Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Masih Masalah Seragaman Juga


__ADS_3

Setelah selesai memilih warna seragam untuk pernikahan Juan dan Selvi yang akan di laksana kan empat hari lagi. Mereka pun masih berkupul di mansion Anderson.


"Oiya kamu sudah menghubungi Selvi belum Ju, apa mereka sudah menyiap kan baju seragam nya juga atau belum?" tanya Mommy Aletha tiba tiba.


"Juan lupa Mom. Juan kan belum ada komunikasi sama Selvi selama kami di pingit. Duuhh gimana ini Mom?" tanya Juan yang panik.


"Uda jangan panik gitu biar Mommy yang hubungi."


Kemudian Mommy Aletha pun mengambil ponsel nya dan langsung menelpon Selvi.


"Hallo Assalamualaikum Mom" sapa Selvi setelah mengangkat telepon dari Mommy Aletha.


"Wa'alaikum salam. Sayang maaf iya kalau Mommy mengganggu waktu kamu"


"Nggak papa kok Mom. Hmm ada apa iya Mom?"


"Gini sayang. Kami baru saja membahas warna baju seragaman untuk pernikahan kamu sama Juan nanti. Kami uda mutus kan akan memakai warna baby blue untuk yang perempuan. Yang laki laki akan pakai batik. Mommy mau nanyak. Keluarga kamu sudah menyiap kan baju seragaman juga apa belum?"


"Emm kami nggak pakai seragaman Mom. Karena di keluarga Selvi kalau ada yang nikahan memang nggak pernah adain pakai seragaman. Apa itu perlu Mom?" tanya Selvi yang mulai bingung.


Bagaimana tidak bingung. Pernikahan nya empat hari lagi. Kalau mau jahit baju seragaman pasti tidak akan sempat. Apa lagi kalau harus beli online juga. Itu pasti akan memakan waktu juga. Kalau beli di butik, itu paling tidak mungkin.


"Iya sudah nanti Mas Ibra sama istri nya akan kesana iya, sama Mommy Gantari juga untuk bahas baju seragaman keluarga kalian iya"


"Apa masih keburu Mom? Kan kalau seragaman harus di jahit dulu"


"Memang nggak keburu sayang. Kami juga beli seragaman yang uda jadi di butik aja. Nggak yang jahit dulu, jadi tinggal feeting aja untuk menyesuai kan ukuran nya"

__ADS_1


"Iya uda kalau seperti itu Mom. Selvi tunggu iya"


"Iya sayang. Oiya satu lagi, Mommy Gantari nanti mau lihat kebaya kamu, boleh kan sayang. Mana tau ada yang harus di tambahin lagi"


"Boleh kok Mom"


"Iya uda tunggu iya sayang, sebentar lagi mereka akan kesana. Mommy matiin dulu iya telepon nya. Assalamualaikum" ucap Mommy Gantari.


"Wa'alaikum salam. Makasih iya Mom"


Mommy Gantari pun langsung memutus kan panggilan nya setelah mendengar jawaban salam dari Selvi.


"Gimana Mom?" tanya Juan penasaran.


"Ternyata mereka memang nggak pernah pakai baju seragam. Tapi apa iya alasan nya?" tanya Mommy Gantari bingung.


"Mungkin memang itu tradisi mereka Tha. Bisa jadi juga karena biaya." ucap Mama Ratih.


"Kamu benar. Mereka keluarga sederhana. Maka nya banyak yang menceritakan mereka ketika kamu melamar Selvi dulu. Aneh memang. Mau siapa pun yang melamar kok mereka pula yang heboh. Jodoh kan hanya Tuhan yang tau. Karena hanya Dia lah yang menentukan takdir kita bagaimana. Apa kita akan tau kita akan menikah dengan siapa. Jangan kan itu besok aja kita nggak tau bagaimana hidup kita. Hisa jadi besok kita uda nggak bernafas. Karena itu semua takdir dari Tuhan" gerutu Mommy Aletha.


