
Siang hari nya sepasang pengantin baru itu turun ke lantai bawah. Iya tujuan mereka adalah ruang makan. Karena perut kedua pasangan itu sudah sangat lapar.
Sesampainya diruang makan, Dayyan dan Breena melihat sudah ada Mama Ratih yang duduk di meja makan menunggu kedatangan mereka.
"Lohh, Mama nggak ke rumah sakit?" tanya Breena heran.
"Nggak sayang. Mama nggak ada jadwal hari ini. Ayo duduk Dayyan. Kita makan siang bersama"
"Iya Mah" ucap Dayyan.
Lalu ia menarik kursi dan mempersilahkan Breena duduk. Kemudian ia menarik kursinya sendiri.
Breena pun dengan sigap mengambilkan makan siang untuk suaminya. Lalu mengambilkan untuk Mama nya dan yang terakhir untuk nya sendiri.
"Sayang, apa kamu nanti jadi ke kampus nya?" tanya Dayyan memastikan.
"Nggak Mas. Tadi dosen nya chat Breena kata nya dia ada urusan. Jadi diganti besok pagi aja" jawab Breena.
"Kalau gitu nanti kita jalan Yuk"
"Mau kemana Mas?"
"Ke suatu tempat. Mau nggak?"
"Boleh deh. Breena juga bosen dirumah nggak ngapa ngapain"
"Mama mau ikut?" ajak Breena.
"Nggak ahh. Kalian aja. Biar kalian bisa pacaran halal" goda Mama Ratih sambil menaikkan turunkan alis nya.
"Iiihhh Mama apaan sih" jawab Breena malu.
"Hahahhaha malu dia nya Mah" ucap Dayyan ketika melihat pipi istrinya sudah memerah.
"Iya malu dia nya. Pada hal kan uda setiap hari iya kan pacaran halal nya" ucap Mama Ratih yang semakin menggoda anaknya itu.
"Maasss" rengek Breena manja.
"Iya sayang iya. Nggak digodain lagi kok" ucap Dayyan tersenyum sambil mengelus kepala Breena.
"Iya uda kalian bersiap lah. Nanti jangan pulang malam iya. Kita makan malam bersama sama Papa" pesan Mama Ratih.
"Siap Mah"
Kemudian Breena dan Dayyan pun bersiap. Breena tak tau mau dibawa kemana oleh Dayyan.
...----------------...
Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Dayyan sampai di sebuah panti asuhan didaerah pinggiran Jakarta.
Itu adalah Panti Asuhan Ibu Ayu. Panti asuhan tempat Anggi dibesarkan.
Hari ini diperusahaan Dayyan ada acara berbagi bersama anak anak panti. Dan panti asuhan tempat Anggi dibesarkanlah yang menjadi tempat acara berbagi itu.
"Mas, kenapa kita kesini?" tanya Breena bingung.
"Ada acara dari kantor sayang. Acara berbagi bersama anak panti" ucap Dayyan lembut.
"Dion dan Anggi juga ada didalam sayang. Kamu tau panti asuhan ini adalah tempat Anggi dibesarkan sayang" lanjut Dayyan memberitahu Breena.
"Masa sih Mas? Bukannya mbak Anggi anak dari keluarga Danuarta?" tanya Breena tak percaya.
__ADS_1
"Panjang ceritanya sayang. Yang pasti Anggi sedari bayi dibesarkan disini. Dia diculik dan dibuang ke panti asuhan ini. Dan baru kemarin mereka bertemu sayang" jelas Dayyan yang hanya dibalas anggukan oleh Breena.
"Ayo kita masuk sayang. Acara sebentar lagi dimulai" ajak Dayyan kemudian ia keluar dan membukakan pintu mobil Breena.
Mereka berdua pun masuk kedalam panti asuhan itu. Banyak yang menyapa Dayyan. Beberapa ada yang masih belum tau kalau Dayyan telah menikah.
"Pak Bos" sapa Dion setelah melihat Dayyan berjalan mendekatinya.
"Hmm. Apa semua nya sudah berkumpul?" tanya Dayyan.
"Uda Pak Bos. Apa mau dimulai sekarang acara nya?"
"Boleh. Tapi dimana Anggi?" tanya Dayyan yang tak menemukan sekretarisnya itu.
"Pak Bos macam nggak tau aja. Dia iya uda nempel sama Bunda nya. Uda lupa dia kalau kekasih nya ini ada disini juga" keluh Dion dan membuat wajahnya sesedih mungkin.
"Muka Lu nggak usah dibuat menyedihkan gitu. Biar lah dia nempel sama Bunda nya. Dati pada nempel sama Lo, yang ada dosa" omel Dayyan.
Breena yang melihat tingkah suami dan asisten sahabat nya itu pun hanya bisa menggelengkan kepala.
"Waaahhh ternyata Bu Bos ikut juga. Makin cantik aja iya Bu Bos" goda Dion yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dayyan.
