minta tolong jangan tinggalkan Mas sayang. Mas akan berusaha untuk mencari bukti kalau Mas tidak pernah mengkhianati kamu sayang" pinta Dayyab mencoba meyakinkan Breena.


"Breena akan mempercayai Mas dan tidak akan meninggalkan Mas kalau Mas bisa membuktikan kalau kamu tidak bersalah Mas" ucap Breena tersenyum kecut.


"Iya Mas akan berusaha mencari buktinya sayang. Iya sudah kamu istirahatlah sayang. Mas mau kemobil dulu. Mana tau kejadian tadi terekam oleh kameran CCTV yang Mas letakkan didalam mobil Mas" ucap Dayyan.


Kemudian ia membaringkan tubuh Breena dan menyelimutinya sampai batas dada. Sebelum keluar Dayyan menyempatkan untuk mencium seluruh wajah Breena.


"Iya uda Mas keluar iya"


Setelah mengatakan itu Dayyan pun langsung melangkahkan kakinya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan. Tangannya ditahan oleh Breena.


"Kenapa Sayang?" tanya Dayyan lembut.


"Breena cinta sama Mas" ucap Breena pelan tapi masih bisa didengar oleh Dayyan.


"Mas lebih mencintaimu sayang. Jadi Mas mohon percayalah sama suami kamu ini" pinta Dayyan yang hanya dibalas anggukan oleh Breena.

__ADS_1


Kemudian Breena membalikkan tubuhnya, lalu memejamkan matanya. Dan dayyan pun lebih memilih keluar dari kamarnya setelah mencium kening Breena lagi.


__ADS_2