"Mommy benar. Tetangga Selvi ngira nya Juan ini anak orang kaya. Pada hal Juan hanya anak angkat di keluarga ini. Juan kan anak tangan kanan nya Daddy. Tanpa Daddy dan yang lain nya. Juan bukan siapa siapa. Itu lah takdir Tuhan yang harus Juan syukurin. Kehilangan kedua orang tua Juan dan berakhir jadi anak angkat Mommy dan Daddy" ucap Juan dengan senyum yang mengembang tapi mata nya juga berkaca kaca.


"No. Apa pun status mu. Kamu tetap anak Mommy. Anak Mommy dan Daddy. Kamu sama seperti Mas Ibra dan Brian. Sama sama anak Mommy dan Daddy" ucap Mommy Aletha yang tak suka setiap Juan mengatakan kalau dia hanya anak angkat di keluarga Anderson.


Mau bagaimana pun Juan tetap lah anak nya. Ia tak pernah menganggap Juan hanya anak angkat. Bahkan perlakuan Mommy Aletha dan Daddy Martin kepada Juan sama seperti kepada kedua anak nya. Kasih sayang yang di berikan kepada Juan pun sama seperti kepada kedua anak nya. Tak ada perbedaan di antara mereka bertiga.


Maka nya Mommy Aletha selalu marah kalau Juan sudah bicara masalah status nya di keluarga mereka. Mau sampai kapan pun Juan tetap anak nya. Tidak ada bantahan.

__ADS_1


"Iya Mom. Juan anak Mommy dan Daddy. Terima kasih sudah membesar kan Juan dan sudah menyayangi Juan seperti anak Mommy sendiri. Love you Mom" ucap Juan tulus.


"Love you too boy" ucap Mommy Aletha lalu memeluk tubuh tegap nya Juan.


"Oke kalau begitu kita berangkat sekarang Ibra. Mommy tak suka melihat keadaan seperti ini. Rasa nya mau menangis saja" omel Mommy Gantari yang langsung berdiri dari duduk nya.


"Emang dasar kamu nya aja yang cengeng Mbak" ledek Papa Doni membuat semua orang yang ada disana tertawa.


Mommy Gantari tak menjawab, ia hanya mencebik kan bibir nya saja. Kemudian berjalan keluar.


Ibra, Wilna dan Daddy Calvin pun menyusul Mommy Gantari yang sudah terlebih dahulu keluar dari Mansion Anderson.


Mereka memutus kan membawa mobil masing masing. Karena setelah dari rumah Selvi, Mommy Gantari akan langsung mwnuju ke butik nya. Untuk melihat stok kebaya, gamis serta baju batik untuk acara seragaman mereka.


Sedang kan di rumah Selvi saat ini sudah ramai dengan sanak keluarga nya yang memang sudah pada sibuk untuk membantu persiapan akad nikah nya Selvi nanti.


Bahkan saudara yang rumah nya jauh sekali pun sudah datang. Mereka yang mendengar kabar Selvi akan menikah pun juga turut bahagia. Sehingga dari jauh jauh hari mereka sudah datang ke rumah Selvi.


Selvi keluar dari kamar nya. Ia melihat semua orang sedang sibuk melakukan pekerjaan nya. Bahkan Selvi juga melihat beberapa orang sedang memasang tenda di halaman rumah nya.


Selvi yang awal nya meminta akad nikah yang sederhana yang hanya di saksi kan oleh keluarga dan tetangga saja pun hanya bisa mengulas senyum nya.


Acara sederhana yang di minta Selvi tentu saja berbeda dengan keluarga Anderason. Di pikiran keluarga Selvi sederhana itu hanya akan ada acara akad dan makan makan bersama, jadi tidak perlu pakai tenda segala.


Berbeda dengan sederhana yang di maksud oleh keluarga Anderson. Sederhan di pikiran mereka tetap akan memakai jasa WO. Ada tenda, catering dan pelaminan juga. Ini sih bukan sederhana, tapi mewah di mata keluarga Selvi.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


MAAF BARU UP SEKARANG. BEBERAPA HARI INI MATA AUTHOR LAGI BERMASALAH. PERIH DAN BERAIR KALAU TERLALU LAMA LIHAT LAYAR PONSEL. JADI MAAF KALAU SEMALAM NGGAK UP. KARENA MATA AUTHOR MEMANG NGGAK BISA DI AJAK KERJA SAMA SEMALAM.


__ADS_2