"Itu istri Gue nggak usah Lo godain gitu. Gue bilangin Lo sama Anggi"
"Lah kan cuma muji Pak Bos. Sensi banget sih kaya yang lagi PMS" ledek Dion yang semakin membuat Dayyan menatap nya tajam.
"Uda ayo kita masuk aja. Kenapa jadi debat disini sih?"
"Iya ayo sayang kita masuk" ajak Dayyan yang langsung menggandeng tangan istrinya meninggalkan Dion sendirian disana.
"Sama istrinya aja lembut banget. Lah sama Gue natap nya tajam banget kaya pisau" omel Dion. Lalu ia pun menyusul Dayyan dan Breena.
...----------------...
"Sudah siap semuanya?" tanya Daddy Martin pada semua anggota keluarganya yang sudah berkumpul di ruang tengah.
"Sudah Dad. Apa kita jalan sekarang?" tanya Brian.
"Iya kita jalan sekarang. Takut nanti kemalaman"
Semua keluarga Martin Anderson pun keluar dari mansion mereka, berjalan menuju ke mobil mereka yang sudah disiapkan.
...----------------...
Di rumah Papa Doni, saat ini mereka sedang makan malam.
"Mah, nanti keluarga Martin akan datang kesini"
"Mau ngapain lagi mereka Pah?"
"Ntah lah. Papa juga nggak tau. Tapi kata Damian mereka mau meminta maaf"
"Breena sebenarnya sudah memaafkan mereka Pah. Tapi kenapa harus seperti ini dulu baru mereka mau meminta maaf?" tanya Breena yang sudah menggenggam erat tangan Dayyan.
"Papa juga nggak tau sayang. Kita tanyakan aja nanti apa tujuan mereka sebenarnya kesini"
"Kalau menurut Dayyan Pah, mereka kesini itu pasti tujuannya agar kita tidak jadi menarik saham kita di perusahaan mereka. Dayyan yakin banget itu Pah" ucap Dayyan.
"Papa juga mikir nya gitu Ian. Kalau memang mereka niat meminta maaf, pasti dari dulu uda mereka lakukan"
"Jadi gimana nanti keputusan Papa sama permintaan maaf mereka?" tanya Mama Ratih yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Kita lihat aja nanti gimana Mah. Papa masih menebak apa mau mereka.
"Kalau gitu Breena masuk kekamar dulu iya Pah" pamit Breena yang sudah berdiri dari kursi nya.
"Iya nanti Papa panggil kalau mereka sudah datang sayang"
Breena pun akhirnya memutuskan ke kamar. Sedangkan Dayyan memilih berkumpul dengan kedua mertuanya di ruang keluarga.
...----------------...
Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil yang berhenti dihalaman rumah mereka.
Ting Tong
"Silahkan masuk Tuan, Tuan Doni sudah menunggu di ruang keluarga" ucap pelayan rumah Papa Doni ketika membukakan pintu.
Keluarga Anderson pun langsung masuk kedalam rumah Papa Doni.
"Silahkam duduk Martin" ucap Papa Doni ketika sudah melihat keluarga Martin mendekat.
"Ada apa kalian kerumah ku yang gubuk ini"
"Kami ingin meminta maaf pada keluarga mu Don"
"Meminta maaf?" tanya Papa Doni sambil mengernyitkan satu alisnya.
"Iya. Apa Breena ada?"
"Ada. Tunggu sebentar biar saya panggilkan" ucap Dayyan. Kemudian ia berjalan kearah kamar Breena yang ada dilantai dua.
"Sayang" panggil Dayyan ketika melihat Breena sedang berdiri didekat jendela kamar nya.
"Ada apa Mas?" tanya Breena menatap suaminya dengan senyum manis.
"Diluar keluarga Anderson sudah datang. Ayo kita temui mereka" ajak Dayyan.
Breena pun langsung memeluk suaminya. Ia menyandarkan kepala nya didada bidang suaminya.
"Apa harus Mas?" tanya Breena yang mendongak melihat suami tampan nya.
"Iya sayang. Yuk kita temui" ajak Dayyan lagi.
Breena hanya menganggukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.
Dayyan yang gemas pun mengecup bibir Breena sekilas.
"Jangan manyun sayang. Nanti hilang cantik nya" goda Dayyan.
Breena pun hanya bisa tersenyum malu.
Akhirnya mereka pun keluar kamar dan menuju ke ruang ke ruang tamu.
Sesampainya diruang tamu. Breena duduk berdampingan dengan Dayyan. Dayyan yang mengerti suasana yang mulai canggung pun hanya menggenggam tangan Breena.
"Baiklah karena Breena sudah berada disini, kami langsung saja" ucap Daddy Martin.
"Breena kami sekeluarga meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan oleh Brian kepada kamu dulu. Kami sungguh menyesal dengan sikap kami yang hanya diam disaat kamu direndahkan oleh orang lain sewaktu acara pertunangan kalian dulu" ucap Daddy Martin memohon maaf.
Breena hanya terdiam. Ia semakin mengeratkan genggaman tangan Dayyan.
"Breena"
__ADS_1