Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Sah


__ADS_3

Keluarga Selvi menganga tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh Mommy Gantari.


Bagaimana bisa bisa bertepatan seperti ini? Kebaya turunan dari keluarga Ayah nya di beli di butik milik Ibu nya Mommy Gantari.


"Mom, serius?" tanya Selvi yang masih tak percaya.


"Itu bener Selvi. FGA itu milik Mommy Gantari. Itu Opa yang memberi kan nya untuk Oma, karena telah memberinya anak perempuan. Dari dulu Opa itu sangat ingin anak perempuan yang jadi anak pertama nya. Alasan Opa sangat klasik. Kata nya anak perempuan nanti lah yang akan merawat orang tua nya kalau sudah tua dan sakit sakitan." ucap Ibra yang terkekeh ketika ia mengingat bagaimana Ayah Mommy Gantari bercerita dengan nya tentang kisah hidup nya.


Mommy Gantari tersenyum bangga mendengar apa yang di kata kan Ibra. Semua itu benar. Papa nya memang sangat sangat menginginkan anak perempuan dulu nya.


"Jadi boleh kan Mommy untuk menambahkan aksen payet sama berlian di kebaya kamu ini sayang?" tanya Mommy Gantari penuh harap.


"Boleh Mom. Boleh banget" ucap Selvi antusias.


"Oke kalau gitu ini Mommy bawa iya nak"


"Iya Mom. Makasih iya Mom" ucap Selvi sambil memeluk Mommy Gantari.


Mommy Gantari pun menyambut pelukan Selvi. Iya sangat bahagia, walau pun ia tak memiliki anak perempuan. Tapi ia begitu menyayangi keponakan perempuan satu satu nya dan anak anak sahabat adik nya itu. Bahkan untuk yang berstatus menantu pun ia juga sangat menyayangi nya.


"Sama sama sayang. Jangan bilang Juan iya kalau kebaya nya Mommy tambahin payet sama berlian nya. Biar jadi surprise"


"Oke Mom. Sekali lagi makasih iya Mom"


"Sama sama sayang. Iya uda kalau gitu Mommy pamit iya. Mau ke butik lagi untuk nyiapin semua seragaman kita"


"Iya Mommy, hati hati iya"


Setelah berpamitan Mommy Gantari dan Daddy Calvin pun segera meninggal kan kediaman orang tua Selvi. Mereka akan menuju ke butik mereka, untuk menyiap kan baju seragaman.


Tak berselang lama, Ibra dan istri nya pun juga berpamitan. Karena mereka masih harus mempersiap kan sesuatu yang masih kurang menurut Mommy mereka.


...----------------...


Tiga hari berselang. Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh Juan dan Selvi. Hari ini Juan akan melakukan akad nikah.

__ADS_1


Di balik wajah bahagia nya Juan ada kesedihan yang terlihat jelas di sorot mata nya. Hari yang sangat bahagia, tapi rasa nya tak lengkap kebahagiaan nya tanpa kehadiran kedua orang tua nya.


Kemarin, Juan di temani oleh Ibra dan Brian ziarah ke makam kedua orang tua nya. Disana Juan mencurah kan segala rasa yang ia rasakan. Sedih bercampur bahagia menjadi satu.


Juan juga menangis disana. Ibra dan Brian membiar kan Juan melakukan apa pun di makam kedua orang tua nya. Bahkan kedua kakak beradik itu harus menunggu Juan selama tiga jam di pemakaman. Sebab sehabis menangis, Juan merebah kan tubuh nya di atas makam Ibu nya.


Keluarga Anderson dan yang lain nya sudah berkumpul di mansion Anderson. Hanya Ani dan Brian lah yang tidak ikut ke acara pernikahan Juan dan Selvi. Di karena kan Baby Keen yang baru berusia satu minggu. Jadi mereka berdua memilih tetap tinggal di mansion.


"Oke karena semua nya sudah berkempul, jadi kita segera berangkat saja. Perjalanan kita cukup jauh hari ini, walau pun masih di sekitaran Jakarta juga" ucap Daddy Martin mengajak semua sahabat dan keluarga nya untuk langsung berangkat.


"Baik lah, ayo kita berangkat" ajak yang lain nya.


Brian menghampiri Juan. Ia menepuk bahu Juan untuk memberinya semangat.


"Semangat, jangan sampai salah melafas kan ijab kabul nya. Maaf kalau aku tak bisa ikut. Aku harus menemani Ani menjaga Baby Keen"


"Tak apa, aku mengerti Bri. Kasihan kalau Ani harus menjaga nya sendirian. Apa lagi babysitter untuk Baby Keen juga belum datang. Jadi aku tak mempermasalah kan ketidak ikut sertaan kalian. Yang penting doa nya saja" ucap Juan dengan senyum tulus nya.


"Makasih uda ngertiin aku Ju. Dan ini untuk mu. Hadiah pernikahan dari ku dan Ani. Maaf kalau aku hanya bisa kasih ini untuk mu dan Selvi" ucap Brian sambil menyodor kan sebuah kotak yang berukuran sedang ke arah Juan.


"Berangkat lah. Jangan buat keluarga Selvi lama menunggu kedatangan mempelai pengantin nya. Nanti di sangka kamu kabur lagi" canda Brian agar Juan tak merasakan sedih dan gugup.


"Kau"


"Uda sana pergi" usir Brian.


Juan pun menuruti ucapan Brian walau pun ia berjalan sambil menggerutu.


Keluarga Anderson dan yang lain nya pun segera berangkat. Seepeti biasa mereka selalu menggunakan mobil mewah. Kali ini mereka menggunakan lebih dari 10 mobil. Karena semua nya pun ikut untuk menyaksi kan akad nikah Juan dan Selvi.


...----------------...


Di rumah Selvi, semua orang sudah rapi dan menunggu kedatangan keluarga mempelai pria nya.


Selvi sendiri sudah selesai di rias. Juan mendatang kan MUA terbaik di Jakarta, untuk merias Selvi.

__ADS_1


Selvi sedang berada di kamar nya bersama dengan sepupu sepupu nya dari pihak Ibu dan Ayah.


Tak lama terdengar suara mobil yang beriringan dan berhenti tepat di bahu jalan dekat rumah Selvi.


Satu persatu orang keluar dari mobil, mereka membentuk barisan untuk masuk kedalam rumah Selvi.


Dibarisan pertama ada Juan yang di apit oleh Mommy Aletha dan Daddy Martin. Senyum selalu terkembang di seluruh wajah keluarga Anderson dan yang lain nya.


Setelah memasuki rumah Selvi. Juan langsung di arah kan duduk di kursi yang sudah di sedia kan untuk akad nikah. Di hadapan Juan sudah duduk Ayah Galih, penghulu dan juga saksi di kiri kanan Juan.


"Bagaimana Pak Galih, berhubung mempelai pria nya sudah datang, apa bisa langsung kita laksana kan ijab kabul nya?" tanya sang penghulu.


"Bisa Pak. Bagaimana Juan. Kamu sudah siap?" tanya Ayah Galih.


"Insya Allah siap Yah." jawab Juan tegas dan lantang.


Walau pun sebenar nya Juan merasa gugup. Ia bahkan lebih gugup saat ini dari pada harus menerbangkan pesawat untuk pertama kali nya.


"Baik lah kalau begitu, Nak Juan silah kan jabat tangan Pak Galih." pinta sang Penghulu.


Juan pun langsung melakukan nya.


"Saudari Jaunda Arsenal bin almarhum Arhan Arsenal. Saya nikah kan dan saya kawin kan engkau dengan putri kandung saya, Anggreini Selvi dengan mas kawin satu buah mobil, satu set perhiasan berlian dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Ayah Galih.


"Saya terima nikah dan kawin nya Anggreini Selvi binti Galih Ramadhan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Juan lantang dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya pak penghulu.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah" ucap semua orang lega setelah mendengar kata sah terucap dari saksi dan para tamu.

__ADS_1


__ADS_2